Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.
Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.
Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.
Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.
Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. SOSOK YANG TEGAS
Tanpa Baby sadari, saat ia chek up, dokter Maxime nekad ikut dalam proses pembuatan kaki palsu buat Baby. Ia memakai masker dan baju dokter lengkap sama persis dengan seragam yang dipakai tim medis yang dikepalai oleh dokter Haris. Sehingga Baby tak menyadari hal itu.
Ada binar kebahagiaan ketika melihat pujaan hati kita, meski diam-diam rasanya sangat menyejukan di hati. Berbeda jauh dengan Baby yang merasa tidak tenang, apalagi biasanya ia bisa melihat senyuman dokter Maxime tetapi karena ucapannya beberapa hari yang lalu menciptakan sebuah jarak diantara mereka.
Meski begitu, sebenarnya doker Haris merasa was-was, karena ucapan sahabatnya kemarin membuatnya terus merasa bersalah.
"Nggak mau tau, pokoknya aku harus mengawasi pekerjaan kamu kali ini, aku tidak mau ada kelalaian sedikitpun sehingga membuat Baby kesakitan."
"Iya, tenang Bro, aku tau apa keinginanmu itu. Tenang saja, aku jamin pekerjaan kali ini jauh lebih terkoneksi dan sesuai prosedur medis. Aku yakin jika dijalankan seusai prosedur akan meminimalisir resikonya."
"Iya, tetapi aku lebih tenang jika mengawasinya secara langsung."
"Pokoknya aku akan ikut dalam tugasmu kali ini!"
Dokter Haris membuang nafasnya secara kasar, "Terserah apa maumu, dasar Duce bucin!"
"Apa kamu bilang!"
"Mana sensi pula, astaga, sabar ya Baby, setelah ini kamu sepertinya bakal ketiban duren yang sensian."
Dokter Haris hendak melangkah pergi, tetapi tepukan dari dokter Maxime berhasil membuatnya menghentikan langkah.
PLAK
"Astaga, kau kasar sekali," gerutu dokter Haris sambil mengusap bahunya.
Dokter Haris menatap tajam dokter Maxime dengan penuh pertanyaan. Sedangkan dokter Maxime hanya sedikit mengulum senyum ke arahnya.
"Itu untuk pengkhianatan yang pernah kau lakukan dibelakangku."
"Pengkhianatan apa?" ucapnya seolah lupa dengan apa yang telah ia perbuat.
Dokter Maxime mendekati dokter Haris dan berbisik, "Bagaimana rasanya tubuh mantan istriku?"
Seketika tubuh dokter Haris bergidik ngeri, sedangkan dokter Maxime malah tertawa. Sekilas bayangan tubuh Cherry menari indah di kepala dokter Haris.
"Tenang, aku tak pernah sakit hati karena hal itu, tetapi aku akan sangat marah, jika sampai Baby terluka. Camkan itu!"
Dokter Haris mengangguk. Ia paham atas kemarahan Maxime kali ini.
"Ini semua gara-gara wanita sialan itu!"
Gara-gara Cherry persahabatannya dengan Maxime bisa retak gara-gara wanita. Untuk menebus kesalahannya ia pun bertekad untuk serius dalam mengerjakan proyek kali ini.
.
.
Setelah dua hari kemarin, dokter Haris sudah selesai mengumpulkan segala informasi tentang Baby, kini saat eksekusi. Evaluasi bagian tubuh sudah selesai dilakukan. Proses asesment atau pemeriksaan untuk menentukan alat bantu orthosis maupun prostetik yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kondisi hidup Baby juga sudah selesai dilakukan, kini saatnya melakukan proses persiapan pencetakan.
Saat ini, Baby dan Michael duduk didepan dokter Haris. Sementara Maxime berdiri di samping monitor sambil menguping pembicaraan mereka.
"Langkah apa yang akan Anda ambil setelah ini dokter?" tanya Michael pada dokter Haris.
“Ketika sudah mendapatkan desain apa yang sesuai dan juga apa yang dibutuhkan kita lakukan pencetakan dengan rektifikasi setelah ini," ucap dokter Haris.
Michael yang baru saja mengikuti perkembangan pembuatan kaki palsu untuk Baby agak cerewet kali ini. Apa saja yang membuatnya bingung langsung ia tanyakan. Ia tidak mau ada kesalahan lagi kali ini. Cukup kemarin itu sudah fatal menurutnya.
"Apa itu rektifikasi?"
"Rektifikasi adalah pemberian koreksi pada model bagian tubuh yang telah dicetak dan telah melalui proses pengisian gypsum."
"Oh, lalu?"
"Abang, kenapa banyak bertanya sih?" protes Baby.
"Namanya juga pengen tau, Dek, masa nggak boleh."
"Boleh, saya juga tidak keberatan akan hal itu," ucap dokter Haris menyela.
"Untuk tahap berikutnya adalah fabrikasi atau tahap assembly. Proses ini dilakukan ketika semua sudah jadi dan tinggal merangkai komponen-komponen yang ada untuk membentuk kaki ataupun alat bantu yang dibutuhkan bagi Baby."
"Oke-oke, jelaskan dengan detail dan mudah untuk saya mengerti."
"Kemudian tahap kelima ada fitting. Bagaimana tahap pengepasan di sini kita masih melakukan adjustment atau perbaikan. Jika ada yang tidak pas atau mungkin ada kelebihan atau kepanjangan kita melakukan proses fitting agar alat bantu yang diberikan merupakan alat bantu yang pas dan juga sesuai untuk Baby.”
"Sip."
"Untuk proses penyerahan alat bantu sudah lewat fitting dan sesuai dengan kondisi pasien serta sudah dilakukan quality control."
“Dalam proses delivery, mungkin kita memberikan alat bantu tersebut kepada pasien dan juga untuk yang prostetik. Kita biasanya melakukan pelatihan untuk berjalan. Dan juga kita juga ada kontrol untuk beberapa untuk beberapa waktu kemudian untuk mengecek apakah alat bantunya ini ada kendala atau tidak," terangnya lebih lanjut.
"Bagus, setidaknya kesalahan seperti kemarin tidak akan terjadi lagi, saya tidak mau adik saya kenapa-napa, Anda paham!"
"Paham, Tuan."
Di sisi lain, dokter Maxime cekikikan dari tempat duduknya, tetapi ia sangat memuji sikap Michael yang sangat peduli terhadap adik perempuannya tersebut.
"Sepertinya meluluhkan hati Kakak Baby jauh lebih sulit daripada meluluhkan hati Baby," gumam Maxime.
.
.
Akankah perjalanan kisah cinta semudah membalikkan tangan, padahal duplikat Lucky sudah datang loh. Jangan lupa terus dukung karya ini ya, terima kasih.