NovelToon NovelToon
Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:230.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Sikumbang

Bela Tiandra Kusuma mengenal seorang Alan Adha secara tidak sengaja. Ia sangat tidak menyukai Alan sampai ia selalu mencari masalah dengan Alan. Alan menjadi penyebab kekesalannya karena ia merasa sial setelah bertemu dengan Alan. Lama kelamaan ras benci berubah menjadi cinta. Tapi ketika ia mulai menyukai Alan, ia mengetahui bahwa ada seorang cewek lain mencintai Alan. Feby Anggita wanita yang bersahabat dengan Alan semenjak pertama kuliah juga mencintai Alan. Namun ia baru berani mengakui ketika lulus kuliah. Siapakah yang dikejar oleh seorang Alan? Perempuan yang mempunyai masa lalu kelam ataukah sahabatnya yang selalu ada bersamanya ketika sedih dan senang?

Yuk baca cerita serunya di Mengejar Cintamu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Sikumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Galuh mencoba menghubungi Alan dengan sangat panik. Ia ingin tahu dimana keberadaan istrinya. Namun sayangnya telponnya tidak diangkat oleh Alan. Galuh sangat marah dan pergi kembali kerumah sakit.

Galuh meminta Bella menghubungi Alan ketika baru saja sampai di rumah sakit. Bella agak kaget ketika abangnya menyuruh dia menghubungi Alan.

"Kenapa harus hubungi dia segala kak?" tanya Bella heran dengan perintah kakaknya.

"Sudah hubungi saja, Siska pergi meninggalkan Abang, pasti dia sama si Alan itu, awas aja dia nanti." ucap Galuh emosi karena frustasi.

Bella mencoba menghubungi Alan dengan setengah hati. Dia semakin pusing melihat abangnya mondar-mandir tidak jelas.

Ditempat lain, Alan begitu bahagia ketika Bella menghubungi dirinya. Dia yakin bahwa ini tanda positif diantara dia dan Bella.

"Halo bel." sapa Alan dengan nada lembut.

"Kamu bisa kesini nggak?" tanya Bella dengan nada biasa saja. Tapi itu sudah nada yang paling lembut di telinga Alan karena sudah lama dia tidak mendengar suara gadis itu.

"Iya, ini aku jalan." Alan lansung menuju rumah sakit setelah Bella memutuskan sambungan telponnya.

Tidak sampai 10 menit Alan sudah sampai dikamar rawat Bella. Ia agak kaget ketika membuka pintu menemukan Galuh disana. Dengan tatapan Galuh yang tidak bersahabat membuatnya agak kaku.

"Ingat jangan buat dia kenapa - Napa? nanti kak Siska benaran pergi loh." ucap Bella dengan pelan kepada Galuh.

Alan melihat Bella berbicara pelan kepada Galuh, namun ia mendengar sekilas apa yang di ucapkan gadis itu. Dia tersenyum senang, artinya dia bisa memanfaatkan situasi saat ini.

"Duduklah dulu." ucap Galuh mencoba menenangkan dirinya dari emosi.

Alan menuju sofa yang ada di ruangan itu. Lalu ia duduk tidak jauh dari Galuh duduk. Bella hanya melihat apa yang terjadi diantara dua lelaki itu.

"Aku tidak akan bertele-tele, tolong kamu kasih tau dimana Siska saat ini?" tanya Galuh menatap Alan dengan wajah tidak bersahabat.

"Tadi dia bilang mau balik ke Jakarta hari ini, sudah aku larang tapi dia tetap ngotot, bahkan katanya dia mau pindah rumah ketika sampai di Jakarta." ucap Alan sambil menahan tawanya.

Galuh semakin frustasi mendengar penjelasan Alan. Bella belum pernah melihat abangnya panik seperti ini. Bella bisa menyimpulkan bahwa abangnya begitu cinta kepada istrinya. Melihat muka Alan yang tidak biasanya, Bella merasa curiga. Ia yakin ini hanya akting Siska dan kaki - laki itu.

"Alan boleh pinjam ponsel kamu?" ucap Bella dengan nada lembut.

"Boleh, kenapa tidak." ucap Alan melangkahkan kakinya mengantarkan ponselnya ketangan Bella.

Galuh makin kesal dengan Bella karena masih sempat berbicara dengan Alan laki - laki brengsek itu.

" Ngapain kamu minjam ponsel dia?" tanya Galuh dengan sinis.

