Shu Xiang Li seorang gadis yang kehilangan kekasihnya, Lian Cheng. membuatnya patah hati dan merasakan kesedihan yang mendalam, tiga tahun kemudian Xiang Li melihat seorang pria yang tidak lain adalah pengusaha sukses pemilik Li Yuan Group yang bernama Li Zheng Yuan, yang sangat mirip dengan Lian Cheng.
Apa reaksi Xiang Li saat melihat Li Zheng Yuan yang mirip dengan kekasihnya yang telah meninggal itu?
Dan apa reaksi Zheng Yuan di saat bertemu dengan wanita asing yang tiba-tiba memeluk dan menangis di pelukannya?
Di saat Li Zheng Yuan menyelidiki tentang Fan Lian Cheng dia mengetahui satu kebenaran yang membuatnya marah besar terhadap Ayahnya, Li Suen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perangkap Shen Ni
"Selama pacaran kau belum pernah bertemu dengan pihak keluarganya?" tanya Zheng Yuan
"Belum, karena Lian Cheng tahu jika aku dan keluarganya bertemu maka mereka akan merendahkan ku"
"Lalu apa Lian Cheng pernah beritahu mu tempat tinggal keluarganya di mana?"
"Tidak pernah, aku juga tidak bertanya"
"Apa kamu tidak tahu di mana tempat kerja Lian Cheng?"
"Dia hanya mengatakan jika dia adalah karyawan biasa di sebuah perusahaan"
"Kenapa Lian Cheng menyembunyikan keluarga dan perusahaan nya, jika mencintai seseorang bukankah seharusnya berterus terang dan bukan merahasiakanya" batin Zheng Yuan
Villa keluarga Li
Nada panggilan masuk ke handphone milik Shen Ni
Melihat nama panggilan tersebut Shen Ni langsung menjawab sambil melihat kesekeliling untuk memastikan suaminya tidak berada di sana.
"Hallo" jawab Shen Ni dengan kecil
"Sayang, aku merindukan mu, sudah lama kita tidak bertemu, aku ingin bertemu dengan mu" ucap Shu Yang yang di seberang sana
"Baiklah, malam ini kita bertemu" jawab Shen Ni dengan senyum dan memutuskan panggilannya
"Siapa yang menghubungi mu?" tanya Li Suen yang tiba-tiba menghampiri istrinya yang sedang duduk di ruangan tamu itu
"Hah...a..ti-tidak, hanya teman ingin mengajak ku keluar" jawab Shen Ni dengan ketakutan
"Kenapa wajah mu pucat? apa kamu tidak apa-apa?"
"Tidak, mungkin semalam kurang tidur" jawab Shen Ni dengan alasan
"Seharusnya kau harus istirahat dan jangan keluar dulu"
"Tidak apa-apa, aku sudah berjanji dengan teman ku, dan dia mengajak ku pergi urut karena aku merasa pegal di tubuh ku"
"Bagaimana jika aku mengantar mu pergi?"
"Tidak usah, aku saja yang menyetir, aku pergi berganti baju dulu"
"Iya, tapi jangan kemalaman pulangnya"
"Iya aku tahu"
"Untung saja si tua ini tidak mendengarkan ku" batin Shen Ni yang melangkah ke arah kamarnya
Hotel..
