NovelToon NovelToon
Sunda Bule

Sunda Bule

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Masalah Pertumbuhan / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Teen / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Sequel dari novel "Abang Bule Itu Jodohku"
Altezha biasa di panggil Tezha atau Ezha merupakan pewaris Klan Vins selanjutnya.

Apa kah sang pewaris mau dan mampu memikul tugas itu dengan baik sedangkan dia mempunyai sifat keras kepala dan tidak suka di atur?

Namun akhirnya dia harus menjalani hidup nya di kampung halaman sang Mimih. Dengan ke adaan 180' berbeda dengan kehidupan sebelum nya hingga bertemu dengan seorang gadis polos, blak blakan, galak plus cerewet nya mengalahkan toa .



Staycun teros yaaaaa


18+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jegatan di tengah jalan 1

Pukul 11malam mereka pulang, selepas acara pengajian di rumah emak Tezha dan Ajeng memutuskan untuk pulang saja padahal Emak dan Abah sudah menyuruh mereka menginap agar besok pagi tidak bolak balik lagi ke rumah emak. Namun karena alasan tidak bawa baju ganti akhirnya Ajeng memaksa Tezha untuk pulang saja.Lagian bapak sendirian kan dirumah tidak ada teman nya, takut tiba tiba ada janda yang nyulik.

Ajeng dan Tezha pulang dengan membawa berbagai macam makanan serta kue sisa pengajian tadi. Emak memberikan dua kantong asoi besar pada Ajeng.

Buat besok pagi sarapan

Begitu kira kira ucapan emak tadi. Ajeng mengeratkan pegangan nya pada jaket yang di pakai oleh Tezha. Udara malam ini begitu dingin tidak seperti biasanya, mungkin karena mau kemarau.

"Dingin ya."

Ajeng yang tidak sadar tengah bersandar nyaman di punggung lebar itu sembari menutup mata pun segera membuka sedikit matanya.

"Emm..Enggak, udah anget kok."

Ajeng memasukan kedua telapak tangan nya kedalam jaket hoodie abu abu yang di pakai oleh Tezha. Tezha mengendari motor antik nya dengan santai sembari menikmati angin malam yang berhembus dingin.

"Perasaan aku malam ini kok dingin banget ya Al, muka aku sampe beku gini rasa nya."

Nah kan cewek itu emang gituh, giliran di kasih kode sok sokan.Eh giliran si lakik nya diem sok mancing mancing, Tezha menyunggingkan senyum nya mendengar ucapan gadis yang tengah memeluk nya itu. Lebih tepat nya sih hanya memasukan kedua tangan nya ke dalam kantong jaket hoodie nya saja.

"Kan tadi aku udah tanya Ayy, kamu dingin gak. Kamu jawab gak."

Ajeng hanya nyengir kuda saat mengingat ucapan nya tadi. Tapi memang tubuhnya tidak dingin karena tubuh kecilnya terhalang tubuh besar milik Tezha. Hanya saja wajahnya yang terasa dingin sekarang walaupun tengah menggunakan hijab.

"Sembunyiin muka nya di punggung aku kalau muka nya dingin mah, kalau gak malahan bisa kaku nanti."

Ajeng merengutkan wajahnya sembari memukul bahu kokoh Tezha yang pasti nya bikin nyaman buat senderan. Dari pada harus senderan di bahu jalan mending senderan di bahu Tezha dari pada nganggur.

Laju motor Tezha semakin memelan saat melihat ada dua atau tiga orang di depan sana tengah menghadang jalan dengan dua motor dari jarak yang cukup lumayan jauh Tezha sudah jelas bisa melihat orang orang itu. Padahal jarak rumah bapak mertua nya tinggal beberapa ratus meter lagi, Dan sialnya ini adalah tempat yang tidak ada sama sekali rumah warga dan di dominasi oleh semak belukar dan kebun pisang.

Ajeng yang merasa motor yang di naiki oleh nya serta Tezha memelan pun segera membuka matanya. Ajeng mengira kalau mereka sudah hendak sampai rumah.

