NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:205.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fenti

"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka

"Ketiduran pak" jawab Mentari asal

"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik

Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Arka hanya sedikit menunduk sudah sejajar dengan telinga Mentari

"Aku gak stres hanya bahagia" bisik Akra yang membuat mentari langsung menarik kepalanya kebelakang sembari berkata

"Ingat umur pak" ucapnya dengan menarik tangannya "lepasin pak" sambung mentari lagi dengan menghentakkan tangannya dengan keras namun hasilnya nihil

Arka bukan melepas tangan Mentari malah memasukan tangan mentari kedalam saku jasnya

"Iiiihhh.. aku marah nih" ancam mentari

Arka hanya menarik alisnya keatas sebelah lalu ia melanjutkan jalan tanpa menghiraukan ucapan Mentari

Orang-orang yang mereka lewati semua heran dan ada juga langsung saling berbisik-bisik

"Istrinya lagi marah makanya dibawah disini" ucap ibu-ibu yang mereka lewati

"Iya, namanya perempuan ya.. hihihi" Timpal salah satu dari mereka lagi

Arka dan mentari mendengar jelas ucapan para ibu-ibu itu. Arka melihat mentari yang bertepatan dengan Mentari menatap Arka kesal karena semua orang yang melihat mereka berasumsi lain

"Apa lihat-lihat?" Tanya mentari kesal

"Kamu yang lihat saya duluan.. aku yakin sebelum kita menikah kamu sudah jatuh cinta sama saya" ucap Arka dengan penuh percaya diri sembari senyum

"Percaya diri bapak terlalu tinggi, mau simpan dimana Santi-santimu itu?... aku lihat tadi kalian serasi" kesal Mentari karena Arka berbuat sesuka hati kepadanya... "saya orang yang bisa menjauh tanpa orang itu sadari pak, jadi kalau bapak suka dengan mbak-mbak Santi tadi aku gak masalah" sambungnya lagi dengan cuek

"Kenapa nama santi disebut-sebut. pertanyaannya, yang aku bawa di toko perhiasan siapa?" tanya Arka dengan menaikkan sebelah alisnya

"Aku" ucap Mentari dengan cepat

"Siapa yang dilamar orang tua aku?"

"Aku"

"Siapa yang sudah mengiyakan lamaran aku?"

"Aku" Mentari menjawab tanpa mendengar lebih jelas pertanyaan Arka karena lantaran kesalnya

"Siapa yang jatuh cinta duluan?"

"Akuu, kenapa sih bertanya mulu" kesal Mentari

"Benar?" Pertanyaan arka untuk kesekian kalinya sembari ia senyum

"Aku" jawab mentari lagi

"Kamu yaa" kesal Arka lalu menarik tangan Mentari yang ia masukkan dalam saku jasnya itu kearah salah satu toko langganan ibunya jika beli perhiasan

"Mas Arka, beli apa mas?" Tanya penjaga perhiasan itu dengan ramah. Penjaga toko itu sudah mengenal Arka lama dan Arka pun tidak keberatan kalau di panggil mas olehnya

"Cincin mbak Tuti, tolong carikan yang cocok untuk dia" perintah Arka kepada Tuti

"Ini, boleh dicoba" ucap mbak Tuti lagi

Arka menarik tangan mentari paksa dan memasukkan cincin dijari manis Mentari

"Cocok" ucap Arka.. "mbak Tuti yang cocok untuk cincin nikah?" Sambung Arka lagi

"Ohh kalau yang itu ibu Dewi sudah pesan, tunggu ya,.saya ambilkan dulu" ucap mbak Tuti itu mengambilkan cincin itu didalam toko tersebut

Mentari melihat cincin di jari manisnya itu ia tidak bisa pungkiri kalau cincin yang dipilihkan Arka memang bagus dan cocok dijarinya

Mentari terus menatap cincin itu sampai mbak Tuti datang

"Ini cincinnya" ucap mbak Tuti sambil menyerahkan kotak cincin tersebut dihadapan Arka dan Mentari

Mentari melihat kotaknya saja sudah tau kalau cincin itu harganya mahal

"Mbak harganya berapa?" Tanya Mentari

Tuti sebelum menjawab ia senyum terlebih dahulu "100 juta mbak"

