Luna gadis remaja yang pintar dan ceria diusianya yang terbilang masih muda dia dihadapkan dengan kenyataan keluarga yang berantakan dan ayahnya sakit parah yang membutuhkan banyak uang untuk penyembuhannya, dia mengorbankan segalanya demi kesembuhan sang ayah, sampai merenggut masa depannya. dia bekerja keras demi bisa menghidupi keluarga dan merawat ayahnya seorang diri sampai pada akhirnya yang ia lakukan merubah hidupnya. keputusan yang ia ambil demi ayahnya mengakibatkan banyak hati yang terluka namun ia tetap berusaha tegar untuk melewati semuanya.
dia terpaksa menjual dirinya demi mendapatkan uang untuk biaya operasa ayahnya semua itu bisa terjadi atas bantuan dokter yang menangani ayahnya.
Namun sampai semua itu terjadi dia tak pernah tau siapa lelaki yang sudah membelinya yang pasti lelaki itu sangat tampan. luna berusaha melupakan yang terjadi malam itu dan memulai kehidupan baru tetapi masalalu itu kembali yah lelaki itu muncul dikehidupannya dan itu membuat tak nyaman hidup luna, kehidupan masalalu luna yang kelam benar benar tak ingin kembali dikehidupan nya yang baru, dia tak ingin jika orang lain tahu dan memgambil harta yang berharga yang selama ini dia rahasiakan dari semua orang dia tak ingin kehilangan harta yang ia miliki untuk kedua kalinya. apakah rahasia dan harta yang ia sembunyikan itu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Jubaidah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha Baru
"Alhamdulilah Ya Allah terimakasih ini demi masa depan keluargaku" Lala terus memeluk dokumen dokumen itu setelah sampai di caffenya, ia masih merasa tak percaya bisa memiliki ruko sendiri yang sudah ia impikan sejak dulu.
*********
Kantor Billy
"Gimana semalem ?" tanya Doni yang penasaran.
"Apanya yang gimana ?" jawab Billy dengan ketus.
"Ya acara pertemuan loe ama Natalie"
"Gua gak tertarik bahas masalah itu"
"Gua heran sama loe Bil, bukannya dulu loe naksir Natalie yah"
"Itu dulu, setiap orang bisa berubah apalahi urusan hati"
"Wiihh sejak kapan loe mulai bermain sama hati, hmmm,,,,, gua tau loe naksir ama cewe Caffe itu kan ?" ia mengangkat kedua alisnya ke arah Billy.
"Gua juga bingung, kejadian malam itu bikin gua gak bisa tenang, dia terus muncul dipikiran gua, gua ngerasa bersalah karna udah ngelakuin hal bodoh sama dia"
"Kejadian malam itu ? ngelakuin hal bodoh ?, hal bodoh apa yang lo lakuin sama dia ?" Doni semakin penasaran dia terus mencecar pertanyaan pertanyaan pada Billy.
"Udah lupain aja gak penting" ucap Billy dengan ketus.
"Eh kok loe jadi gugup gituh, loe apain tuh cewek, ngaku loe" Doni terus menggodanya.
"Diem loe jangan banyak tanya"
"Loe perkosa tu cewek yah ?" celetuk Doni sambil ia duduk disofa sontak ucapan Doni membuat nya kaget.
"Sembarangan aja bacot loe kalau ngomong"
dia melempar pulpen ke Doni.
"Terus loe apain tuh cewek ?" Doni memicingkan kedua alisnya.
"Jaga sikap loe yah ini masih jam kerja gua bos loe"
"Alah 5 menit lagi juga istirahat, selama jam istirahat loe bukan bos gua" Doni merebahkan tubuhnya di sofa.
"Gua ngantuk banget nih semalem kurang tidur" ucap Doni.
Billy terus memainkan HPnya ia mengabaikan omongan Doni.
Braaakkkkk
Billy tiba tiba menggebrak meja kerjanya.
"Sial"
"Billy melihat percakapan di Hp sadapan yang ia sadap dari Hp Lala, percakapan itu membuatnya kesal"
"Adam : La siang ini makan siang bareng yah aku jemput kamu nanti jam makan siang"
"Lala : boleh, aku tunggu yah"
Billy menggebrak meja nya membuat Doni kaget.
"Loe kenapa sih bikin kaget ajah" Doni yang kaget dia langsung bangun dari tidurnya.
"Mana kunci mobil" dia menadahkan tangannya ke Doni.
"Mau kemana Loe?"
"Udah buruan gua ada urusan penting"
Segera Doni mengeluarkan kunci mobil dan Billy menyambarnya dengan cepat ia keluar dengan langkah yang terburu buru.
"Kenapa sih tuh anak aneh banget kelakuannya" Ucap Doni.
*********
Adam menjemput Lala dan menuju restaurant yang tak jauh dari tempat kerja Adam, memang di caffelala banyak menu nya tapi kali ini dia ingin makan sesuatu yang berbeda dengan Lala.
"Permisi silahkan ini menunya" ucap pelayan denga ramah.
