NovelToon NovelToon
RAGA SENJA

RAGA SENJA

Status: tamat
Genre:Komedi / Bad Boy / Teen School/College / Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Tania22

Raga Sebastian Aldevano Buwana siswa paling bermasalah di sekolahnya. SMA GANESHA merupakan tempat ia bertemu dengan siswi paling hiperaktif, lugu, dan super ceria Senja AURORA Sejak ditolong oleh Senja udah jatuh cinta pada Raga, Senja bertekad agar Raga menyukainya


BAGAIMANA KELANJUTAN KISAH MEREKA ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 JEJAK KEHILANGANNYA

...Sekarang teratai itu telah rayu...

Bel sekolah berdering nyaring. Raga meninggalkan kelas ia harus menemui Senja sekarang. Masalah mereka harus selesai hari juga. jujur saja sejak tadi ia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik karena kejadian Senja memutuskannya tadi masih terngiang-ngiang di kepalanya

" Ga ! Lo mau ke mana buru-buru banget ? Glen memanggil

" Mau nyari Senja " jawab Raga

" Ngapain dicari ! Bukannya ini yang Lo Pengin dari dulu Putus dari Senja ? tanya Glen membuat Senja menoleh

" Harusnya Lo bersyukur dong, Udah bisa berduaan sama Celine sekarang Senja juga nggak bakalan ganggu-ganggu Lo lagi Gue rasa dia tau batasan dengan sebutan mantan Pacar !" Glen memasukkan bukunya dengan santai ke dalam tas

" Harusnya Lo seneng dong Ga, Lo Udah Putus dari Senja " timpal Niko, Pandangan kedua Cowok itu itu tak bersahabat Pada Raga, setelah mengetahui apa yang dilakukan Celine pada Raga, Glen dan Niko tahu dari teman-temannya yang sejak tadi bergosip di kelas

Raga bungkam, Glen dan Niko memang benar, Sekarang kedua temannya itu balik menyerangnya ia tahu apa yang dilakukan dengan Celine selama ini salah Termasuk kejadian Fatal tadi

" Lo bilang Lo Sayang sama Senja Raga bagus sih " Ucap Niko " Tapi, kayaknya Udah terlambat, Ga Senja Udah benci banget sama Lo setelah kejadian tadi "

" Gue nggak ada Waktu dengerin ngoncehan berdua Gue mau nyari Senja sekarang ? Raga keluar kelas meninggalkan kedua temannya di kelas

" Eh Lo liat Senja nggak ? tanya Raga Pada salah satu teman sekelas Senja. Siswa yang baru keluar kelasnya itu menggeleng

" Nggak liat gue. Cuma di kelas aja tadi, dia Cepet-cepet Pergi "

" Oh, gitu ? Oke, makasih " Raga berjalan masuk ke kelas Senja saat Naomi hendak keluar kelas. Cewek itu langsung

" Ngapain Lo ke sini " tanya Naomi Jutek

" Lo liat Senja ? Dia Udah Pulang "

" Nggak usah nanya-nanya Senja lagi Lo ! Gue seneng Senja udah Putus dari Lo Gue jadi bisa duduk lagi sama Senja Dan dia nggak bakalan kena masalah lagi, gara-gara Celine dan nggak berurusan sama Orang bengis Kayak Lo, "

" Gue nggak ada Waktu ngurusin Lo!" Raga keluar dari kelas karena ia tidak ada di sana

...••••...

" Lo nyari Senja " Suara Satria membuat Raga menoleh Padanya " Dia udah Pulang"

Satria masih berjalan di lorong dengan Raga Namun Cowok di sebelah Satria meliriknya dengan tatapan menghunus

" Lo Suka sama Senja, Ga ? Pertanyaan Satria membuat Raga berdecak. ini bukan saatnya membahas perasaannya ia harus segera menemui Senja

" Nggak usah tanya-tanya Lo ! Gue mau nyari Senja ke rumahnya, "

Satria menarik bahu Raga " sebelum Lo Pergi nyari Senja Lo harus liat isi mading sekolah hari ini, Ga "

" Buat apa " Raga mulai semakin gerah karena Satria mengulur-ulur waktunya

" ini Soal Senja Gue Udah baca semuanya itu Pun kalau Lo mau "

Saat melewati mading sekolah, Raga teringat dengan kata-kata Satria, lalu berjalan ke arah Papan tersebut. Cowok itu memperhatikan dengan seksama ia melihat kertas merah dengan gambar hati yang retak. Raga tahu maksud dari kata-kata Satria

...TERATAI YANG RAYU 💔...

