Kisah cinta dua orang sejoli yang dipertemukan lewat aplikasi pencari jodoh hingga akhirnya berhasil menjadi pasangan
Namun Ditengah kemesraan mereka , masalah demi masalah mulai bermunculan
akankah cinta mereka berujung ke pernikahan atau malah kandas ditengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi nyariska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 " Pantai Remen, Tuban 2 "
Layla melihat ke arah calon kakak iparnya dengan pandangan kagum , beruntung sekali mas Anang mendapatkan kekasih seperti wanita di depannya ini selain cantik dia sangat perhatian dengan keluarganya .
firasat Layla tidak pernah salah sebelum bertemu mbak Devi , beberapa kali mas Anang membawa wanita kerumah namun Layla tak pernah repot repot untuk sekedar menyapa tapi berbeda dengan mbak Devi .
pertama mbak Devi datang ke rumah sakit bahkan Layla ingin segera dekat dengan wanita ini dan syukurlah sekarang Layla bahkan bisa dibilang sangat dekat dengan dia .
Layla membuka aplikasi kamera di hapenya dan mengambil foto candid wanita didepannya walaupun dia berkeringat bahkan hampir satu jam ini ia berlarian di tengah pantai yang terik namun dia masih nampak mengagumkan .
Layla membuka aplikasi WhatsApp nya dan membuat story foto dari calon kakak iparnya ia terkikik melihat hasil bidikannya pasti nanti dia diamuk oleh mbak Devi .
Di foto itu wajah calon kakak iparnya itu nampak cemberut sambil membawa bola voli .
Layla mengetik sebuah caption untuk melengkapi foto tersebut dan langsung mengklik tombol panah hijau setelah itu dia segera menaruh handphone nya .
tak sampai 5 menit hape Layla berbunyi .
mas Anang is calling ..
Dengan segera dia mengangkat video call dari mas Anang.
" Assalamualaikum mas , ada apa ? "
" kamu dimana la? sama mbak Devi ? "
"Iya , Layla diajak liburan mbak Devi di pantai remen Tuban tapi mbak Devi sekarang lagi main voli " kata Layla sambil merubah kamera depan menjadi kamera belakang .
disana ia melihat Anang memejamkan matanya sambil menghela nafas kasar .
lalu membuka mulutnya untuk bicara .
" kalian berdua doang kan ? "
" Nggak kok mas , cowoknya ada 6 terus ceweknya ada 6 ..rombongan gitu mas " Layla yang tidak sadar akan perubahan ekspresi wajah Anang hanya menatap wajah Anang dengan polos .
" Nanti mbak Devi suruh ngaktifin hpnya yaa " Anang berpesan itu pada Layla .
Layla baru mau menjawab pernyataan Anang namun suara teriakan calon iparnya terdengar nyaring dari belakang gazebonya .
" Layla , sini sayang makan dulu "
Anang yang mendengar itu sedikit lega akhirnya dia bisa mendengar suara pujaan hatinya .
" La , dipanggil mbak Devi itu ..cepet kesana jangan lupa sampein pesen mas Anang " kata Anang memperingati Layla .
Layla hanya mengangguk dan mematikan video call mereka.
" La , mau makan apa ? " kataku bertanya ke Layla .
" Apa aja deh mbak " kata Layla sambil tersenyum kepadaku
" Bakso sapi ya la ? sama es degan " kataku memilihkan menu untuk dia ..Layla hanya mengangguk .
" Dev , kayaknya kamu sayang banget ya sama Layla " Risa memandang ku sambil tersenyum.
" Hehe iya lah ris , dia adikku " kataku .
" calon adik nyet , kan elu belum nikah sama Anang " nevy ikut bicara .
" Enggak lah ,mau gue jadi atau enggak sama Anang .. kedepannya , dia tetap jadi adik kesayangan gue " kataku mengusap rambut Layla . Layla menatapku dengan pandangan yang berbeda .
" enak kali ya kalo aku punya kakak cewek kayak mbak Devi " Mira yang duduk disebelah bayu memandangku sambil tersenyum .
aku membalas senyumannya kulihat Layla menatap Mira sinis.
"lebay deh , gitu doang dibahas ..nggak tau apa gue udah laper " suara dari Rena membuat semua mata memandang dia .aku hanya tersenyum kecut .
" lah yang nyuruh elu dengerin obrolan lebay ini juga siapa ? " tanyaku sambil tersenyum kecut .