Mentari spontan menarik tangan Arka yang lagi memegang cincin tersebut

"Mahal, itu terlalu mahal" ucap mentari. Ia tidak mau hanya untuk cincin nikah harganya sampai segitu

"Bukan ini momen bahagia yang dinantikan setiap pasangan" balas Arka dengan santai

Mbak Tuti mendengar itu hanya tersenyum "mas Arka dulu gak seperti ini, setiap ibu Dewi membahas pernikahan mas Arka selalu banyak alasan"

"Karena dia yang selalu mendesakku untuk menikah" ujar Arka sambil menunjuk Mentari

"Enak aja, aku saja gak tau kapan akad" timpal Mentari tidak terima dengan ucapan Arka

"Dalam waktu dekat, paling lama minggu depan.. mbak Tuti datang ya" ucap Arka yang diangguki oleh mbak Tuti tersebut

Mentari syok dan langsung diam mendengar ucapan Arka itu, ia ingin pulang rumah dengan cepat. Ia ingin bertanya kepada kedua orang tuanya kenapa pernikahannya dipercepat bahkan tidak ada proses tunangan terlebih dahulu.

Arka sibuk urus cincin pernikahan mereka. Arka yang mengurus surat-surat emas tersebut termasuk cincin yang ada dijari manis Mentari

Setelah selesai Arka mengambil kotak cincin tersebut dan pamit pulang

"Mbak Tuti, terima kasih ya" ucap Arka, "ayok kita pulang" sambungnya kepada mentari

"Ehh.. iya" jawab Mentari kaget

"Kagetan rupanya" ejek Arka yang membuat Mentari menatapnya tajam lalu ia jalan mendahului Arka sampai parkiran, mereka baru sampai parkiran tidak lama Brian datang

"Ehh bapak tau aja kalau sudah mau pulang" ucap Mentari kepada asisten Brian

Mentari dan Arka masuk dalam mobil namun Mentari duduknya didepan bukan dibelakang

"Ehh.. nona duduknya dibelakang saja" ucap asisten Brian. Ia takut jika bos-nya itu akan marah tidak jelas lagi padanya seperti tempo hari

"Aku gak mau duduk bekas tempat mbak santi" jawab mentari dengan santai

Arka yang mendengar itu tidak memaksa untuk duduk disampingnya kalau itu alasan mentari.

"Brian singgah ditempat pencucian mobil yang terdekat" ujar Arka

"Baik pak" jawan Brian

Brian mengendarai mobil pelan membuat Mentari mendengus

"Lama, aku lapar" Mentari sudah tidak tahan dengan rasa lapar yang melanda kampung tengahnya

"Ya sudah, Brian bawa kami dulu direstoran terlebih dahulu baru ke pencucian" ujar arka lagi

Mentari menolehkan badan kebelakang "bapak ini suka nyuruh-nyuruh yaa, kasian bapak Brian.. memang gak ada warung makan dekat pencucian mobil?"

"Ada" jawab Brian cepat

"Gak ada" jawab Arka bersamaan dengan Brian

Mentari melihat Arka dan Brian silih berganti sambil menunjuk dengan mata yang ia sipitkan seperti menyelidiki sesuatu kepada kedua orang disamping dan dibelakangnya itu

"Siapa yang bohong diantar kalian berdua?" Tanya Mentari

"Gak ada" jawab Arka dan Brian bersamaan

"Haaaa... Kalian janjian mau bikin aku mati kelaparan.. dasar" Mentari sudah mulai kesal sambil memegang perutnya

"Restoran ya Brian" ucap Arka lagi mengingatkan Brian

"Warung makan pinggir jalan"

"Restoran"

Warung makan pinggir jalan"

"Kotor"

"Kata siapa?"

