NovelToon NovelToon
Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tsabita

Arabella, dibesarkan oleh orangtua angkatnya yang cukup kaya raya, namun tidak pernah memberikannya kasih sayang. Hingga suatu hari, perusahaan orangtuanya terancam gulung tikar. Dan yang paling mengejutkan, bahwa dirinyalah yang menjadi jaminan atas semua hutang-hutang yang ada.
Elvan Aristides, seorang CEO dari sebuah perusahaan terbesar dan ternama. Status itu hanyalah peralihan dari kedudukannya, sebagai leader dunia bawah yang merupakan seorang psycopath dengan kekejamannya. Darinya tidak ada kata kasihan dan kesempatan kedua, bahkan dalam hidupnya tidak ada makhluk yang bernama wanita.
Dipertemukan oleh takdir, membawa mereka kedalam ikatan percintaan. Dipenuhi dengan berbagai halangan dan rintangan yang cukup berat, membuat ikatan tersebut semakin kokoh.
Sanggupkah Arabella untuk menghadapi dan menerima takdir tersebut?
Akankah seorang psycopath dan kejam mendapatkan cintanya?

Mohon dukungan like dan hadiahnya ya dan jangan lupa untuk tanggapannya, agar outhor menjadi semangat dalam berkarya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tsabita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.

Dengan begitu kuatnya tenaga yang dimilik seorang Elvan, pintu tersebut akhirnya bisa terbuka dalam dua kali dobrakan dan satu kali tendangan.

Brak!

Pintu kamar terbuka, menimbulkan suara yang sangat kuat. Elvan segera memasuki kamar miliknya, di ikuti oleh Nany dan Liam. Betapa terkejutnya mereka, melihat Ara dalam posisi tiduran di lantai, Elvan segera membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya.

" Bangun, bangun tikus kecil." Menggoyang-goyangkan wajahnya Ara yang begitu sangat pucat.

" Buka matamu, jangan menakutiku seperti ini!" Suara Elvan meninggi.

Semua orang yang berada disana menjadi panik, terutama Nany yang begitu kaget dengan kondisi Ara.

" Liam, cepat hubungi Rara." Pinta Nany dengan nada membentak.

" Baik Nany." Liam mengambil ponselnya dan menghubungi Rara agar segera datang.

Terus melakukan sesuatu, agar Ara membuka matanya. Elvan menangkap sesuatu yang berbeda dari arah kaki Ara, dan seketika rahang wajahnya mengeras.

" Siapkan mobil!" Dengan lantang, teriakan Elvan menggema.

Mendapati tuannya berteriak, Liam bergerak tanpa bicara. Ia menuruni anak tangga dengan begitu cepat, untuk menyiapkan permintaan tuannya.

" Ada apa?" Tanya Nany kepada Elvan.

" Ada darah dari kakinya, aku harus membawanya kerumah sakit!"

Mengendong tubuh mungil itu ke dalam dekapannya, Elvan dengan berlarian menuruni anak tangga begitu cepat. Disaksikan oleh semua maid yang ada disana, jika tuannya sedang menggendong Ara dalam keadaan cemas. Melihat peristiwa yang terjadi, Friska mengeluarkan jurus rempongnya.

" Baru saja diperingatin, jangan mencari perhatian dan juga simpatik tuan Elvan! Awas saja dia, akan kubuat perhitungannya dengannya." Celoteh Friska dengan wajah yang sudah sangat memerah menahan amarah.

" Lu kebangetan ya Fris, bukannya kasihan lihat temen lagi kesusahan." Mila dengan menoyor kepala Friska menggunakan tangannya.

" Bukan urusan elu!" Ia beranjak dari tempatnya dan meninggalkan pertunjukan yang ada.

" Is, tu anak bener-bener. Ara kenapa ya? Huh, semoga tidak terjadi apa-apa denganmu Ara. " Memikirkan keadaan temannya yang terlihat sangat membutuhkan pertolongan dari medis.

......................

Liam melajukan mobil itu dengan begitu sangat cepat, menerobos beberapa pengguna jalan lainnya yang sedang melintas di atas jalan yang mereka lalui.

" Liam, cepat!" Teriak Elvan.

Berusaha untuk secepat mungkin untuk tiba di rumah sakit, Liam mencoba untuk tetap tenang dalam mengemudikan laju mobil.

" Bangun, buka matamu!" Menepuk-nepuk pipi Ara yang semakin terasa dingin.

" Ayo buka matamu tikus kecil, jangan membuatku seperti ini!" Elvan memeluk tubuh Ara dengan begitu lekatnya, Liam melihat dari kaca pemantul. Begitu khawatirnya Elvan terhadap Ara, baru kali ini ia mendapatkan tuannya memiliki perhatian terhadap wanita.

