"Dia hanya orang asing di zebra cross."
Kataku dulu.
Sampai 3 hari kemudian aku melihat wajahnya di TikTok.
Dengan caption: "Duke termuda Spanyol. CEO. Milyader."
Gila. Yang nolongin aku nyebrang itu... orang sekaya itu?!
Aku Bintang. 17 tahun. Ketua kelas. Calon dokter.
Dia Mateo. 25 tahun. Duke. Orang yang bahkan tidak seharusnya aku temui.
Pertemuan kami singkat. 10 detik.
Tapi kenapa rasanya seperti sudah mengenal selama 10 tahun?
Cinta tidak akan kemana-mana pertemuan singkat itu membawa cinta pada diriku hingga suatu hari kami bertemu dan menikah tetapi perang terjadi dan negara itu merdeka dan kami gugur setelah nya
kami di akui dan di kenang oleh warga warga sebagai pahlawan dan cinta kita melukiskan sejarah manapun.
pencipta, penulis, penerbit, pengarang: bintang_nrl28 star.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lomba
𝗛𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗻𝗶𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝟭𝟳 𝗔𝗴𝘂𝘀𝘁𝘂𝘀, 𝘀𝗲𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘂𝗽𝗮𝗰𝗮𝗿𝗮 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗽𝗲𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗼𝗺𝗯𝗮, 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗽𝗲𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂 𝗷𝘂𝗴𝗮.
Tetapi karena aku jadi dokter jadi aku berada di rumah sakit meskipun di hari senin menempatkan tanggal 17 Agustus.
Aku sangat senang menjadi warga Indonesia, aku cinta negaraku sendiri.
Dan tiba-tiba ada pasien banyak anak kecil yang mengantri lalu aku memasuki ruangan dan cek mereka satu-satu, ada yang di periksa bahkan ada yang harus di suntik.
Saat selesai semua aku langsung istirahat dan makan siang, setelah makan siang aku langsung mengobati anak kecil lagi yang mulai datang mengantri bersama orang tua mereka.
Mereka terlihat mungil-mungil, sayang nya mereka sakit jadi mungkin mereka tidak mengikuti lomba 17 Agustus.
Setelah beberapa lama waktu semakin cepat hingga akhirnya udah jam 7 malam dan aku pulang, saat berjalan keluar aku melihat Mateo sedang berdiri bersandar pada mobilnya, lalu aku berlari dan dia mendengar langkah ku lalu membuka tangan, aku langsung memeluknya.
Dia menerima pelukan ku lalu bertanya "bagaimana hari ini? " tanya nya, lalu aku menatapnya dan berkata "baik! " ucapku dengan semangat, lalu dia mengelus kepala ku lalu membukakan pintu mobil untukku, lalu aku masuk.
Dan setelah itu dia menutup, dan dia langsung masuk ke mobil ke kursi menyetir.
Dia menyetir dengan santai, aku bertanya "kamu tadi lewat rumah aku dulu gak? " tanya ku, lalu dia menggelengkan kepala dan berkata "memang ada apa? " tanya nya, lalu aku menjawab "hari ini hari Indonesia merdeka di tanggal 17 Agustus, pasti ada lomba sih di jalan depan rumah aku! " ucapku.
Saat sampai di rumah aku melihat ada ramai-ramai, lalu Mateo memarkirkan mobil dan keluar lalu ia membukakan pintu untukku, dan tiba-tiba saat aku masuk rumah ibu tidak ada, lalu Mateo kebingungan, saat aku mengecek di luar di kerumunan itu ternyata ibu ada disitu tetapi bersama ibu Mateo, lalu aku bersama Mateo terkejut dan syok berat.
"I-itu ibuku? Mengapa dia bisa ke sini? Dia berangkat dengan siapa... " ucap Mateo sambil melirikku, lalu aku menjawab "mungkin taxi, mau nyamperin? " tanya ku, lalu Dia mengangguk.
Saat mendekati ibu Mateo dan ibuku melirik dan menyuruhku untuk melihat, aku melihat ada lomba balap karung "ibu.. Ini buat anak-anak doang? " tanya ku, lalu ibu menjawab "nanti ada yang anak besar nya lomba , bapak-bapak juga ada! " ucap ibuku dengan senang, lalu aku memperhatikan lomba itu.
