NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Zerin & Zidan

Gairah Cinta Zerin & Zidan

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Dokter Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Auraliv

Novel dewasa! Bocah ingusan yang masih berusia di bawah 21 tahun harap menjauh!

Rahasia terbesar sang primadona kampus-Zerin, diketahui oleh Zidan. Lelaki yang tidak lain adalah pewaris keluarga Dirgantara. Sekaligus anak majikan ibunya Zerin sendiri.

Zerin harus terikat kesepakatan dengan Zidan agar bisa terus menyimpan rahasianya. Hubungan bergairah dilakukan oleh mereka. Dari situlah keduanya mengetahui bagaimana jati diri masing-masing. Tetapi siapa yang menduga? hubungan saling untung Zerin dan Zidan justru menumbuhkan benih-benih cinta.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta dua insan dengan kasta yang berbeda itu? Lalu apakah rahasia besar Zerin yang selalu berusaha disembunyikannya mati-matian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Sama-Sama Bingung

Jika sudah terbiasa, maka rasa nyaman perlahan akan muncul. Kita bahkan bisa bingung dengan tindakan sendiri - Auraliv.

...༻∅༺...

Zerin merasakan kupu-kupu beterbangan di perut. Sungguh, dia tidak bisa menolak ciuman Zidan. Entah kenapa kali ini ciuman tersebut seakan dinantikannya.

Ketika Zerin mulai menikmati ciuman, Zidan mendadak melepas tautan bibirnya. Lelaki itu terlihat memasamkan wajah.

"Sial! Kau belum mandi? Aku masih bisa mencium bau alkohol!" tukas Zidan sembari mengusap kasar bibirnya. Ia reflek memukul pelan pipi Zerin.

"Hei! Kenapa malah memukulku?! Kau sendiri yang langsung cium tanpa izin!" sahut Zerin. Dia yang geram karena dipukul, menggertakkan gigi. Lalu melayangkan pukulan balasan. Zerin memukul Zidan tepat di kepala. Lelaki itu mengaduh sambil memegangi rambut cepaknya.

Zidan melotot sebal. Dia sudah mengangkat tangan untuk membalas Zerin. Sebuah bogem di arahkannya pada perempuan itu.

Zerin menghindar waspada saat Zidan mengarahkan kepalan tinju. Dia memejamkan mata spontan karena mengira Zidan akan benar-benar meninjunya.

Zidan mendengus kasar. Dia tentu tidak akan tega memberikan pukulan keras kepada seorang wanita. Zidan lantas memilih beranjak dari hadapan Zerin.

"Cepatlah mandi dan pulang!" ujar Zidan yang berjalan kian menjauh.

Zerin otomatis membuka mata. Dia melihat Zidan sudah pergi. Zerin termangu memandangi punggung Zidan yang berakhir menghilang ditelan pintu. Ia tidak tahu kenapa. Tetapi jantungnya menimbulkan debaran aneh.

Zerin segera masuk ke kamar mandi. Dia menyentuh bibirnya sendiri. Perempuan itu terkekeh sendiri saat mengingat kejadian tadi.

"Kenapa aku baru sadar kalau tadi itu sangat lucu," gumam Zerin. Dia perlahan berhenti tergelak. "Kenapa aku kecewa ciuman Zidan berakhir begitu cepat? Kenapa dia langsung pergi? Aku kira dia akan menungguku sampai selesai mandi," sambungnya. Zerin mulai terbawa perasaan. Namun itu tidak berlangsung lama. Sebab Zerin segera menggeleng kuat untuk menyadarkan diri.

Zerin terus menepis segala pikirannya tentang Zidan. Dia mencoba memikirkan hal lain sebisa mungkin.

Selepas mandi, Zerin langsung pulang dengan menggunakan taksi. Dia sekarang sibuk bermain ponsel. Zerin menemukan beberapa pesan dari Amira dan banyak panggilan tak terjawab dari Adi.

Zerin menghela nafas panjang. Dia ingin menghubungi Amira. Tetapi waktu sedang menunjukkan jam dua siang, yang mengartikan kalau Amira masih berada di sekolah. Zerin ingin berterima kasih kepada adiknya tersebut. Karena Amira telah memberi alasan logis kepada Lia mengenai ketidakpulangannya tadi malam.

"Aku harus membelikan sesuatu untuk Amira. Aku juga harus secepatnya menemui Adi," ucap Zerin sambil menatap kosong ke jendela mobil.

Tak lama kemudian, Zerin tiba di rumah. Dia tidak menemukan siapapun ada di sana. Zerin yakin ibunya pasti sedang ada di rumah Zidan untuk bekerja.

