NovelToon NovelToon
POSESIF

POSESIF

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:287.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bee

[COMPLETE✔️]

•POSESIF I — Chapt 1-100


•POSESIF II — Chapt 101-136


(Start on 11 Nov 2020 - 5 Feb 2021)





Berawal dari masalalu orangtua yang berujung pada cinta yang dipenuhi dengan rasa posesif dan obsesi tinggi yang masing-masing Mereka miliki.

Serta lika-liku hubungan yang terjadi antara putra dan putri Mereka di masa depan.

Pahit dan manis menjadi 'bumbu' pelengkap untuk mengiringi kisah Mereka yang terlalu rumit untuk dihadapi.

Lalu, dapatkah Mereka melalui semua rintangan yang akan terjadi?

Dan mampukah kedua keluarga tersebut menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27| Listen

Berkali-kali Tuan Al membaca ulang lembaran kertas putih yang berada di tangannya. Alisnya menukik tajam seiring dengan setiap kata yang tertulis disana.

Ini tidak mungkin? pikirnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya. Ekspresinya sulit di tebak. Entah apa yang sedang ada di dalam pikiran pria tua tersebut.

Kemudian Tuan Al mengambil ponselnya yang berada di depannya, lalu menghubungi seseorang di seberang sana.

"Siapkan Jet pribadi. Aku ingin ke Valencia siang ini."

Panggilan di tutup begitu saja ketika di rasa memang sudah selesai.

"Aku harap itu Kau— Rebecca!"

••••••

Semua permasalahan telah selesai, kini Anna dan Carl tampak baik-baik saja.

Ya, Carl sudah berjanji bahwa Ia tak akan bermain dengan para bonekanya lagi. Ia juga telah berkonsultasi pada Dokter Nathalie soal bercinta dengan wanita yang sedang hamil.

Dan hari ini adalah jadwal rutin Anna untuk melakukan check-up rutin untuk kehamilannya.

Carl sudah menunggu di bawah bersama para pengawal yang selalu setia berada di belakangnya.

"Kau sudah siap, Sayang?" Anna mengangguk lalu menerima uluran tangan suaminya kemudian membawanya pada sebuah tautan yang terasa sangat hangat bagi Anna.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Tautan di tangan Mereka tak terlepas sejak keberangkatannya dari Mansion. Membuat rona merah menjalar di wajah Anna— wanita itu tersipu.

Sesampainya Mereka disana, Dokter Nathalie langsung menyambut kedatangan Mereka dengan senyum ramah yang tak pernah luntur dari wajah cantiknya.

"Janinnya belum terbentuk sempurna, Senora. Tapi kondisinya baik-baik saja. Tetap konsumsi susu ibu hamil serta perbanyak makan buah dan sayur agar baby Anda dan ibunya tetap dalam kondisi yang sehat." Selesai melakukan USG, Dokter Nathalie menuliskan beberapa resep obat serta vitamin untuk Anna.

Kini usia kandungan Anna berjalan dua bulan, Ia juga tak terlalu sering mengalami morning sick seperti sebelumnya, ya meski beberapa kali kadang merasakan seperti itu namun Carl selalu berada di sisinya, membantunya seperti seorang suami siaga.

Setelah melakukan pemeriksaan rutin, Anna berniat untuk mampir ke supermarket untuk membeli sesuatu. "Senor, bisakah Kita mampir ke Supermarket sebentar?"

Carl menoleh ke arah istrinya, "Kau ingin membeli apa?"

Wanita itu tersenyum sembari mengusap lembut perutnya yang masih rata.

"Hanya ingin!" Anna tersenyum hingga menampilkan deretan gigi putihnya yang tersusun rapi. Violetnya begitu cerah, dan Carl yakin istrinya dalam mode suasana hati yang baik.

Tanpa berpikir panjang, Carl meminta supir untuk segera memutar arah menuju Supermarket yang jaraknya kurang lebih satu jam dari Mansion.

••••••

Pecahan gelas serta teriakan menggema di seluruh penjuru ruang utama Mansion Aldine.

Entah benda itu— gelas ke berapa yang di lempar ke sembarang arah oleh sang pemilik.

"Arghh!! Sialan Kau Anna! Beraninya Kau mengancam dan mengusirku!"

