Steven adalah seorang pria Psychopath di mana masa lalunya yang kelam terlebih ada keturunan psychopath dari ke dua orang tuanya membuat perasaan Steven mati.
Hingga dirinya dipertemukan oleh seorang gadis yang bernama Leona Alexander putri dari pasangan Jessica Alexander dan Lemos Alexander yang juga ternyata keturunan psychopath.
Akankah mereka bersatu dalam ikatan pernikahan mengingat Steven sudah merusak Leona akibat dirinya salah menuduh Leona.
Ikuti novelku yang ke 32
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alex dan Katarina
"Maafkan saya Tuan, saya akan berusaha untuk menyelamatkannya," ucap dokter tersebut.
"Steven, biarkan dokter itu melanjutkan pemeriksaan." Ucap Soraya sambil mengusap punggung Steven agar tenang.
Steven yang mendapatkan perlakuan tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengatur emosinya agar tidak meledak.
Grep
"Kita keluar dulu," ucap Soraya sambil menarik tangan Steven.
Steven dengan pasrah mengikuti langkah Soraya sambil menatap ke arah Leona yang tidak sadarkan diri dengan bibir dan wajah mulai membiru.
Ceklek
Ketika Soraya ingin membuka pintu bersamaan pintu ruangan tersebut terbuka membuat Soraya dan Steven menatap ke arah pintu di mana perawat tersebut membawa alat oksigen.
Soraya dan Steven keluar dari ruang perawatan bersamaan kedatangan Katarina dan Alex.
"Bagaimana keadaan Leona?" tanya Katarina.
"Sepertinya putriku keracunan karena dari mulutnya mengeluarkan darah segar berwarna hitam." jawab Soraya.
"Gawat, Alex kamu masuk ke dalam ruang perawatan dan meminta perawat membawakan kain putih yang panjang!" perintah Katarina.
"Baik Mom," jawab Alex sambil masuk ke dalam ruang perawatan.
"Siapa yang memegangi tubuh Leona?" tanya Katarina.
"Aku saja Kak," jawab Soraya.
"Harus pria karena harus bisa menahan tubuh Leona lumayan lama dan tidak boleh Leona sampai jatuh." ucap Katarina.
"Kalau begitu Steven saja Tante." usul Steven.
"Apakah Steven tunangan Leona dan akan segera menikah?" tanya Katarina.
"Memangnya apa hubungannya Kak?" tanya Soraya.
"Masalahnya ketika melakukan pengobatan Leona harus polos tanpa sehelai benangpun karena itulah jika Steven tunangan Leona atau segera menikah barulah boleh." ucap Katarina.
Soraya yang mendengar ucapan Katarina menatap ke arah Steven.
"Bulan depan kami akan menikah." ucap Steven yang mengerti tatapan Soraya.
"Baguslah kalau begitu dan satu lagi selama Leona mengeluarkan darah segar berwarna hitam Steven tidak boleh menyentuhnya karena jika tidak sengaja menyentuhnya maka ketika Steven menyentuh bibirnya sendiri bisa saja racun tersebut ikut masuk ke dalam tubuh Steven." ucap Soraya.
"Apakah kamu sanggup? karena racun itu sangat berbahaya." sambung Katarina.
"Steven sanggup." jawab Steven dengan nada yakin tanpa banyak berfikir.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang kisah perjalanan cinta Katarina dapat di baca di novelku dengan judul :
Untuk cerita tentang Alex anaknya Katarina dapat di baca novelku dengan judul :
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Kamu yakin?" tanya Soraya.
"Yakin Mom." jawab Steven.
Soraya sangat terharu karena Steven tidak memperdulikan nyawanya demi menyelamatkan Leona putri kesayangannya.
"Kalau begitu Steven masuklah ke dalam ruang perawatan." ucap Katarina.
"Baik Tante." Jawab Steven.
Steven melangkah kan kakinya ke arah ruang perawatan di mana Leona terbaring lemah tak berdaya bersamaan dokter dan perawat keluar dari ruang perawatan.
"Maaf Nyonya, saya sudah mengecek kondisi Nona Leona semakin bertambah parah dan saya tidak tahu jenis racun tersebut tapi kata tuan muda ..." ucapan dokter tersebut terpotong oleh Katarina.
"Dia putraku dan putraku yang akan menyembuhkannya. Kami hanya meminta kain putih dan plastik untuk penghalang." ucap Katarina.
Grep
"Terlalu lama, di ranjang khusus pasien ada sprei kita gunakan sprei untuk penghalang dan kita masing-masing memegang sprei," ucap Soraya sambil menarik tangan Katarina.
"Baiklah." jawab Katarina sambil berjalan mengikuti langkah Soraya.
"Tapi dokter tolong siapkan yang tadi saya katakan dan berikan ke Jessica Ibunya Julia pasien yang di sebelah.'' ucap Katarina sambil menunjuk ruangan Julia sebelum masuk ke ruang perawatan.
"Baik, Nyonya." jawab dokter tersebut.
Kini Soraya, Katarina dan Steven berada di ruang perawatan di mana mereka melihat Alex sedang memaku sprei putih ke dinding.
"Alex, kamu bawa martil dan paku?" tanya Katarina dengan wajah terkejut.