"Kmu mau pesen apa ?" tanya Adam.
"Apa aja aku suka, hehehe" ucap Lala.
"Oke"
"Mba aku pesen ini, ini sama minumnya ini, dua yah mba"
"Baik mas, mohon menunggu yah" setelah pelayan mencatat pesannya ia pergi meninggalkan meja.
"kamu sering makan disini ?" tanya Lala.
"Jarang gak sering, kan aku seringnya makan di Caffe kamu"
"Ohh,, makasih yah"
"Caffelala gak ada duanya" Adam mengacungkan jempolnya.
Tak lama pelayan pun datang membawa pesanan.
"Ini mas mba pesanannya, kalau masih ada yang kurang panggil saja kami"
"Terimakasih mba"
"Waaah apaan nih, kamu masih tau makanan kesukaan aku Dam" ucapnya sumringah setelah melihat menu yang tersaji adalah nasi pecel dan es dawet.
"Mana mungkin aku bisa lupa, semua yang kamu sukai masih aku inget sampe sekarang"
"Duuuuh aku jadi terharu jadi pen nangiss" Lala mengipas ngipaskan tangannya ke matanya, air matanya keluar terharu mendengar ucapan Adam ia juga gak menyangka reaksinya sampai mengeluarkan air mata seperti ini.
"Kamu suka ?"
"Bangeettt, udah lama gak makan ini"
"Mangkannya jangan kebanyakan kerja, kamu jadi tidak menikmati sesuatu yang ada disekitar kamu"
"Woohhhhh ucapan kamu udah kaya para ilmuan daleeemm"
"Iya seperti cinta aku sama kamu lebih dalam dari dalamnya lautan"
"Hmmm,,,, apa buktinya ?" Lala tersenyum manis sambil meminum es dawet.
"Masa kamu gak bisa rasain besarnya cinta aku sama kamu, apa perlu aku belah dadaku biar kamu tau"
Adam membuka kancing baju kemejannya dia mencoba menggoda Lala.
"Ihh apaan siih, emangnya kamu berani buka baju disinikan rame"
"Demi kamu apa sih yang nggak"
"Dasar orang Gila" Hahahaaaa.
"Aku rela menjadi gila demi kamu, aku rela siang aku jadikan malam, malam aku jadikan siang demi kamu" ucap Adam lembut namun penuh penusukan.
Lala yang mendengar itu dia hanya memandang Adam ia merasa Adam benar benar tulus padanya. Namun Lala takut Adam tak bisa menerima kejadian itu ia merasa tak pantas untuk Adam.
"Apa aku pantas buat kamu Dam, kamu gak pernah berubah kamu lelaki yang baik" Ucapnya dalam batin.
"Kamu lelaki yang baik Dam, kamu berhak mendapatkan wanita yang baik, aku cuman takut aku hanya melukaimu" Batinnya terus saja berbicara dengan Lirih.
"Jangan bengong aja buruan dimakan" Adam membuyarkan lamunan Lala.
"Hmmm Enaaakkk, rasanya sama kaya dikampung dulu " ucap Lala.
"Iya sama rasa itu tidak akan berubah sama seperti rasaku untukmu La"
Lala hanya tersenyum mendengarnya dia bingung tak tau lagi harus bicara apa.
Mereka terus mengobrol tertawa lepas seperti tak ada beban dalam hidup mereka.
"Udah lama gak liat kamu ketawa sebahagia ini La"
"Ahh kamu lebay, tiap hari aku ketawa"
"Gak sama La, aku janji aku akan buat kamu selalu tertawa, selalu tersenyum selalu bahagia itu janjiku untukmu"
Sekali lagi Lala tertegun mendengar ucapan Adam, hari ini Adam membuat ia tak bisa berkata kata.
Praangggg.
Terdengar suara gelas terjatuh dibelakang Adam.
"Maaf saya tidak sengaja menjatuhkannya"
pelayan segera membersihkan pecahan gelas dilantai.
Dengan segera Adam membalikkan badannya melihat apa yang terjadi.
"Pak Billy, Pak Billy ada disini ?" Ucap Adam yang melihat sumber keributan itu berasal dari Billy.
"Pak Adam, kebetulan sekali yah kita ketemu disini" ucap Billy dengan senyum mautnya.
Lala yang melihat ternyata lelaki itu adalah Billy matanya melotot bulat menatap Billy.
"*N*apain sih kok ada dia disini, nih orang udah kaya jaelangkung muncul seenaknya ajah ada dimana mana" ucap lala dalam batin.
"Pak Billy sendirian ?" tanya Adam.
"Iya, Boleh gabung ?"
"Oh boleh pak ayo duduk" Adam mempersilakannya duduk.
"Gak papa kan La pak Billy gabung sama kita, kalian juga udah kenal kan"
"Iyaa gak masalah" ucap Lala pelan.
"Aku yakin Billy pasti nguntit gak mungkin ini hanya kebetulan, awas aja tunggu sampai aku ada buktinya" Lala terus menggerutu dalam Batinnya.