Plakkkk!!!
Kia menampar pipi ayahnya dengan berlinang air mata.
" Kia tidak akan pernah menuruti semua keinginan ayah, selama ini Kia sangat sabar menghadapi kelakuan ayah. Tapi sekarang?? kesabaran Kia sudah habis, ayahh, sudah habis!! "
Iya, dia adalah Kriya Anastasya, seorang gadis cantik yang akan dinikahkan dengan seorang rentenir duda beranak lima.
Ayahnya yang tega menukarnya hanya demi uang. Apakah itu bisa disebut ayah??
Tapi dengan bantuan Al sang pengusaha terkenal itu, Kia bisa lolos dari pernikahan tersebut.
Yang ternyata Al adalah orang yang pernah menyelamatkan dia dulu, orang yang sangat dingin pikirnya.
Kisah Kia masih berlanjut saat Al meminta Kia menjadi istrinya. Jika Kia menolak permintaannya itu, Al tidak segan-segan menjebloskan kakak dan ayah Kia kedalam penjara.
Tidak ada pilihan lain selain dirinya mengikuti kemauan Al.
Jadi, bagaimanakah kisahnya nanti??
Apakah keduanya bisa memberikan cinta satu samalain, atau malah sebaliknya keduanya tidak bisa mempertahankan rumah tangannya karena ego masing-masing??
Yukk simak kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMDTM BAB#26
Sesampainya di lestoran.
Al memilih lestoran yang terlihat sangat sederhana tapi terlihat sangat bagus untuk mereka makan malam disana. Tidak lupa Al menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.
Mereka bertiga memilih tempat meja yang berada dipojok belakang samping kaca lestoran yang transparan itu.
" Mbak! " panggil Al saat sudah duduk dikursi. Membuka maskernya.
" Iya, mas. Silahkan pilih menunya! " ucap pelayan itu, menyondorkan daftar isi makanan yang ada disana.
" Mas, apa benar disini kita makan?? " tanya Kia, menatap tidak percaya kearah sekelilingnya.
" Hemm " jawabnya singkat.
Tidak mengalihkan perhatiannya, masih fokus kearah menu makanan yang dipegangnya.
Benar dugaanku, kamu nggak akan terbiasa dengan makanana disini, ucap Al dalam hati. Melirik sinis kearah Kia yang sedang melihat kesekelilingnya.
" Mbak saya nasi goreng biasa sama es jeruk " ucap Al.
" Baik, Mas. Mbaknya mau apa?? "
" Samain aja Mbak, dua" kata Kia.
" Nasi goreng 3, es jeruk 3. Ada yang mau ditambah lagi Mbak, Mas??"
" Alkhan mau minta apa?? " tanya Kia kepada Arkhan yang duduk disampingnya itu.
" Naci goleng " jawabnya.
" Nambah lagi?? " tanya Kia.
Arkhan hanya menggeleng kepala.
" Udah, Mbak. Itu aja" ucap Kia.
" Baik. Mohon ditunggu sebentar " ucap pelayan itu. Mengambil daftar menu makanan, membungkukkan sedikit badannya, lalu pergi meninggalkan meja itu.
Kia masih menatap sekelilingnya, masih tidak percaya dengan semuanya.
" Kenapa?? " tanya Al tiba-tiba.
" Haa?? " jawab Kia bingung.
" Kenapa dipandangin?? " tanya Al.
" Nggak, Mas."
" Alergi?? " tanya Al.
Kia mulai paham dengan apa yang dibahas Al sekarang, " Tidak. Cuma nggak percaya aja kalau Mas Al bisa makan disini. Kirain orang kaya nggak bakal doyan makanan yang seperti ini " ucap Kia asal ceplos saja.
" Cihh, siapa bilang orang kaya tidak tau makanan seperti ini?? tidak tau tempat begini?" ucap Al mendesis malas.
" Kan aku bilangnya "KIRAIN" bukan apa-apa, jangan dipermasalah kan! jangan dimasukkan kedalam hati! " ucap Kia.
" Sama saja! " jawabnya, " Mungkin kamu yang alergi dengan makanan beginian" kata Al.
" Bentar-bentar! apa tadi? alergi? kenapa kamu bilang begitu, Mas. Mas lupa kalau aku hampir setiap hari masak makanan yang seperti ini," jelas Kia.
Al merasa dipojokkan dengan ucapan Kia tadi, tidak menjawab ucapan Kia, hanya diam.
Benar juga sih apa yang dikata kannya, kenapa aku malah yang masuk sasaran sendiri? ucapnya dalam hati.
" Nggak usah berucap dalam hati, langsung aja ngomong disini! didepan saya! " ucap Kia.
" Gajelas!! " jawab Al.
" Ehem, ehem. Mas Al membatin apa ya didalam sana" ucapnya terang-terangan.
Kia menjulurkan tangannya,,,,
Tuk!
Tuk!
Tuk!
Tangannya memukul kecil dada Al dari depan.
Mata Al membulat sempurna melihat apa yang dilakukan Kia.
Dughhhhggg!!
" Auwwww! " pekik Kia.
Al langsung menghempaskan telapak tangan Kia dengan kasar sampai membentur meja yang menjadi jarak anatara mereka berdua.
" Apa yang kamu lakukan?? " tanya Al.
" Cuma mau ngetes, Mas Kalau digituin responnya bagaimana."
Kia mengelus-ngelus telapak tangannya yang terasa sakit karena benturan dimeja dengan cukup keras.
