Edi Sudrajat takpercaya ketika, Erico Atmaja melamar putrinya menjadi istrinya
Syakila gadis 20 tahun yang memilih mengabdikan ilmunya di pesantren, dengan yakin menerima lamaran lelaki 31 tahun menjadi pendamping hidupnya.
Lelaki yang di kenal dingin dan kaku itu, ternyata begitu lemah lembut memperlakukan kila sebagai istrinya, tentu saja itu membawa kebahagiaan pada rumah tangga mereka.
Di depan Kila Rico adalah sosok lemah lembut penuh cinta, sifat itu berbanding terbalik saat dengan anak buahnya dia terkenal dingin dan tanpa ampun, tapi itu dulu..
Mengenal Kila membuat perubahan pada Rico,sedikit demi sedikit, isteri yang penuh kelembutan itu berhasil melunakkan kekerasan hatinya.
Konflik mulai datang, ketika orang di masa lalu Erico mulai muncul satu persatu, membongkar perbuatan sadisnya di masa lalu, hal itu memaksa Erico melakukan banyak pengorbanan, bahkan dia nyaris kehilangan orang yang begitu berharga di dalam hidupnya.
Hal itu malah merubah jalan hidupnya seratus delapan puluh derajat.
Silahkan menikmati kelanjutannya happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di surga bersamaku
Mama menatap Kila dengan penuh kelembutan, dia begitu kaget demi mendengar berita kehamilan Kila, dia sebenarnya tidak setuju Kila hamil terlalu vepat mengingat usianya yang masih terlalu muda, mama memutuskan menemui putrinya guna melihat keaadaannya.
Kila begitu senang dengan kedatangan mama, dia ingin berbagi berita bahagia ini dengan mama.
"Kamu memang sengaja tidak menunda kehamilan mu sayang" ujar mama.
"Kenapa harus di tunda sih ma" jawab Kila dengan senyum.
"Harus dong sayang, kamu masih terlalu muda untuk punya anak, seharusnya kamu tunda dulu beberapa tahun" ujar mama menatap Kila yang cuma senyum- senyum aja menaggapi ucapan mama.
"Udah terlanjur isi ma, ya di syukuri aja" ujar kila penuh kesabaran.
"Iya sih, tapi kamu jangan salah paham lho sayang, bukan berarti mama gak suka dengan lehadiran anak di perutmu, tentu saja mama menyayanginya" ujar mama memberi usapan lembut diperut Sesil yang masih rata.
"Terima kasih ma" ujar Kila menatap mama dengan kasih sayang.
menjelang sore mama baru pamit pulang, mama sedikit banyak kini merasa lega, perhatian Rico yang begitu besar membuat kehawatirannya berangsur hilang.
semenjak sakit kemarin Rico lebih banyak di rumah ketimbang di kantor, hanya pada saat rapat, dan ada pertemuan penting saja dia meninggalkan rumah.
Kila memang mengalami ngidam, tapi tergolong ringan, dia hanya mengalami mual di pagi hari, atau biasa di sebut morning sickness. selebihnya biasa saja, selera makan memang sedikit ada perbedaan, biasa dia tak pemilih, sekarang dia lebih pilih-pilih.
Sedang kegiatan mengajar untuk sementara terpaksa dia hentikan dulu, Rico takut terjadi sesuatu pada janinnya karena terlalu banyak melakukan kegiatan.
"Mama sudah pulang ya sayang" tanya Rico saat melihat Kila hanya sendirian di ruang tv.
"Sudah mas, mas baru pulang" sahut Kila, seraya berusaha duduk.
"Tidak apa baring aja sayang" ujar Rico, seraya mengambil posisi duduk di dekat Kila, meletakkan kepala Kila di atas pangkuannya.
"Apa kata mama, apa sesuai prediksimu sayang" ujar Rico penasaran.
"Yah begitulah" ujar Kila dengan senyum.
"Tapi sesungguhnya mama menyayangi anak kita sayang, dia hanya khawatir sayang melahirkan di usia muda" hibur Rico, dia khawatir Kila akan sedih dengan ucapan mamanya.
"Tentu, mama juga mengatakan hal yang sama dengan yang mas katakan barusan" ujar Kila.
"Bagai mana selera makan mu hari ini sayang" Rico menusap bahu Kila dengan lembut.
"Lumayanlah mas, hanya saja aku sekarang lebih pilih-pilih menu, kalau gak sesuai perut gak mau nerima" keluh Kila.
"Turuti aja apa maunya sayang, kamu tinggal minta apa yang lagi di ingini, jangan tahan-tahan selera" ujar Rico.
"Na'am" ujar Kila dengan senyum mengoda suaminya, Rico menatapnya dengan alis bertaut tanda tak paham.
"Apa maksudnya itu sayang" tanya Rico penasaran.
"Iya" sahut kila.
"Na'am" ujar Rico .
"Iya"
"Heemm"
Kila tertawa renyah niatnya menggoda Rico berhasil juga.
