NovelToon NovelToon
Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali

Status: tamat
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Spiritual / Epik Petualangan / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Akademi Sihir / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: made kusuma

Be Remake version from 'menjadi naga Satukan Dunia!'


ini adalah cerita dimana dunia yang menjadi begitu berbeda, namun pada awalnya menjadi satu. Meskipun berbeda, namun aturan tetap sama. Yang terkuat akan berkuasa dan Yang lemah akan tertindas.

Terpisahnya kedua belahan dunia ini telah membuat dunia ini sangat tidak stabil. Untuk itu, harus disatukan kembali. Tetapi, bagaimanakah caranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon made kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa yang terjadi pada Raven?

Micah bersama Fifi kembali berlatih, kali ini menghadapi Sakuya dan Pia. Mereka berdua adalah gadis pengguna pedang yang sangat berbahaya. Mengingat Sakuya pernah menghadiahi Racoon Leaf saja sudah membuat Micah merasa merinding.

"Micah, kau sudah siap? Ini sebenarnya tidak adil karena dua lawan satu."

Micah mulai mengerutkan keningnya, kemudian menatap Fifi yang terlihat kesal, karena tidak dianggap.

"Aku bersama Fifi, bagaimana kalian bisa mengatakan bahwa Aku sendiri?"

"Fifi? Faerie ini hanya makhluk Summonning. Sehebat apapun dirinya, tidak akan dihitung dalam pertarungan Collossum nanti."

"Micah!"

Mendadak seseorang memanggil namanya, membuat mereka semua menoleh. Terlihat Raven tengah menatapnya. Astaga, dirinya telah salah paham.

"Kau adalah ... Raven Kane?" tanya Sakuya terheran.

Raven mendadak mendekati Micah, kemudian malah menampar Micah. Semuanya terkesiap, tidak menyangka bahwa Raven bertindak sedemikian. Sakuya dan Pia mulai saling berpandangan, sementara Micah seolah-olah mematung.

"Hey, mengapa kau menampar Micah?" tanya Sakuya kesal.

"Itu bukan urusanmu! Micah, tidak aku sangka bahwa kau adalah hidung belang!"

Micah mulai menatap Raven, yang terlihat menangis, kemudian berlari menjauh. Dirinya sama sekali tidak percaya dengan ucapan Raven. Dikatai Hidung belang? Apakah Raven sebenarnya cemburu dengan kedekatannya dengan Sakuya?

Sakuya mulai bertanya, "Apakah kau pacarnya?"

Micah langsung mengalihkan pandangan ke arah Sakuya. "Hanya sahabat masa kecil."

"Sungguh?"

"Itu tidak benar!"

Seseorang kembali bersuara. Micah mulai melihat ke arah mereka yang rupanya Collete dan Rusk. Mereka berdua telah datang, yang kelihatannya mereka sangat kesal. "Micah apakah kau lupa, pada waktu kecil kau dan Raven sudah berjanji di Flower Fields atas nama langit dan bumi sebagai pasangan sejati?"

Sakuya terbelalak kaget. "Micah, kau dan Raven sudah menikah?".

"Hah? Itu hanya permainan di masa kecil."

"Dasar bodoh! Rupanya sia-sia saja untuk menjelaskannya. Ayo Kak Rusk, kita pergi."

Micah mulai menggaruk kepalanya. Ini apa lagi? Suasana latihan Micah dan Fifi menjadi tidak nyaman. Micah mulai merasa sedih karena persahabatannya dengan Raven kini rusak, dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Sementara itu, Fifi merasa terabaikan karena Sakuya dan Pia tidak menganggap keberadaannya, dan itu membuatnya merasa sedih juga. Namun, dia tetap setia menemani Micah dan membantunya melatih kemampuan bertarung.

"Micah, kita tetap akan berlatih, bukan?"

Micah menganggukkan kepalanya, kemudian mulai mencabut pedang kegelapan yang kali ini tidak lagi terlihat aura gelapnya. Fifi juga sudah bersiap-siap.

"Aku bukannya tidak mengerti. Tetapi mengapa kau malah memilih Faerie sebagai makhluk Summon, padahal menurutku harimau api atau sejenisnya lebih baik dalam penyerangan. Bukan maksudku menghina makhluk Summon milik.u, tetapi apakah itu karena kau hanya bisa berkemampuan Initiator Cover sehingga memilih Faerie sebagai Summon yang memang kemampuannya lebih ke arah Core?"

Micah mulai mengerutkan keningnya. Jika dipikir-pikir, hewan seperti harimau api memang lebih baik dalam menyerang karena dapat melakukan kontak serangan langsung daripada Faerie yang hanya bisa Magic attack. Namun, Fifi bukanlah Faerie biasa. Dirinya dan Fifi telah saling memahami satu sama lain, bahkan Faerie didapatkan bukan karena segel kontrak Summon atau sejenisnya, melainkan sukarela. Segel Summon di tangan Micah juga bukan Segel Summon yang mengikat.

