NovelToon NovelToon
Sixth Sense [Rahasia Semesta]

Sixth Sense [Rahasia Semesta]

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alfiyahpna_

[Romansa dua dunia-Fantasi barat-Horor]

Mereka berdua, Osric dan Odelia merupakan pasangan Indigo yang cukup fenomenal. Seifried Osric Gideon, ia tidak bisa dilukai oleh makhluk selain manusia asli. Baik itu setan, roh, hantu atau apapun itu. Tetap saja tidak bisa melukai seorang Osric.

Adora Odelia Aloysius, gadis ini walau parasnya yang jelita, namun mereka yang sudah mati tidak ada yang berani mendekat. Jika, gadis ini mendekat, mereka hilang. Begitupun sebaliknya.

Hingga suatu hari, mereka terjerumus kedalam sebuah kerajaan besar
menjadi pemeran yang harus melakoni perannya. Pengorbanan demi pengorbanan mereka lakukan. Rintangan demi rintangan mereka hadapi.

Dari situlah, terkuak jati diri mereka yang sebenarnya. Seorang Ratu dunia Immortal yang tertidur seratus tahun di dunia manusia terbangun. Lantas, sederet fakta dan akhir seperti apa yang akan mereka temui di ujung kisahnya?

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiyahpna_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benang Kusut

Hayolo, dighosting ya?🤣

Mending mana nih, dighosting doi apa dighosting author? Ngaku!🤣

Dahlah yaa, skip!

...Selamat membaca!...

...*****...

Selepas eksekusi berakhir, kegiatan di kerajaan Alaska kembali normal. Namun, tidak dengan suasana istana yang nampak hingar bingar nan penuh suka cita.

Namun, gelora suka cita itu nampaknya tak sampai pada sang ratu. Pasalnya, sang ratu nampak tidak memiliki gairah kesenangan dalam raut wajahnya yang sudah sedari beberapa saat lalu bermuram durja.

Sebab, diantara riuh rakyat yang berbondong bondong menghampiri dirinya, ia hanya seorang diri tanpa didampingi raja, beserta Sergio. Entah kemana hilangnya raja, Derby dan Arthur.

Jadi, selepas eksekusi, raja menghilang. Sedangkan rakyat berdatangan dengan membawa hadiah begitu banyak. Mereka tampak begitu bahagia kala mengetahui sang ratu yang ternyata masih hidup setelah sekian lama mereka kira telah tiada, bahkan dapat menjumpainya seperti saat ini.

"Sergio, raja dimana?" Geramnya seraya berbisik lirih namun sarat akan kekesalan yang teramat dalam. Andai kata, gores bahagia itu tidak ada pada raut wajah rakyatnya, ingin rasanya Odelia sesegera mungkin hengkang dari aula kerajaan yang kini terasa amat sesak.

Fisik dan batinnya kian menjerit lelah. Ia kesal. Lelah. Bingung dan tidak mengerti harus bersikap seperti apa dihadapan rakyatnya, hingga rasanya ia bagai bidak tanpa pemain. Raganya ada namun tidak dengan pikiran dan hatinya.

Sejujurnya, Odelia kian muak.

Jawaban yang terlontar dari Sergio pun tak mampu membunuh rasa kesalnya yang kian menjadi. "Hamba tidak mengetahui keberadaan Baginda Raja, Yang Mulia Ratu."

Ratu, kecewa. Bukankah seharusnya, raja duduk disampingnya? Menemani dirinya menghadapi rakyat. Bukankah ia juga yang secara tidak langsung memberitahu dan menyebar luaskan kehadiran dirinya di kerajaannya sendiri?

Ia harus bagaimana sekarang? Sedangkan rakyat kian berkicau. Odelia pun tak kuasa untuk menyambutnya dengan baik. Seperti saat ini contohnya.

"Yang Mulia, hamba sungguh senang dapat berjumpa lagi dengan Yang Mulia." Ucap salah satu rakyatnya yang tengah bercuap dengan derai air mata.

Odelia menahan napas, masih berusaha keras menahan raut wajahnya agar tetap terlihat anggun khas wanita bangsawan. Dan dalam diamnya, benaknya diselimuti gundah dan segenap rasa lainnya. Rakyatnya ini, lebay ya? Heh! masa sih? eh, gimana?

"Ekhem, Ta—"

"—Yang Mulia Ratu."

Sergio lantas menyalak. Sepasang matanya menajam, mengintimidasi rakyat itu. "Menyela pembicaraan ratu adalah sebuah kelancangan. Perhatikan dengan siapa kau berbicara!"

Rakyat yang dimaksud pun seketika bersimpuh dengan daksa gemetar hebat. "Hamba mohon ampun, Yang Mulia. Ampuni hamba."