"Al udah mau nyampe ya."

Tezha tidak menjawab nya, Tezha malah mengelus lembut punggung tangan Ajeng yang ada di dalam kantong jaketnya. Ajeng yang merasa aneh dengan tingkah Tezha yang di tanya malah diam dan cari cari kesempatan dalam kedinginan akhir nya menegakan kepalanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada tiga orang mencegat jalan mereka.

"Al...!"

Rasa takut sudah menyelimuti Ajeng saat ini, namun dengan tenang Tezha menenangkan nya dengan cara meraih telapak tangan Ajeng lalu mengecupnya lembut. Ajeng tidak menolak dia saat ini tidak peduli mau Tezha nyium tangan dia bahkan bibir dia pun saat ini tidak peduli, yang dia pedulikan sekarang adalah mau apa orang orang itu mencegat mereka.

"Percaya sama aku okey!"

Mulut nya berbicara namun mata beda warna itu mengarah tajam ke arah depan tepat di mana ketiga orang yang sengaja tengah mencegat jalan mereka itu duduk santai di atas motor mereka.

Jarak mereka semakin menyusut, saat ini diantara mereka hanya terpaut jarak sekitar dua puluh meter saja. Tezha menghentikan laju motor nya tanpa mematikan mesin motor di jarak sekitar 15 meter dengan orang orang itu.

"Mereka siapa Al, kenapa ngalangin jalan kita."

Tezha menoleh kebelakang sembari mengembangkan senyum tenang ke arah Ajeng yang terlihat sudah khawatir. Tezha mengambil telapak tangan kanan Ajeng mengelus nya pelan lalu mengecupnya lagi seperti tadi.

"Kamu percaya kan sama aku."

Ajeng mengerejabkan matanya lalu mengangguk polos

"Kalau nanti terjadi apa apa sama aku, kamu harus segera lari secepat mungkin ke arah pemukiman warga. Ingat kepemukiman warga sembari berteriak minta tolong, jangan ketempat sepi apa lagi ke arah kuburan, paham!"

Ajeng mengangguk cepat seolah tengah diperintah oleh bapak nya saat dia masih kecil. Namun tiba tiba dia tersadar, Tezha menyuruh dia lari kalau terjadi sesuatu padanya? Terus nanti yang nolongin suami bule nya siapa kalau dia lari.

"Jangan membantah,sekali ini saja nurut sama suami kamu. Kamu gak mau kan jadi istri durhaka terus di panggang hidup hidup di api neraka."

Seakan tahu isi pikiran istri bebal nya itu, Tezha tidak memberikan kesempatan untuk Ajeng membantah perintahnya yang mutlak. Ajeng hanya mengangguk patuh, gadis itu akui kalau aura Tezha malam ini tidak seperti biasanya. Mata beda warna itu menatap tajam padahal biasanya mata itu selalu penuh kelembutan bahkan saat mereka sedang bermasalah dengan si Royko ayam di sekolah, tidak ada amarah serta emosi cukup tenang. Namun berbeda dengan saat ini, mata itu sedikit membuat Ajeng......Merinding.

Terlihat ketiga orang itu mulai geram dan bosan menunggu mereka mendekat. Namun karena Tezha menghentikan motornya agak jauh dari mereka, mereka pun sudah tidak sabaran lagi. Tezha bukan bocah bodoh yang menghentikan motor nya di dekat mereka, memang nya Tezha mau apa dekat dekat dengan mereka pdkt.

Ketiga orang itu turun dari motor mereka yang membentang menghalangi jalan, dengan berjalan santai serta terkesan sok jagoan mereka mendekat ke arah motor Tezha dan Ajeng sembari menghisap nikotin di mulut nya.

"Turun sia anying!" ( Turun kamu anj*ng)

Sembari mengacungkan sebuah belati, salah satu dari mereka menggertak Tezha agar takut dan menuruti kemauan nya.

