NovelToon NovelToon
Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:866.9k
Nilai: 5
Nama Author: adek siska

Harap bijak dalam memilih bacaan.

Nona muda menikahi dokter muda yang tampan. Dia melakukan segala hal untuk bisa lepas dari pernikahannya. tapi tidak berhasil membuat Juno si dokter muda menyerah, dia membalas kelakuan nona muda dengan tingkah konyolnya, akankah nona muda bisa mencintai dokter muda.

Tidak di sarankan bagi kalian yg penganut jiwa mafia...😌😂👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adek siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Jiwa Satu Cinta

Saat Juno turun dari mobilnya, dia melihat kedatangan Amora. Ia pun tersenyum, ada juga Sinta yang menyusul di belakang Amora.

"Gimana keadaan nenek?" tanya Juno menatap Sinta seraya menutup dan mengunci pintu mobilnya.

"Baik, tadi dia juga mulai banyak makannya. "Kapan kita mulai praktek? Minggu depan jadi?" tanya Sinta mulai merasa besar kepala, karena yang di ajak Juno mengobrol dari tadi hanya dia, sedangkan Amora hanya diam saja melihat percakapan keduanya.

"Nggak dulu deh, Nenek belum pulih betul. Tunggu nenek baikan dulu, lagian aku masih sibuk juga di rumah sakit beberapa Minggu kedepan," ujar juno. "Yuk, masuk!" tutur Juno lagi seraya menyeret tangan Amora secara tiba-tiba untuk masuk. Sontak membuat ia tersenyum Meninggalkan Sinta yang masih terpaku di posisinya.

Amora kaget menatap Juno lalu ia tersenyum ke arah Sinta, senyum simpul yang seolah menentang dengan membulat kan matanya pada Sinta. Sinta yang tertinggal di belakang menjadi panas melihat kemesraan pasangan suami istri baru itu. Ingin rasanya ia menarik tangan Juno agar melepaskan genggamannya pada Amora, tapi ia sadar ia tidak berhak atas itu.

"Juno! Kamu itu main seret aja, kamu pikir aku mobil-mobilan," rutuk Amora pura-pura kesal seraya memukul tangan Juno.

Diam-diam mata Amora mengekori Sinta yang berjalan di belakang mereka, ia tampak semakin panas dengan tatapan tajamnya dan nafas yang sedikit memburu ke arah Juno dan Sinta. Apalagi saat Juno malah mendekap istrinya sambil terus berjalan menuju lantai atas kamar mereka.

***

Sampai lah mereka di sebuah kamar yang cukup luas Amora hanya duduk di tepian ranjang Juno dengan pandangan menyisir ke setiap sudut kamar Juno yang terkesan bersih dan rapi itu. Sementara Juno tengah berada di kamar mandi.

Dia melihat beberapa foto terpajang di sebuah dinding, sepertinya foto saat Juno masih menempuh bangku kuliah kedokterannya. Dia tampak paling menonjol diantara yang lain dengan senyumnya yang manis. Dalam puluhan orang yang berjejer di dalam foto, Amora selalu dengan cepat bisa menemukan sosok Juno diantara banyaknya mahasiswa.

Amora juga melihat ada sebuah deretan foto masa kecil Juno hingga saat ini. Amora dapat melihat perubahan wajah Juno dari kecil hingga dewasa. Di dalam foto tersebut tampak juga seorang gadis yang membuat Amora kesal, karena wanita itu adalah Sinta. Mereka memang sangat dekat dari kecil ternyata.

Sedangkan Juno dan Amora dekat dari Juno SMP saat Juno di titipkan bersama keluarganya karena musibah yang menimpa keluarganya. Juno sering menghabiskan waktu bersama walau tidak akrab. Mungkin saat itu lah Juno baru bangkit dari keterpurukannya setelah kehilangan keluarganya. Tapi saat itu Juno perlahan bisa bangkit dari keterpurukannya. Menemani Amora kecil bermain membuat dia bisa lupakan trauma dukanya secara bertahap.

Sesaat Juno sudah berpakaian lengkap dari kamar mandi. Amora menatap sosok tampan itu.

"Tolong Pijit-in, donk. Badan aku sakit semua, berhari-hari aku lembur terus," pinta Juno yang langsung tidur tengkurap di atas kasur. Amora mengernyitkan keningnya dengan mata yang ia sipitkan.

"Kalo nggak mau, yaudah aku mintak tolong Sinta aja," ucap Juno merasa tidak ada reaksi dari Amora dan bersiap bangkit akan pergi.