"Kau layak dihukum!"

Jengah. Odelia berdiri, matanya menyipit tajam. "Hentikan, Sergio." Tolong, ia lelah, yang ia butuhkan adalah istirahat. Manik ratu bergulir, menatap hangat rakyatnya yang tengah bersimpuh dengan seulas senyum tipis. "Aku mengampunimu. Pulanglah."

Rakyat itu pun berseru penuh haru, ia dengan tergesa pamit undur diri. Setelahnya, ratu menatap Sergio. "Bubarkan kerumunan yang ada, aku akan beristirahat. Jangan biarkan siapa pun menemui aku."

Jeda sejenak. Pandangan Odelia nampak bergulir resah, helaan napasnya terdengar begitu penat. "Termasuk raja. Aku tak ingin menemuinya."

"Yang Mulia, hamba mohon ampun. Un—"

Lagi, benaknya kembali melanglang buana. Ia tak lagi mendengar gemuruh suka cita rakyat, bahkan suara Sergio yang kini dalam radar amat dekat dengannya. Pikirannya hanya tertuju pada satu subjek. Raja.

Raja dimana?

Melangkah perlahan meninggalkan aula istana, raut wajah ratu kian tak menentu seiring dengan rasa yang kian bergemuruh tak beraturan. Hingga tepat di depan pintu peristirahatan dirinya, Odelia bergeming membelakangi Sergio dan pelayan yang turut serta mengawalnya kemana pun ia melangkah.

"Sergio, aku ingin pulang."

*****

Tiga hari berlalu begitu cepat di dunia immortal.

Tiga hari itu pula, raja tak sekali pun menyambangi ratunya. Sergio pun menjalankan apa yang dipinta oleh ratu. Tiada satu pun yang menemui ratu kecuali pelayan pribadi ratu yang secara teratur menyajikan aneka hidangan. Tidak ada yang lain.

Dan selama itu pula, dalam diamnya, ratu kerap kali membuang hidangan yang tersaji di depannya. Yang ia konsumsi hanya beberapa buah dan air minum dalam jumlah amat sedikit.

Ia kini lagaknya benda mati. Binar matanya meredup. Surai coklatnya kusut. Daksanya amat letih. Benaknya kian penat, fisiknya pun mulai dibatas limitnya.

Sergio pun mulai gelisah. Tiga hari ia menjaga sang ratu, benaknya diliputi kerisauan. Pasalnya, ratunya kali ini bertindak lain dari biasanya. Semakin risau kala ia belum mampu menjangkau keberadaan raja, Derby beserta Arthur.

Tiba tiba saja, dengan amat lembut, angin malam nan udara yang kian dingin menyentuh lapisan kulitnya. Gerak angin dan suasana yang tiba tiba saja mengalami perubahan, Sergio lantas mengerti, bahwa raja telah kembali.

Dan benar saja. Raja berdiri dengan gagah tepat dihadapannya dengan aura pekat dalam dirinya. "Bagaimana dengan ratuku, Sergio?"

Sergio lantas menipiskan bibirnya seraya memberikan penghormatan pada raja. "Baginda."

*****

Ditengah kesunyian malam dan pancaran chandra. Odelia duduk sembari menekuk lututnya di tepi jendela istana. Pandangan matanya yang sayu menatap hampa chandra yang tengah bersinar cantik. Wajahnya redum. Tiada binar berseri.

Hingga sesuatu yang ia sadari adalah suatu hal yang ia hindari dalam radar dekat dengannya. Kepalanya lantas bergerak menyamping, bertumpu pada kedua tangannya yang ia tekuk diatas lututnya.

Raja berdiri tepat disampingnya. Dan Ratu enggan menatap wajah raja. Ia lebih memilih menatap hampa chandra dari pada wajah raja yang tak kalah menawan.

"Delia, ratuku."

Satu.

Dua.

Tiga.

Detik terlewati. Raja mendekat perlahan. Membelai surai coklat ratunya. "Del—"

Ratu masih enggan menoleh, ia hempaskan tangan raja dengan kasar. "Aku bukan lagi ratumu." Racaunya lirih, amat lirih. "Kamu siapa?" lanjutnya yang membuat raja seketika pias dan dipenuhi wasangka.

Menarik napas dalam, raja menekuk lututnya, tangannya meraih salah satu tangan ratunya yang bebas, lantas ia mengecupnya lamat lamat dengan segenap rasa yang tengah bergelung. "Delia, kita perlu bicara. Boleh ya?"

Odelia bergerak halus, kepalanya berganti posisi, membelakangi bulan dan menatap sayu raja. Raja lantas menahan napas dan merapikan helaian surai ratunya yang sebagian menghalangi setengah wajah ratu.

