NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 - Salah Simpan Nomor

Aksa pamit mengangkat telepon sementara Alex izin masuk ke dalam kamarnya.

Tinggallah Asraf dan Bizar di ruang tengah ini.

"Kek, pinjam ponsel kakek." ucap Asraf sambil pindah posisi duduk, duduk tepat disebelah Bizar.

"Untuk apa?" tanya Bizar sambil mengernyit bingung, mencurigakan.

"Pinjam sebentar saja."

Sedikit ragu, Bizar mengulurkan ponselnya pada sang cucu. Dengan wajah berseri, Asraf menerima uluran ponsel itu dan dengan cepat mengotak atik ponsel milik sang kakek.

Asraf mengirim pesan kepada Ruhi.

Kakek Bizar:

Ruhi, kakek ingin bicara dengan mu, Penting. Keluarlah sendirian jangan sampai ibumu tahu. Kamar kakek disebelah kamarmu, nomor 3021. Langsung masuk saja, pintunya tidak kakek kunci. Pesan ini tidak usah di balas, ponselnya kakek charger.

Dengan tersenyum licik, Asraf mengirim pesan itu pada Ruhi. Ketika sudah terkirim, buru-buru ia menghapus pesan itu.

"Ini Kek, terima kasih," ucap Asraf sambil mengulurkan ponsel Bizar kembali, tanpa basa basi, ia langsung berlari keluar kamar itu. Menuju kamar 3021 yang sudah ia pesan sebagai kamar pengantin ia dan Ruhi nanti malam.

Bizar makin mengernyit bingung melihat kelakuan cucunya 1 ini. Aksa yang sudah kembali dan melihat kakeknya kebingungan itu pun ikut bertanya tanya juga, ada apa?

"Ada apa Kek? kenapa Mas Asraf buru-buru keluar?" tanya Aksa sambil mendudukkan diri di hadapan Bizar.

"Entahlah, mas mu itu memang aneh. Kamu jangan tiru kelakuan Asraf," jawab Bizar sungguh-sungguh dan Aksa malah terkekeh pelan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di kamar hotel nomor 3021, Asraf duduk di ruang tengah dengan wajah berseri-seri, persis seperti orang yang sedang jatuh cinta. Asraf senyum-senyum sendiri tidak jelas.

Ia duduk bersandar dengan kaki kanan menyilang.

"Satu," ucap Asraf mulai menghitung detik demi detik kedatangan Ruhi.

"Dua."

"Ti .... ga!"

Asraf makin tersenyum lebar, ketika hitungan ketiga sayup sayup ia mendengar Ruhi memanggil manggil nama kakek Bizar.

"Kakek! kakek Bizar." Panggil Ruhi.

Asraf bangkit dari duduknya dan menyambut kedatangan sang calon istri kecil.

"Ehem!" Asraf berdehem, ia bersandar di dinding ruang tamu ujung dan melihat ke arah Ruhi.

Deg! seketika itu juga tatapan keduanya bertemu, terkunci secara intens.

Ruhi merasa detak jantungnya semakin cepat, darahnya mendidih terasa panas. Ingin sekali ia berlari dan memeluk calon suami, tapi Ruhi hanya mampu berdiri ditempat.

Asraf melangkah mendekati Ruhi dengan tatapan yang sengaja tidak ia putus.

Debaran itu makin terasa dahsyat ketika keduanya semakin dekat. Tapi lambat laun Ruhi malah merasa takut ketika ia melihat Asraf yang selalu senyum seperti itu.

Mengerikan sekali. Batin Ruhi.

Gadis kecil ini lalu berjalan mundur ketika Asraf sudah sampai didepannya.

Asraf Mengernyit bingung, senyumnya langsung surut ketika melihat Ruhi yang malah berjalan mundur.

Dasar gadis nakal.

Tak ingin merusak suasana hatinya, akhirnya Asraf melangkah cepat dan menarik Ruhi agar mendekat padanya.

"Kenapa malah mundur-mundur?" tanya Asraf dengan kesal, ia mencengkram tangan kiri Ruhi dengan kuat.

"Mas sih, mengerikan," jujur Ruhi apa adanya, sedikit meringis merasa sakit pada pergelangan tangannya.

Melihat Ruhi yang kesakitan, Asraf melemahkan cengkraman tangannya, tapi tidak sampai terlepas.

"Mengerikan bagaimana? calon suami sendiri dibilang mengerikan, dasar bodoh." Asraf mendorong dahi Ruhi dengan telunjuknya sebanyak 2 kali.

"Kebodohanmu tidak sampai disitu saja, bahkan kamu salah menyimpan nomorku dan Aksa." Keluh Asraf dan Ruhi mengernyit bingung.

Salah simpan nomor? batin Ruhi.

"Coba sini ponselmu!" pinta Asraf, tanpa menunggu Ruhi menyerahkan ponselnya, Asraf langsung merebut ponsel itu dari tangan kanan Ruhi.

"Ini ponsel apa? bagaimana cara memakainya?" keluh Asraf lagi karena merasa bingung, ponsel Ruhi adalah android keluaran lama, body tebal dan layar tidak terlalu sensitif.