"Abang diam aja, kamu duduk disini." perintah Bella kepada dua lelaki yang ada di kamar itu.

Kedua lelaki itu dia menurut tanpa membantah satu katapun. Galuh hanya duduk di sofa rumah sakit sambil melihat apa yang dilakukan Bella dan Alan.

"Telpon kak Siska sekarang dan kamu tanyakan dia dimana, jangan buat dia curiga, jika dia curiga maka jangan harap aku mau ketemu sama kamu." ucap Bella dengan nada mengancam.

Galuh mendengar ucapan adik perempuannya tersenyum lebar. Untuk kali ini adiknya mempunyai pikiran yang lebih jernih.

Sedangkan Alan sedikit terkejut melihat perintah dari pujaan hatinya. Dia sedikit membeku ketika jebakan yang ia buat malah jadi bumerang untuk dirinya sendiri.

"Ayo cepat." ucap Bella dengan wajah serius.

Alan terpaksa menelpon Siska dengan wajah cemberut. setelah beberapa saat akhirnya panggilannya di jawab oleh Siska.

"Halo lan." sapa Siska.

"Sis, gimana dengan rencana kamu?" tanya Alan dengan hati - hati.

"Lancar, saat ini dia pasti kelimpungan cari aku, aku sekarang aman kok sama mertua." jawab Siska dengan nada tertawa.

Alan menatap Galuh dengan agak ragu - ragu. Calon iparnya itu seperti ingin menelannya saat ini. Jika laki - laki itu bukan abang Bella mungkin dia tidak akan takut sama sekali.

"Oke baik sis, semoga kamu sehat selalu, hati - hati jika ada singa yang menerkam kamu." ucap Alan memberi kata kias. Galuh saat ini sudah seperti singat yang siap menerkam siapa saja.

Bella agak tersenyum mendengar ucapan terakhir lelaki yang didepannya. Setelah selesai menelpon, Alan masih diam tanpa bicara. Bahkan ia tidak berani menatap Galuh. Bella melihat Galuh berdiri dari tempat duduknya. Ia melihat Galuh ingin berniat meninggalkan kamarnya.

"bang, bukannya aku pulang siang ini?" tanya Bella mengingat keluarganya sedang di rumah karena janjinya Galuh yang menjemputnya untuk pulang.

"Kamu biar di urus sama lelaki itu, anggap saja itu hadiah kecil yang ku kasih untuk dia karena menemukan dimana Istri aku." ucap Galuh lalu berlalu.

"Nyesel nolong dia, malah ngorbanin aku." gerutu Bella dengan cemberut.

Alan hanya takjub melihat apa yang terjadi saat ini padanya. Ia merasa bahwa Dewi Fortuna sedang memihak kepadanya. Alan tersenyum sangat bahagia sehingga ia tidak bisa menyembunyikan dari wajahnya.

"Ngapain kamu senyum - senyum begitu." ucap Bella dengan cemberut.

"Nggak boleh pasang muka cemberut sama calon suami." ucap Alan menggoda Bella.

"Di mimpimu." ucap Bella membuang muka.

"Nggak apa-apa pertama didalam mimpi, nanti lama - lama di alam nyata." ucap Alan memantapkan hatinya.

Tidak lama kemudian masuklah seorang dokter dan perawat kedalam kamarnya. Dokter memeriksa perkembangan Bella. Setelah memeriksa dokter sudah membolekan Bella untuk pulang.

Alan berniat untuk mengurus administrasi, tapi ia dicegah oleh Bella karena ini masih rumah sakit keluarganya. Alan lupa bahwa keluarga Bella adalah pemilik rumah sakit di beberapa daerah.

Bella sudah dimobil bersama Alan dengan sopir keluarga Bella. Bella pulang kerumahnya yang ada dikota. Papanya memang punya rumah di kota provinsi untuk beristirahat ketika pulang kampung. Karena jauhnya jarak kota dengan kampungnya.

Bella hanya diam tanpa bicara apa - apa kepada Alan. Ia tidak tau apa yang akan ia bicarakan dengan Alan. Alan yang melihat sikap Bella menjadi agak kecewa. Ia hanya ingin Bella bicara dengannya jika dia ada salah.

Alan mencoba menahan diri untuk bertanya karena Bella baru pulang dari rumah sakit. Alan berjanji akan menanyakan hal yang membuat Bella menjauhinya ketika perempuan itu sembuh total.

