Geng Bad Boy yang terkadang melakukan aktifitas - aktifitas sesuatu untuk berupaya mencari penghasilan namun tanpa ada yang tau termaksud lingkungan kampus LV universitas serikat Internasional hingga citranya mereka yang terlihat sekelompok cowok ganteng yang pintar dalam berbagai bidang.
Tapi mereka terjebak dengan balas dendam masa lalu dan berniat untuk membunuh, disaat itu juga mereka dekat dengan para gadis yang mempunyai keperibadian unik akankah para gadis itu bisa mebuat mereka sadar masa depan itu lebih penting dari masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L. T03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. KBB
Aku suka padamu.
Tapi kau bukanlah satu-satunya tujuanku.
Jalanku masih panjang.
Dan kau menjadi ke sekian dari tujuanku.
- Blen -
______________________________________
Saat sampai dihadapan mereka Blen langsung melayangkan tinjunya melesat di wajah cantik Bec terlihat sekali kulit pipi putih susu menjadi merah lebam.
" Blen.... " teriak histeris Zea.
Zea tidak habis pikir dengan Blen yang melakukan hal itu, dia tidak puas mempermainkan hati Zea kini dia mencari masalah pada Bec yang tidak salah apa-apa, itulah yang ada di pikiran Zea.
( Bagi yang udah lupa cuplikan terakhir)
______________________________________
Zea
" Apa-apaan si kamu " dengan muka marah mengahadap Blen tanpa takut, terkadang rasa sakit hati bisa membuat kau sangat berani melawan apa saja itulah yang terjadi pada Zea.
" Kau... " Blen meninggikan suara lebih mendekat ke arah Zea tapi perempuan tak bergeming sama sekali.
Blen menarik tangan Zea tentu saja Zea merontah agar terlepas sebelum Blen dan Zea meninggalkan tempat itu Bec langsung mencengkaram tangan Blen yang tadi menarik tangan Zea.
Tangan Bec satunya lagi melayang ke wajah Blen hingga sudut bibirnya Blen berdarah.
Tangan Blen yang menarik Zea langsung lepas saat Blen mundur ke belakang akibat pukulan Bec.
( Cinta segitiga nih, autour juga mau direbuti dua cowok ganteng 😍😍. Abaikkan ayo lanjut readers )
" Blen.... Ya ampun aku gak tega lihat dia berdarah gitu. Tidak... Tidak.. Zea jangan goyah lo harus bisa jauh dari Blen. Dia juga pantas dapat itu " Zea membatin.
Dia menggigit bibir bawah dirinya sendiri untuk menenangkan dari rasa resahnya yang melihat Blen.
Blen bangkit dan hendak memukul Bec kembali tapi dengan sangat muda Bec hindari mala sekarang Bec yang meninju perut Blen dua kali mampu membuat blen meringkuk kesakitan memegang perut.
Dari antara empat orang itu Blen, Gavin, Leon dan Felix yang paling tidak bisa bela diri adalah Gavin dan Blen.
Sedangkan Bec sepertinya cukup pintar kalau urusan aduh ketangkasan.
" Aku harus hentikkan kalau kegini Blen bisa-bisa mati, dan aku gak bisa bertahan gak menghampirinya dan menolongnya kalau aku masih disini " membatin Zea.
Raut muka Zea sudah pucat melihat kondisi Blen yang sudah sangat kesakitan.
" Bec... Cukup.. Ayo kita pergi " Sahut Zea yang menarik lengan Bec yang sudah mau ancang-ancang akan menghajar Blen lebih parah dari ini.
" gue mau ngabisi dia, lo nangis karena cowok brengsek ini kan " Bec masih bersikeras mau menonjok Blen tapi dengan sekuat tenaga Zea menghentikannya.
Akhirnya Bec dan Zea meninggalkan tempat itu dengan Blen yang masih tersungkur kesakitan.
Blen
" Sial... Siall... " Blen mengutuk Bec dan dirinya karena tak bisa mengalahkan Bec secara ketangkasan ataupun kemampuan mendapatkan orang dia suka.
Blen pulang naik taksi, sampai ke kostannya.
" Kenapa muka lo? " Loen langsung menghampiri Blen yang sudah menghempaskan tubuhnya ke kursi malasnya.
" Gak kenapa-napa " muka Blen masih terlihat kesal.
" Ini Leon, obati " Gavin memberi P3K dan Leon mulai mengobatinya.
" Auu.. " rintihnya pelan.
" Aiii... Kau memang tak cocok main kekerasan, katakan siapa biar aku yang akan membereskannya " Leon masih mengobatinya.
Setelah selesai Blen bangkit.