...Aku selalu percaya bahwa kamu akan membalas perasaanku suatu saat nanti. Aku selalu percaya bahwa apa yang aku usahakan tidak pernah sia-sia meski aku tahu bahwa kamu tidak pernah menyukai keberadaanku di samping mu...

...Kamu adalah alasanku untuk tetap tersenyum di saat seluruh orang membenciku tetapi mengapa kamu tidak pernah bisa...

...membalas perasaanku...

...Apa karena aku Gadis buruk rupa yang beruntung bisa mendapatkanmu meski hatimu bukan untukku...

...Aku tidak marah bila kamu tidak menyukaiku Aku juga tidak marah bila kamu selalu bersamanya Aku marah pada diriku sendiri karena tak pernah bisa memahamimu...

...Di saat dia seluruh Orang bisa membuatmu tersenyum, tertawa dan merasa bahagia Bersamaku jutsru membuatmu sebaliknya...

...Kamu selalu marah tiap kali kita bertemu Kamu selalu pergi dengannya tiap kali kita aku membutuhkanmu...

...Aku terlalu berharap banyak Padamu, Menggantungkan hidup ku...

...Padamu sampai-sampai aku melupakan perasaanku sendiri pada hatiku yang sudah lama hancur karena seluruh orang pergi meninggalkanku. Lagi dan lagi kamu berbuat kesalahan yang sama dan bodohnya aku selalu memanfaatkanmu, Memanfaatkan seluruh kesalahanmu...

...Aku terlalu bodoh terlalu percaya padamu hingga aku sadar bahwa semuanya semu. Semua yang keluar...

...dari mulutmu itu Palsu. Semuanya hanya drama dan bodohnya aku masih tetap percaya padamu...

...lambat laun aku mengerti bahwa apa yang selama ini kukejar ternyata tak pernah berpihak padaku...

...Kamu hanya halusinasi yang di ciptakan di kepalaku fenomena di matahari terbit di barat mustahil tidak mungkin laki-laki seperti kamu bisa menyukai perempuan seperti aku...

...Sekarang aku mengerti. Aku akan pergi menjauh Anggap saja Cerita kita telah usai Anggap saja semua rasaku tak pernah ada meski hatiku berkeping-keping dengan kenyataan yang menghantam kepalaku kuat-kuat...

...Sekarang bungan teratai itu layu ... dan...

...sebentar lagi akan mati...

Raga mengembuskan napasnya setelah membaca kata-kata terakhir di kertas mading. ia Pernah memberi Senja bungan teratai air yang Penggambaran tentang Perempuan itu

Kilasan ingatan saat Perkataan dan Perbuatan kasarnya pada Senja berebut ingin menempati di Pikirannya saat sedang membentak Senja berkata kasar, hingga menghinanya. Namun saat bersama dengan Celine semua berbanding terbalik, ia selalu mengistimewakan Cewek itu ketimbang kekasihnya

Runtutan kejadian itu seperti Film usang, yang berputar begitu saja di kepalanya secara terus-menerus Raga melipat kertas itu dan menyimpannya ke tas. ia memukul kepalanya yang terasa sakit

Perasaan bersalah menghujam Raga semakin dalam. ia tahu sudah menyakiti Senja menyakiti hati itu begitu dalam saat Senja sampai berkata benci dan akan menjauhi darinya

Raga harus menemukan Cewek itu secepatnya untuk meluruskan kesalahpahaman ini Baginya, Senja tetap kekasihnya

...••••...

