Aku tidak suka hujan, karena hujan adalah sebuah kejadian dimana aku dan dia dipisahkan. Hujan hanya membawaku larut dalam kesedihan yang tak berujung, karena hujan pula aku kehilangan dia untuk selamanya (Angga Sky Erlangga)
Aku sangat menyukai hujan, karena hujan membuatku merasa damai. Saat bermain hujan, semua bebanku, kesedihanku dan penderitaanku serasa hilang mengikuti aliran air yang mengguyur tubuhku (Rainy Bastian)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LR 28
Setiap hari Sky mendatangi kantor Arnold untuk menanyakan keberadaan Rainy. Akan tetapi, pria itu tidak pernah bisa menemui pria tersebut.
Hingga dua bulan lamanya akhirnya Arnold sendiri yang mengundang pria itu untuk menemuinya di kantor pria tersebut.
Arnold dan Sky pun duduk bersebrangan dengan tatapan yang saling menatap tajam. "Dimana kau sembunyikan, istriku?" tanya Sky dengan wajah tanpa ekspresi.
Arnold menaikkan sebelah sudut bibirnya seraya menatap Sky intens. "Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberitahumu apapun tentang adikku!"
"Sudah cukup adikku 'Bulan' yang kau sakiti hingga akhirnya dia memilih jalan yang salah, aku tidak ingin kejadian itu terulang untuk yang kedua kalinya!" ucap Arnold menatap Sky tajam.
"Apa maksudmu?" tanya Sky.
"Kau tahu betul apa maksud ucapanku!" ucap Arnold tersenyum tipis.
"Maafkan aku, tapi aku juga sedih atas apa yang menimpa Bulan. Kejadian itu terjadi terlalu cepat, hingga aku tidak bisa mencegahnya!" ucap Sky dengan wajah yang mulai tertunduk.
"Aku memaafkanmu karena ucapan adikku~ Rainy, tapi aku tidak bisa memaafkanmu atas apa yang kau lakukan padanya!"
"Meskipun dia bilang kamu mengusir dia karena kesalahan dia sendiri, tapi aku yakin kalau adikku tidak akan buat masalah jika bukan kamu yang memulainya!" ucap Arnold menatap Sky tajam.
"Maafkan aku, aku datang hanya untuk minta maaf padanya! Dan aku janji, aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi!" ucap Sky dengan wajah penuh penyesalan.
"Jika memang kau menyesali atas apa yang kamu lakukan, tanda tangani surat ini!" perintah Arnold seraya menyerahkan sebuah kertas pada Sky.
Pria itu pun mengambil kertas itu dan membacanya. Seketika Sky terkejut setelah membaca kertas itu. "Surat cerai?" gumam Sky.
"Iya, adikku ingin bebas dari pernikahan yang membelenggunya selama ini!" ucap Arnold dengan wajah penuh kekesalan.
"Ini tidak mungkin," ucap Sky dengan wajah sendunya.
"Rainy sangat menyayangi Pelangi, dia tidak mungkin meninggalkan putriku karena kesalahanku, 'kan?" Tubuh Sky seakan tidak bertenaga setelah membaca surat itu.
"Itu murni keputusan adikku tanpa perlu aku ikut campur, dan aku harap kau menghargai keputusannya!" ucap Arnold dengan menarik sebelah sudut bibirnya.
"Jika saja Adikku tidak melarangku untuk menghancurkanmu, maka aku pasti sudah membuatmu hancur seperti debu!" ucap Arnold.
Sky pun mengambil surat itu lalu beranjak dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
____________
Beberapa tahun kemudian.
Rainy kini mengembangkan senyumnya seraya menatap pemandangan yang begitu indah dengan ditemani seorang pria di sampingnya.
"Kamu tidak bosan setiap hari datang ke tempat ini dan naik kereta gantung?" tanya pria itu seraya menatap Rainy dengan senyum yang mengembang.
"Tidak, Dok! Tempat ini adalah tempat kenangan yang begitu bersejarah bagiku!" ucap Rainy tersenyum.
"Kenapa kau selalu memanggilku seperti orang asing, bukankah aku adalah sahabat kakakmu, selain itu, kita sudah bersahabat selama 5 tahun, tapi panggilanmu masih seperti itu!" ucap Dokter tersebut.
"Terus aku harus memanggilmu dengan panggilan apa?" tanya Rainy seraya menoleh dan menatap Dokter tersebut dengan tatapan teduhnya.
Dokter itu tersenyum. "Panggil saja Awan!" ucap Dokter itu tersenyum.