"Bukankah sisa uangmu masih banyak, belilah ponsel keluaran terbaru. Kamu ini memang pelit, perhitungan, sukanya menimbun uang bla bla bla bla."

Asraf terus mengoceh, sementara Ruhi hanya terus mendengarkan. Ia malah bertanya-tanya tentang salah simpan nomor.

Jadi nomor yang ku simpan sebagai mas Asraf itu nomor kak Aksa? lalu nomor mas Asraf yang mana? Astagfirulahalazim, jangan-jangan yang selalu menelpon dan selalu ku tolak itu, yang nomor ujungnya 00.

Aduh, matilah aku.

"Maaf Mas," ucap Ruhi lirih dan Asraf langsung berhenti mengoceh. Ruhi menunduk melihat kearah kakinya sendiri.

"Maaf karena aku salah menyimpan nomor Mas," lirih Ruhi lagi, Ruhi kini sudah tahu jika Asraf tidak suka jika ia dekat-dekat dengan sepupunya itu.

Karena ia akan menikah dengan Asraf dan bukan dengan Aksa, maka Ruhi akan lebih mementingkan Asraf dibanding Aksa. Jika Asraf memintanya untuk menjauhi Aksa maka ia akan menurut.

Tapi apa yang terjadi kini? ia malah menyimpan nomor Aksa sebagai calon suami, Asraf.

Minta maaf adalah keputusan yang paling tepat.

"Kalau bicara tatap lawan bicaramu," ucap Asraf dengan suara dingin dan Ruhi makin merasa takut, ia tidak tahu bahwa ini hanya akal-akalan si tua bangka.

Memanfaatkan kesalahan Ruhi untuk mendapatkan sesuatu yang sudah lama ia inginkan.

Perlahan, Ruhi mengangkat wajahnya dan menatap mata Asraf.

"Apa yang kamu katakan tadi?" tanya Asraf, ingin mendengar lagi ucapan maaf calon istri.

"Maaf, karena aku salah menyimpan nomor Mas."

"Hanya itu kesalahanmu?"

"Tidak, ada satu lagi," jawab Ruhi pelan, untunglah pendengaran Asraf masih tajam.

"Maaf, karena selama ini aku selalu menolak panggilan mas Asraf."

"Bagus, kalau kamu tahu. Tapi satu yang belum kamu tau, tentang cara meminta maaf yang benar."

Ruhi mengeryit bingung, ia memutar bola matanya berpikir. Meminta maaf yang benar?

"Begini caranya meminta maaf yang benar," ucap Asraf.

Setelah mengatakan itu ia menarik Ruhi masuk kedalam dekapannya, lalu menahan tengkuk gadis kecil ini dan membenamkan sebuah ciuman di bibir Ruhi.

Mata Ruhi membelalak, merasa terkejut dengan kelakuaan Asraf.

Namun lambat laun ia terlena, ketika dirasa ciuman itu sangat lembut menyapu bibirnya, atas dan bawah dengan tempo yang pas.

Ruhi tak bisa berkutik, tak bisa dipungkiri iapun menginginkan sentuhan ini. Matanya perlahan terpejam dan dengan kaku mulai membalas ciuman Asraf.

Mendapati balasan kaku dari Ruhi, Asraf merasa makin bahagia. Ia yakin jika ialah orang pertama yang menyesap bibir Ruhi.

Cukup lama mereka saling berpagut mesra, bahkan kini Asraf sudah duduk di sofa dan memangku Ruhi diatasnya.

Napas keduanya saling bersautan ketika ciuman itu terlepas. Terdengar terengah dan saling memburu.

"Begitu caranya meminta maaf," ucap Asraf setelah napasnya kembali normal, ia menghapus bekas ciumannya dibibir Ruhi menggunakan ibu jari.

"Kenapa semakin hari kamu semakin cantik?" tanya Asraf sambil menyelipkan beberapa rambut Ruhi ke telinga.

Ruhi makin merasa malu, ia hanya mampu menggigit bibir bawahnya dengan pipi yang yang sudah terasa panas, merona.

Lagi, Asraf mengecup sekilas bibir Ruhi.

"Ayo ku antar kembali ke kamar, aku takut semakin hilaf." jujur Asraf, Ruhi yang merasa malunya semakin memuncak hanya mampu memukul dada Asraf, pukulan cukup keras.

"Aw! sakit Ruhi," keluh Asraf bohong.

Keduanya sama-sama tersenyum dengan mata yang saling menatap, entahlah, setelah lama tidak bertemu, kenapa kini keduanya semakin dekat.

Ruhi turun dari pangkuan Asraf dan mulai membenahi gaunnya yang sedikit tersingkap. Ya, kini Ruhi sudah tidak memakai celana jeans dan kaos polos seperti biasanya.

Kini ia mengenakan baju sesuai keinginan Asraf. Gaun-gaun cantik yang makin terlihat indah ketika dikenakan oleh Ruhi.

Dengan bergandengan tangan, keduanya keluar dari dalam kamar.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!