Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menguntit
Freya duduk di mejanya sambil memeriksa dokumen-dokumen yang masuk hari ini sebelum di berikan kepada Kenzo untuk di tanda tangani, seharian ini Kenzo terlihat normal, Freya juga tidak ingin memberi reaksi berlebihan, ia bersyukur Kenzo fokus dalam pekerjaan nya, hari ini pria itu terlihat lebih sibuk.
"Freya antarkan dokumen yang sudah kamu periksa ke ruangan saya."
"Baik Pak."
Freya masuk ke dalam ruangan Kenzo dan meletakkan dokumen nya di atas meja, Kenzo terlihat sibuk memeriksa berkas-berkas lain nya.
"Pak, ini dokumen nya, saya permisi dulu."
"Freya tunggu.."
Freya pun menghentikan langkah nya dan ia tetap berdiri disana.
"Freya jam 2 siang temani saya bertemu dengan klien di restoran biasa kita ada pertemuan, Yuda sedang tidak bisa hari ini."
Freya mengangguk. "Baiklah Pak."
Freya kemudian keluar dari ruangan Kenzo dan menutup pintu nya. Wanita itu kembali ke mejanya, Freya mengambil cermin kecil di tas dan menatap wajah nya, setiap Kenzo mengajak bepergian Freya merasa was-was, apalagi sekarang Kenzo terang-terangan menyerangnya kapan saja tanpa ragu.
Yang paling parah adalah saat di rumah nya itu, untung Freya langsung meminum pil pencegah hamil yang selalu di sediakan nya di rumah. Freya tidak bisa membayangkan jika ia hamil anak Kenzo, bisa-bisa satu dunia membenci nya, dan lebih menyedihkan Kenzo tidak mau tanggung jawab, Freya tau Kenzo hanya bersenang-senang saja dengan nya, jadi Freya memilih waspada.
Jam 2 siang Freya menemani Kenzo, sepanjang perjalan di dalam mobil Kenzo telponan dengan klien yang akan mereka temui, Freya juga fokus pada tab di tangan nya memeriksa laporan-laporan yang belum sempat di tanda-tangani oleh pria itu. Hingga tak lama kemudian Kenzo membelokkan mobil nya ke arah sebuah restoran mewah. Kenzo turun dari sana dan Freya mengikuti langkah Kenzo dari belakang.
Mereka melangkah ke lantai dua. Kemudian Seorang pria tampan dewasa melambaikan tangan nya ke arah Kenzo, Kenzo pun menghampiri pria itu.
"Anda sudah lama menunggu Mr. George?" tanya Kenzo.
Pria bernama George itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Silahkan duduk"
Kenzo dan Freya pun duduk disana, Georg sudah memesankan makanan untuk keduanya, karena ini merupakan jam makan siang.
"Pak Kenzo, apakah ini sekretaris mu? Kemana Yuda?" tanya Mr. George.
"Ah iya ini sekretaris baru saya yang bernama Freya, Yuda sedang ada urusan di luar seharusnya saya pergi dengan nya."
Mr. George hanya tersenyum kecil dan menatap Freya, Freya bergidik ngeri saat melihat senyuman pria itu. Kenzo menyadari bahwa mata Mr. George selalu tertuju ke arah Freya.
"Mr. George sebaiknya kita langsung bahas soal proposal nya." ujar Kenzo yang sudah muak saat mata pria itu semakin jelalatan.
"Ah baiklah."
Kenzo dan Mr. George pun membahas soal pekerjaan mereka. Freya menyuruput jus nya sambil memandang interior restoran yang mahal itu, hingga akhirnya tanpa sengaja Freya melihat Reza di meja yang paling ujung bersama seorang wanita. Freya memicingkan matanya dan memastikan bahwa itu benar Reza atau bukan dan ternyata benar.
Reza sedang makan siang bersama seorang wanita cantik berambut hitam lurus, keduanya terlihat bercengkrama ceria dan sangat akrab, Freya merasa naik darah, katanya sibuk bekerja, namun malah sibuk bersenang-senang dengan wanita lain? Freya melihat Reza menunjukkan senyuman ceria nya kepada wanita tersebut. Freya merasa kesabaran nya habis, ia hendak berdiri dan menghampiri Reza, namun Kenzo menahan tangan nya. Hal itu membuat Freya menoleh ke arah Kenzo.
"Cukup lihat saja, jangan hampiri mereka jika kamu tidak ingin malu."