Zerin berlari ke kamar. Dia segera mengambil koper berisi uang miliknya. Sebenarnya sudah lama Zerin ingin menyimpan uang itu ke bank. Namun dirinya belum bisa menemukan waktu yang tepat untuk membawa koper tanpa sepengetahuan Lia.

Hari itu Zerin pergi ke bank dahulu. Lalu barulah menemui Adi ke rumah sakit. Kini Zerin tengah duduk sendirian di kursi taman rumah sakit. Tepatnya di bangku dekat sebuah air mancur.

Zerin berdiri saat melihat Adi muncul dari kejauhan. Dia bisa menyaksikan lelaki itu menunjukkan mimik wajah marah yang jelas. Hingga Zerin tidak mampu untuk tersenyum.

"Mau apa ke sini?!" timpal Adi ketus.

"Aku mau minta maaf, Kak. Dan aku harap kau bersedia merahasiakan segala hal buruk tentangku," tutur Zerin dengan perasaan sesal yang mendalam.

"Kenapa kau berlagak sangat polos, Rin?! Apa kau tahu? Pacarmu yang berkuasa itu mengancamku habis-habisan! Dan aku juga baru saja diberitahu Om Fadli untuk merahasiakan hal busuk tentangmu itu!" geram Adi dengan mata yang menyalang penuh amarah.

"Pa-pacar berkuasa? Apa maksud..." Zerin awalnya bingung. Namun dia langsung menjeda ucapannya saat mengingat nama Zidan. Apalagi lelaki itu tadi sempat mengatakan kalau dirinya harus membayar banyak kepadanya. Zerin sekarang mengerti apa yang dibicarakan Zidan siang tadi.

"Kau berlagak polos lagi." Adi menganga tak percaya sambil memutar bola mata jengah. "Wah... Kau harusnya mendapatkan piala oscar untuk aktingmu yang sangat hebat itu! Kenapa kau malah jadi dokter kalau keahlianmu adalah membohongi banyak orang!" lanjutnya lagi. Dia mendorong kasar Zerin beberapa kali. Hingga perempuan itu melangkah mundur dan sempat terhuyung. Untung saja Zerin dapat bertahan dan tidak jatuh.

Adi yang kemarahannya telah memuncak, mencengkeram tangan Zerin. Dia mendekatkan mulut ke telinga perempuan tersebut. "Kau pasti puas bisa menipu orang sepertiku kan? Sekarang enyahlah dari hadapanku, jallang!" cemohnya.

Zerin tentu sakit hati mendengar cacian Adi. Matanya langsung merembeskan cairan bening. Lalu berlari kecil meninggalkan Adi.

Setelah menjauh dari Adi, Zerin langsung berhenti menangis. Dia memasang raut wajah datar dan berusaha bersikap normal.

Zerin justru tenggelam memikirkan Zidan. Kenapa lelaki itu bersusah payah menolongnya? Rasa penasaran dan ketertarikan muncul begitu saja dalam dirinya. Seakan terhipnotis dengan pikiran sendiri, Zerin terpikir untuk menghubungi Zidan. Padahal sekarang tidak ada hal yang ingin dia bicarakan.

"Sial! Kenapa aku menelponnya!" umpat Zerin. Matanya membola saat ponsel memperdengarkan dering. Pertanda bahwa panggilan Zerin sudah terlanjur masuk. Perempuan itu gelagapan sendiri. Dia langsung mematikan telepon sebelum Zidan terlanjur mengangkat.

"Aargghh!! Apa yang kupikirkan? Aku tidak akan berterima kasih pada lelaki biadab itu!" gerutu Zerin.

Saat Zerin ingin memasukkan ponsel ke saku, suara dering tiba-tiba terdengar. Setelah diperiksa, ternyata Zidan menelepon balik.

"Astaga!" Zerin terkejut. Dia lantas berpikir untuk mencari topik pembicaraan logis. Dirinya tentu tidak akan menelepon Zidan tanpa alasan yang jelas. Entah kenapa pikiran Zerin mendadak kosong.

Zerin cukup lama berpikir. Sampai panggilan Zidan berakhir sendiri. Namun anehnya, lelaki itu kembali menelepon.

"Ah, benar. Aku tanyakan tentang ibuku saja," gumam Zerin yang sudah mendapatkan ide. Dia segera mengangkat panggilan Zidan.

"Kenapa?" tanya Zidan dari seberang telepon.

"Apa kau di rumah? Aku ingin menanyakan tentang ibuku," ujar Zerin datar.

