"Kenapa semua orang bertanya, kapan nikah... kapan nikah. Nanti jika sudah saatnya aku akan menikah juga." rutuk Zahira kesal.
Seorang gadis yang sudah berusia 25 tahun. Belum menikah sehingga kedua orang tuanya mencarikan jodoh untuknya.
Gadis itu bernama Zahira Banafsha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia akan kembali
Sontak membuat Andi kaget. Haikal sang kawan lama yang sudah tidak ada kabarnya selama 10 tahun kini akan kembali lagi ke kampungnya. Tentu saja ini menjadi berita yang menggembirakan bagi Andi. Sudah lama mereka tidak pernah berkomunikasi. Dari awal saat Haikal berangkat ke pulau Sumatra sampai saat ini pun tidak pernah memberi kabar. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Dan tiba-tiba kini Adam memberitahunya jika Haikal akan pulang. Andi sungguh tidak sabar untuk bertemu sang kawan lama.
"Beneran Dam? Kamu tahu kabar itu dari mana jika Haikal bakal kembali?" Tanya Andi dengan wajah kagetnya.
"Aku dengar dari Pak RT bahwa Haikal dan kedua orang tuanya akan berkunjung ke kampung ini. Tapi mereka tidak akan lama di sini." Jawab Adam.
"Benar-benar ya tuh anak, menghilang bagai di telan bumi. 10 tahun tidak pernah menghubungi kita." Kesal Andi.
"Entahlah, aku juga tidak tahu." Jawab Adam.
"Aku sampai lupa belum memberimu minum," Adam bangkit dari duduknya menuju dapur membuat dua gelas es jeruk. Juga membawa beberapa cemilan dalam toples.
"Ini minum lah, maaf sampai lupa belum menyuguhkan apa-apa." Ucap Adam meletakkan dua gelas minuman dan cemilan di meja.
Andi langsung meminum es jeruk yang di suguhkan Adam. Ia sangat haus dengan obrolan panjang mereka. Adam juga turut meminum es yang ia buat tadi.
"Ah... segarnya.." Ucap Andi setelah tenggorokannya basah oleh minuman kemudian meletakkan gelasnya di meja.
"Eh iya, kamu sudah ngurus surat-surat pernikahan kalian?" Lanjut Andi.
"Sudah, tapi Ayah yang mengurus semuanya. Aku dan Zahira cuma terima beresnya saja." Jawab Adam.
"Kalian bener-bener bakal segera nikah. Sedangkan aku, sama sekali belum menemukan pendamping." Keluh Andi dengan raut sedih.
Adam tertawa kecil. "Minta sama kedua orang tuamu biar segera dicarikan istri." Candanya.
"Haha... ada benarnya juga omongan kamu." Kekeh Andi sedetik kemudian geleng-geleng kepala.
***
Sore hari Zahira lagi asyik menyiram tanaman. Sambil bersenandung ria, gadis itu menyanyikan sebuah lagu dari negeri Jiran berjudul *Dunia Batinku by: Ella*. Sampai-sampai tidak menyadari jika Akmal sang adik tercinta telah berdiri di belakangnya untuk menjahilinya.
"DOR..." membuat Zahira terkejut, reflek Zahira membuang gayung yang di pegang hingga airnya muncrat kemana-mana.
"Hahaha..." tawa Akmal menggema melihat sang Kakak terkejut bukan main hingga terkena cipratan air.
Zahira menoleh pada sang pelaku yang telah berbuat jahil. Dengan wajah kesal menahan amarah, Zahira berjalan mendekati Akmal yang masih tertawa keras sambil memegangi perutnya.
"AKMAL.." Geram Zahira memandang Akmal tajam.
Melihat sang kakak dalam mode singa mengamuk, Akmal menghentikan tawanya. Sejurus kemudian, ia mengambil ancang-ancang. Berlari menghindar sebelum kena amukan sang kakak.
Zahira juga tak kalah diam, ia langsung berlari mengejar sang adik. Mereka main kejar-kejaran di halaman depan. Akmal masih tidak bisa membendung tawanya meskipun masih di kejar sang kakak. Zahira meneriaki nama Akmal di sela-sela larinya.
"Akmal.. berhenti kamu!!" Teriak Zahira.
"Nggak mau!!" Akmal juga berteriak.
"Berhenti NGGAK!!"
Ibu Zahira yang mendengar suara keributan dari depan rumah langsung keluar melihat apa yang terjadi. Ia menghela nafas dalam melihat Akmal di kejar Zahira. Ibu sudah bisa menebak pasti Akmal berbuat jahil lagi pada putrinya itu. Anak bungsunya itu memang tidak ada bosennya menjahili kakaknya.
Tetangga depan rumah yang melihat Akmal di kejar Zahira pun ikut tertawa. Apalagi beberapa anak kecil yang sedang bersepeda di gang rumah mereka, juga meneriaki Zahira supaya bisa menangkap Akmal.
"Ayo Mbak Hira.. ayo Mbak Hira. Kejar terus Kak Akmal.." Beberapa anak kecil bersorak riang menyemangati Zahira.
.
.
.
Bersambung...
kemunafikan dalam novel ini yang di benarkan oleh wanita2
*pelakor dilaknat tapi pebinor dibela
*pelakor suka pada suami orang dianggap menjijikan sedangkan pebinor suka pada istri orang hal biasa
*pelakor diperlakukan sangat2 kasar tapi pebinor dibela
*suami cemburu dibilang cemburu buta dan salah suami tapi istri cemburu dibilang dibilang normal dan tetap salah suami
*istri boleh cemburu sedangkan suami tidak boleh
*istri boleh baik pada lelaki lain tapi suami tidak boleh
*istri boleh lembut pada lelaki tapi tapi suami tidak boleh
*istri boleh membela pria lai tapi suami tidak boleh
*suami membela pria lain dinggap keslahan fatal tapi istri membela pria lain adalah hal biasa
Thor novel mu hanya menunjukkan keegoisan mu dan kemuna..kan mu dalam berkatya
contoh pria munafik adalah
melaknat pebinor tapi lembut pada pelakor
contoh wanita munafik adalah melaknat pelakor tapi lembut pada pebinor
dan dari novel kelihatan jelas cara kau memperlakukan pelakor dam pebinor
sekian dan Terima kasih
tapi saat posisi pemeran utama wanita yang tidak tegas pada pebinor, semua reader wanita bungkam dan anggap itu bukan masalah besar
ini pebinor diperlakukan lembut
ini kehebatan wanita kalau buat novel
otomatis semua reader langsung ngegas, menghujat dan melaknat habis habisan
tapi kalau pebinor yang berulah
para reader tenang2 aja kayak tidak ada masalah