NovelToon NovelToon
ALIA

ALIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggun Lestari

lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

Selamat Membaca 😊😊

Setiap hari Darren semakin pintar. Kini dia sudah mulai bisa berjalan. Layaknya anak kecil yang rasa ingin tahunya lebih besar dari rasa takutnya akan hal baru, Darren berlarian kesana kemari di dalam toko. Apa saja akan dia pegang dan memasukannya kemulut. Alia harus selalu jeli dan hati hati saat menjaganya.

"Darren berhenti!!"

Alia mengejar Darren yang sudah langsung berlari keluar saat pintu toko terbuka. Tubuh kecilnya menabrak seseorang dan jatuh terduduk. Darren mendongak ke atas dan tersenyum menampakkan dua giginya yang baru tumbuh.

"Pa..pa.." Darren berkata sambil tertawa senang.

Leo menggendong Darren dalam pelukannya.

"Ya tuhan, jantungku hampir saja copot."

Ayana mengelus dadanya lega karena Leo berhasil menangkap Darren. Dia bisa saja berlari ke jalan raya.

"Heii jagoan kecil, jangan membuat ibumu capek. Lihat wajah cantiknya jadi berkeringat."

"Berhenti menggodaku terus."

Leo tertawa berhasil menggoda Alia.

"Kau sibuk?"

"Tidak. Kenapa?"

"Temani aku ya."

"Kemana?"

"Rumah sakit."

"Rumah sakit? Kenapa? Kau sakit?"

Alia menyentuh lengan Leo khawatir. Leo tersenyum senang mendapat perhatian Alia.

"Tidak. Kakek ku yang sakit."

"Kakekmu? Baiklah, aku ganti baju sebentary.6"

Setelah menitipkan toko pada Lena, dan anaknya pada pengasuh, Alia dan Leo pergi ke rumah sakit. Kakek Leo, Alex, dirawat di rumah sakit mewah dengan kamar vvip. Maklum orang kaya sakit, kamar rawatnya tetep kayak hotel bintang 5.

Alia dan Leo masuk ke kamar super mewah itu, tempat Alex di rawat. Leo mengenalkan Alia kepada kakeknya.

"Kakek, ini Alia. Temanku."

Alia tersenyum dan mengangguk sopan .

"Apa kabar kek."

Alex tersenyum melihat Alia.

"Pintar sekali cucuku memilih wanita."

Alia tersenyum malu mendengar pujian dari kakek Leo.

"Kemarilah. j1qDuduk sini nak."

Alex menyuruh Alia duduk di didekatnya. Alia nurut saja.

"Aku banyak mendengar tentangmu dari Leo. Dan kau tahu cucuku ini sangat menyukaimu." Alex tertawa. "Aku berterima kasih padamu karena cucuku bisa berubah setelah mengenalmu. Aku harap kau bisa melihat keseriusannya."

Alia hanya diam dan tersenyum. Tidak tahu harus menjawab apa.

"Nak, aku sangat menyayangi cucuku. Dia sudah tidak punya orang tua, dan hanya aku yang dia punya sekarang." Alex berkata sedih. Terlihat jelas di matanya.

"Aku tidak tahu akan hidup sampai kapan. Aku punya satu permintaan untukmu."

Alia masih diam tidak menjawab. Matanya terus menatap mata sayu kakek Leo.

"Jaga dia untukku. Aku percaya padamu."

Hati Alia bagai di remas mendengarnya. Karena sejujurnya permintaan Alex terlalu berat. Dia saja belum ada kejelasan hubungannya dengan Leo.

"Aku tidak akan membebanimu dengan mengharuskan kau dan Leo harus bersama. Cara kerja cinta, kita tidak tahu akan menjatuhkan hati kita untuk siapa. Cukup jangan membuatnya merasa sendiri. Aku tahu kau wanita yang baik."

...💗💗💗💗...

Perkataan Alex masih terbayang di kepalanya. Kepercayaan Alex terhadapnya, malah membuatnya takut. Takut jika dia menerima Leo, Alia tidak bisa membuat Leo bahagia dengan segala kekurangannya.

"Ada apa dengan wajahmu?" Leo menatap Alia tersenyum.

"Jangan pikirkan ucapan kakek." Kata Leo. "Ayo kita pulang."

Alia dan Leo jalan beriringan keluar. Di parkiran Alia bertemu dengan Farhan.