Rainy tersenyum seraya menoleh menatap pria di sampingnya tersebut. "Sepertinya terlalu lancang, Dok!" ucap Rainy tersenyum.
"Tapi kalau kau memanggilku seperti itu, maka aku serasa bukan sahabatmu, aku merasa hanya menjadi orang asing!" ucap Awan tersenyum.
"Baiklah, jika Dokter tidak ingin kupanggil Dokter maka aku akan memanggilmu dengan sebutan Kakak! Sama seperti aku memanggil Kakakku!" ucap Wanita itu tersenyum.
"Itu lebih baik dibandingkan kau memanggilku dokter!" ucap Awan.
"Oh iya, nanti malam aku ingin memberimu kejutan, aku akan menjemputmu!" ucap Awan degan senyuman yang tidak pernah memudar.
Rainy pun menganggukkan kepalanya seraya membalas senyuman pria itu. "Kalau begitu, aku mau menghubungi seseorang dulu! Kamu tunggu aku di sini saja!" titah Awan setelah turun dari kereta gantung dan pria itu menunjukkan sebuh kursi pada Rainy hingga wanita itu bisa melihat keindahan salju dari gunung itu.
Rainy menatap sekelilingnya, sehari pun dia tidak pernah melupakan bayangan Sky. Hingga ingatannya kembali pada masa lalunya yang menyakitkan.
Flashback On
Rainy memutar-mutar tubuhnya sambil berjalan mundur, tatapan wanita itu tidak lepas dari sang suami hingga membuat Sky tidak bisa menghentikan senyumnya.
Dan tanpa sadar api membakar selimut Rainy, karena tanpa sengaja selimutnya menyenggol lilin besar yang menyala di atas meja di belakang wanita itu, hingga membuat Sky terkejut saat ia melihat apinya mulai membesar dengan Rainy yang masih belum menyadarinya.
Sky pun lari menghampiri sang istri dan membuang selimut Rainy dan menyelimuti tubuh istrinya dengan menarik sang istri dalam pelukan pria itu.
Rainy pun terkejut saat melihat semuanya, Perlahan ia menatap Sky dengan tatapan teduh yang membuat pria itu kehilangan kesadarannya dan mendekatkan bibirnya pada bibir Rainy, dan Rainy pun memejamkan matanya hingga bibir keduanya menempel sempurna.
Mereka saling menikmati Ciuman pertama di pernikahan mereka dengan jantung yang berdebar tak karuan.
Perlahan tapi pasti, Sky menjelajahi tubuh Rainy penuh nafsu, pria itu melupakan segalanya, hingga ia sangat menikmati tubuh wanita itu.
Akhirnya Sky menggendong tubuh wanita tersebut dengan selimut yang sudah terlepas dari tubuh keduanya.
Sky pun melampiaskan hasratnya yang sudah tidak bisa ia tahan. Dan Rainy pun memejamkan matanya saat mahkotanya direnggut oleh sang suami, menahan rasa sakit yang menghujamnya.
Dan pada saat Sky selesai menabur benihnya di rahim wanita itu, pria itu pun kini kembali pada kesadarannya.
Lalu menatap Rainy tajam. Seketika pria itu langsung beranjak dengan tangan yang terkepal.
"Tidak, ini tidak mungkin! Aku menghianati Vriska! Aku menghianatinya, ini semua karena kamu yang menggodaku!" teriak Sky penuh amarah.
Jedduarrr …
Rainy terkejut mendengar ucapan sang suami, ia pikir bahwa suaminya sudah berubah. Namun, ternyata suaminya melakukan tanpa kesadaran.
Pria itu pun langsung mengambil baju-bajunya dan memakainya kembali. Lalu, beranjak dan pergi meninggalkan wanita tersebut.
Rainy hanya bisa menagisi kemalangannya, hingga akhirnya ia diusir dari rumah suaminya karena Sky menganggap hubungan suami istri itu adalah kemalangan.
Setelah itu, ia pergi ke negara Swiss dan tanpa di sadari wanita itu hamil hingga akhirnya ia keguguran karena terlalu stres karena banyak pikiran.
Arnold pun membayar Awan untuk selalu mengontrol keadaan adiknya, dan pria itu pun bekerja di Swiss atas rekomendasi Arnold.
Rainy yang sudah kehilangan sang anak akhirnya menyerah dengan pernikahannya dan mengirim surat gugatan perceraian melalui sang Kakak.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa dukungannya ya!
Like, komen and Vote seikhlasnya 🥰🙈
Thank you 😘
👍❤