"Al mereka bawa piso." Cicit Ajeng di balik punggung Tezha

Tezha juga tau itu piso, hadeuh istri bontet nya ini malah bikin dia gemes pingen nguel nguel manja. Pingen kecup kecup lagi walaupun hanya sekedar modus tapi kan lumayan .

"Aku tau Ayy, Kamu pikir mereka bawa apa, centong nasi!"

Ajeng hanya berdecak sembari memukul keras punggung Tezha hingga si pemilik mengaduh.

"Heh ngapain kalian malah ngobrol, turun!!"

Tezha sedikit melirik pada Ajeng, lalu menganggukan sedikit kepalanya meyakinkan Ajeng agar mempercayakan semua padanya saat ini. Ajeng dan Tezha turun bersamaan, pegangan Ajeng semakin mengerat di jaket yang di pakai oleh Tezha.

"Jangan jauh jauh dari aku, paham!" Ajeng mengangguk sedikit sembari sudut matanya melirik ke arah tiga orang yang menutup wajahnya seperti perampok.

Perampok? apa mungkin mereka perampok atau begal yang mau merampok Tezha dan dirinya.

"Die sia!" ( sini kamu)

Salah satu orang dari ketiga orang itu manarik kerah hoodie Tezha hingga membuat pegangan Ajeng terlepas. Tezha yang belum siap pun akhirnya terseret kedepan dan...

Buugghhh...

"ALLLLL......!!!"

Satu pukulan telak tepat menghantam rahang Tezha, karena tinggi mereka berbeda jauh jadi pukulan itu malah meleset mengenai rahang nya. Tezha segera menegakan tubuhnya yang sedikit terhuyung kesamping sembari memegangi rahang nya yang sedikit kebas.

"Anying, bagong sia!"

Orang itu mengumpat kasar saat pukulan nya tidak mengenai sasaran nya. Tezha bahkan tersenyum mengejek pada orang itu membuat dia semakin geram.

"Awas sia koplok!!!"

"ALLLLLL......".

BERSAMBUNG.....

**JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENAN NYA ....

RAMAIKAN LAPAK NENG YA, KALAU LIKE DAN KOMENAN NYA RAMAI NENG BAKALAN NGEUP DOUBEL LAGI KAYAK KEMAREN KEMAREN

SEE YOU NEXT PART

BABAYYYYYY....MUUUAAACCCHHH**....

1
Yatt Hayatiey
aqilla cerita gak ada ya
Mini Amora
okeee deh thor
dtunggu cerita aqilla & kakak bastiannya yaaa🤭
Mini Amora
setelah baca papih & mimihnya...
langsunggg cusss baca kisah anaknya nihhh
EembuL
astaaagaaaa gara2 ngomong si *teguh* yg ada nanti yg punya nama salah paham lgi 😃😃😂😂😂😂😂😂
Atik Kiswati
udah tamat aja nih.....
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
suka bangt cerita kayak gini bahasa sundamah emang luar biasa piseurieun🤣🤣🤣
juwita
aya bule congean iih gareuleuh🤣🤣🤣
Mazree Gati
ga masuk ceritanya, end
Mazree Gati
jadi bosan bacanya,,bantai aja si tahza biar mampus trus tamat
Mazree Gati
ceritanya jadi nggak karuan
Mazree Gati
uda berapakali skip loncat masi sama ceritanya
Mazree Gati
si ajeng uda bacotnya asal ngomong kasar anjing,judes galak ga sesuai namanya
Mazree Gati
goblok semua apa lagi authorrr
juwita
bau ajag leuweung 🤣🤣
juwita
mampir
Adhitama Cecilia278
thor bikin ceritanya tata sma regan dnk..🙏🏻
Fina Fitriani
bagus dan lucu ceritanya Thor....semoga aja ada dinasty2 bule Sunda yg lainnya.sama kaya dinasty duren sawit yg udh aku baca..... semangat terus Thor berkaryanya💪💪👏👏👏👏
Nur Lela
Ira Rachmad
Nice story...tapi. . EYD-nya di benerin lg. msh byk typo bertaburan.klo ejaannya bener aja..cakep lhoo
Ira Rachmad
kwkwkkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!