Baru kali ini, aku melihat tuan seperti itu. Apakah benar, dia sudah berubah dan menyukai wanita? Ah, semoga saja nona Ara bisa membawa tuan menjadi lebih baik lagi hidupnya. Liam.

Setelah melewati perjalanan yang cukup memakan waktu, mereka akhirnya tiba dirumah sakit. Rara yang sebelumnya Liam hubungi untuk segera datang ke mansion, lalu ia memintanya untuk menunggu saja dirumah sakit.

" Apa yang terjadi?" Rara menyambut mereka dengan tatapan bingung dan juga khawatir.

" Cepat kau periksa dia! Selamatkan dia! Selamatkan!" Elvan berteriak setelah meletakkan tubuh Ara di atas brankar.

" Liam, kau tenangkan kakak. Aku akan ke dalam dulu." Rara melihat Elvan begitu sangat terpukul, entah apa yang menyebabkannya menjadi seperti itu.

" Baik nona." Jawab Liam kepada Rara yang sudah berlari menjauh dari mereka berdua.

Tubuh Elvan luruh jatuh ke lantai didepan ruang tindakan, begitu khawatirnya ia saat melihat video dari kamera tersembunyi miliknya. Ara menemukan rahasia yang sudah ia simpan, baru kali ini ia sangat pusing memikirkannya. Biasanya, jika ada persoalan kecil atau besar. Bahkan pertarungan nyawa sekalipun, ia akan terlihat sangat tenang.

" Tuan, silahkan." Liam menawarkan air mineral kepada tuannya.

Tangan itu menerima pemberian dari Liam tanpa sepatah katapun, meneguknya habis hanya dalam sekali tegukan. Membuat Liam menaikan alisnya, banyak terjadi perubahan dalam hidup tuannya.

Sementara didalam ruangan, tampak dokter khusus yang sedang menangani Ara, sedangkan Rara. Ia hanya bisa menemaninya, karena saat itu bukan bidangnya Rara untuk menghadapi pasien.

" Dokter Rara, bisa saya bicara sebentar?" Pinta dokter Vivi.

" Iya dok."

" Pasien sudah bisa untuk dipindahkan, tolong di urus ya." Ucap Vivi kepada para asistennya yang membantu untuk menangani pasien.

Kedua dokter itu berjalan menuju sebuah ruangan, dimana ruangan itu khusus untuk prakteknya dokter Vivi.

" Silahkan duduk. "

Rara mengangguk atas ucapan dokter Vivi, sepertinya akan ada sesuatu yang sangat penting untuk mereka bicarakan.

" Apa kamu ada hubungan dengan pasien tadi?" Vivi bertanya sambil meletakkan minuman dingin untuk mereka berdua.

" Hm." Rara kaget dengan perkataan Vivi yang baru saja ia lontarkan.

1
Anjelli
keren banget cerita nyh thor, the best pokok nyh
Dewi Yanti
klo kt aku karakter ara tdk cocok memiliku keluarga mafia yg setiap hr bkln dlm bhy dn bayak musuh.. terlalu lemah dn tdk bs menempatkan posisi mn yg perlu di kasihani atau tdk,kurag tegas pdhl dia jg keturunan mafia dr ayahnya. baik boleh tp bodoh jangan
Dewi Fajar
benar benar psyco
Dewi Fajar
mampir tor
nunnaJ
hahhaa monster
nunnaJ
baguslah mulai akur semoga anaknya kembar
nunnaJ
mungkinkah ara hamidun thor?
Qaisaa Nazarudin
Di kerjain anaknya 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Ezra tau ya kalo daddy nya pura2 😜😜
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Ara bisa mengandung lagi,dr prideksi dokter terdahulu bilang Ara sudah gak bisa hamil lagi,karena keadaan nya yg mengenaskan saat dia melahirkan Ezra dulu..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Namanya AraBella, Bella itu adalah nama ibunya..
Qaisaa Nazarudin
Elvan pasti sudah melihat bekas tamparan di pipi Ezra kan,,
Qaisaa Nazarudin
OMG ini Arion,rasanya bawahan Elvan tdk mengenali Arion,makanya bisa lepas gitu saja 😅
Qaisaa Nazarudin
Udah tau dia manusia berhati iblis madih saja kau tantang dan lawan,Bodoh,,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Akui saja kekalahan mu Xavier,2 kelompok besar sudah bersatu utk menghancurkan kelompok mu..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 tolong belikan sekalian utk aku satu..😜😜
Qaisaa Nazarudin
#Di tuduh Elvan menculik Ara
Qaisaa Nazarudin
Apa pun kadih tau Jack terlebih dahulu,Kalo gak kalian yg akan dituduh Rlva menculik Ara..🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
OMG😱😱😱Ara…Ara di culik..
Qaisaa Nazarudin
Aduuh Arion tolong amankan baby Ezra tuh,udah deh Ara udah ada tim medis yg menanganinya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!