"Ya, aku di rumah. Ibumu juga ada di sini. Dia sibuk membuat kue bersama ibuku," jawab Zidan. Dia juga bicara dengan nada datar.

"Oke. Kalau begitu aku akan ke sana," ucap Zerin. Dia mengakhiri panggilan lebih dulu. Kemudian mendengus lega.

Zerin menggigit bibir bawahnya. Ia merasa hubungannya dan Zidan tiba-tiba terasa canggung. Jantungnya juga berdegub lebih cepat dari biasanya. Terlintas dalam bayangan Zerin mengenai apa yang sudah dilakukan Zidan terhadapnya. Dari mulai menolong saat di klub malam, serta membantu rahasianya untuk tetap terjaga.

"Kenapa Zidan melakukan itu? Dia membuatku bingung..." Zerin kembali bergumam. Dia terdiam sejenak sambil melangkah maju.

"Bodoh! Kenapa aku tadi tidak menanyakan itu saja pada Zidan?" Zerin memukul kepalanya sendiri. Dia heran kenapa dirinya tadi tidak membicarakan hal tersebut. Padahal sudah jelas-jelas tadi Zerin memikirkannya sampai berlarut-larut.

Zerin segera pergi ke rumah Zidan. Dia akan menjemput ibunya sekalian bicara serius dengan Zidan.

Di waktu yang sama, Zidan sedang telentang di ranjang. Dia meletakkan buku yang sejak tadi dibacanya ke atas perut. Sama seperti Zerin, Zidan juga dibuat gundah gulana dengan tindakannya sendiri.

"Sial, kenapa aku mau membantunya sejauh ini?" imbuh Zidan. Menatap kosong ke langit-langit pelafon.

Jika Zidan juga bingung dengan ulahnya sendiri, apalagi Zerin. Perempuan itu mungkin tidak akan mendapatkan jawaban yang jelas.

1
Amidah Anhar
Seharusnya kamarnya di kasi alat kedap suara...
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ZIDAN ZERIN
ALNAZTRA ILMU
hati2 lah. jangan mudah percaya
ALNAZTRA ILMU
seru. ceritanya.. kesian ai nya terbongkar. tak fikir kesan nya akan datang ketika ber fikir mau jadi sugar baby
ALNAZTRA ILMU
keras kepala ya zidan.. disuruh nikah gAk mau tapi malar celup2an
ALNAZTRA ILMU
dimana2 saja mau me laku kan.ketagihan sudah. ubatnya paling ampuh ialah nikah.
ALNAZTRA ILMU
wahhhh
ALNAZTRA ILMU
nikah saja
ALNAZTRA ILMU
nahhh
ALNAZTRA ILMU
geram
ALNAZTRA ILMU
sukaaaa yesss
ALNAZTRA ILMU
sepatutnya buat jugak kesepakatan agar zidan tidak menyentuh wanita lain
Ayachi
Bagus bangettt
Ayachi
Masi bayii adekkk😭 mana ngertii
Ayachi
Sumpah Gw baca novel bener² dibuat kek rollercoaster akan kegilaan dari pasangan ini, bahkan baca tiap epsnya slalu ikut²an jdi GILAA Krena ketawa smpe mencak mencak dan senyum² sndiri. Sampai di penghujung novel ini ikut merasakan kebahagiaan untuk mereka yg menemukan arti cinta yang ga selalu tentang s*x, meski mereka harus melalui ujian rumah tangga yg berat Slama beberapa tahun, mungkin itu adalah pembayaran harga atas apa yg mereka tuai saat masih pacaran dan masa lalu mereka yg sangat buruk.


Salut gw sama Authornya membuat kisah semenarik ini! meski awalnya agak ga suka sama karakter ceweknya yg trlalu matre but gw jga salut sama Zerin Independent.
Besttllahh🫶💞
Ayachi
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya...


Sayangnya kelakuan yg ditiru bukan soal hawa nafsu tapi strategi licik ayahnya dalam membuat rencana😭🤣
Ayachi
Kasihan yah pak Wira...

Yah mau gimana lagi, dua²nya keknya Hypers*x deh🤦
Ayachi
gw jdi ingat film² action Barat klo lagi terdesak mainin lift kek gini😭🤣🤣😭😭🤣 bedanya ini bukan lari Dari kejaran musuh tapi kejaran Mata² demi berhubungan intim
Ayachi
Pliss ini kalo di Filmkan ngakak bangettt ANJIRRR Sumpahh ga kuatt nahan ketawa😭😭🤣🤣
Ayachi
GA KUATTT😭😭😭😭🤣🤣🤣 NGAKAK BANGETT WEHH😭😭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!