" Biar aku selesaikan sendiri, Ini urusan pribadiku " lalu pergi ke kamarnya.
Leon mendapat jawaban yang menohok dari Blen merasa bingung dan menatap Felix dan Gavin.
Felix tau apa yang dipikirkan oleh Leon.
" Gue juga gak tau sama tuh anak kaya masah puber ajah " Felix kembali ke tempat gamesnya.
" Kayaknya Blen sekarang terlalu sensitif dari biasanya " Leon bangkit pergi menujuh dapur.
" Apa ya yang membuat anak itu sampai berantem, Blen lebih suka menggunakan otaknya dari pada ototnya. Benar kata Loen ada yang gak beres sama Blen " Gavin membatin kembali ke kursi kerjanya.
Di kamar Blen sedang tergeletak di kasur kesayangannya dengan menatap langit-langit di kamarnya.
Dia mengingat kejadian tadi saat Zea sama sekali tidak peduli padanya.
" Padahal kan aku udah kasih tau perasaanku dengan jelas padanya... Cihh... Aku benar-benar kesal... " Blen beberapa kali menghembuskan nafas kasar pertanda dia benar-benar frustasi.
" Centang... " bunyi nada notifikasi email Blen yang memang berbeda dari notifikasi chat, telepon atau aplikasi yang lain.
Blen meraba-raba kasurnya tempat ponsel yang ia letakan dengan masih tergeletak.
" Tumben Email... Siapa yang mengirim ke Emailku " setelah mendapatkan Blen membuka Email itu.
Begitu terkejut saat itu juga karena Email itu berisi foto bapaknya dan jaksa Zen sedang berbincang di ruang tamu tapi pastinya Blen tidak tau itu ruang tamu siapa.
" Gue masih ada vidionya " Email itu kembali mengirim pesan seperti itu.
" Siapa ini, dia ada informasi tentang ayahku. Apa aku minta tolong Gavin untuk menelusuri siapa pemilik aku ini " Blen masih menggenggam ponselnya kuat dan masih berpikir keras.
" Centang " bunyi notifikasi Email lagi.
" Lo gak akan bisa meretas gue, jadi jangan macam-macam kalau enggak gue yang akan menyebarkan server pribadimu ke umum, haklaya akan tau siapa lo " mataku membulat sempurna saat mendapat pesan dari orang tak dikenal ini.
Pesan itu seakan menjawab kebimbangan dalam pikiranku.
" Aku gak boleh gegabah, dia bisa dengan mudah dapati info yang ku cari-cari pasti omongannya juga gak main-main " Kini Blen bangkit dan berjalan kesana kemari didalam kamarnya.
" Lo siapa? Apa mau lo dengan memberitahuku info ini? " Blen menjawab pesan Email itu.
" Lo gak perlu tau siapa gue, yang penting secuil info itu gue kasih orang tepat yaitu lo "
" Gue penasaran ajah apa yang sebenarnya terjadi pada kasuk itu "
Itulah balasan pesan yang terterah nama pengguna Zy.
" Baiklah, mana Vidionya "
Balasku lagi tak mau menyiayiakan keuntungan ini.
Isi vidio.
Cuplikan on
Duduklah dua orang yaitu ayah Blen dan jaksa Zen saling berhadapan.
" Bagaiman jaksa, apakah bukti yang membuatku bebas memang sudah ada ditangan jaksa " dengan kegembiraan terpancar pada raut wajah ayah Blen.
" Iya pak, walaupun ada kendala tapi saya juga tidak mau orang yang tidak bersalah didekap dipenjara sedangkan orang yang salah bebas berkeliaran disana " tersenyum ramah.
" Terimakasih jaksa... Terimakasih " mereka berdua menjabat tangan lalu pergilah jaksa meninggalkan ayah Blen.
Cuplikan Off
" Ini tidak bisa mengungkapkan kebenaran apapun " Blen kembali ke situs Email lalu mengirimkan pesan.
" Lo masih ada info lain " Aku mengirim pesan itu ke yang tadi memberikan info.
Tapi lambat laun tapi tidak ada balasan dari orang itu.
Membuat Blen tambah penasaran dan frustasi.
" Siapa kau Zy.... " gerutut Blen dalam hati.
# Siapa iya Zy...? Autor belom bisa jelaskan soalnya belum tau wujud dari tokoh satu ini.
Ini untuk permintaan @Feren Amanda Mo.
Makasih sudah mendukung dan membaca karya saya.
-Happy Reading -
masih setia menunggu🥰
sudah ku like semua ya.. jangan lupa mampir balik ke karya ku ya..🤗❤
zea~blen sama jovan~felix