"Farhan, sedang apa kau disini?"

"Nona." Farhan kaget bisa bertemu Alia disini. "Tuan dirawat disini sejak kemarin."

"Rey? Dia sakit?"

Ada kekhawatiran dalam nada bicaranya. Leo memutuskan pergi dan memberi mereka waktu untuk bicara.

"Aku tunggu di mobil."

Leo pergi menuju mobilnya.

Alia dan Farhan duduk di bangku.

"Tuan pingsan saat sedang meninjau lokasi proyek dua hari lalu dan di larikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan tuan kekurangan nutrisi dan kurang tidur. Memang sebelumnya tuan selalu menghabiskan waktunya di kantor, kadang tidak pulang. Tuan juga jarang makan. Saya juga tidak tahu ada apa dengannya."

Alia terdiam mendengar cerita Farhan. Firasatnya mengatakan, Rey seperti ini karena pertengkarannya tempo hari.

"Nyonya langsung terbang kesini saat tahu tuan masuk rumah sakit. Sekarang nyonya ada kalau nona ingin menjenguk tuan."

Farhan tahu pasti ada masalah antara tuannya dan Alia, jadi mempertemukan mereka mungkin bisa membantu bosnya itu menjadi lebih baik.

Alia bimbang. Tapi ada ibu Rey juga, dia tidak enak kalau tidak menemuinya. Lagi pula, entah Rey mau menemuinya atau tidak.

"Tuan pasti akan sangat senang anda datang nona."

Seperti bisa membaca pikiran Alia, Farhan berkata sambil tersenyum meyakinkan.

Alia menatap mobil Leo sebentar lalu mengangguk.

"Baiklah, antar aku ke kamarnya."

Farhan mengantar Leo ke kamar Rey. Alia menyempatkan diri mengirim pesan kepada Leo.

Leo, kau pulang duluan saja. Tidak perlu menungguku.

Alia mengirim pesan nya dan memasukan ponselnya ke dalam tas.

Farhan membuka pintu kamar Rey.

"Tuan, ada yang ingin menjenguk anda."

"Siapa?" Jawab Rey singkat.

Farhan menyuruh Alia masuk.

"Alia."

Ibu Rey menyambut Alia dan memeluknya. Rey yang menunduk sedang melihat ponselnya, langsung mengangkat kepalanya. Tidak percaya Alia akan datang.

"Apa kabar nak?"

"Baik bu."

Jawab Alia. Rey menatap Alia, mata mereka bertemu.

"Rey terlalu banyak bekerja. Kau tahu, dia gila kerja sampai mengabaikan kesehatannya. Ibu tidak habis pikir, biasanya dia tidak begitu."

"Ibu."

Rey menegur ibunya, dia tidak memberitahu ibunya tentang hubungannya dengan Alia yang mulai jauh.

"Alia harus tahu, hanya Alia yang bisa menjagamu."

Alia dan Rey sama sama canggung mendengar kata kata ibunya ini.

"Farhan, bawa Ibuku pulang ke apartemenku."

Rey menyuruh Farhan membawa ibunya. Bisa bisa ibunya ini melakukan hal yang lebih memalukan nanti.

"Baik tuan. Mari nyonya."

"Baiklah. Ibu tahu kalian pasti ingin berdua. Ayo Farhan kita pergi."

Setelah ibunya dan Farhan pergi, Rey menyuruh Alia duduk di sampingnya.

"Maaf, Ibuku tidak tahu hubungan kita seperti apa."

"Tidak apa apa. Aku tidak sengaja bertemu Farhan tadi. Jadi aku tahu kau dirawat disini."

Mereka berdua sama sama terdiam.

"Maaf."

Rey akhirnya membuka suara.

"Untuk apa? Kau sudah berulang kali meminta maaf padaku. Aku sampai bosan mendengarnya."

Alia berusaha mencairkan suasana.

"Aku menyerah Al."

Alia terdiam. Antara terkejut dan tidak percaya dengan pendengarannya.

Bukankah ini yang kau inginkan?? Tapi entah kenapa hatinya sakit.

"Aku terlalu percaya diri kau akan kembali padaku karena adanya Darren. Tapi aku salah. Setelah aku memikirkan semuanya. Keslahanku memang tidak bisa dimaafkan, sekeras apapun aku meminta maaf padamu."