"Ya, iya ... Sini," tutur Amora buru-buru berubah pikiran saat nama Sinta di sebut.

Amora pun mulai memijit tubuh Juno, Juno mulai menikmatinya karena dia memang tengah kelelahan beberapa hari ini.

"Kenapa nyusul? Kangen?" tanya Juno mulai lagi. Amora mendelik matanya dan menekan keras bagian tengkuk Juno dengan gemas mendengar pernyataan Juno. Juno hanya mengasuh seraya terkekeh atas perlakuan Amora. Lalu ia pun kembali melanjutkan memijit Juno.

"Aku dimarahin Ros, makanya aku kesini. Semua orang di rumah marahin aku gara-gara kamu. Puas kamu?" hardik Amora kesal. Juno hanya terkekeh mendengarnya dengan Amora yang masih memijitnya.

"Dah, ah. Capek," Amora mulai malas karena Juno yang terus meledeknya sedari tadi. Juno kaget karena Amora yang memijitnya hanya sebentar itu.

"Lah, udahan?" seru Juno, tapi sudah lah, sudah mau saja itu juga merupakan sebuah kemajuan yang baik untuk hubungan mereka, pikir Juno. Juno pun bangkit dan duduk bersandar di kepala ranjang tersebut.

"Makanya jangan ngelawan sama suami," ucap Juno seraya duduk di samping Amora. Dia mulai menatap wanita itu dengan tatapan liarnya membuat Amora mulai waspada.

Lalu Juno menangkup wajah Amora dengan kedua tangannya dan tiba-tiba mendaratkan ciumannya secara mendadak membuat Amora kaget dan membelalakkan matanya. Amora memberontak dengan keras, Juno terus melakukannya tanpa mau melepaskan dia. Hingga Amora merasa nafasnya tercekat, baru Juno mau melepaskan dia. Juno jika menginginkan dia seringkali memaksa tanpa peduli teriakannya.

"Juno! Kamu mulai gila lagi," seru Amora seraya menutup mulutnya menatap Juno yang mengulum senyum menatapnya.

Dia menatap Amora dalam dan mulai lagi dengan lembut, Amora berusaha menolak tapi seperti biasa dia kalah kuat. Juno terus mendesaknya hingga Amora benar-benar tidak kuasa menolaknya lagi. Mungkin karena lama tak melakukannya lagi bersama Amora karena kesibukannya dan lain hal membuat Juno sebagai lelaki normal tak bisa menahan dirinya lagi. Ia menuntut ini sebagai kebutuhan biologisnya seorang suami sah dari Amora.

Sesaat Amora seolah membiarkan itu terjadi lagi kali ini. Entahlah dia menginginkannya juga atau tidak, dia tak dapat bedakan itu saat ini. Yang jelas sentuhan itu menghipnotisnya membuatnya tak mampu menolak lagi. Tangannya yang tadi keras menolak kali ini malah perlahan mulai seperti kehilangan tenaganya. Ia seperti kembali menikmati sentuhan itu seperti seseorang yang sudah lama merindukannya. Bahkan beberapa kali ia seolah seperti membalas c*mbu@n Juno padanya. Hingga mereka kali ini pun benar-benar melakukannya lagi.

Juno tersenyum saat melihat expresi wajah Amora yang terpejam. Ia kembali me*cu*bui istrinya ini setelah ia rasa Amora juga mulai ikut terbawa suasana, dia semakin berani menyentuh Amora. Perlahan satu persatu pakaian yang mereka kenakan pun terlepas, berganti hanya dengan seutas selimut yang menutupi tubuh keduanya. Amora pun sudah tampak tak melawan bahkan terkesan seperti men*k@tinya. Dia tak berani membuka matanya untuk melihat apa yang tengah ia lakukan bersama Juno saat ini. Ia hanya mencoba memunafikkan semua ini untuk sesaat.

Saat ini yang terdengar hanya suara leng*han dan d*esa*an dari keduanya yang terdengar sangat menggoda. Hingga beberapa saat apa yang mereka lakukan menuntut penuntasan segera. Mereka semakin terbawa suasana dalam ga*rah mereka bersamaan yang semakin membawa keduanya seolah-olah terbang ke awang-awang ke*ikmatan surgawi dunia. Juno menggenggam erat tangan Amora dan di balas Amora dengan hal yang sama. Sesaat mereka lupa segala-galanya dan larut dalam h@sr@t mereka.