"Ekhem... Sudah sampai restoran pak.. nona" Brian memotong perdebatan antara Arka dan Mentari

"Bapak, aku mau makan di warung pinggir jalan"

Mentari tetap kekeh untuk makan di warung pinggir jalan

"Nona, ikuti kemauan pak Arka.. ini yang terbaik" Ucap Brian

"Tuh kan, dengar tu" timpal Arka penuh kemenangan

"aku gak mau bicara lagi dengan bapak Brian dan Pak Arka, aku mau minum saja disini gak mau makan, aku maunya warung pinggir jalan" ulang Mentari lagi dengan tatapan memohon kepada Arka

Arka mengalah "ya sudah, kayak orang ngidam saja" lirih Arka.. "putar balik Brian" sambungnya

Brian kembali memutar mobil keluar dari restoran tersebut. Brian menyusuri jalan sambil memperhatikan kiri kanan mencari warung makan

Brian berhenti "sana ada warung makan" tunjuk Mentari

"Kesana brian" ucap Arka

Brian menyebrang jalan dengan jalan kaki. Sedangkan Arka dan Mentari dalam mobil

"Aku gak ikut?" Tanya Mentari dengan heran melihat Brian sedang pesan makanan diseberang jalan itu

"Tunggu disini, Brian akan membawakan mu makanan" jawab Arka

"Memang bapak Brian tau selera makan saya?, Kalau aku gak suka gimana?" Tanya Mentari lagi

"Cari warung lain" jawab Arka malas pusing

Mentari kembali membalikkan badannya lagi dibelakang melihat Arka

"Mubazir" jawab mentari singkat yang bersamaan dengan Arka mengangkat telfon

"Ada apa?... Kenapa?... Saya sibuk... Saya peringatkan jangan coba-coba ganggu dia kalau tidak mau perusahaanmu hancur" ucap Arka ditelfon lalu ia matikan. Ia sangat tidak suka mendengar orang yang suka mengancam orang lain.

Mentari yang melihat Arka marah saat mengangkat telfon dengan memberanikan diri bertanya

"Siapa?" Tanya Mentari dengan nada sedikit berbisik.. "hehehe, hanya penasaran" sambungnya lalu ia senyum menampilkan deretan giginya yang membuat Mentari semakin manis dimata Arka

"Santi" jawab Arka

"terus dia itu siapa?"

"Santi" jawab Arka tidak mengerti maksud pertanyaan Mentari itu

"Dia ditelfon tadi?" Ulang Mentari lagi

"Santi yang menelfon tadi" jawab Arka

"Memang pak, semakin tinggi pendidikan itu kadang semakin tidak nyambung" kesal Mentari karena sudah mengulang pertanyaannya arka masih belum mengerti juga.

Mentari kembali menghadap kedepan "makanya aku cukup kuliah sampai S1 saja, supaya gak eror" sambung Mentari yang membuat Arka ketawa

Mendengar suara Arka tertawa membuat Mentari kembali menatapnya dan memutar badannya kebelakang

"Bapak ketawain aku ya?"

Arka berhenti ketawa. Mentari yang tidak puas hati langsung turun dari mobil dan membuka pintu mobil belakang lalu ia masuk.

"Bapak ketawain aku ya?"

Mentari terus bertanya karena Arka sejak tadi belum menjawab pertanyaannya

Arka menatap mentari yang sudah duduk ditempat Santi tadi.

"Selesai makan kita langsung pulang" ucap Arka

"Iya, tapi kenapa tadi ketawa. Ketawain aku?" Tanya ulang Mentari tidak puas hati

"Tidak, coba lihat sana" tunjuk arka diseberang jalan tepat diwarung makan. Disana Brian lagi duduk dikursi menunggu pesanannya dan seorang ibu-ibu yang mengganggu Brian

"Kasian bapak Brian" Mentari melihat Brian itu membuat ia terpanggil hatinya untuk membantu Brian.

Mentari hendak membuka pintu mobil dengan cepat Arka menghalanginya

"Jangan, disana bahaya" larang Arka

Mentari mengerutkan keningnya heran "bahaya" ulang Mentari

"Sudah duduk saja disini sambil tunggu Brian datang dengan makanannya" ucap Arka lembut

Arka melarang Mentari keluar bukan tanpa alasan tapi karena diluar ada mobil yang mengikuti mereka sejak dari restoran.

Arka memberitahu Brian untuk hati-hati. Arka memilih untuk tidak keluar karena dia lagi memantau siapa orang yang mengikuti mereka tersebut.