Raja menipiskan bibirnya, rahangnya mengetat. "Makan ya. Tidur. Kamu perlu istirahat." Tuturnya lembut dan penuh tekanan.

Odelia berkedip. Menatap dengan raut wajah tanpa riak. Alazar seketika resah. "Del, kamu—"

Masih dengan posisi yang sama dan suara yang lirih, Odelia berujar pelan. "—Kamu bilang kita perlu bicara. Kamu kemana? Ngapain aja?"

Jeda.

Malam kian pekat, sedang sepasang kekasih itu bergeming dengan tatapan mata tak lepas satu sama lain. Alazar bergerak lembut, menyentuh wajah ratunya perlahan.

"Kamu sakit. Kamu pucat." Alazar diam sejenak. Ia menghela napas khawatir. "Capek? Makan, tidur lalu istirahat ya."

Odelia berkedip. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang entah mengapa justru mencipta rasa terdayuh begitu dalam pada hati Alazar.

Bukan pernyataan itu yang ingin Odelia dengar dari bibir raja. Yang ingin dan ia butuhkan adalah kejujuran dan sikap terbuka raja. Karena kini, nyatanya, benaknya tengah ditimbun berjuta tanya namun tiada jawab. Sesulit itu ya? atau ratu yang terlalu memaksakan? siapa yang salah? siapa yang benar?

Atau yang sebenarnya adalah bukan mengenai itu semua. Karena bisa jadi, ini hanyalah tentang mereka saja. Yaitu perkara hati dan rasa. Begitu?

Odelia tertawa sumbang. Ia melepas sebelah tangannya dari genggaman raja lantas beralih menyentuh wajah raja yang juga nampak lelah. "Kamu juga capek kan? Aku juga. Capek banget." Ungkapnya tertahan.

"Aku capek banget jadi ratunya kamu. Aku pulang saja ya. Istirahat di rumah."

*****

Dighosting lama, sekalinya up menye menye, dih. Wkwk. Sabar ya lur! maafin aku yang suka ngeghosting kalian🤣

1
PORREN46R
uda mampir ya
PORREN46R
gak bisa berkata-kata lagi aku ceritanya bagus dan nyambung tidak seperti cerita ku
Future~
aku like dulu semuanya, nanti ku baca
ᏉᎨᎾᏁᎯ
ini lagunya beauty n d beast bukan sih thor??
Alfiyahpna_: benerrr kak yang main emma
total 1 replies
ᏉᎨᎾᏁᎯ
𝚙𝚊𝚗𝚐𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚞𝚐𝚊 😊
ᏉᎨᎾᏁᎯ
😅 𝚑𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚟𝚎𝚛𝚜𝚒 𝚖𝚒𝚕𝚎𝚗𝚒𝚊𝚕 𝚔𝚊𝚢𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊
ᏉᎨᎾᏁᎯ
𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜 𝚝𝚑𝚘𝚛, 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 😉
ᏉᎨᎾᏁᎯ
𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚐𝚎𝚗𝚛𝚎 𝚑𝚘𝚛𝚘𝚛 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚒𝚗𝚒
Alfiyahpna_
Okay, HALLO!!!

Well, aku keknya udah mulai terlupakan. Yep, oke gapapa. Karena aku juga sejujurnya lupa dengan novel ini, maaf lurrrrr.

Ekhem, cek gelombang yaa. Masih ada ga si yang nungguin ceritanya? mau lanjut apa enggaaaa?

Komen ya lurr! sip. Suwun, lur.
Alfiyahpna_: aw makasi kakaaak😍
total 2 replies
Nelin Agustin
cepetan up min gak sabar nihhh
Om Rudi
tiga like dari Alma Fatara
Om Rudi
dua like dari Alma Fatara
Om Rudi
waktu terus berganti

Perjalanan Alma Mencari Ibu mulai dukung
💓Yhan💓
Hadir memenuhi undangan, aku uda masukin fav ya.. saling suport🥰
Sejahtera
Ditunggu lanjutannya , Kak ^_^
Nelin Agustin
thor jangan lama lama up nya 😭
Alfiyahpna_: Maaf beb, suka lupa punya novel disini😭
total 1 replies
Syaila
Bagi gue, masih jadi yang terfav dan terdabes Thor!💖
Alfiyahpna_: Makasih loh yaa❤
total 1 replies
Syaila
The best ever😍
Alfiyahpna_: ❤❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Eva Santi Lubis
Pertama lanjut thor semangat
Alfiyahpna_: Huhu, makasih kak sudah support selalu❤
total 1 replies
_rus
Aku mampir kembali, Thor. Dengan 9 like, maaf kalo telat datang... 😁

Salam Hangat dari "Sebuah Kisah Cintaku" 😆🙏🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!