Alia mendengarkan setiap kata kata yang keluar dari mulut Rey. Hatinya sakit.

"Satu permintaanku Al, kau harus bahagia."

Rey tersenyum tulus menggenggam tangan Alia.

"Kau tahu, ini sangat menyakitkan. Tapi aku baik baik saja."

Rey tersenyum getir. Alia tahu senyumnya itu hanya untuk menutupi kesedihannya.

Alia masih diam. Dia tidak tahu dengan perasaanya sendiri saat ini.

"Bicaralah. Apa kau sedang sariawan? Coba lihat."

Bisa bisanya Rey menggodanya setelah berbicara seperti itu. Alia memukul bahu Rey.

"Hentikan. Kau bercanda di waktu yang tidak tepat."

"Lalu aku harus bagaimana? Melihatmu diam seperti itu. Apa aku harus menangis?"

Alia menggigit bibirnya menahan tangis. Matanya berkaca kaca.

"Jangan menangis. Kau harus bahagia."

Alia menemani Rey cukup lama, sampai hari sudah gelap.

"Farhan belum datang, apa tidak apa apa kau sendiri?"

"Apa kau akan tetap disini kalau aku memintamu?"

"Aku.. tidak bisa. Darren pasti rewel mencariku."

"Kalau begitu pulanglah. Aku akan ke rumahmu nanti."

Alia pulang menggunakan taksi. Sepanjang jalan pulang, Alia banyak berfikir. Rey sudah melepaskannya, itu artinya dia bisa menerima Leo bukan.

Ada sedikit rasa tidak rela saat Rey memutuskan melepaskannya. Apa karena pengaruh dari lamanya pernikahan mereka dulu. Alia seperti kembali ke masa beberapa tahun lalu saat Rey dan Alia saling mencintai.

...~○•○~...

jangan hujat alia, please 😢😢

kalian tahu tidak perasaan tidak ingin melepaskan karena sudah terbiasa.

kira kira seperti itu yang alia rasakan, dia kan lumayan lama juga nikah sama Rey.

wanita kan aneh, kadang dia lebih memilih laki laki yang membuatnya sedih dari pada yang membuatnya bahagia.

karena aku pernah ngalamin. huhuhu

support terus yaa.. comment kalian mood booster buat aku lanjutin.

makasih...

1
may89
aku kok jadi g respek sama alia ,,jadi kaya cewe,,,,,
Lina Ariani
hedeh...pasti rujuk lgi...udh dibuang jg
yunna
dasar Alia PLIN plan
yunna
Alia PHP tu in Leo
Kasma Aisya
saya jengkellihat Rey, sikapnya seolah-olah dia tdk ada salah sama Alia.
Rina Wardani
sesion 2 tiba2 leo hidup lagi dan menjadi orang ketiga dirumah tangga alia dan rey 😁✌️
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar
Mustika Ayu
WAHAI PARA PELAKOR,,,, SEMOGA DOSA DOSAMU DIAMPUNI OLEH ALLAH SWT
Momo R
harus nya rey itu bepikir dewasa, krna pikiran nya yg pendek gampang emosian mknya alia lebih memilih menyembunyikan nya. coba dibalik lagi seandainya rey jdi bumil dan memiliki suami kya rey psti memilih tindakan kya alia
Momo R
ttp gk bisa move on dri leo
Momo R
kalo mau mati beneran itu dicabik2 terus dikubur dlm lubang yg berbeda
Momo R
ortua bima kmna?
Momo R
jangan lupa mampir dinovelku, silahkan cek profil aku🤗
Momo R
aku tetap pda mu leo🤗
Momo R
seandainya leo msh hidup, psti lebih menyenangkan skrg
Momo R
nyesek rsanya
Momo R
knpa harus ada yg mati disalah satu mereka😭
Momo R
halahh, cuman kekasih meninggal aja mlh menyalahkan teman, dan lagi kekasih meninggal knpa harus sakit hati sedalam itu, cuman baik didepan doang
Momo R
gk suka sma alia, kalo benci ya gk usah diperhatiin lagi sekalipun babak belur krna leo. benci dri mulut doang, mau nata hati aja msh plin plan. harus tegas dong
Dina Lubis
Alia nya terlalu murahan jadi perempuan.
Yuniafida
Awal yg menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!