"Bia, dimana ayah kandungku?" tanya seorang gadis kecil berusia sekitar 5tahun itu.
Kembali ke beberapa tahun yang lalu, menceritakan kembali cerita tentang seorang Gadis yang saat itu berusia 18 tahun , dipaksa harus merelakan kesuciannya pada seseorang yang tak ia kenal , Laki-laki yang tak sengaja ia jumpai saat acara jamuan bersama para pengusaha . Kebetulan ia saat itu datang mewakili perusahaan milik ayahnya, laki-laki itulah yang pada akhirnya meninggalkan benih di perutnya.
Namun saat ia akan meminta pertanggungjawaban, nasib buruk kembali menimpa dirinya .
akankah ia akan lanjut menuntut pertanggungjawaban? ataukah ada cerita lainnya setelah ini?
silahkan di tebak, dan jangan lupa baca kisah lengkapnya !
Ini Karya Asli hasil Pikiran Author,
Jangan lupa berikan like, komen, gift 🎁 dan jangan lupa jadikan favorite agar mendapat notif saat novel ini up.
Oh ya , Sebelum baca follow dulu akun Author ya kak ^_^
sekalian Ig nya juga boleh .. @prmth.ayu . Xixixi 😅
Selamat menikmati ~
Semoga sehat selalu ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Pramitah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 "Makan bersama Azham, Tania dan Agatha"
Setelah meninggalkan kamar Atha cukup lama, akhirnya dia kembali. Saat membuka pintu kamar, pemandangan pertama yang ia lihat adalah keakraban antara Azham dan Agatha. Jika semula Agatha masih canggung untuk banyak bicara dengan Azham, kini nampaknya dia sudah terbiasa dengan Azham. Sungguh Azham ini tipe orang yang mudah menakhluk kan hati anak-anak. Setelah berdiam cukup lama di pintu tania pun melangkah masuk,
"Terimakasih sudah menjaga Agatha, sekali lagi terimakasih atas bantuannya!" Ucap tania tulus.
"Santai saja, dulu aku sudah berjanji padanya jika bertemu lagi akan memberinya permen. Mungkin sudah saatnya aku memberinya permen,makanya Kita di pertemukan lagi" Jawab Azham bercanda.
"Itu sudah lama, Atha pun pasti sudah melupakannya. Tak perlulah di ingatkan"
"Janji adalah hutang ! Bukannya kamu juga tahu itu?" Jawab nya santai.
"Oh ya Atha mau om beli'in permen apa?" lanjutnya.
"Om mau beliin Atha permen? Tidak usah om! kata Bia Atha tidak boleh makan yang manis-manis , nanti gigi Atha bisa sakit dan bolong-bolong!"
"Oh gitu, jadi sebagai ganti nya permen Atha mau apa sayang? Nanti om beliin !!" Tanyanya.
"Boleh gak Atha minta sesuatu? Tapi om tidak perlu mengeluarkan uang untuk membelinya . Om hanya perlu waktu!"
"Maksudnya apa nak?" tanya Azham heran.
"Atha cuma mau Om nemenin Atha di sini, Atha suka dengan om , om baik sama Atha ! Gak ada yang sebaik Om . Daddy juga jarang sekali menemui Atha !" ucapnya sedih.
"Sayang, Daddy kan memang sibuk dan Omnya juga harus kerja ! Jangan minta aneh-aneh ya nak? Atha sama Bia aja di sini !" cegahnya.
"Baiklah!!" Potong Azham.
"Maksud kamu apa?!" tanya Tania terkejut.
"Om akan menemani Atha di sini, tapi setelah om menyelesaikan pekerjaan om ya nak? Om janji begitu selesai Om akan langsung ke sini!!"
"Tidak usah repot-repot !" Cegah tania lagi.
"Janji Om?" Ucap Agatha dengan mata berbinar.
"Janji sayang!"
Tania pun hanya mampu menerima keputusan tersebut dengan terpaksa, ia tidak tega melihat kebahagiaan putrinya harus rusak oleh ke egoisan nya yang tidak menginginkan kehadiran Azham.
Cukup lama Azham berada di rumah sakit, menemani Atha, menyuapinya dengan penuh kasih sayang dan terakhir menidurkan Atha di ranjang . Perlakuan Azham benar-benar seperti seorang ayah baginya, pantas saja Agatha begitu nyaman di sampingnya. Melihat itu hati Tania kembali berdesir, ia mengagumi sosok Azham , tapi sesaat ia teringat akan siapa Azham. ya dia adalah adik dari Arshaka. Tania pun tidak berani menaruh harapan pada Azham.
"Agatha sudah tidur kalau begitu aku pamit dulu ya tan ! Kalau ada apa-apa hubungi aku, besok setelah bekerja aku akan kembali menemuinya!"
"Tidak perlu, aku tidak ingin merepotkan kamu lagi!"
"Tidak apa, Agatha yang memintaku datang. Aku pun tidak merasa di repot kan."
Tanpa menjawab, Tania pun membukakan pintu untuk Azham. Nampak sesaat kemudian Azham keluar ruangan untuk pulang, kini tania juga terlihat masih setia menatap punggung Azham yang semakin menjauh.
