Renata, seorang istri yang sudah berumah tangga lima tahun lamanya bersama sang kekasih yang di pacarinya sedari dulu.
Dani, sang suami yang sangat mencintai Renata sekaligus sebagai orang yang manjadi mandat dari ayah mertua untuk selalu menjaga Renata di akhir hayatnya.
Namun sayangnya, sang Suami memiliki kelemahan yang sering membuat sang istri menangis karena kenormalannya sebagai seorang wanita muda yang bergairah.
Bermacam cara pun di tempuh Renata bersama sang suami agar bisa menyelesaikan masalah tersebut, namun sayang, hasilnya sama saja. Para ahli dalam bidangnya tidak bisa mengobati kelemahan yang di miliki Dani.
Lalu bagaimana Renata dan Dani menangani masalah ini ??
__________
Ditunggu kritik dan sarannya..
Tolong gunakan bahasa yang baik saat memberi kritik dan sarannya ya..
Makasih..
Selamat membaca 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idhan Kusmana The'a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Denis semakin bingung saat melihat Dani dan Elvis akan di bawa ke Rumah Sakit.
"Aku harus bagaimana? Apa aku ikut menemani mereka atau tetap disini? " batinnya.
Di satu sisi ada istrinya yang masih belum di temukan, di sisi lainnya ada 2 laki-laki yang sangat berharga terbaring tak sadarkan diri yang sedang di tandu ke arah ambulance.
Setelah memutuskan, dengan berat hati dia lebih memilih untuk menemani Dani dan Elvis ke Rumah Sakit.
Nampak seorang kepala komando dari tim sar meminta nomer telpon yang bisa di hubungi kepada Denis.
"Tolong temukan istri saya Pak" pintanya penuh dengan harapan dan kecemasan yang begitu mendalam. Bahkan lututnya pun tidak mampu berdiri tegak.
"Ia Pak. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan istri Bapak" ucapnya sambil menepuk pundak Denis.
Kedua mobil ambulance itu pun melaju dengan cepat, tak ketinggalan suara alarmnya yang semakin membuat Denis khawatir saat sang anak berada di hadapannya tidak sadarkan diri.
Tangannya terus menggenggap tangan mungil Elvis yang sudah mulai memucat karena kekurangan darah.
"Bertahan heronya pappy"
"Kalian juga harus bertahan". Ucapnya dengan suara yang bergetar menahan pilu.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di sebuah gedung Rumah Sakit yang begitu besar di kota itu.
Terlihat beberapa perawat berlarian menjemput dan membawa Elvis beserta Dani ke ruangan UGD untuk penanganan selanjutnya.
Denis yang masih panik terus saja mondar-mandir, tak terhitung sudah berapa kali balikan.
Segala doa ia panjatkan agar semua keluarganya terselamatkan.
"Permisi Pak. Apa bapak Ayahnya anak yang berada di dalam? " tanya seorang perawat yang membuyarkan pikiran Denis.
"Ia Sus. Ada apa? "
"Ini Pak,anak Bapak kekurangan darah, dan kebetulan stok darah kami sedang kosong"
Denis paham betul kemana arah tujuan pembicaraan perawat itu. Tanpa menunggu detailnya si perawat menjelaskan,Denis langsung memotong pembicaraan.
"Golongan darahnya apa? "
"Lho, kok nanya? " batin perawat itu.
"AB Pak" jawabnya.
Denis sempat mundur beberapa langkah saat mendengar jawaban yang perawat itu ucapkan.
"AB? " tanyanya dalam hati.
"Jadi, Elvis itu anaknya Dani"
Dari awal, memang Renata dan kedua suaminya sengaja tidak melakukan tes DNA terhadap Elvis, siapa pun ayahnya mereka akan tetap menyayangi Elvis seperti anak kandungnya sendiri. Terlebih lagi, Denis sendiri adalah sepupunya Dani, yang berarti Elvis adalah anak mereka berdua juga.
"Pak, mari ikut saya untuk pengambilan darahnya" ajak perawat itu pada Denis yang masih sedikit kaget.
"Pak" perawat itu melambaikan tangannya di depan muka Denis yang masih terlihat bengong.
"Ah ia. Maaf, golongan darah saya O" jawabnya singkat.
"Kalo begitu, coba Bapak hubungi keluarga dan kerabat Bapak, siapa tahu ada yang memiliki golongan darah AB" usul perawat itu.
"Kami hanya tinggal berempat,dan kebetulan yang memiliki golongan darah AB hanya sepupu saya yang sedang terbaring di sana" jawabnya sambil menatap ke sebuah ruangan berkaca.
"Baiklah, kami akan mengusahakan untuk segera mendapatkan golongan darah tersebut. Saya permisi dulu" pamitnya.
"Hah, O? Lalu, apa mungkin anak ini anaknya laki-laki yang terbaring di sana ? Berarti istrinya selingkuh dengan sepupu Bapak ini? Kasihan sekali dia, udah ngalamin kecelakaan, istrinya ketahuan berselingkuh pula" terka perawat itu saat berjalan meninggalkan Denis.
Setelah satu jam lamanya Denis menunggu akhirnya dia menerima 2 kabar yang selama ini dia tunggu-tunggu.
Kabar baik dia terima dari perawat tadi yang memberitahunya bahwa pihak Rumah Sakit sudah mendapatkan beberapa kantung darah untuk Elvis dan Dani.
Dan kabar satunya lagi, pihak tim sar dan warga yang membantu dalam pencarian Renata memutuskan untuk menunda pencarian di sebabkan karena malam yang semakin gelap dan dingin.
Rasa tenang yang bercampur dengan rasa kesal meliputi dirinya. Membuatnya ingin pergi dari Rumah Sakit menuju kantor Polisi untuk membunuh laki-laki yang telah menyebabkan kejadian ini.
APAKAH INI PENGALAMAN DARI AUTHOR SENDIRI. .. KRYA SPERTI GK MUNGKIN HNY SKEDAR CERITA HALU DOANK... PSTI PNGALAMAN PRIBADI..
semangat
mksh