NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Bagaimana jadinya jika seorang gadis bermata batin harus terikat dalam pernikahan dengan mafia berdarah dingin?

Aiko Kurogawa sudah cukup tersiksa dengan "kutukan" Indigo yang mengalir di darahnya. Namun, demi terhindar dari dunia kelam keluarganya, ia terpaksa menerima perjodohan dengan Ren Tachibana. Pria kejam yang hidupnya hanya didorong oleh dendam.

Awalnya, Aiko hanya ingin bertahan hidup. Namun, tinggal di sisi Ren membuat hidupnya kian mencekam. arwah-arwah penasaran tak pernah berhenti berbisik di sekitar pria itu, mengungkap satu per satu rahasia kelam dari masa lalu.

Kini, Aiko dihadapkan pada pilihan sulit.
Tetap diam demi menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menggali kebenaran yang ternyata mengikat takdir mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 27

Di dalam perjalanan menuju kampus, Daichi dengan wajahnya yang pucat dan tubuh yang menegang, ia terus melajukan mobil dengan kecepatan yang lumayan kencang. Di dalam mobil itu terasa sunyi.

​Tak jauh berbeda dengan Daichi, pikiran Aiko terus menimbang-nimbang akan semua kemungkinan yang akan terjadi saat ini.

​Pengawal di mobil lain sudah tewas. Skala bahaya ini jauh lebih besar dari sekadar sabotase wilayah. Ini adalah eksekusi mati yang terencana rapi. Jika Ren tewas hari ini, tameng perlindunganku hancur. Kaito akan naik takhta, dan ayahku akan diseret ke pengadilan klan sebagai kambing hitam. Semua rencana bertahan hidup yang sudah Ayah susun untukku akan hancur begitu saja. Terlebih aku tidak mungkin membiarkan Ren tersiksa kembali oleh klan Kurogawa, aku tidak akan membiarkan itu terjadi.

​"Kita tidak pergi ke kampus, Daichi. Putar kemudi langsung menuju wilayah barat."

​Daichi tersentak. "Apa maksudmu, Nyonya? Di sana sangat berbahaya, terlebih saat ini kita hanya berdua dan aku tidak ingin membahayakan nyawamu."

​"Tak usah membantah...! Putar arah, Daichi...!"

​Daichi memperlambat laju mobilnya. "Nyonya Aiko, tolong jangan keras kepala! Aku diperintahkan oleh Bos Ren untuk menjagamu, bukan untuk membahayakan nyawamu...!"

​"Apa kau pikir, jika kau menuruti perintahnya saat ini, keadaan Ren akan baik-baik saja di sana?!" desis Aiko. "Dengar, Daichi. Siapa aku? Aku adalah Aiko Kurogawa, putri tunggal dari Hiroshi Kurogawa. Di jalur barat itu, darahku adalah hukum tertinggi bagi para tetua keparat itu! Jika kau mengirim pasukan tambahan, yang terjadi adalah perang terbuka yang memang mereka inginkan. Tapi jika aku ada di sana, aku adalah kartu as politik yang bisa membuat mereka berpikir seribu kali sebelum berani menarik pelatuk!"

​Daichi menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Rahangnya mengatup rapat, menimbang-nimbang antara kepatuhan pada bosnya atau logika yang dibicarakan Aiko.

​"Jika Ren mati hari ini, Kaito akan menghabisi kita semua, termasuk dirimu yang gagal melindunginya," desis Aiko lagi, menutup sisa keraguan Daichi. "Bawa aku ke jalur barat sekarang, atau hentikan saja mobil ini, aku akan naik taksi sendirian."

​Daichi memejamkan matanya sesaat, mengumpat habis-habisan di dalam hati atas kegilaan situasi ini. Sambil membanting setir, ia berputar di persimpangan jalan menuju wilayah barat.

​"Baik, Nyonya!" seru Daichi pasrah.

​Di kursi belakang, Aiko duduk dengan punggung tegak. Tangannya meremas ujung sweternya kuat-kuat, mencoba menahan denyut di kepalanya yang tiba-tiba mulai menyerang.

​**

​Di saat yang sama, beberapa kilometer di depan mereka.

​Sebuah mobil melaju di jalanan menanjak yang sepi menuju jalur perbukitan barat. Di kursi kemudi, Ren Tachibana mencengkeram kemudi dengan sebelah tangan, sementara matanya sesekali melirik ke arah spion tengah dan radio komunikasi di dasbor yang mendadak hening.

​Sudah sepuluh menit berlalu sejak mobil pengawal cadangan di belakangnya kehilangan kontak.

​Ren menyipitkan matanya. Aura di sekitarnya terasa salah. Jalanan perbukitan ini terlalu sepi, bahkan untuk ukuran jalur logistik klan. Laporan radio dari pos penjagaan barat yang terlambat masuk beberapa menit lalu terdengar terlalu dipaksakan oleh sang operator, seperti mereka yang sedang dalam ancaman.

​"Apa ini jebakan?" gumam Ren dalam keheningan.

​Pria itu tidak panik. Detak jantungnya tetap tenang. Tangannya bergerak ke bawah kursi, menarik sebuah magasin cadangan dan meletakkannya di atas paha.

​Tiba-tiba fokusnya terusik oleh sesuatu yang menjengkelkan. Di sela-sela deru mesin mobil yang menderu di tanjakan, entah bagaimana, bayangan wajah Aiko semalam kembali melintas di kepalanya.

​"Aku hanya takut... Takut jika... Jika, aku akan benar-benar jatuh cinta padamu, Ren."

