NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

 "Ada apa Bang? Kok tumben?" Tanya Yasmin kepada anak pemilik kontrakkan. Mencoba untuk berbicara lembut walau raut wajah kesal Anjar, tampak jelas dalam penglihatan Yasmin.

"Saya sengaja menunggu kamu Yasmin! Tidak saya sangka, di balik sikapmu yang lembut itu teryata kamu wanita yang kejam!" Tandas Anjar mengejutkan Yasmin karena tidak biasanya pria 30 tahun itu berbicara kasar walau bu Retno terkenal galak.

"Ada apa ya?" tanya Yasmin, jika masalah uang kontrakan ia sudah lunasi.

"Kalau mau minta uang kamu kembali, jangan nyuruh preman dong Yas. Ini, uangmu saya kembalikan! Karena ulah kamu, ibu saya sekarang sakit!" bentak Anjar, pria itu meletakkan amplop di atas kursi teras dengan kasar

"Bang Anjar salah paham, saya tidak pernah menyuruh siapapun!"

"Aagghhh... sudah!"

Yasmin bermaksud menjelaskan, tapi Anjar menyentak kaki lalu pergi.

"Astagfirullah... ada apa lagi ini, siapa sebenarnya preman itu? Kenapa masalah selalu datang?" Gumamnya memandangi pria itu menjauh. Yasmin kini berpikir untuk menerima tawaran Jenita, jika tetap tinggal di sini akan mempengaruhi psikologis anak-anak.

Yasmin mengetuk pintu langsung di sambut oleh anak-anak.

"Bunda bawa oleh dari Om Marco," Yasmin memberikan paper bag setelah ia lihat isinya tiga porsi makan malam, roti dan susu.

"Alhamdulillah... lauknya banyak..." seru Fathia begitu membuka nasi box berisi nasi, Ayam, telur, dan sayuran.

"Waah... iya. Om Marko memang sayang sama kita, Dek," jawab Fatir memotong.

Yasmin hanya tersenyum mendengar celotehan anak-anak, sekaligus sedih. Selama ini ia jarang sekali membelikan mereka makanan enak jika bukan dapat dari sisa restoran. Untung saja anak-anak tidak pernah menolak makanan yang ia berikan.

"Ayo Bun, makan dulu," ucap Fatir mendongak menatap bundanya yang masih berdiri memandanginya.

"Bunda mandi dulu, jatah Bunda kalian habiskan saja," titah Yasmin lalu mandi. Selesai mandi dan ganti baju, anak-anak sudah selesai makan.

"Bunda makan dulu, kami sudah kenyang Bun... isinya banyak sekali," Fathia memberikan kotak yang memang jatah untuk Yasmin.

"Oke... nanti Bunda makan ya..." Yasmin ambil kotak itu meletakkan di dapur, jika anak-anaknya sudah tidur nanti akan ia hangatkan untuk sarapan besok pagi.

"Bundaaaa..." ucap Fathia manja lalu memeluk tubuh Yasmin dari belakang, diikuti Fatir.

"Kalau kalian manja gini pasti ada sesuatu, ada apa ini? Hayo cerita?" Yasmin memegang tangan-tangan kecil itu.

Fatir dan Fathia melepas tangannya lalu pindah ke pangkuan Yasmin kiri dan kanan.

"Bunda... kapan aku punya Ayah?" Tanya Fatir mengejutkan Yasmin.

"Benar Bunda... Kami ingin seperti teman-teman, ke sekolah diantar Ayah dan Bunda," lanjut Fathia.

Yasmin menarik napas sesak, Andai saja semudah itu ia menerima tawaran pria untuk menikahi nya. Fatir dan Fathia ingin mempunyai orang tua lengkap sejak lama. Namun, trauma masa lalu sangatlah dalam bagi Yasmin dan bukan hanya itu saja. Mempunyai suami yang bisa menyayangi mereka dengan tulus sangat sulit. Jika pria itu hanya sayang dirinya saja justru menjadi neraka bagi anak-anak. Selama ini yang penting bagi Yasmin adalah anak-anak.

"Sayang... mempunyai Ayah tidak semudah yang kalian pikirkan, Bunda takut pria yang akan menjadi Ayah kalian justru galak," Yasmin memberikan perhatian dengan bahasa yang mudah di terima oleh mereka.

"Tidak akan galak kalau yang jadi Ayah kami Om Marco, Bun," Fathia memotong cepat.

"Benar Bunda, Om Marko sendiri kok yang mau jadi Ayah kami," jujur Fatir. Sebenarnya ini yang akan mereka katakan, tapi harus muter-muter seperti gangsingan.

"Ooohhh... jadi, Om Marco yang menawarkan diri untuk menjadi Ayah kalian..."

"Iya..." Fatir dan Fathia menjawab bareng dan terdengar semangat.

 Yasmin mendengus kesal, sudah sejauh ini pria itu mempengaruhi anak-anaknya. "Awas kamu, Marco! Besok saya cubit ginjalmu!"

Malam itu Yasmin mengajak anak-anak untuk tidur. Dia yang benar-benar kesal karena menurutnya Marco sudah terlalu lancang akhirnya pagi harinya ia usahakan berangkat pagi-pagi sekali untuk menjauhkan anak-anak dari Marco. Namun, sore harinya ketika pulang Marco sudah menunggu di depan.

Plak!

Tangan kecil dan putih itu melayang ke pipi Marco.

"Yasmin, ada apa?" Marco menatap Yasmin tidak percaya.