"Kau jangan meremehkan Fifi. Aku harap kalian tidak menangis saat sekali kami melakukan serangan Combo."

Pia dan Sakuya mulai saling berpandangan, kemudian mulai bersiap-siap. "Combo di balas Combo! Berhati-hatilah dengan serangan Combo kami!

Micah dan Fifi mulai saling berpandangan, kemudian mendadak Micah mencabut pedang cahaya miliknya dan diraih oleh Fifi. Kemudian mulai maju ke depan untuk menyerang!

Sementara itu, di tempat lain, Raven masih merasa kesal dengan Micah. Dia tidak bisa mengerti mengapa Micah bisa menjadi begitu dekat dengan Sakuya. Dia merasa seolah-olah Micah telah jatuh cinta Sakuya sehingga mulai melupakan dirinya.

Jujur saja, Raven sebenarnya menyukai Micah sejak di masa kecil, di saat itu Micah masih lelaki polos. Teringat jelas bagaimana tingkah Raven yang selalu nempel pada Micah, bahkan pernah kali dirinya tidur bersama saat Berkemah bersama keluarga, pada saat itu ayah dan ibu mereka masih ada.

Ketika orangtua mereka terbunuh, Micah dan Raven saling bahu-membahu untuk menguatkan perasaan mereka, bahkan saling berpelukan. Di saat kejadian di Flower Fields sendiri, itu bukanlah rekayasa dari Collete. Sumpah seyia itu sesungguhnya terjadi karena keinginan Raven sendiri, bermaksud memagari Micah agar tidak dapat dimiliki siapapun selain dirinya sendiri.

Collete dan Rusk menyusul Raven, kemudian menyentuh bahunya. Raven langsung memeluk Collete, langsung menangis sejadi-jadinya. Itu membuat Collete dan Rusk mulai berupaya menenangkan dirinya.

"Tenangkan dirimu, Raven."

Raven masih menangis, mulai merutuki dirinya sendiri. "Ini semua salahku, mengapa aku harus memberikan jarak kepada Micah sampai mulai mendekati gadis lain."

"Raven, tenanglah. Aku mengerti perasaanmu. Tetapi kau adalah gadis yang sangat kuat!"

Ucapan Rusk malah membuat Raven menangis semakin keras. Collete mulai mengusap punggung Raven. "Tidak apa, menangislah. Aku yakin kau akan sedikit lebih tenang, Raven. Kami adalah sahabatmu, kau bisa membagi keluh kesahmu di saat ada kami.

"Aku sungguh cemburu dengan kedekatan Micah dengan gadis itu. Dari kelihatannya, mereka telah memiliki hubungan istimewa sampai aku mendengar nya langsung dari Shara bahwa Gadis itu bahkan sampai memasuki kamar Micah, hanya untuk bertemu. Sungguh, aku tidak terima!"

Collete dan Rusk menghela nafas pelan. Seketika mereka mulai paham, mengapa Raven menampar Micah. Ternyata gadis itu telah melakukan apa yang pernah Raven lakukan di masa kecil.

"Apa yang kurang dariku, sampai Micah mulai berpaling dariku?"

"Kau tidak kurang apapun, Raven."

Terdengar suara dari Jack yang mendekati Raven. Lelaki itu mulai sedikit paham dengan apa yang terjadi.

"Micah hanya menganggap Sakuya sebagai temannya. Dirinya pernah mengatakan bahwa dirinya pernah menolong gadis itu pada akhir Spring. Sejak saat itu, gadis itu mulai mengirim surat kepada Micah. Namun, Micah tidak pernah menganggap surat itu begitu serius.

Lagi pula, Sakuya memang terlihat memiliki rasa terhadap Micah, namun Micah sama sekali tidak menanggapi perasaannya. Shara yang mengatakannya."

---\~\~\~\~---

Kembali ke tempat pelatihan, Micah dan Fifi terlihat begitu berpose mengayunkan pedang setelah Sakuya dan Pia berhasil mereka kalahkan. Terlihat begitu sombong sekali.

"Micah, kau sombong sekali!" ucap Sakuya kesal.

"Bagaimana dengan kemampuan Combo pedang kami?"

Pia mulai berdiri, kemudian mengusap pakaiannya yang berdebu. "Sepertinya Fifi telah kau latih. Sangat jarang orang-orang melatih Hewan Summon miliknya."

"Ya, dan ini pertama kalinya aku melihat Seekor Faerie menggunakan pedang."