Freya menarik tangan nya kesal, benar juga apa kata Kenzo, ini tempat umum. Reza sama sekali tidak menyadari keberadaan Freya, pria itu masih terlihat bercengkrama bersama Rania. Kenzo juga sempat melihat ke arah Reza. Ia mengenal wanita yang bersama Reza adalah putri tunggal dari pemilik Arthayasa grup.
Setelah pertemuan itu selesai Freya dan Kenzo keluar dari restauran tersebut dan menuju parkiran. Freya masuk ke dalam mobil dengan wajah cemberut ia benar-benar kesal sekarang. Tak lama kemudian Freya kembali melihat Reza keluar bersama Rania, dan kali ini benar-benar keterlaluan, Reza ikut masuk ke dalam mobil Rania, pria itu tidak bawa motor nya.
Kenzo tersenyum melihat wajah Freya yang sudah merah menahan kekesalan nya itu.
"Ingin ikuti mereka? Kamu terlihat sangat kesal"
Freya menatap ke arah Kenzo dan mengangguk.
"Saya ingin memastikan nya Pak dan siapa wanita itu, apakah rekan kerja Mas Reza."
"Dia Rania Arthayasa direktur Arthayasa grup, aku mengenal nya kemungkinan dia adalah atasan Reza." sahut Kenzo.
Freya ingat bahwa nama Rania pernah di sebut oleh Anita, dan Freya sama sekali tidak tau bahwa hubungan keduanya sedekat itu, Reza tidak pernah bercerita tentang Rania padanya, berbeda dengan nya yang bekerja dengan Kenzo dan Reza tau akan hal itu, tapi pria itu sama sekali tidak menyinggung soal siapa itu Rania.
Saat mobil Rania mulai melaju, Kenzo pun mengikuti nya dari belakang, Freya merasa sangat kesal sekarang ia terus menatap mobil Rania di depan nya itu. Kenzo terus mengikuti arah mobil Rania, dan yang tidak di sangka ternyata belok ke arah sebuah apartemen di kawasan yang cukup elit.
Freya semakin terkejut sudah pasti itu apartemen Rania kan, sedang jam kerja untuk apa suaminya pergi ke apartemen Rania? Apa yang mereka lakukan?
Freya benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi, hatinya sesak dengan kelakuan Reza seperti ini. Mobil Rania masuk ke dalam basement sedangkan, mobil Kenzo berhenti tepat di depan bangunan apartemen tersebut.
Ia melihat kondisi Freya yang tidak baik-baik saja. Freya melepaskan seatbelt nya.
"Pak Kenzo, saya sudah tidak bisa menahan diri saya lagi." ujar Freya.
Freya ingin berlari ke arah Reza dan meminta penjelasan, namun Kenzo lagi-lagi menahan tangan Freya, hal itu membuat Freya kesal.
"Jika kamu pergi, maka kamu tidak akan tau lebih jauh." ujar Kenzo.
"Maksud Pak Kenzo apa? Sudah jelas Reza ke apartemen perempuan itu, dan selama ini dia tidak pernah bercerita kepada saya bahwa Rania atasan nya, sedangkan saya? Dia tau semua tentang saya bahkan sampai saya harus membuat pertemuan dengan anda."
Kenzo menghela nafas, Freya mengepalkan tangan nya emosi bahkan saat ini suaranya meninggi terhadap Kenzo yang merupakan atasan nya. Freya menghela nafas, ia memejamkan mata sambil menyentuh kepalanya sendiri.
"Tenangkan dirimu, jangan gegabah, jika kamu menghampiri mereka dan marah-marah kamu yang akan malu, ingat sekarang kamu siapa, Sekretaris utama Achazia company, aku tidak mau kamu membuat keributan yang tidak bermanfaat." tegas Kenzo.
Freya memejamkan matanya kesal. "Pak, masalahnya itu Mas Reza, suamiku sendiri sedang disana bersama seorang perempuan."
Kenzo malah tertawa dan hal itu membuat Freya semakin kesal. "Lantas, jika kamu menemui mereka apa yang akan kamu lakukan? Marah-marah? Memukul Rania dan menjambak rambut nya?"
Freya terdiam, dugaan kendaraan memang benar tentu Freya akan marah-marah disana dan memberi pelajaran pada Rania.
Mulaiemang benar tentu Freya akan marah-marah disana dan memberi pelajaran pada Rania.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor