NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Kesepian

Krriiiiinnggg....

"Halo, selamat pagi. Benar, ini kantor bagian pemasaran G.F Company...."

Mbak Sheryn berbicara melalui sambungan panggilan telepon. Suaranya lembut dan cara bicaranya teratur. Aku benar-benar menyukai sosok Mbak Sheryn.

Selain cantik serta berpendidikan tinggi, ia juga seorang yang baik hati. Tak heran Mbak Sheryn bisa menjabat sebagai sekretaris direktur pemasaran di perusahaan multinasional.

Beberapa saat lamanya aku disibukan dengan melihat sosok Mbak Sheryn. Sedikit melupakan pekerjaan yang diberikan padaku hari ini. Mbak sheryn menyuruhku untuk mengetik laporan strategi promosi produk baru.

Pekerjaan itu cukup melelahkan karena ada banyak dokumen yang harus direvisi. Dokumen yang lama sudah tidak sesuai dengan perkembangan pemasaran produk di tahun baru ini. Sampai menjelang jam pulang kerja karyawan, pekerjaanku masih belum selesai juga.

"Mbak Sheryn, bagaimana ini? Aku belum selesai mengetiknya," keluhku mengadu.

"Kamu bisa kerja lembur?" tanya Mbak Sheryn.

"Bisa Mbak, aku lanjutkan pekerjaannya di rumah, boleh?"

"Boleh, tapi besok jangan lupa dibawa ya, Ndy. Soalnya itu dokumen penting. Mau dibawa Pak Rudy untuk rapat besok."

"Rapat apa, Mbak?"

"Rapat dewan direksi sama Presiden Direktur."

"Iya Mbak, besok pasti aku bawa," jawabku girang seraya tersenyum, meyakinkan Mbak Sheryn. Wanita berkaki jenjang itu pun membalas senyumku dengan ramah.

**

Selesai mandi dan berpakaian, segera kulanjutkan pekerjaanku yang belum selesai. Masih ada dua file dokumen lagi yang belum kuketik. Lantas kutunda waktu makan malamku agar tidak terlambat menyelesaikannya.

"Aakhh...."

Kugeliatkan badan yang lelah akibat terlalu lama duduk. Pukul 22.17 malam akhirnya pekerjaanku selesai. Hari sudah sangat gelap. Waktu sudah menunjukan menjelang tengah malam. Suasana begitu sunyi. Hanya terdengar denting jarum jam yang berlari.

Kubuka pintu ruang tidur Tuan Asland. Setiap hari kubersihkan tempat ini. Setiap hari tirainya kubuka. Agar hangatnya cahaya matahari juga menghangati ruangan ini.

Tetapi mungkin pikiranku saja atau memang benar terjadi. Ruangan ini, tidak peduli seberapa sering aku membuka tirainya. Tidak tahu sudah berapa banyak cahaya matahari yang menghangatinya, tetap saja dingin dan hening.

Aku mengambil sebuah foto yang terpajang di kamar Tuan Asland. Itu adalah foto dengan gambar wajah Tuan Asland yang diambil sampai separuh badannya.

'Dasar dingin. Orang kejam. Huuhh....'

Dengan wajah manyun, kuumpati foto itu. Sesekali tanganku menyapu lembut permukaan kacanya. Agar debu tidak bersarang. Agar kotoran tidak menempel. Agar mataku dapat dengan jelas melihatnya.

Dahaga ini, rasa kehausan ini, kekeringan di hatiku ini, mungkinkah aku ingin melihatnya?

'Kenapa aku di sini? Kenapa aku berada di apartemenmu yang dingin dan sunyi? Apartemen ini terlalu besar untuk kutinggali sendiri. Kenapa kamu tidak kembali? Kenapa membiarkan aku membeku di sini? Kenapa mengurungku lalu meninggalkan aku pergi?'

Tidak. Ini tidak benar. Ungkapan hati ini pasti salah. Ya, aku yakin aku salah. Aku terlalu lama sendiri di sini. Pikiranku jadi kacau. Hatiku jadi amburadul. Perasaanku jadi tidak menentu.

Tidak mungkin aku merinduinya!

Sejak awal Tuan Asland sudah mengatakan hanya sesekali datang ke tempat ini. Dia sudah pernah bilang, tempat ini bukanlah tempat tinggal utamanya dan aku menyetujui permintaannya untuk menjaga tempat ini.

Aku juga senang mengetahui kalau pria beristri itu akan jarang datang ke sini, tetapi sekarang yang kulakukan malah meratapi fotonya. Meratapi waktuku yang tanpa sadar malah menunggunya.

Tidak mungkin aku berharap kehadiran Tuan Asland. Aku hanya kesepian. Aku hanya butuh teman. Ya, tidak lebih dari itu.

Seperti mengetahui irama hatiku yang sendu. Hujan pun turun dengan derasnya. Tiap titiknya jatuh dari langit hitam. Ini adalah bulan Januari tapi beberapa hari ini hujan telah mengguyur berkali-kali.

Segera aku beranjak meninggalkan kamar Tuan Asland lalu menutup rapat pintunya. Tidak mau berlarut-larut dalam kekalutan.

Uap dan asap dari air mendidih mengepul ke atas. Kuseduh teh manis di dalam sebuah cangkir teh yang ukurannya cukup besar. Aku akan menonton drama komedi untuk menghabiskan sisa malam.

Secangkir teh manis hangat dan beberapa camilan, ditambah drama komedi yang mengocok perut. Ah, sudah lengkap temanku sekarang.

"Hahaha...."

Beberapa kali aku tertawa saat menonton drama komedi di televisi. Kemudian tertawa lagi dan lagi. Tawa yang tidak pernah ada habisnya. Sampai aku tertidur di sofa. Sampai televisilah yang menontonku.

**

Esok pagi.

Ddrrtt ... Ddrrtt ... Ddrrtt....

Ddrrtt ... Ddrrtt ... Ddrrtt....

Suara berisik dari ponsel yang bergetar di atas nakas membuatku terganggu. Sedikit kugeliatkan badan dan mulai terbangun. Kubuka mata perlahan. Cahaya temaram menelusup masuk ke permukaan netra.

Yang kutahu ini masih terlalu pagi. Oh, rasanya ingin menghempaskan tubuhku lagi. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari tempat tidurku.

'Tempat apa ini? Seperti bukan tempat tidurku.'

Bergegas aku bangkit dan duduk. Barulah ku kalau ternyata aku berada di sofa dan televisi masih menyala sejak tadi malam.

"Haah, aku ketiduran tadi malam! Sudah jam berapa ini?" celotehku panik. Betapa terkejutnya aku ketika melihat jarum jam sudah menunjukan pukul 10.15 pagi.

'Mati aku! Bagaimana ini?'

Ada sekitar 20 panggilan tidak terjawab dari Mbak Sheryn dan banyak sekali pesan yang ia kirimkan ke ponselku. Tidak mau membuang waktu lagi, cepat kulempar ponsel ke sembarang arah lalu bergegas mandi.

Hari ini ada rapat dewan direksi yang juga dihadiri oleh presiden direktur. Sementara dokumen strategi promosi produk baru yang harus kuberikan pada Pak Rudy ada padaku. Padahal dokumen itu sudah kusiapkan tadi malam, tetapi aku malah bangun kesiangan.

'Gawat, Andy! Kenapa aku sesial ini!'

Setibanya di gedung perusahaan G.F Company, aku berlari sekuat tenaga menuju ruangan kantor bagian pemasaran. Mbak Sheryn dengan wajah pucat memberitahuku agar segera memberikan dokumen itu pada Pak Rudy di ruang rapat lantai 20. Dan lebih parahnya lagi, rapat itu sudah dimulai sejak setengah jam tadi.

Aku mati total. Sudah terlambat, rapat dimulai sejak setengah jam tadi dan aku harus naik ke lantai 20 pula. Walaupun menggunakan lift, tetapi menuju lantai 20 itu tetap memakan waktu yang cukup lama.

Begitu tiba di depan pintu ruangan rapat, tubuhku gemetaran. Kulihat semua dewan direksi yang berada di dalam sedang mengamati Asisten June yang berbicara dengan bahasa Inggris. Tuan Asland sendiri, sebagai presiden direktur, dia duduk di bagian lebar paling depan meja rapat.

Kutarik napas dalam kemudian mengembusnya perlahan. Kukumpulkan segenap keberanian untuk masuk ke kandang singa. Ya, Tuan Asland-lah singa itu. Bila bisa menerkam, dia pasti sudah menelanku.

Tok! Tok! Tok!

Suara pintu kaca yang kuketuk beberapa kali, membuat semua orang yang berada di ruang rapat melihatku sekarang, termasuk Tuan Asland dan Asisten June.

"Permisi Tuan, saya mau memberikan dokumen strategi pemasaran produk baru pada Pak Rudy." Suaraku gugup menemani raut muka yang pucat pasi.

"Masuk!"

Tuan Asland memberiku izin. Tak menyisakan kesempatan, aku berjalan lurus menuju Pak Rudy yang duduk di barisan nomor lima sisi kiri meja rapat. Mataku sama sekali tidak berani melirik ke sekeliling lantaran aku tahu, semua peserta rapat membidikku saat ini.

"Pak Rudy, ini dokumennya. Maaf Pak, saya terlambat," ujarku memelas seraya memberikan dokumen strategi promosi produk baru pada direktur pemasaran.

Pak Rudy menerima dokumen itu lalu menyuruhku segera pergi lewat gerakan kepala..Di tengah jalan saat aku hampir mencapai pintu keluar, tiba-tiba Tuan Asland menegurku.

"Kenapa kamu baru menyerahkan dokumennya?"

Langkah buru-buruku terhenti seketika. Aku tambah gugup dan takut saat tahu pimpinan tertinggi itu mulai menginterogasi. Tubuhku ikut gemetar saking takutnya. Perlahan aku menoleh Tuan Asland.

"Maaf Tuan, saya ... saya ... Saya...." Tergagap, benar-benar takut untuk bicara.

"Saya apa? Bicara yang jelas!"

Tuan Asland membentakku di tengah keheningan yang menyelimuti ruang rapat. Sontak seluruh penghuni yang ada di sana jadi terdiam. Hanya terdengar samar sisa gema suara bentakan Tuan Asland.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!