"Andai kamu bukan adik Arshaka, tentunya aku akan merasa senang dan bahagia, seperti apa yang di rasakan Agatha!" gumamnya.
Empat hari kemudian, Agatha di ijinkan keluar dari rumah sakit. Selama itu pula Azham dengan setia menemani nya , dan bahkan selama itu juga Azham sering bolos kerja kecuali jika ada rapat penting. Saat ini mereka baru saja meninggalkan rumah sakit, Azham lah yang menjemput sebab semalam Agatha merajuk tak ingin makan jika bukan azham yang menjemput.
"Tuan putri kita mau kemana selanjutnya?"
"Jangan terlalu di manjakan zham ! nanti Agatha semakin melunjak!"
"Biarlah, aku masih mampu menuruti kemauan Agatha!"
"Om, Atha boleh makan es krim ?"
"Kamu mau es krim sayang? katanya kamu gak mau makan yang manis-manis?"
"Sekali-kali boleh lah Bia?" Ucapnya meminta persetujuan Bia nya.
Tania hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan sang anak.
"Oke!! gimana kalau kita mampir ke cafe dulu?"
"Mau om!! Kalo gitu Agatha pengen lainnya juga dong om!!" Ucapnya puas.
"Memangnya Agatha pengen apa aja?"
"Atha pengen makan eskrim, milkshake sama ayam goreng Korea kayak yang pernah Bia beliin waktu itu"
"Oke tuan putri, kita berangkat!!"
Beberapa menit kemudian mobil yang di kemudikan Azham sampai di pelataran sebuah cafe bernuansa Korean street Food . Nampak suasana Cafe yang penuh dengan pasangan muda-mudi . Saat memasuki Cafe mereka mendapat sorotan beberapa pasang mata yang menatap penuh iri maupun damba.
"Couple Goals banget sih mereka !! Perempuan nya cantik banget , cowoknya juga cakep banget lo !!" Terdengar suara gumaman dari seseorang.
"Pengen banget deh punya pacar kayak cowok itu, udah ganteng tajir pula, ke cafe aja pake mobil mewah !"
"Mana adek nya cantik juga lagi, kira-kira itu adek nya yang cowok apa cewek ya?"
"Kalau di lihat-lihat cenderung mirip si cowok deh dari pada ceweknya , berarti itu adek si cowok!"
Seperti itu lah perbincangan seseorang yang ditangkap oleh pendengaran tania dan azham . Bagiamana mereka tidak menganggap Agatha adek salah satu dari mereka, melihat wajah dan usia nya tidak menunjukkan jika tania adalah seorang ibu . Bahkan ada beberapa mereka yang mengatakan bahwa Azham dan Tania adalah sepasang kekasih. Mengenai mengapa orang lain menganggap Agatha ini adek dari Azham, karena memang wajah Agatha mirip sang ayah, sedangkan Azham sendiri juga memiliki kemiripan dengan Arshaka , hanya saja lebih tampan Azham.
Setelah mendapat meja yang kosong, ketiganya memesan menu sesuai keinginan Agatha . Diantaranya ada Ayam goreng Korea, Gelato, Milkshake, dan Mojito. Ketiganya tengah fokus menyantap hidangan dengan Azham yang telaten menyuapi segelas Gelato pada Agatha sampai seorang wanita mengalihkan pandangan Azham dari Atha.
"Azham?!!" Sapa seseorang tersebut.
"Mbak Anggun !!" Kaget nya.
"Kamu ngapain di sini ?"
"Seperti apa yang Mbak lihat, aku sedang makan siang!!"
"Dengan siapa ??" sontak Anggun pun mengalihkan pandangan pada wanita lain yang tengah duduk di meja azham.
"Bukannya dia Tania?" Gumam anggun dalam hati.
"Perkenalkan ini teman ku, Tania !!"
"Halo, saya Tania !" Ucap tania ramah . Sejujurnya tania sendiri lupa dengan siapa Anggun, karena dia yang sudah lama sekali meninggalkan kota C dan selama itu tidak pernah bertemu kembali dengannya.
"Halo, saya Dr. Anggun !!" Ucapnya dengan sedikit tidak suka, bagaimana pun juga ia mengingat dulu dimana kejadian Arshaka yang menatap tania dengan seksama , itulah yang membuatnya sedikit khawatir akan keberadaan tania.
"Ya udah kalau gitu Mbak duluan ya Zham!!"
"Iya mbak hati-hati !!"
Anggun pun berjalan semakin menjauh dari tempat mereka berada, menuju ke dalam mobilnya. Sesampainya di dalam mobil,
"Tania? mengapa dia kembali hadir di kehidupan kami setelah sekian lama menghilang? mengapa dia bisa bersama Azham? Bagaimana jika Arshaka tahu dan diam-diam menemui tania lagi?"
Mengingat beberapa tahun yang lalu, setelah kepergian Tania, Anggun mendapati Arshaka yang diam-diam menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan Tania. Meski mengetahui nya namun Anggun tidak bisa memarahi Arshaka, ia takut jika ia marah yang ada Arsha akan menjauh darinya.
...^^^—bersambung—^^^...
semangat thorr,lanjutt