Arka baru mendapat telfon dari Santi dan Santi mengancamnya akan menculik Mentari jika tidak bertunangan dengannya. Tapi yang membuat Arka bingung, kenapa Santi harus memberitahunya

"hhhmm, mencoba mengancam aku juga" batin Arka dengan senyum jahatnya memikirkan ucapan Santi ditelepon tadi

Arka kembali memantau diluar dan tidak lupa mengunci mobil membuat Mentari semakin heran

"Pak, harus dikunci?" Tanya Mentari lagi

"Supaya aman.. mulai sekarang jangan keluar kalau tidak dijemput atau diantar Brian, aku, Aldi dan papa.. pokoknya jangan naik taksi online atau keluar tanpa sepengetahuan keluarga dan satu lagi jangan temui sembarang orang" Arka mengingatkan Mentari itu

"Kalau Rionaldo?" Tanya Mentari lagi

"jangan, kalau gak ada Brian atau saya" jawab Arka.. "Brian lama bangat" sambung Arka sambil melihat jam tangannya

Waktu sudah menunjukkan sore mulai usai, tanda sunset mulai tenggelam. Mentari baru sadar kalau dari mobil bisa menikmati sunset yang indah

"Waahh.. sunset" ucap Mentari tidak lupa menarik tangan Arka, "lihat pak, bagus kan?" Sambung mentari lagi

Mentari tidak sadar kalau posisinya dan arka sangat dekat. Mentari menikmati pemandangan sunset itu dengan hati senang, ia sangat suka melihat sunset. Setiap melihat sunset Mentari selalu mengatakan

"Sunset, aku akan menunggumu dihari esok.. karena aku tau sinarmu lebih indah dari hari ini" lirih Mentari

Arka mendengar itu tanpa sadar ia menyunggingkan senyum sambil menikmati keindahan sunset tersebut. Namun Arka kembali tidak fokus dengan keindahan sunset tersebut karena posisinya disamping mentari yang membuatnya deg degkan.

Arka yang tidak biasa dekat dengan perempuan selain ibunya membuat badannya tiba-tiba merasa gerah. Arka membuka jasnya dan kembali mencoba menatap sunset

"Suka sunset?" Tanya Arka

...**SEMOGA SUKA ❤️...

...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...

.......

.......

...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...

...👇...

...KOMEN, LIKE DAN VOTE...

...TERIMA KASIH 🙏**...

1
KArmila Siregar
ceritanya tlpnan trus apa ngak ada idelain
Nenie desu
kayaknya enak itu durian
Nenie desu
mampir lagi mentari lugu
Nenie desu
dua 🌹untuk kakak
Nenie desu
bintang lima buat kakak ☺
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq kak "Rasa yang terpendam"
Nenie desu
semangat terus ceritanya bagus 👍
Nenie desu
semangat thor
Han
jadi kepikiran, kalau mentari tau yang bayarin itu arka gimana ya? 😂
Fenti: hahahaha, kesal kayaknya
total 1 replies
Han
eh eh eh apa ini pak arka ????
Fenti: suka aneh emang arka🤭
total 1 replies
Han
Mentari Terimakasih udah nyampein isi hati anak semester akhir 🙌🏻🙌🏻
Fenti: kata Mentari "sama-sama😊"
total 1 replies
Han
Santai dong pak
Fenti: itu hanya ala-ala saja, dalam hati senang😅
total 1 replies
Han
Ngakak brutal perang dunia ke 3 nggak tuh 😂😂
Fenti: soalnya yang dihadapi rada aneh orangnya😂😂
total 1 replies
Han
Mentari proposal di coret itu hal wajar kok 👍
Han
Rio ngajak ribut ya.. harusnya pas mentari mau masak tadi bilang kalau masih kenyang 😂😂
Han
Tahan Aldi itu adik kamu 😂
Fenti: hahaha... Mentari emang bedah
total 1 replies
Han
Iya juga ya buat apa jadi asisten dosen di kampus sendiri 😂 tapi curiga dia dosen pembimbing Mentari deh ...
Fenti: iya, dia pembimbing Mentari nanti🤭
total 1 replies
Han
Wih hari pertama udah langsung merencanakan strategi 👍 apa nggak makin maju tuh perusahaan 😂
Han
Lah karyawannya malah ngejulid 😂
Fenti: biasa kak liat cowok ganteng😂😂🤭
total 1 replies
Han
Perhatian amat neng 😊😊
Fenti: hahaha, lagi hadapi orang sakit 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!