"Masih menganggap Fifi itu lemah?"

"Tch, Fifi memang aku akui kuat, namun yang lemah adalah dirimu, Micah. Kau terlalu berkemampuan layaknya Tanker yang selalu melakukan Cover. Kelihatan sekali kelemahannya ada pada Faerie milikmu. Jika kau tanpa Faerie, aku rasa kau hanya seseorang yang sangat mudah dikalahkan."

"Hah?"

Micah mulai terkejut. Kali ini, dirinya yang malah dikatai lemah. "Aku, lemah?"

"Coba kau bertarung di arena Collossum tanpa Fifi. Aku mau lihat sekuat apa dirimu di dalam pertarungan Collossum tanpa bantuan Fifi.

Micah harus bertarung sendirian tanpa bantuan Fifi? Mana mungkin Micah setuju!

"Hey, menggunakan Summon itu sah sah saja! Kau siapa yang mulai mengatur Aku?"

"Sah, sih. Tetapi mengandalkan makhluk Summon sebagai Core itu adalah orang lemah! Aku tidak menyukainya."

"Kau!"

Micah mulai merasa emosi. Pada jiwa seorang para petarung yang apalagi lelaki seperti Micah, pastinya merasa sangat marah jika di anggap lemah karena ucapan itu melukai harga dirinya.

Namun, Fifi menyentuh bahu Micah, mengisyaratkan untuk meminta Micah untuk menerima tantangan tersebut dan memberikan yang terbaik dalam pertarungan.

Micah mulai berbalik badan dan mulai menjauh. "Jika itu mau dirimu, baiklah akan aku tunjukkan seberapa besar kemampuanku, paling tidak sampai menembus delapan besar nanti!"

Ya, akhirnya Micah menerima tantangan dan bersiap-siap untuk menghadapi pertarungan berikutnya. Dirinya tahu bahwa pertarungan itu tidak akan mudah, namun dirinya akan berusaha untuk tidak menyerah dan tetap berjuang. Di saat itu juga, persahabatan Micah dengan Sakuya telah runtuh.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
malest
bagus 👍
malest
bagus
Abi
susah di ingat nama tempat nya thor
Wind Sana: harap dimaklumi karena fantasi semacam ini tergolong baru.
total 1 replies
@Adeline
Aku Mampir
@Adeline: sama-sama
total 2 replies
Ryunivers
mawar buat karya menarik ini
Wind Sana: terimakasih atas kunjungan dan dukungan terhadap karyaku. mohon maaf jika saat membaca, di episode 50-60 Ke atas itu hanya terdapat adegan Filler
total 1 replies
sukses ya ka
Blue
semua nya pada baperan
Blue
Orng dewa terlalu ikut capur urusan anak muda hadehh
Wind Sana: hahaha, sebagai seorang dewi yang kesepian.
total 1 replies
Blue
bukankahc nya juga baperan? knpa solah olah yg cuma Dia? heran
Wind Sana: iya sih, tetapi Collete dan Raven tidak
total 1 replies
Blue
Lama lama jadi bosen sendiri sama mc nya
Wind Sana: lompat episode saja bang, soal nya ini scene Filler bukan Cannon
total 1 replies
Blue
Cuma grgr bercanda aja sampe di bikin rumit masalah nya-_
Blue
Najia jadi cowok baperan bgt,ending jadi cewe aja mc nya
Wind Sana: masih filler bang, coba langsung lompat episode saja bang
total 1 replies
Blue
Baperan amat jadi cowok😪
Wind Sana: ya, mau bagaimana lagi. saat memikirkan main Fighting begitu susah, tetapi sangat tidak menyukai ketinggalan update, oleh karena itu mengapa episode filler ini diciptakan. mohon maafkan kemampuan author yang tidak mampu menyuguhkan cerita Sacred Valley ini dengan baik
total 1 replies
Blue
bukankah master nya terlalu memaksakan kehendak orng lain?
Wind Sana: bagaimana pun hanya Dia yang bisa mengatasi tingkah bandel Pete, jadi ya mau bagaimana lagi
total 1 replies
Mommy Ai💙
mampir thor
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
Thor perutku
Wind Sana: kenapa??
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
wih bisa di bilang sepuh umur segitu..
Wind Sana: ya bagi manusia. bagi siluman sih masih remaja namanya
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
Imajinasi author buat alur cerita keren amat😁☝️👌
Wind Sana: terimakasih atas kunjungan dan dukungan terhadap karyaku
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
momongannya kasian jdi rebutan..
ceritanya menarik..
Wind Sana: btw sankyu atas dukungannya terhadap karyaku, walaupun jalan ceritanya acakadul
total 2 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
bagus novelnya.. recommend banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!