" kalau mau makan , makan aja ..nggak ada yang ngajak omong elu juga " itu bukan suaraku , itu suara nevy .
aku tau nevy juga tidak menyukai nya .
Rena hanya diam tanpa membalas kata kata nevy .
"Oh iya gaes nanti kan tendanya ada 4 jadi satu tenda tiga orang ya " Aldo yang melihat suasana mulai menegang mencoba mengalihkan topik .
"aku , Devi , Layla kita setenda ya mas " nevy membuka mulutnya mewakili aku .
" Iya gapapa " jawab Aldo singkat setelah menyelesaikan acara makan kita masing masing .
Aldo dan para lelaki lainnya sedang mendirikan tenda .
Risa nevy serta Layla sedang mencari camilan di Indomaret sekitar sini .
aku memejamkan mata ku merasakan angin sepoi-sepoi yang mengenai wajahku .
aku merasakan seseorang tengah duduk di samping ku .
kubuka mataku perlahan dan menolehkan kepalaku kearah orang tersebut.
laki laki disebelah ku tersenyum menunjukkan lesung pipinya kearahku
" aku ganggu ya ? " aku menggeleng sambil tersenyum padanya .
" Enggak kok bay " balasku .
" boleh minta nomer WhatsApp nya ? " tanya nya sambil tersenyum padaku .
seketika aku ingat , aku hampir tidak menyalakan ponsel ku dari tadi malam .
" Iya boleh kok , bentar ya " aku berdiri dari posisiku lalu mengambil ponsel ku di dalam tenda .
" siniin ponsel kamu " kataku , dia menyerahkan ponselnya dengan cepat aku mengetik nomer yang sudah ku hafal diluar kepala .
" Nih " aku menyerahkan ponselnya , dia tampak mengetik sesuatu lalu memasukkan ponselnya ke saku celana pendek nya lagi .
aku mengaktifkan ponsel ku , seketika ratusan pesan dan telpon masuk di handphone ku ..aku yang risih dengan segera memasang mode diam .
aku menghela nafas pelan dan kembali merebahkan badanku diatas pasir pantai ini .
aku merasakan angkatan dikepalaku .
kulihat bayu memberikan jaketnya untuk dijadikan bantalku .
" Thanks , tapi nggak perlu repot " kataku ingin mengembalikan jaketnya .
" pake aja tapi nggak gratis " katanya , aku mengerutkan dahiku .
" aku lagi males nyuci jaket , jadi ntar setelah kamu pakai ..cuciin sekalian " katanya sambil memandang ku dengan tatapan jenakanya .
" Kurang asem " jawabku sambil meninju pelan lengannya .
dia membalasku dengan mengacak acak poniku lalu dengan segera berlari ke arah pantai .
aku mengejar dia untuk membalasnya , badannya yang lebih tinggi dariku membuat langkahnya lebih lebar dariku .
membuatku susah menggapainya . setidaknya becanda dengan Bayu membuatku melupakan sedikit masalah ku dengan Anang .
seorang wanita tampak menyeringai menatap dua sejoli yang sedang berlarian di pinggir pantai itu dengan cepat dia mengambil foto kedua orang tersebut dan mengirim hasil bidikan ke salah satu kontak yang ada di dalam ponselnya.
" tamat sudah nasib percintaan kalian " gumamnya lirih .
Dilain tempat...
Anang meremas ponselnya erat , ia mendapat kiriman beberapa foto dari nomer yang tidak kenal dan semua foto itu adalah foto wanita yang dicintainya bersama seorang pria .
ia marah teramat marah dia merasa dikhianati .
bagaimana bisa Devi mengacuhkan ratusan pesan dan panggilan nya dan malah mesra mesraan dengan lelaki lain .
dia tau dia salah tak ijin Devi ketika ingin mendaki Gunung tapi apakah separah ini balasan nya ? dengan segera dia mengirim semua hasil foto itu ke Devi dan mengetik sebuah pesan dibawah foto mereka .
" Jadi gini kelakuanmu dibelakang ku ? aku tau aku salah karena nggak ijin kamu mau naik gunung tapi apa dengan cara ini kamu ngebales perlakuanku " send .
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
biar bisa up lgi, lgi dn lgi lgi....🤭🤭🤣🤣
walaupun dunia fiksi dan dunia nyatanya berbeda kk tetep udah kasih yg terbaik buat yg baca kok, kali aja tar gak hanya sekedar harapan doang kn🤭🤭