Lagi. Terdengar suara pecahan gelas di iringi isak tangis dari bibir Rachel.

Tuan Aldine dan pengawal lain baru saja tiba dan mendapati ruangan itu sudah berantakan dengan pecahan gelas serta beberapa barang berserakan di lantai.

Melihat hal itu, Tuan Aldine tergopoh menghampir putrinya yang sedang duduk di bawah dengan wajah yang Ia tenggelamkan di antara kedua kakinya.

"APA YANG KAU LAKUKAN RACHEL?" Suara bentakan Tuan Al membuat para pengawal disana menunduk dan saling berbisik. Tak menyangka jika Tuan Besar Mereka akan datang berkunjung ke Mansion ini.

Terkejut. Rachel mendongak ketika mendengar suara teriakan yang begitu familiar di telinganya.

"D-daddy?"

••••••

Setelah semua barang di bersihkan, Tuan Aldine masih terlihat marah ketika mengetahui perangai buruk dari putrinya.

Rachel hanya tertunduk diam, tak berani menatap wajah Ayahnya.

Keheningan terpecah ketika Julian datang.

Pria itu memandang sekilas ke arah Rachel dan wanita itu juga balas memandangnya melalui obsidian birunya.

Entah apa yang di bicarakan Julian dengan sang Ayah. Yang pasti, ketika Julian membisikan sebuah kalimat— yang Rachel sendiri tidak tahu— Tuan Al langsung beranjak dari tempatnya untuk menuju ruang kerja.

Matanya masih menatap ke arah Rachel yang hanya tertunduk sejak tadi, "Kita bicara lagi nanti setelah urusan Daddy selesai, Kau mengerti?" Rachel mengangguk dengan wajah yang masih menunduk ke bawah. Membuat kernyitan tanda tanya di wajah Julian.

"Long time no see, Rachel."

Setelah itu, Julian segera mengikuti langkah Bosnya untuk membicarakan hal yang penting.

Memastikan pintu tertutup rapat— Julian segera mengatakan tentang informasi yang Ia dapat dari informan yang telah Ia tugaskan.

"Maafkan Saya, Signor. Saya belum mendapatkan informasi tambahan tentang keluarga Serilda." Julian menunduk, menunggu hal apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun sampai di detik ke sepuluh, tak ada yang terjadi. Pria itu hanya berdiri menghadap ke arah kaca yang terhubung langsung dengan lapangan golf yang berada di samping Mansion.

Helaan nafas berat terdengar dari bibir pria setengah abad tersebut. Terlalu banyak hal yang di pikirkan, yang paling utama adalah tentang Rachel.

Putrinya hanya diam ketika Tuan Al mencecarnya dengan beberapa pertanyaan, salah satunya; alasan gadis itu kabur dari masa perawatannya di rumah sakit.

Tuan Al memijit pelipisnya, merasakan kepalanya yang berdenyut hingga memunculkan kernyitan di dahi keriputnya. Dan membuat Julian menjadi panik. Sebab Ia tahu, beban pikiran Tuan-nya sangatlah banyak.

Dengan raut penuh kecemasan, Julian menghampiri Tuan Al yang sudah duduk di atas kursinya, "Anda baik-baik saja, Signor? Apa perlu Saya panggilkan Dokter Anthonie supaya datang kesini?" Tawarnya ketika wajah pria tua tersebut terlihat kesakitan.

"Tidak perlu! Aku hanya ingin beristirahat di kamar. Awasi Rachel, J! Jangan biarkan malam ini Dia keluar."

Setelah Tuan Al pergi, Julian segera memerintahkan empat orang pengawalnya untuk berjaga di depan pintu kamar Anna sementara Ia pergi untuk suatu urusan.

••••••

"Senora, tolong jangan disini. Ini berbahaya untuk Anda."

Lagi. Suara ribut yang berasal dari counter dapur terdengar di telinga Carl. Pria itu terkekeh ketika mendapati tubuh mungil sang istri di hadang oleh dua orang maid yang menampilkan raut wajah khawatir serta ketakutan. Terlihat memohon ketika Anna masih berusaha untuk membantu Mereka memasak.

Dan saat Anna ingin menyentuh spatula yang di biarkan di atas wajan panas, tak sengaja tangannya menyentuh bagian spatula yang tak di lapisi oleh pengaman anti panas.