"Anda masih belum sadar, hah?! Dengan lancang kamu membujuk anak-anak untuk menjadi Ayahnya! Ini peringatan terakhir, jangan lagi dekati anak-anak saya!" Tandas Yasmin. Saat itu angkutan datang, Yasmin segera naik.

Selama tiga hari Yasmin tidak lagi bertemu Marco, untuk menghindar lebih jauh, ia menerima tawaran Jenita untuk tinggal di rumahnya.

"Kamu tidak usah membawa apapun Yasmin, karena semuanya sudah lengkap," kata Jenita menunjukkan semua fasilitas di rumah itu. Dapur sudah lengkap, tempat tidur, lemari, televisi dan lain sebagainya.

"Memang Mbak Jenita selama ini tidak tinggal di rumah ini?" Yasmin merasa curiga, karena rumah beserta isinya semuanya baru seperti belum pernah di tempati.

"Tentu saja kami tinggal di rumah ini Yasmin, tapi karena sama-sama kerja jarang di rumah, jadi perabot masih bagus, lagi pula kemarin itu kami renovasi dan sebagian perabotan yang sudah tidak layak pakai, suami saya ganti yang baru," jawab Jenita seolah tahu apa yang Yasmin pikirkan.

Yasmin semakin curiga lagi, tapi ia tidak mau berpikir yang aneh-aneh, sudah mendapat tempat tinggal gratis pun sudah alhamdulillah.

*******

Seminggu kemudian, Marco hendak berangkat menjemput Yasmin dan anak-anak lebih pagi agar bertemu dan minta maaf, ia tahu Yasmin sengaja menghindar darinya hingga seminggu tidak bertemu rasa kangen memenuhi ruang hatinya. Namun, ketika hendak berangkat, terpaksa mengurungkan niatnya karena mendapat telepon dari rumah sakit.

Tidak menunggu supir, Marco langsung berangkat karena sudah tidak sabar tentang hasil tes DNA.

Tiba di depan rumah sakit, ia melangkah cepat di antara lorong-lorong menuju laboratorium. Tiba di ruang yang sepi dan ber-AC itu, Marco duduk dengan jantung berdebar. Tangannya gemetar saat petugas menyerahkan amplop hasil tes DNA yang sudah ia tunggu selama berminggu-minggu.

"Ya Tuhan..." ucap Marco menyebut nama Tuhan, entah sudah berapa lama. Dadanya terasa lega, antara senyum dan air mata hadir bersamaan tanpa sanggup ia tahan menatap hasil perbandingan profil genetik 99 persen Fatir dan Fathia sudah merupakan jawaban.

Marco meninggalkan ruangan itu berangkat ke sekolah, ia pastikan jam 10 pagi harus sudah tiba di sekolah dan tidak akan kehilangan jejak mereka lagi.

"Siapa Anda?!" Tandas seorang pria menghalangi langkah Marco ketika baru tiba di depan gerbang sekolah.

...~Bersambung~...

1
@alfaton🤴
bener kan suruhan sang Marco......gimana kabarnya keluarganya Yasmin ya ....masa ga merasa kangen kasihan.....sejahat jahatnya mestinya ya masih punya rasa kangen ama anak ada cucunya lagi......udah lima tahun masa ga ingin ketemu sih
Eka ELissa
kan art kiriman Marco...🤣🤣🫣buat bantuin kmu di rumah yass
sbar dong Marco dia itu GK mudah percaya ma orang tau yass itu orang nya hati2 percaya ma orang..
ardiana dili
lanjut
vj'z tri
kan udah di bayar 😅
vj'z tri
ini pasti ulah Dady Marco 😅
🌷💚SITI.R💚🌷
ini wati di kirim budimarcopolo kayanya
Rina
Semoga kalian selalu bahagia ya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lia siti marlia
marco bisa aja ngerayu nya pake kasih perhiasan 🤗🤗kalau yasmin gak mau buat aku aja 🤭🤭🤭🤭
hadeh siapa tuh cewe jangan jangan yang nyari marco lagi😌
Eka ELissa
jngn 2 itu art yg di kirim Marco buat bntuin kmu...yass....
entah lah hanya emak yg tau
Eka ELissa
Marco udh jatuh cinta pada pandangan pertama yass dgn mu TPI kmrin dia lgi eror mknya lupa ma kmu yass 🤣🫣
Teh Yen
siapa yah itu ?
🌷💚SITI.R💚🌷
sopo mene iki
🌷💚SITI.R💚🌷
Aamiin. smg perjuangan kamu berhasil ya marcopolo walau pastiy ga mudah
🌷💚SITI.R💚🌷
lbh aman ya marcopolo dr pada ketahuan mau sunat
@alfaton🤴
kayaknya art buat kamu Yas.....biasa sang Marco pastinya yang nyuruh.....
@alfaton🤴
kamu pasti bohong kan Mar.......ga mungkin lah seorang pria memberi perhiasan tanpa pamrih.......dah kalau Yasmin ga mau nerima buat aku aja sini Mar......toh kamu ga ada maksud apa apa kan daripada nanti kamu buang kan sayang 😂😂😂😂😂
ardiana dili
lanjut
@alfaton🤴
lewat kotak itulah Yas yang nantinya akan ada jalinan......dua hati jadi satu keluarga .......maka diterima ya Yas....
🌷💚SITI.R💚🌷
kan udh tau tujuanya ngelamar kamu..tp caray aja marcopolo yg nyeleneh
Rina
Waduh Marco kamu terlalu gercep ya 🫢🫢🫢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!