​Ren menggeram rendah, rahangnya mengeras dengan otot-otot di lehernya yang ikut menegang. "Bagaimana bisa di saat seperti ini, otakku justru memutar ulang kata-kata konyol dari gadis itu? Mengapa sorot mata Aiko yang gemetar semalam terasa lebih mengganggu dan mengacaukan konsentrasiku ketimbang ancaman kematian yang sudah di depan mata?"

​"Gadis sialan," gumam Ren dingin, mencoba mengusir bayangan itu dari kepalanya saat matanya menangkap siluet beberapa mobil melintang di tikungan atas.

​Detik itu juga, Ren sadar. "Sial... ini jebakan."

​**

​Sementara itu, mobil yang dikemudikan Daichi melaju dengan sangat cepat, menyalip di antara kendaraan lain dengan manuver-manuver berbahaya. Suasana di dalam mobil begitu hening, Daichi fokus sepenuhnya pada kemudi, wajahnya pucat dengan mata yang sesekali memerah dan menyipit tajam ke arah jalan di depan sana.

​Di kursi belakang, siksaan yang sesungguhnya baru saja dimulai bagi Aiko.

​Semakin dekat mobil mereka dengan koordinat jalur barat, semakin hebat pula gelombang energi negatif yang menghantam indranya yang sensitif. Pandangan Aiko mulai mengabur. Di dalam kepalanya, ia seolah bisa mendengar gema suara tembakan yang belum terjadi, kepulan asap yang menyesakkan, dan aroma anyir darah yang begitu menusuk hingga membuatnya mual.

​"Ugh..." Aiko mengerang pelan, refleks mencengkeram kepalanya sendiri. Sakitnya luar biasa, serasa ada ribuan jarum panas yang menusuk langsung ke pusat otaknya.

​"Nyonya? Anda baik-baik saja?" tanya Daichi panik dari spion tengah, melihat wajah Aiko yang mendadak sangat pucat melalui pantulan kaca.

​"Tetap... tetap mengemudi, Daichi. Jangan berhenti," bisik Aiko dengan suara bergetar. Ia memejamkan matanya, menahan denyutan yang semakin menjadi-jadi. Kulitnya terasa mendadak dingin, dan dari balik cuping hidungnya, ada rasa hangat yang mulai menjalar.

​Aiko menyeka hidungnya dengan ujung jari, dan ia melihat noda merah segar melekat di sana. "Ayolah jangan sekarang," gumam Aiko. Efek samping kemampuan indigonya mulai menguras fisiknya karena ia memaksa indranya bekerja melampaui batas untuk melacak keberadaan Ren.

​Tolong bertahan, Ren... gumam Aiko dalam hati, menahan perih di kepalanya. Jangan mati sebelum aku sampai.

​Tepat saat mobil mereka berbelok di tikungan tajam terakhir memasuki wilayah perbukitan berbatu, suara yang ditakuti itu akhirnya pecah di dunia nyata.

​Duar!

​Gema ledakan hebat terdengar dari arah depan, disusul oleh rentetan tembakan senapan otomatis yang memekakkan telinga.

​"Bos!" teriak Daichi spontan, matanya membelalak melihat sedan hitam Ren yang sudah terbalik di kejauhan dengan kepulan asap putih yang membubung tinggi.

​Aiko membuka matanya yang sayu dengan kilatan kecemasan. "Terobos masuk, Daichi! Sekarang!"

1
PrettyDuck
malah jadi aiko yg diiencer 😮‍💨
PrettyDuck
ngerinya gess 😫
PrettyDuck
kira2 kalo yakuza berkhianat hukumannya apa yaa~ 🥴
PrettyDuck
dan salah mencari kawan juga 🤭

makanya om kenji, baek2 jadi orang.
ber partner sama orang licik ya resiko gini, ikutan dikhianati 🥴
PrettyDuck
iss iblis bener emang si kaito ini.
di mana2 jadi pengkhianat 🥴
RahmaYesi
Jujur, aku suka cerita mafia mafia gini. Tapi, aku sangat amat lemah dan mengingat nama Karakter... 😂🙏

Semangat.....
PrettyDuck
kenapa mereka segitu pinginnya yumi mati sih? 😭😭
harusnya ren nih yg lihat adegan ini 🥴
PrettyDuck
lah? mereka penjahatnyaa??
PrettyDuck
waduh. aiko punya nasib yang sama gak? gak bisa berumur panjang. dia kan punya kemampuan kayak ibunya tuh 😭
PrettyDuck
ooo berarti kalian tuh waktu kecil udah pernah ketemu 🥺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jujur aja aiko. drpd kamu dituduh mulu. lagian dia juga sdh jd suamimu dan terlihat peduli padamu juga
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
huaaa menegangkan sekali. dua duanya harus di buat selamat ya Thor. jangan bikin aku nangis
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terngiang ngiang enggak tuh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku galau gais. aku takut Aiko terluka tapi aku juga tidak rela Ren terluka juga😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
haduuuh nih org ya. apa perlu diliatin penampakan di sekitar situ
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
susyaah ya kalo orang curigaan mulu.
Suhadhanie Nur Ezah
boleh ke minta lebih episod....jln cerita bagus....
PrettyDuck
berarti dulu tachibana sama kurogawa bestie ya? kenapa jadi musuh?
apa jangan2 hiroshi ngira bapaknya ren sengaja ngebunuh yumi, terus hiroshi ngebunuh pasutri tachibana?
hanya perkiraanku 🙏
🌺⃟ SasMaya: ada di bab selanjutnya kak 🤭
total 3 replies
PrettyDuck
kayak aiko suka muntah darah 🥺
PrettyDuck
ooo ternyata sengsaranya karena ke-indigo-an dia 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!