Sebuah teriakan kecil keluar dari bibirnya, "Arghh!" Dan reflek Carl menghempaskan tubuh salah seorang maid yang tak sengaja menghalangi jalannya.

"Minggir!" Obsidian hitamnya menukik ketika mendapati tiga jari milik Anna memerah akibat menyentuh benda panas tersebut.

Anna yang terkejut akan kedatangan suaminya, hanya bisa pasrah menerima omelan yang sebentar lagi akan di ucapkan Carl padanya.

"Panggilkan Dokter Nathalie—" Perintahnya menggantung begitu saja ketika melihat satu-persatu maid disana yang hanya berdiri dengan wajah menunduk—" Tunggu apalagi? SEKARANG!" Dan semua orang berjingkat kaget termasuk Anna ketika mendengar teriakan Tuan Mereka yang begitu murka ketika melihat miliknya terluka.

Melihat kepanikan serta ketakutan para maid, Anna mencoba membuat suaminya tenang dengan memberikan tatapan teduh serta sentuhan lembut pada wajah suaminya.

Anna tahu bahwa Dirinya sangat ceroboh dan kurang hati-hati sehingga membuat semua orang menjadi cemas dan dalam masalah besar jika Ia tak segera meredam kemarahan Carl ketika melihatnya terluka seperti ini.

Lalu suara selembut beledu tersebut mulai menyapa pendengaran Carl hingga sedikit demi sedikit, kemarahannya menguap bersamaan dengan raut wajahnya tak secemas tadi.

"Saya baik-baik saja, Senor." Katanya dengan masih tersenyum. "Tolong jangan hukum Mereka atas kesalahan yang Saya buat. Saya mohon!"

Pandangan Mereka bertemu lalu sedetik kemudian bibir Mereka bertemu. Carl menggigit gemas bibir Anna hingga membuat si empunya mengerang.

Ciuman Mereka terlepas, dan Carl menatap tak berdosa ketika melihat bibir Anna mengerucut ke depan— wanita itu merajuk.

Sambil mengusap beberapa lelehan saliva di bibir istrinya, Carl mengatakan; "Kau memintaku untuk memaafkan Mereka dan ini hukumanmu karena Kau begitu keras kepala, Senora Walt."

••••••

1
Mimi Gheall Gheoll II
pasti bianca yg melakukan semua ini.
Desi Ramadani
semua gara2 asisten nya Walt kalau dia gak sok kepinteran pasti gak bakal rumit kayak gitu,padahal baca part 1 suka sama karakter dia ,eh gara2 dia sembunyikan violeta tanpa sepengetahuan Walt mna gak pakek bodigard lagi 😌
Aya Elkafa
istri orang itu beeenj,...
UNKNOWN: Halo terimakasih sudah mampir♥️
total 1 replies
Aya Elkafa
keren banget lo inii....semoga likenya cepet naik tajem,..
Aya Elkafa
ngga bisa boom like yak😔
tetep semangat ya othor,..
Aya Elkafa
othor tetep semangat ya,....semoga sehat selalu 🍀
Adinda Beibboh
ach kecewa cooper dapet bekas...
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
hadir
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
yuhuuuu...😉

cinta pak bos hadir lagi..

Semangat kak💪
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
hadir
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
asisten dadakan hadir..😘

like..like..like..

mampir yuk
Khaputri Khaputri
syukurlah .....
🄰🄶🄸🅃🄰 🄰🄳🄸🅆🄸🄽🄰🅃🄰
semangat thor
🄰🄶🄸🅃🄰 🄰🄳🄸🅆🄸🄽🄰🅃🄰
tinggalin jejak dulu
Susi Ana
wah tamat,lanjut
UNKNOWN: Halo terimakasih sudh mngikuti POSESIF❤

See you on my NEW STORY ya ka😊
total 1 replies
rose rita
bravo you are very awesome
rose rita: pasti thor
total 2 replies
inipiaaaaa✨
mantullllllll👏🏻
UNKNOWN: Halo terimakasih sudh mmpir❤
total 1 replies
RinNi
Critanya luar biasa 👍👍👍👍
UNKNOWN: Halo, terimakasih sudh mngikuti POSESIF dri awal smpai akhir

Luv❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!