Juno perlahan membuka matanya dan menatap wajah Amora dengan tatapan sendu dan nafas tersengal-sengal. Dia tersenyum penuh kehangatan pada Amora dan meng*c*p lembut kening Amora. Amora sialnya malah berexpresi menikmatinya. Membuat Juno kembali terkekeh, sesaat Amora tersadar dengan apa yang ia lakukan. Ia segera mendorong tubuh Juno dan buru-buru bangkit mencari pakaiannya yang berserakan. Juno pun terbaring ke samping Amora seraya menarik selimut menutupi tubuhnya kembali.

Dengan tubuh polosnya ia berlari ke kamar mandi meninggalkan Juno yang masih menertawakannya seraya berbaring kembali di ranjang dan memeluk gulingnya. Sesaat ia kembali merasa lelah. Ia mencoba untuk menetralisir dirinya sesaat dengan tidur sebentar.

***

Saat Amora keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaiannya dengan lengkap. Ia melihat Juno sudah tertidur dengan hanya seutas selimut saja. Bisa-bisanya dia di paksakan lagi oleh lelaki ini. Bodohnya dia tidak bisa melawannya. Selalu saja dia kehilangan kewarasannya saat Juno mulai menjamahnya.

Amora terus mengeringkan rambutnya yang basah, sambil sesekali matanya tertuju pada Juno yang masih tertidur. Lelaki itu terlihat tenang dalam tidurnya.

Amora yang sudah selesai mengeringkan rambutnya dan sudah rapi segera keluar kamar meninggalkan Juno yang masih saja terlelap.

BERSAMBUNG...

1
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian Juno yg ditinggal neneknya
Nur Syamsi
Saudah cocokmitu, klaw amorah tinggal dirumah nenek Juno, spya Junonya Tdk Tdk kepikiran kalaw Amorah tinggal dirumah mamamnya
Nur Syamsi
klaw bisa Amora ma Juno tinggal dirumah nenek dulu, untuk ketenangan Juno dan Amora yg hamil mudah
Nur Syamsi
akhirnya ketahuan tu simertua arogan
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
nenangin diri dulu dirumah nenek Juno, ntar Amoranya mrsa kehilangan pasti dia mencarimu dan klaw sudah baikan tinggal sja dulu dirumah nenekmu dmi menghindari mama mertuamu
Nur Syamsi
ya balik dulu ke rumah nenekmu Juno untuk nenangin diri.....biar Amorahnya sadar diri....
Nur Syamsi
bagaimna Amira maw bersikap layaknya seorang istri klaw mamanya yg mendukungnya, kecuali Ros dan pelayan lainnya
Nur Syamsi
makanya jgn permainkan pernikahan, pa lgi yg kau harap ada istri dan anaknya yg menanti,
Nur Syamsi
jaga sikap Sinta, walaupun pernikahan dr Juno didasari dg perjodohan berarti itu sdah jodonya dr Juna, makanya nenek Widya selalu menekankan cari laki, Krn mgkin nenek Widya tau bahwa Sinta ada hati ma Juno
Nur Syamsi
mama mertua matre papa .....
ReeNo AdiIrwansyaah
semua mental orang itu emang berbeda beda tapi juno memiliki mental yg tipis yg sabar junn jangan ikutan tren budir
Dandelion Kecil: itu yg saya maksud karakternya masih lemah, karna penjabaran konflik masih sangat minim. itu di sebabkan dulu saya di kejar target up. jika harus revisi banyak sekali yg harus saya rombak. ini bukan karya terbaik saya tapi malah terlanjur rame yg baca 🙏
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
Mng Icut
istri tak tau sopan santun,harusnya di buang aja,masik banyak cewe yng bisa menghargai suami
Hadimulya Mulya
menyerah katanya,tapi msh di pertahan kan rumah ttg nya,berarti kan munafik
Suhar Suharsoyo
kurang greget,seharusnya kasih Amora pelajaran sampai semenyesal mgkn,biar betul2 kapok dia,kasihan kunonya SPT lelaki pecundang aja
Dandelion Kecil: banyak yg bilang gitu. kayaknya iya. Karakter Juno terlalu lemah.
total 1 replies
Lisa Icha
kayaknya ceritamu ini seru Thor n aku mampir ya
Dandelion Kecil: 👍😘😘😘😘
total 1 replies
tististis
asyek kayak nya bang Juno.
Lea Octa
Lanjut baca ...bikin penasaran alur ceritanya
Dandelion Kecil: 🤗🤗🤗😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!