" Mateo, will you join the competition? Mom will register you! " ucap ibu Mateo, artinya (Mateo ikut lomba ya?, ibu daftarkan! ) , lalu Mateo kaget dan menolak tidak mau " Don't want to, mother, no!" Ucapnya, lalu ibu nya menarik lengan ibuku, lalu mendaftarkan Mateo secara paksa lomba makan kerupuk.
"Gengsi." ucap Mateo, lalu aku tertawa "seorang Duke lomba makan kerupuk! " ucapku sambil tertawa keras, lalu Mateo malu lalu memelukku dari belakang.
Ibu Mateo mendaftarkan lalu semua warga terkejut dengan seorang Duke ikut lomba?!.
Saat lomba makan kerupuk di mulai Mateo berdiri di bawah kerupuk, lalu aku mem-vidio kan, Mateo melihat kamera langsung buang muka, "semangat Duke" ucapku, lalu dia sinis karena dia tidak suka aku panggil Duke.
Saat lomba di mulai dia kebingungan, ibu Mateo tertawa terbahak-bahak melihat anak nya kebingungan " Come on Mateo, eat, don't just stand there! " ucap ibunya, lalu ia makin kebingungan, ia melihat orang di samping nya, lalu ia memakan kerupuk itu "makan kerupuknya jangan pake tangan! " ucapku, lalu dia sinis.
Dan kerupuk Mateo habis pertama lalu Mateo keluar dari perlombaan, ibu Mateo langsung senang menepuk tangan dan memeluk anaknya sambil tertawa, anaknya menahan malu, ibuku menepuk tangan juga, lalu aku pun mengucapkan selamat.
"Aku mau makanan tadi lagi, enak! " ucapnya kepada ku, lalu aku tertawa adan menjawab "gak ada disini gak ada jualan seperti itu! " ucapku, lalu ia mengerti mengangguk, aku duduk di kursi dan dia duduk juga di sampingku lalu ia menyembunyikan muka nya di pundakku, tangan nya memegang erat tangan ku, lalu aku tersenyum dan berkata "tidak apa-apa jangan malu, kali-kali lah kamu ikut! " ucapku, lalu ia menatap ku dan tersenyum.
Lalu saat pengumuman juara lomba di sediakan Piala, lalu Mateo juara 1 lomba makan kerupuk, dia maju ke depan dengan jas hitam nya yang masih ia pakai, lalu ia memegang Piala tersebut, aku menepuk tangan, dan ibunya menepuk dengan bangga sambil tertawa-tertawa.
Setelah mengambil Piala, pak rt memberikan mie instan 10 di dalam totebag, lalu Mateo menerima, ibu Mateo berterimakasih dan berkata kepada ibu ku " My baby was given instant noodles, so cute" ucap ibu Mateo, lalu ibu ku tersenyum.
" Aren't you participating in the competition, dear? " tanya ibu Mateo kepada ku, lalu aku menggeleng kan kepala dan berkata " No, I don't want mom! " ucapku sambil tersenyum, lalu ibu Mateo tiba-tiba memelukku dengan erat.
Mateo turun lalu banyak orang yang vidiokan moment epic ini, lalu Mateo memberikan mie kepada ku 5 dan dia 5 "biar adil! " ucapnya dengan tegas, lalu aku berterimakasih.
Dan dia senang menunjukkan Piala kepada ku, lalu aku bertepuk tangan.
Ibu Mateo langsung memeluk Mateo, setelah itu ia langsung bertepuk tangan dan tertawa, lalu ibuku mengucapkan selamat, Mateo berterimakasih, "di luaran sok dewasa tapi kalo berdua mah anak kecil! " ucap ku pelan, lalu ia mendengar dan langsung menundukkan kepala di pundak ku sambil tertawa menahan malu.
Aku yang melihatnya langsung tertawa pelan dan mengusap kepalanya, lalu ia berdiri tegak dan memainkan rambut ku "kebiasaan ih! " ucapku, lalu ia berkata menyengir.