NovelToon NovelToon
DURI YANG TERSEMBUNYI

DURI YANG TERSEMBUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Meindah88

Aluna Anna harus menelan kenyataan pahit ketika ibunya, Yusi, memaksanya mengakhiri rencana pernikahan dengan pria yang sangat dicintainya, seorang dokter muda bernama Alvaro Alexander. Di balik keputusan itu tersimpan keinginan Yusi yang dianggap lebih penting daripada kebahagiaan putrinya sendiri: ia ingin Alvaro menikahi Elizabets, adik Anna yang hidup dengan keterbatasan fisik, dengan harapan sang dokter dapat merawat dan membantu kesembuhannya.

Keputusan tersebut menghancurkan hati Anna dan Alvaro. Cinta yang telah mereka bangun harus dikorbankan demi tuntutan keluarga dan rasa tanggung jawab. Di tengah luka dan air mata, Anna berusaha menerima nasib yang tidak pernah ia pilih, sementara Alvaro terjebak antara cinta sejatinya dan kewajiban yang dipaksakan kepadanya.
Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap, mereka menyadari bahwa cinta sejati tidak mudah dipisahkan oleh keadaan. Mampukah Anna dan Alvaro memperjuangkan kebahagiaan mereka, atau akankah mereka selamanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meindah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29

Pagi itu langit Jakarta diselimuti mendung tipis. Di balik dinding kaca bandara, Alvaro berdiri memandangi landasan pacu. Jas hitam yang dikenakannya membuat penampilannya tampak rapi, tetapi sorot matanya menyimpan kelelahan yang tak mampu disembunyikan.

Keputusan untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis ke luar negeri memang telah lama menjadi impiannya. Namun, keberangkatan kali ini bukan semata-mata demi mengejar gelar. Ada alasan lain yang jauh lebih rumit. Ia ingin menjauh dari tekanan yang selama berbulan-bulan menghimpit hidupnya.

Setiap kali pulang ke rumah, ayahnya selalu menanyakan satu hal.

"Kenapa selalu menunda pernikahanmu dengan Elizabets?"

Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi terasa seperti belenggu yang mengikat langkahnya. Alvaro menghormati Elizabets sebagai wanita baik hati. Ia bahkan telah berjuang mengembalikan kemampuan berjalan wanita itu hingga pulih. Namun, rasa syukur dan belas kasihan tidak pernah bisa berubah menjadi cinta.

Ia tidak ingin menjalani pernikahan hanya karena rasa kasihan.

Ia juga tidak ingin membuat Eliz hidup bersama pria yang hatinya telah lama kosong.

Karena itulah,  Alvaro berangkat ke luar negeri tanpa berpikir dua kali.

Belasan jam perjalanan akhirnya membawanya tiba di sebuah kota yang sejuk dan tertata rapi. Bangunan-bangunan tua berdiri berdampingan dengan gedung modern. Jalanan dipenuhi mahasiswa dari berbagai negara yang berjalan sambil membawa buku dan secangkir kopi hangat.

Alvaro menghirup udara dalam-dalam.

"Mulai hari ini... hidupku dimulai dari awal."

Universitas tempatnya belajar memiliki rumah sakit pendidikan terbesar di negara itu.  Dokter muda dari negara lainnya berkumpul dalam satu ruangan.

Mereka datang dengan tujuan yang sama yaitu, menjadi dokter spesialis terbaik.

Alvaro segera tenggelam dalam rutinitas yang padat. Pukul lima pagi ia sudah berada di rumah sakit. Siang mengikuti kuliah. Malam mengerjakan laporan penelitian hingga larut.

Kesibukan itu perlahan menjadi obat bagi luka yang dibawanya dari Indonesia.

Meski begitu, setiap kali malam tiba dan kamar apartemen kecilnya menjadi sunyi, bayangan masa lalu kembali menghampiri.

Wajah Anna.

Tatapan mata wanita itu.

Ucapan perpisahan yang belum sempat terucap.

Lalu disusul bayangan Elizabets yang menangis ketika mengetahui dirinya pergi tanpa berpamitan secara langsung.

Alvaro menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia lalu  berdiri seorang diri di balkon apartemennya di luar negeri. Angin dingin menerpa wajahnya, tetapi tidak mampu mengusir sesak yang terus menghimpit dadanya.

Ia memejamkan mata, mengingat dua wanita yang terikat dalam hidupnya.

"Semoga suatu hari nanti kamu mengerti, Eliz... tanpa menyalahkan siapa pun," bisiknya lirih.

Alvaro berharap bahwa Eliza menyadari, memaksakan sebuah pernikahan tanpa cinta hanya akan melahirkan penderitaan yang lebih panjang.

"Aku tidak pernah ingin menghancurkan mimpimu," gumamnya.

"Aku hanya tidak ingin hidup kita dipenuhi kebohongan." Ia terus berbicara seorang diri untuk meluapkan kegundahan.

Perlahan ia mengembuskan napas panjang. Nama lain yang selama ini terus bersemayam di relung hatinya kembali muncul.

"Dan kamu, Anna..."

Suaranya nyaris tenggelam oleh hembusan angin.

"Aku masih berharap kita berjodoh."

Bibirnya membentuk senyum tipis yang dipenuhi kepahitan.

"Tapi bagaimana aku bisa menjelaskan semuanya kepadamu? Aku melihat kebencian di matamu. Bahkan memandangku sedetik pun kamu enggan."

Ucapan itu terasa seperti belati yang menusuk dadanya sendiri.

Alvaro masih mengingat pertemuan terakhir mereka saat itu. Anna menatapnya dengan sorot mata yang begitu dingin, seolah pria itu adalah orang asing yang tak pantas lagi hadir dalam hidupnya. Tak ada senyum, tak ada sapaan. Hanya diam yang menyakitkan.

Padahal, berkali-kali Alvaro ingin mengatakan bahwa ia tidak pernah berhenti mencintainya.

Ia ingin menjelaskan ancaman yang pernah diterimanya dari Denis, tekanan yang membuatnya memilih menjauh, dan alasan mengapa ia memendam semua luka seorang diri. Namun, setiap kali kesempatan itu datang, Anna selalu berbalik pergi sebelum sepatah kata pun terucap.

"Mungkin bagimu aku hanyalah lelaki pengecut," bisiknya.

Matanya mulai memerah.

"Dan mungkin... memang benar." lirihnya.

1
Novi Tasa
ceritany bgus
Meindah88: Terimakasih..🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!