"Shen Ni, sudah lama kita tidak bertemu, aku sangat merindukan mu" ucap Shu Yang dengan mengoda Shen Ni di atas kasur
"Aku juga merindukan mu, tapi semenjak aku hamil si tua itu menjaga ku terus sehingga aku tidak bisa pergi kemana-mana" jawab Shen Ni dengan sambil melepaskan bajunya
"Dia mengawasi mu dengan begitu ketat semenjak diri mu hamil, kelihatannya anak di dalam kandungan mu ini sangat penting baginya" kata Shu Yang yang melepaskan semua pakaiannya
"Anak ini adalah anak kita, kita akan tinggalkan kota ini setelah mendapatkan hartanya, kita akan menikmati hidup bahagia di tempat yang tidak ada yang mengenal kita"
"Benar, aku tidak sabar untuk itu" jawab Shu Yang yang mulai menyetub*hi Shen Ni
"Ah..sayang jangan terlalu kasar, nanti mengejutkan anak kita, lakukan saja dengan pelan" ucap Shen Ni dengan memeluk erat tubuh pria itu
"Aku sudah lama tidak melakukannya, aku sangat rindu dengan tubuh mu ini" kata Shu Yang yang melakukan aksinya tanpa berhenti
"Malam ini kau bisa melakukannya sepuas mu" ujar Shen Ni yang mengerang dengan rasa kenikmatan
"Asal kau tahu malam ini adalah malam terakhir, anak tiri mu itu sudah berencana ingin mengeluarkan mu dari keluarga itu" batin Shu Yang
"Shen Ni, katakan pada ku apa kau mencintai suami mu?" tanya Shu Yang yang sedang melakukan pergerakan tanpa berhenti
"Tidak, aku hanya ingin uangnya karena dia kaya, dulu aku membuatnya mabuk dan tanpa dia sadar dia melakukan hubungan dengan ku, dia merasa bersalah, di saat itu istrinya masih hidup, demi untuk menebus kesalahan dia membayar ku dengan sejumlah uang tapi aku menolaknya, yang ku inginkan bukan uang yang hanya seberapa tapi yang ku mau adalah seluruh harta keluarga Li"jawab Shen Ni
"Aku tidak menyangka dia menjadikan mu sebagai istrinya"
"Setelah istrinya meninggal dia langsung membawa ku tinggal di rumahnya, karena ini anaknya itu sering bertengkar dengan si tua itu, sampai sekarang dia jarang pulang dan lebih memilih tinggal di luar" jelas Shen Ni dengan suara pelan
"Kau masih muda harus hidup dengan suami mu yang jauh lebih tua dari mu"
"Iya, aku buang masa muda ku, jika bukan karena hartanya aku juga tidak mau melihatnya, setiap tidur di sampingnya aku merasa jijik"
"Tidak lama lagi semua akan berakhir, di saat itu kau sudah bebas"
"Iya, aku tidak sabar ingin segera pergi bersama mu"
"Aku juga, aku tidak sabar ingin mencicipi mu setiap malam" kata Shu Yang dengan berisik di telinga Shen Ni
Di malam itu mereka menghabiskan waktu selama 4 jam. Shen Ni yang tidak menyadari jika dirinya telah di bohongi oleh pria itu selama ini, Shu Yang telah menerima bayaran dari Zheng Yuan untuk memerangkap Shen Ni untuk di jadikan sebagai bukti
Setelah puas melakukan keinginan mereka Shen Ni dan Shu Yang pun berjalan secara terpisah. tanpa dia sadari Fa Wei yang berada tidak jauh dari hotel tersebut sedang memotret di saat mereka keluar dari hotel, tentu saja 4 jam yang lalu Fa Wei sudah memotret di saat Shen Ni berjalan masuk ke hotel itu
"Wanita penggoda, foto dan rekaman akan ku kirim ke suami mu besok, aku ingin melihat apa besok diri mu masih bisa berpura-pura" gumam Fa Wei yang berada di dalam mobil
Villa Zheng Yuan
Zheng Yuan yang sedang berdiri dekat jendela sedang berbicara dengan Fa Wei yang di seberang sana
"Tuan Li, wanita itu sedang bersama Shu Yang selama 4 jam, semua rekaman perbicaraannya cukup untuk membuat tuan besar mengusirnya"
"Aku sangat menantikannya di saat itu, aku bahkan ingin melihat dengan mata sendiri" kata Zheng Yuan dengan senyum
"Tuan Li, rekamannya mau ku kirim ke tuan besar?"
"Besok di kirim, aku tidak sabar lagi untuk melihat apa reaksi Papa ku itu, jika saja dia masih percaya walau sudah ada bukti maka aku sendiri yang akan mengusir wanita itu"
"Baik Tuan Li, akan ku kado rekaman ini dan berikan pada tuan besar"
"Fa Wei, besok atur 2 anggota untuk mengusir wanita itu dari keluarga Li tapi tunggu perintah dari ku dulu"
"Baik Tuan Li"
Sesaat kemudian mereka pun memutuskan panggilan mereka
"Pa, besok aku akan memberi mu hadiah terbesar aku ingin melihat wanita yang kau bawa pulang hancur di depan ku, jika kau masih nekad ingin membuatnya tinggal maka maaf karena aku yang akan bertindak sendiri walau di saat itu kau memusuhi ku" gumam Zheng Yuan
"Mama, anak mu akan mengusir wanita siluman itu yang telah merebut posisi mu di keluarga kita, jika bukan karena nama keluarga maka sudah ku masukkan berita agar dia tidak bisa lagi tinggal di Shang Hai" batin Zheng Yuan