"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.
Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konsilium Para Penguasa dan Aliansi Air Mata
Lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit kubah ruang pertemuan agung markas aliansi memancarkan cahaya benderang, memantulkan pendar putih yang dingin pada permukaan meja kayu ek panjang di bawahnya. Meja itu bukan sekadar tempat berdiskusi; itu adalah altar tempat takdir wilayah sekutu ditentukan.
Suasana di dalam ruangan itu terasa begitu pekat, berat, dan mencekam, seolah-olah udara dikompresi oleh ketegangan yang sanggup meledak hanya karena satu jentikan jari. Di ujung meja, Reymond Oliver Smith berdiri tegak dengan postur militernya yang gagah.
Sinar matanya yang setajam elang menatap satu per satu pria kuat di sekeliling meja—para penguasa tertinggi wilayah sekutu yang masing-masing memegang kendali penuh atas ribuan moncong senjata dan pasukan siap tempur.
Di sisi kanan meja, duduk dengan ekspresi datar namun memancarkan otoritas mutlak, sang pemimpin aliansi tertinggi, Ethan Taylor. Di sebelahnya, sang ayah, Noah Taylor, duduk bersedekah dada dengan tatapan lurus yang mengintimidasi.
Tepat di samping mereka, Oliver Smith—ayah kandung Reymond sekaligus sang patriark tertinggi keluarga Smith—duduk dengan posisi kaku, rahangnya mengeras sempurna dan urat-urat di pelipisnya menonjol saat matanya membaca lembar demi lembar dokumen silsilah dan bukti intelijen yang dibawa oleh Reymond.
Di seberang mereka, faksi Johnson diwakili oleh Thomas El Johnson yang wajahnya sudah memerah padam menahan murka yang teramat sangat. Di kanan dan kirinya, kedua putra kembarnya yang terkenal sebagai algojo militer paling mematikan di garis depan, Elex Barack Johnson dan Alex Barack Johnson, duduk diam dengan pandangan mata yang menggelap, siap menerima perintah eksekusi kapan saja.
Sementara itu, dari faksi Beatrice, Steve Adam Beatrice duduk dengan ketenangan yang tidak wajar. Ia tidak bergerak, tidak pula bersuara, namun tatapan matanya memancarkan aura bahaya yang sedingin es kutub, mengunci dokumen di tengah meja seolah sedang menatap mangsa yang siap dicabik-cabik.
"Frans Crimson Raven tidak hanya melanggar poin perdamaian yang kita sepakati satu tahun lalu," suara Reymond bergemuruh, memecah keheningan ruangan dengan intonasi yang begitu tajam dan menusuk hingga ke tulang.
"Bajingan tua itu telah menjebak aliansi kita sejak awal. Dia dengan sengaja memfitnah Claudia sebagai mata-mata yang menyusup ke mansionku, mengirimkan surat instruksi palsu yang sengaja dikorbankan untuk dicegat, agar kita kehilangan kesabaran dan mengeksekusinya."
" Frans ingin menjadikan kematian Claudia sebagai alasan sah dan tameng politik di mata hukum antar-faksi untuk melanggar perjanjian damai, lalu menyulut perang baru yang menguntungkan posisinya."
Reymond menarik napas pendek, matanya berkilat penuh amarah yang membara saat menyebutkan fakta paling krusial berikutnya.
"Dan yang paling menjijikkan dari seluruh sandiwara ini... Claudia sama sekali bukan darah daging dari Frans Crimson Raven. Dia adalah putri kandung dari William Montgomery, seorang bangsawan agung dari Kerajaan Inggris yang diculik, dirampas hak nikahnya, dan diracun secara perlahan oleh Frans dua puluh tahun lalu demi menguasai seluruh harta serta garis keturunan Da Vinchi yang terhormat."
Brak!
Oliver Smith menghantam permukaan meja ek dengan kepalan tangannya yang kekar hingga cangkir kopi dan tumpukan berkas di atasnya bergetar hebat. Pria sepuh itu berdiri dengan napas yang memburu, matanya merah menyala oleh kemurkaan yang tak tertahankan.