Hujan deras ditambah kilatan Petir, mengantar Raga Pulang ke rumah Senja sambil membuka kaca helmnya Cowok itu mengedarkan pandangan karena rumah itu sepi tidak ada satu pun Orang terlihat. hanya ada kendaraan-kendaraan terparkir di garasi rumahnya

Raga memencet bel berkali-kali sambil menghalau air hujan yang membasahi tubuhnya namun tak ada yang keluar. Raga teringat dengan Cerita Senja kalau assiten rumah tangganya di Pecat Pantas saja rumahnya tampak sepi

Raga memilih berteduh di dekat rumah Senja ia mengambil Ponselnya di dalam tas dan menghubungi Senja, namun tidak aktif berkali-kali ia mencoba menghubunginya bahkan mengirim Pesan namun sama sekali tak ada balasan dari Senja

" Lo ke mana, Senja ? gumam Raga menggigil, khawatir hujan akan semakin deras

" Permisi, Bu ? Raga menghentikan seorang wanita berpayung yang lewat di depannya " Maaf, saya mau tanya ibu tau yang Punya rumah ini Pada ke mana ya semuanya Bu "

" Oh nggak tau, Nak saya tadi Cuma lihat Neng Senja Pergi Pake baju sekolah bawa mobil "

" Senja ? Bawa mobil ? gumam Raga terkejut " ibu kenal Senja "

" Siapa yang nggak kenal Senja di sini ? Senja sering bantu Pembantunya beli sayur Pagi-Pagi ke warung saya. Dia,kan sering di sakiti Mamanya ? Ucapannya membuat Raga meneguk ludah " Mungkin sebentar lagi juga Pulang kalau boleh tau, kamu siapa "

" Saya ... temannya Senja " Raga terdengar tidak yakin dengan suaranya sendiri " kalau begitu, Saya pergi dulu Bu," Cowok itu melajukan motornya pergi menjauh Di mana pun Senja, Raga harus menemukannya

Sampai malam hari Pun ternyata Raga tak menemukan Senja Rumahnya masih kosong Raga memukul stang motornya Tidak tenang. ia nyaris gila karena tidak menemukan Senja

" Senja Lo di mana "

...••••...

" Naomi " Panggil Raga begitu melihat Naomi berjalan di lorong sekolah

" Cuma Lo sahabatnya Senja di sini mungkin Lo tau keberadaan dia. gue sama sekali nggak tahu Senja di mana. Dia hilang tanpa kabar Gue udah kayak orang Gila mikirin Senja ? Raga memaksa Naomi " Tanya Senja,dia udah sampe sekolah belum ? tanya Raga pada Naomi yang hanya diam memandangnya " Naomi Jawab gue "

" Senja nggak sekolah " Naomi dengan wajah kesal " Gue liat suratnya ada di meja wali kelas gue. Dia sakit "

" Sakit " tanya Raga Memikirkan Senja sakit semakin membuatnya tidak tenang Dia sakit apa ? Di mana "

" Mana gue tahu ! Naomi dengan suara bergetar membalas Raga " Dari kemarin gue Udah nyoba nelepon Senja, buat minta maaf tapi hapenya mati. Gue ngerasa jadi temen yang jahat karena udah ninggalin Senja di saat dia lagi ngebutuhin gue itu semua gara-gara Lo sama Celine tau nggak "

" Maksud Lo apa ? Gue nggak ngerti "

" kemarin gue bilang sama Senja kalau gue nggak mau temenan sama dia lagi Bego gue ! Gue Cuma takut kena masalah Gue ngejauhin Senja kemarin dan milih Pindah duduk sama Rani dan gue nggak mau duduk sama dia lagi. Harusnya gue nggak ngelakuin itu ke Senja "

" Lo ngelakuin itu " tanya Raga tak Percaya

Naomi menggaguk Pada Raga

" Ah " Raga semakin frustasi dan lebih memilih meninggalkan Naomi Pikirannya Penuh dengan Senja

satu-satunya Orang sekolah ini yang tahu keberadaan Senja adalah Celine. Raga melanjutkan langkah kakinya ke kelas Celine

...••••...

Raga tiba di depan kelas Celine saat masih sepi ia Perlahan berjalan ke pintu kelas mengamati Celine yang duduk berdua dengan gilang. mereka berdua saling melempar Pandang dengan kedua tangan bertaut di atas meja

" Aku sama Raga nggak ada apa-apa kok, gilang kita Cuma temen kamu harus Percaya dong mana mungkin aku suka sama Raga aku kan sukanya sama kau semenjak kamu bilang suka aku.aku nolak Raga dulu kamu itu alasan aku buat nolak Raga, Tapi kenapa kamu malah ngejauhin aku setelah itu ? apa itu karena Senja "