Mobil yang mereka tumpangi telah sampai disebuah rumah berlantai dua. Rumah ini nampak biasa saja jika dibandingkan rumah keluarga Bella yang di Jakarta. Tapi tampak sudah mewah disekitar rumahnya.

Mereka turun dari mobil dan disambut oleh keluarga Bella. Papa dan mamanya tampak senang dan bahagia ketika melihat Bella diantar oleh seorang lelaki. Kedua orang tuanya tidak tau jika anak gadisnya sudah punya calon suami. Mereka tau ketika Galuh memberi tau ketika pulang terburu-buru tadi.

"Terima kasih ya nak, ayo masuk dulu kita ngopi - ngopi." ucap papa Bella dengan hangat.

"Alan om, Tante." ucap Alan memperkenalkan diri.

"Jadi kamu sahabatnya Siska yang waktu itu ketemu ketika wisuda." ucap mama Bella tersenyum bahagia.

"Iya tan." jawab Alan.

"Semoga kamu sabar dalam menghadapi Bella yang kadang masih kekanak-kanakan." ucap Papanya Bella.

Bella terlihat cemberut ketika kedua orang tuanya menjelekkan dirinya didepan Alan. Apalagi laki - laki itu nampak tersenyum penuh kemenangan karena sudah kenal dengan orang tuanya. Bella tau bahwa kedua orangtuanya memberikan lampu hijau kepada Alan.

"Ma, pa, aku capek, aku mau istirahat dulu." ucap Bella dengan wajah sedikit memelas.

"Oh iya, kamu memang harus istirahat, ayo." ajak mamanya siap memapah Bella.

"Bisa sendiri kok ma." ucap Bella tidak mau merepotkan mamanya.

"Maaf om, tante biar aku bantu, Bella mungkin belum sepenuhnya pulih." ucap Alan menawarkan diri.

Bella hanya terdiam melihat penawaran laki-laki itu kepada kedua orangtuanya. Bella tersenyum ketika muncul sebuah ide dipikirannya.

"Karena memikirkan dia aku jadi seperti ini, jadi dia harus menebusnya." ucap Bella dalam hatinya.

...****************...

Semoga para pembaca selali setia membaca karya saya. Terima kasih atas dukungannya 🙏🙏

1
falea sezi
kejar bel dripada ma duda mending ma perjaka duda nya labil tolol
Nyonya'e Agus
Buruk
Nyonya'e Agus
Kecewa
Endang Lestyowati
apa judul kisah mira
kavena ayunda
chika miskin aja belagu norak
kavena ayunda
haaha rasain tuh cemburu si alan km aja nikah duluan makan tuh dinda jalang😂🙄 abiss bodohnya kebangetan
kavena ayunda
bikin nenek nya mati aja dasar nyusain
kavena ayunda
alan bodoh mending ama ray aja
piah Hasan
bodoh skli sih thor pemeran utsmamu
kavena ayunda
ruwet salah paham.lagi kn semua krna faby terlalu memaksa kehendak dasar nyebelin
falea sezi: nemu komen ku sendiri/Curse//Hey/
total 1 replies
nisa
mksih kk ok critanya👌👍
otw kisah mira
Fransiska Siba
Dita dan Mira tdk salah tp Bian yg salah, krn saat itu Dita sdh menjauh tp wasiat itu mereka jadi nikah jika sana Bian tetap kokoh mempertahan kan Mira dan tdk meniduri Dita kala itu pasti Mira meresa tdk tersakiti. Bian yg memberikna harapan palsu buat mereka berdua
Yani Agustin
thor koq alurnya dibelit" yah kapan jadian alan sm bella thor🙈
Yani Agustin
thor jgn bikin gondok lah😁
maredni Jiba
andalah yang ayam kampus bukan bella
re
Next
Ilah Alfiah
Alfi Ama Chika ajah kan benci biasa jadi cinta
Ilah Alfiah
akhirnya bisa tenang juga saat baca bagian ini dari awal tegang2 moga ajah gak tegang lagi di fart berikutnya jantung rasa nya mau copot tegang Mulu gondok ati
Ilah Alfiah
liyeur ngabanungan nage NU mana NU di perjuangkan NU mana NU di pertahan keun jadi nateh ✌️✌️✌️✌️✌️
Ilah Alfiah
di lanjut gondok bacanya gak di lanjut penasaran aduh nih hati aku jadi gak karuan baca cerita ini gondok segondoknya sama si alan yang seolah gak punya pendirian teguh plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!