Warning 21+ guys ... harap cek umur dulu sebelum baca.
***
Arya seorang Presdir di sebuah perusahaan terjebak pesona sekretaris pribadinya sendiri yang setiap hari sering berinteraksi dengannya.
Suatu hari mereka terpaksa tinggal satu kamar dan tidur satu ranjang. Bisakah Arya bertahan dengan godaan ranjang dari sekretaris mudanya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Kenikmatan Terlarang Part 5
Arya terus mendekatkan wajahnya dan Anna hanya bisa terdiam di tempatnya. Lalu ketika bibir mereka sebentar lagi akan bertemu, kedua mata gadis muda itu pun terpejam seolah memang sudah menunggu momen mendebarkan ini.
Bibir mungil Anna dinikmati oleh Arya secara perlahan dan penuh penghayatan. Tidak disangka ciuman lembutnya itu mendapatkan sambutan yang baik dan hangat dari Anna yang sepertinya tidak menolak sama sekali dicium oleh Bosnya itu.
Entah memang karena sudah terbawa suasana atau karena Anna memang melakukan balasan ciuman itu secara sadar.
Lambat laun yang awalnya pelan semakin lama menjadi semakin menuntut dan ingin hal lebih dari sekedar ciuman saja. Keduanya terhanyut hingga posisi tubuh mereka pun sudah berganti posisi.
Arya sudah ada di atas tubuh Anna meski tidak menindih secara langsung karena tubuhnya masih bertopang pada lututnya.
Untuk sesaat mereka berhenti dan saling bersitatap kembali dengan sorot mata yang sudah berkabut gairah. Hanya satu anggukan saja maka kenikmatan terlarang pun bisa mereka tabur bersama dan menuai pundi-pundi dosa besar karena berhubungan badan di luar pernikahan yang sah.
Anna belum kunjung mengangguk dan Arya yang tahu kalau lawannya saat ini tidak menginginkan penyatuan mulai sadar dari kekhilafannya tadi.
Wajahnya dia usap karena merasa frustasi bisa melakukan hal senekat ini pada sekretarisnya sendiri.
"Maaf, aku nggak sengaja tadi," ucap Arya. "Aku terlalu terbawa suasana saja. Sekali lagi maafin aku!" lelaki itu pun mulai turun dari atas tubuh Anna dan kembali ke tempatnya semula.
Brukk!
Dengan secepat kilat kali ini Anna yang naik ke atas tubuh Arya dan tubuhnya yang memang hanya dibalut lingerie seksi membuat paha mulusnya terlihat dengan jelas.
"Kamu ngapain?" gugup Arya.
"Sebenarnya selama ini aku udah jatuh cinta sama Bapak sejak pertama kali bertemu."
"Hah," kaget Arya.
"Aku cinta sama Bapak," ulang Anna dengan tatapan yang serius. "Aku nggak masalah kok dengan perlakuan Bapak barusan. Aku malah seneng. Kalau Bapak ingin lebih, aku rela menyerahkan hal yang paling berharga dalam hidupku buat Bapak karena Bapak adalah orang yang sangat aku cintai."
"Tapi bukannya kamu cuma anggap aku sebagai ayah saja?" kernyit Arya.
"Bapak lebih dari itu. Dan aku suka sikap kebapakan Bapak. Aku serasa mendapatkan sosok ayah dan kekasih dalam waktu bersamaan."
Arya sesaat terpana mendengar pengakuan Anna, sebelum bibirnya diserang kembali oleh bibir mungil gadis cantik itu dengan penuh nafsu.
Karena tidak kunjung ada balasan. Anna berhenti dari aksinya dan menatap Arya dengan pandangan sedih.
"Bapak nggak cinta sama saya ya?" ucapnya sedikit parau. "Maaf kalau aku begitu lancang."
Anna pun akan turun dari tubuh Arya namun gerakannya dihentikan oleh lelaki tampan itu.
Kedua lengan atas Anna -Arya tahan sehingga posisi gadis itu masih tetap duduk di atas tubuhnya meski sedikit menurun karena Arya kini sudah sedikit bangkit dari posisi semula.
"Aku juga cinta sama kamu." aku Arya.
"Kalau gitu lanjutkan hal yang ingin Bapak lakukan sejak tadi," lirih Anna.
"Boleh lebih?"
Anna mendekatkan bibirnya pada kuping Arya dan berbisik, "Nikmati aku sesukamu, Pak. Kasian adik kecilmu sudah terlalu tegang." setelah mengatakan itu Anna menatap lelaki di depannya itu dengan senyuman menggoda.
Arya pun mencium kembali bibir mungil Anna dengan rakus.
Bersambung ....