Andira merupakan seorang wanita yang di tinggal oleh suaminya ketika pernikahan mereka memasuki usia 6 tahun. suaminya meninggalkannya karena meninggal pada saat kecelakaan. Andira terpukul dan sedih karna harus merelakan suaminya pergi untuk selamanya. menjelang 4 bulan kepergian suaminya banyak cinta yang datang kepadanya tetapi dia tidak terlalu menanggapinya sampai akhirnya ada yang muncul dan itu cinta pertama nya, akhirnua dia menerima tapi banyak cobaan dan godaan yang dialamin mereka tapi pada akhirnya mereka bisa sampai pada jenjang pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amoreiza Aneta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Coba bahagia lagi
Indira masuk ke kelas masih mikirin omongan aditia tadi pagi "gimana sekarang hubungan kita layaknya pasangan kan"
Dia duduk di meja guru, hapenya di taruh di laci. Tiap ada notifikasi masuk dia langsung liat.
" indira, kamu kenapa dari tadi bengong" tanya intan sambil nyodorin kopi anget.
" eee enggak ntan, cuma mikir aja" jawab indira.
" mikirin aditia ya, ucap intan langsung" indira kaget.
" kok kamu tau, pintah indira"
" muka kamu tuh keliatan banget kalau lagi galau cinta, goda intan sambil ketawa kecil".
Indira cuma senyum kecut terus ngaduk kopinya pelan.
Ting...ting...ting bel pulang sekolah berbunyi. Anak-anak langsung heboh keluar kelas.
"pulang bareng, ind" tanya intan
" tidak ntan, makasih saya ada janji dengan teman nanti dia jemput" jawab indira.
" mmm teman apa teman sih, kok tidak cerita sama saya" selidiki intan
" hehehe nanti ya kalau waktu sudah pas saya cerita deh" ucap indira senyum sendiri.
" iya ya janji tuh, pokoknya saya tunggu waktu itu" ucap intan.
Indira beres-beres cepat, dia liat jam di dinding udah nunjukin jam 12 lewat 30 menit.
hapenya bunyi. "Ind, udah pulang belum" chat dari aditia.
" baru mau pulang dit, jawab indira singkat".
" oke, aku tunggu di depan gerbang ya, nanti kita ngobrol yang kemarin belum selesai" balas aditia.
Indira narik napas panjang. " ya Allah kasih aku jalan yang terbaik" batinnya.
Sesampai di gerbang, mobil aditia udah parkir di pinggir jalan. Kaca mobil di turunin.
" naik ind" ucap aditia pelan.
Indira buka pintu terus duduk di sampingnya. Hening beberapa detik.
" jadi gimana, kamu belum jawab pertanyaan aku pagi tadi" pancing aditia sambil nyalain mobil.
" aku takut dit, jawab indira jujur".
" takut kenapa, tanya aditia".
" takut kalau kita mulai lagi terus aku belum bisa lupain mas renal sepenuhnya. Aku gak mau kamu jadi pelarian" ucap indira sambil liat keluar jendela.
Aditia minggir ke bahu jalan, matiin mesin mobil.
" denger ya ind, aku gak minta kamu lupain renal sekarang juga. Aku cuma minta kesempatan buat buktiin kalau aku bisa jaga kamu" ucap aditia sambil genggam tangan indira.
Indira diem, air matanya jatuh sendiri.
" aku sayang kamu dit, dari dulu sampe sekarang. Tapi status janda ini berat banget buat aku" ucap indira terisak.
" kalau gitu kita jalanin pelan-pelan. Gak usah langsung status. Kita kenalan lagi, pacaran lagi kayak dulu. Gimana" jawab aditia sambil nyeka air mata indira pake jempolnya.
Indira angguk pelan. " iya, tapi janji kamu gak maksa aku ya".
" janji, demi Tuhan aku gak akan maksa. Yang aku mau cuma kamu bahagia" ucap aditia terus nyium kening indira sekilas.
Indira nunduk malu. " ya sudah anterin aku pulang".
Di perjalanan pulang suasana mobil udah gak dingin lagi. Aditia muterin lagu pelan, indira sesekali senyum sendiri.
Sesampai di depan rumah indira turun. " makasih ya dit udah ngertiin aku".
" sama-sama ind. Besok aku jemput lagi ya, kita makan siang bareng" balas aditia.
" iya, hati-hati di jalan" ucap indira sambil masuk ke rumah.
Indira nutup pintu terus senderan di pintu. " mas renal, maafin aku. Aku gak janji lupain kamu. Tapi aku janji mau coba bahagia lagi" bisiknya pelan sambil peluk fotonya renal di meja.