"Dia menggunakan aliansi kita!"
"Dia memanfaatkan nama besar keluarga Smith sebagai algojo pribadi untuk melenyapkan pewaris Montgomery yang sah!" gerung Oliver Smith dengan suara yang menggelegar di dalam ruangan.
"Ini bukan lagi sekadar pelanggaran wilayah. Ini adalah penghinaan terbesar bagi martabat dan kehormatan keluarga Smith! Frans Raven mengira dia bisa mencuci tangannya yang berdarah dengan menggunakan tangan anakku untuk membunuh putri dari William!"
Thomas El Johnson menoleh lambat ke arah kedua putra kembarnya, Elex dan Alex, memberikan isyarat yang langsung dipahami oleh kedua pemuda itu tanpa perlu banyak kata. Thomas kemudian mengalihkan pandangannya, menatap lurus pada Ethan Taylor selaku pemimpin tertinggi.
"Jika kita membiarkan ular berbisa seperti Frans tetap bernapas dan merayap di perbatasan, pengkhianatan berikutnya hanya tinggal menunggu waktu," ujar Thomas El Johnson dengan nada suara yang rendah namun sarat akan ancaman kehancuran.
"Faksi Johnson tidak akan duduk diam menyaksikan martabat aliansi diinjak-injak oleh faksi pecundang. Kami siap menggerakkan seluruh divisi lapis baja, tank tempur berat, dan pasukan infanteri mekanis ke perbatasan Raven malam ini juga. Kita Ratakan setiap jengkal tanah mereka sebelum mereka sempat menyadari bahwa kedok mereka telah terbongkar."
Elex Barack Johnson mengetukkan jemarinya di atas meja, matanya berkilat dingin. "Divisi udara kami bisa melumpuhkan menara pengawas mereka dalam waktu lima belas menit, Tuan Taylor. Berikan kami perintah, dan tidak akan ada satu pun burung gagak dari faksi Raven yang bisa terbang melarikan diri malam ini."
Alex Barack Johnson ikut menyambung, suaranya sedingin es. "Kastil mereka akan menjadi kuburan massal bagi siapa saja yang telah berani menyentuh garis keturunan Montgomery."
Ethan Taylor tetap tenang di kursinya, namun ketenangannya justru menjadi hal yang paling menakutkan di dalam ruangan itu. Pemimpin tertinggi aliansi tersebut mengetuk-ngetukkan jarinya secara konstan di atas meja kayu, menciptakan ritme yang monoton di tengah ketegangan yang mendidih.
Matanya yang tajam dan tak terbaca menatap lekat-lekat pada dokumen silsilah darah Claudia serta surat pernyataan dari saksi kunci yang dibawa oleh intelijen Smith.
"Satu tahun lalu, kita memberikan mereka ampunan dan membiarkan mereka mempertahankan sisa kekuasaan karena kita mengira mereka tunduk di bawah kaki aliansi," kata Ethan Taylor, suaranya mengalir pelan namun memiliki penekanan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.
Ia mendongak, menatap Reymond, lalu beralih pada Oliver dan Thomas. "Namun, jika darah Montgomery dan Da Vinchi yang mereka tumpahkan secara keji... jika mereka mengira bisa mempermainkan hukum aliansi dengan menjadikan seorang gadis tidak bersalah sebagai umpan kematian, maka Inggris dan seluruh wilayah sekutu tidak akan pernah tinggal diam."
Ethan berdiri dari kursinya, merapikan jubah kebesaran faksi Taylor miliknya, lalu menatap seluruh penguasa di sekeliling meja dengan pandangan mata yang memancarkan perintah pemusnahan total.
"Malam ini, hukum perdamaian sudah tidak berlaku bagi Crimson Raven. Kita tidak akan melakukan negosiasi, tidak akan ada tawaran menyerah. Kita akan menggerakkan seluruh kekuatan militer gabungan. Kita serang mereka dari udara, darat, dan segala penjuru. Kita ratakan Crimson Raven hingga tidak ada satu pun batu yang tersisa berdiri di atas tanah mereka!" Titah Ethan.
...----------------...