"Jangan jahil sayang, nanti anak kita ikut jahil, gimana" sungut Rico.
"Gak akan mas, sebab ayanya kamu" ujar Kila kembali menggoda Rico. Rico hanya tersenyum, Kila benar.
Penanda waktu sebagai pengingat waktu sholat terdengar berbunyi di hp Kila, menandakan masuknya waktu Ashar.
"Sayang waktu Sholat tuh" Ujar Rico mengingatkan Kila.
"Males mas" ujar Kila, jawaban yang mengejutkan Rico.
"Jangan gitu sayang, Sholat lah gak nyampe lima menitkan" ujar Rico.
"Tuh kan mas tau cuma lima menit, kenapa begitu berat bagi mas melaksanakan sholat" ujar Kila menatap suaminya menengadah, Rico terdiam dia masuk perangkap Kila.
"Sayang, Neraka dan Surga jadi urusan masing-masing, sayang jangan terlalu memusingkan pilihanku, bukan kah sayang bilang tuhan itu maha tau" ujar Rico, Kila menatap Rico dalam.
"Mas aku mau pindah kelain rumah yang lebih bagus dari rumah milik mas, mas mungkin bisa datang berkunjung, tapi sebagai tamu" ujar Kila.
"Apa maksudmu sayang" wajah ramah Rico berubah garang seketika.
"Seperti yang aku katakan tadi mas, aku mau pindah" ucap Kila santai.
"Jangan macam-macam sayang, kalau ada masalah bisa kita bicarakan dengan baik-baik, bukan begini caranya" Rico mulai terlihat emosi.
"Begitu nenurut mas" tanya Kila seraya menatap wajah gelisah milik Rico, dia bingung kenapa Kila tiba-tiba ingin pindah.
"Tentu sayang" ujar Rico memeluk tubuh Kila seakan takut kehilangan.
"Aku tidak benar-benar ingin pindah mas, kenapa mas setakut itu" ujar Kila tersenyum, Rico menatapnya dengan tatapan marah.
"Kau mempermainkan aku sayang" dengus Rico kesal.
"Maaf mas, tapi apa mas benar-benar tak ingin berpisah tempat tinggal denganku" ujar kila membuat Rico merasa marah dan bingung.
"Kau ini bicara apa, tentu saja aku tak mau berpisah tempat tinggal dengan mu sayang" ujar Rico kesal.
"Itulah sebabnya aku meminta mas mulai melakukan kewajiban lima waktu, sebab aku tak rela berpisah tempat tinggal di akhirat kelak, aku ingin jadi bidadari surgamu, di istana yang sama, menurut mas bisakah kita tinggal di tempat yang sama, bila mas masih bersikukuh dengan jalan mas, sementara aku berjalan sendiri di jalanku, terdengar tak searah bukan, neraka dan surga urusan kita masing-masing, tapi aku tak ingin tinggal di neraka bareng mas, maka bawalah aku menuju surga, kita tinggal di sana bersama, dan tiket kesurga mas tentu tau, bergegaslah meraih tiketnya sebelum kita kehabisan waktu" ujar Kila dengan mata berkaca-kaca.
Rico diam kata-kata Kila menghujam hatinya, mana mungkin dia rela berpisah dengan Kila, kehidupan setelah mati dia tentu saja percaya, tapi dia tak perduli kelak akan tinggal dimana, mendengar kata-kata Kila tadi, membuat hati kecilnya merasa terusik, bagai mana jika yang di katakan Kila benar, mereka terpisah di tempat yang berbeda, oh my god..
"Aku sholat dulu mas" ujar Kila, membuyarkan lamunan Rico, seraya mengecup bibir Rico lembut lalu beranjak meninggalkan Rico yang masih termangu.
Kila beranjak bangkit menuju ruang Sholat dia sudah tertinggal sepuluh menit untuk sholat awal waktu, sebab memberi suaminya pandangan hari akhir, bagai manapun tobatnya suaminya adalah keinginan terbesar, tapi untul mencapai keinginannya, Kila harus sabar membimbing dan mengarahkan selangkah demi selangkah, hingga
dia mampu untuk berlari.
Sementara Rico, galau oleh kata-kata Kila, mahluk yang lagi cinta-cintanya di kasih gambaran tentang perpisahan, manalah akan rela, tapi tiket yang di tawarkan untuk tetap bersama juga teramat berat baginya, dan terasa sulit untuk di dilaksanakan.
"Gak sampai lima menit lho mas" ucapan manis Kila terngiang di telinganya.
"Mas aku mau pindah rumah yang lebih bagus dari milik mas" kata-kata ini juga menghantui pikirannya,
Tuhan...,apa yang mesti aku lakukan agar aku tetap bersama di dunia dan akhirat kelak, bisik hati Rico akhirnya....
.
.
Happy reading. 💞💞
.
kalau udah mampir jangan pelit, like,komen and vote nya saya sayang🙏🙏🥰
apa kurang gelap ya malam hari 🤣🤣🤣