" Ternyata begitu sakit rasanya, hehehehe " ucapnya cengingisan.
" Cihh" Al hanya mendecih pelan.
" Mama kenapa?? " tanya Al bingung melihat Kia mengelus telapak tangannya.
" Ohh tidak sayang" ucap Kia tersenyum kecil.
Setelah itu hanya keheningan yang menyelimuti, tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka.
" Permisi Mbak, Mas!" ucap pelayan itu.
Menyondorkan sebuah nampan yang berisi makanan mereka tadi.
" Trimakasih " ucap Kia.
" Sama-sama,Mbak."
Pelayan itu melenggang pergi setelah menaruh makanan itu.
Al mulai memakan nasi goreng itu dengan perlahan.
" Alkhan makan sendili, Mama" ucapnya saat melihat Kia ingin menyuapinya, menatap wajah Kia dengan lekat.
" Iya. Ini! " Kia memberikan piring yang berisi nasi goreng itu.
Arkhan menerimanya dengan senang hati, " Hemm, nyam! nyam! nyam!" ucapnya setelah menerima piring itu.
Arkhan menaruh piring itu diatas paha, mulai menyondok nasi goreng itu, memasukkan kedalam mulut berulang kali.
Kia juga memakan makananya dengan lahap, menikmati lezatnya nasi goreng itu.
Al sesekali melirik kearah Kia yang sedang makan.
Al menaruh sendoknya diatas piring, tangannya mengambil tisu yang ada disana.
Mata Kia terjolak kaget saat Al mengusap pipinya menggunakan tisu itu. Manatap lekat wajah Al.
" Nggak usah GR, ada sisa nasi dimulut mu " ucap Al.
Lalu menjauhkan tangannya dari pipi Kia, menaruh tisu yang sudah dipakai diatas meja.
Kia teflek mengusap bibirnya menggunakan telapak tangannya berulang kali.
" Sudah tidak ada" kata Al.
" Ohhh. Trimakasih" ucap Kia, menghentikan tangannya mengusap mulutnya.
" Dasar jorok! " ucap Al, tangannya mengambil tisu,mengusap bibirnya, lalu meminum minumannya.
" Haa?? jorok?? siapa?? " tanya Kia bingung.
" Cihhh! " ucap Al mensecih pelan, memalingkan mukanya.
Kia menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, bingung dengan ucapan Al.
" Mama, Alkhan udah selesai " ucap Arkhan.
" Taruh diatas meja, Sayang " ucap Kia, mengambil es jeruknya, memberikannya kepada Arkhan.
Arkhan menerima minumannya setelah menaruh piring diatas meja, " Tlimakasih, Mama" ucapnya.
Kia hanya tersenyum menanggapi ucapan Arkhan, lalu kembali memakan makanannya . Al melirik sebentar kearah keduanya, lalu mengambil ponselnya dari saku celana.
" Halo " ucap Al.
" Iya, Tuan. Ada apa?? " tanya Andre dari sebrang sana.
" Udah?? " tanya Al.
" Sebentar lagi, Tuan. Ada apa?? " kata Andre.
Kia hanya melirik sekilas kearah Al yang sedang menghubungi Andre, lalu kembali fokus dengan makananya.
" Makan lestoran! " ucap Al.
Uhuk!
Uhuk!
Kia tersedak saat mendengar Al berbicara seperti itu. Tangannya mengambil minumannya, lalu meminum dengan pelan, matanya masih menatap kearah Al.
Haa, apa tadi? makan lestoran? tidak kah aku salah dengar?? ucap Kia dalam hati.
" Baik, Tuan."
Al langsung mematikan sambungan telfonya setelah bicara.
" Mas!? " panggil Kia.
" Hemm" jawabnya.
" Tadi kamu nyuruh Andre makan lestoran?? " tanya Kia, memandang kearah Al dengan lekat, meminta penjelasan dari ucapan Al tadi.
" Ya " jawabnya singkat.
" Mas mau kalau disuruh makan lestoran?? " tanya Kia.
" Maksudnya bukan makan lestoran."
" Trus?? " tanya Kia.
" Makan di lestoran " jawab Al.
" Ohhhh " ucap Kia ber oh ria.
Al hanya menatap malas kearah Kia.
" Mama, pulang! " rengek Arkhan yang sedari tadi hanya diam.
Kia mengalihkan perhatianya, "Arkhan ngantuk?? " tanya Kia yang melihat mata Arkhan tinggal beberapa wat saja.
Arkhan mengangguk.
" Mas, udah" ucap Kia.
Al menepuk kan kedua telapak tangannya, satu orang pelayan datang kearahnya.
" Mbak minta bil nya! " ucap Al.
" Baik, Mas"
Pelayan itu menyondorkan sebuah kertas kecil yang berisi data makanan yang harus dibayar.
" Ini!! " Al menyondorkan dua buah lembar kertas berwana merah.
" Bentar, Mas. Saya ambilkan kembaliannya dulu" ucap pelayan itu.
" Tidak usah" ucap Al, lalu bangkit dari berdirinya, melangkahkan kakinya pergi dari sana.
" Mbak?? " tanya pelayan itu.
" Udah ambil aja, Mbak! " jawab Kia yang mengerti situasi.
" Trimakasih, Mbak " ucap pelayan itu.
" Sama-sama " ucap Kia.
Lalu melangkahkan kakinya menyusul Al sambil menggendong Arkhan.
.
.
.
.
.
Bersambung.