" Celine, kamu bener suka sama aku ? Gilang semakin memegang erat tangan Celine. Pandangan mata Raga sedikit kabur saat menatap Celine. Dada bergemuruh hebat melihat kenyataan itu semua Raga melihat sendiri apa yang dilakukan Keduanya

" Aku suka kamu Gilang kalau sama Raga itu, Cuma biar Senja nggak betah tinggal di rumah dan balik ke rumah neneknya Aku nggak suka sama Raga Dia suka marah-marah, nggak kayak kamu gilang. Aku sayang kamu "

Raga mengepalkan tangannya memukul Pintu kelas dengan sangat kencang. keduanya terkesiap kaget dan menoleh ke sumber suara Raga sedang berdiri di meja depan tepat di deret bangku meja Celine

Raga menggeleng sambil terkekeh sinis kepadanya " Nggak nyangka gue, Celine !" ujar Raga lalu Pergi meninggalkan kelas tadi

Raga marah. Marah pada dirinya sendiri karena terlalu buta Pada Perasaannya sendiri

Raga merasa dibohongi oleh Celine Tidak seharusnya ia menyukai Cewek seperti Celine. sekarang ia sadar telah mencintai Orang yang salah

" RAGAAA ! RAGA, TUNGGU ! Celine meraih tangan Raga, namun dengan Cepat Raga menyentak tangan Celine Raga Please ! Dengerin gue dulu Lo nggak boleh mikir ma ... "

" Mau jelasin apa lagi ? Gue udah denger semuanya Celine jadi gini kelakuan Putri sekolah ? nggak lebih dari Cewek murahan ! Raga menatap nyalang wajah Celine " Gue udah tau semuanya dan gue nggak berniat tau lebih lebih dalem kebusukan Lo ! Raga membentak Celine lalu menjauhkan dirinya Cewek itu

" Raga Please, Raga Lo itu salah Paham!" Celine semakin ketakutan mendengar nada bicara Raga yang tiba-tiba kasar padanya ia tidak pernah sekasar ini padanya

" Gue sama Gilang ... "

" Selamat Lo Udah berhasil Senja benci sama gue ! Puas kan Lo sekarang " Raga berkata dengan sorot benci lalu Pergi meninggalkan Celine

seharusnya Raga mendengarkan saran teman-temannya dulu seharunya Raga tidak Pernah suka Pada Cewek itu

...Raga benar-benar telah membuang berlian demi batu kerikil seperti Celine...

1
Senja
koq pda paham ma ceritanya ya? tanda bacanya begitu? apa aku yg ga ngerti xya, mohon pencerahan nya
Senja
ini hasil revisi apa gmn ya, tanda baca acak2an trus kalimatnya diulang-ulang bikin bingung yg bacaaa😭
Fita Desfita
aneh bgt bab nya diulang ulang mlu
Luluk Luk
tulisannya kok diulang2 tor?
kavena ayunda
ngapain sok baik sama.cellin aneh bpknya senja harusnya gk usah ngurusin anak tiri kayak nya sayang bgt ma anak tiri dripada anak sendiei bapak.goblok
kavena ayunda
gimana raga sakit mampuss😂😂
kavena ayunda
makan itu celine semoga senja dapet ganti cwok.baik
Diina Latupono
Sangat baguuss
aku sukaa
abdan syakura
kak,mhn maaf,kok dlm penulisan nya jarang tdk ada titik,koma ya?
agk ribet bacanya🙏
abdan syakura
Assalamu'alaikum
salken,kak
abdan syakura
Assalamu'alaikum
Salken kak Tania..
Aq mampir nih....
Waseng Susanti
gue mah bkn kesel sm raga sm senja, lama2 sm authornya ne keselnya...
Ris Andika Pujiono
penulisnya keren novelnya keren2
Ris Andika Pujiono
semangat Ragaa
Ris Andika Pujiono
kehilangan tuh rasanya nyeseggg
Ris Andika Pujiono
raga angin2an
Ris Andika Pujiono
rasain Raga gimana. Mang enak
Ris Andika Pujiono
hmmm kasian senja
Ris Andika Pujiono
aku sukaaa gaya senja
Ris Andika Pujiono
raga masak sih cowok dipeluk dan dicium cewek diem aja
g sempat nolak atau keenakan? 😛
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!