NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27.

Deg!

Deg!

Vince sendiri sekarang ini merasa jantungnya sungguh tidak aman, kala mendapatkan sebuah pelukan tiba tiba dari muridnya itu.

Sontak saja, Vince mengelus-elus kepala muridnya dengan lembut, berharap sentuhan itu bisa menenangkan Maura yang sedang merasa tak baik.

Maura juga merasakan jantung berdebar kencang, tak seperti biasanya. Rasa nyaman yang di rasakan Maura sekarang ini sungguh sangat berbeda, rasanya berbeda tidak seperti hangatnya pelukan kedua orang tua kandung maupun angkatnya. Yang Maura rasakan, pelukannya sangat nyaman.

"Perasaan ini benar-benar baru bagiku." Maura terlihat mengeratkan pelukannya.

Dalam suara parau yang tersendat oleh isak tangis, Maura bergumam, "Apakah di dunia ini memang tidak ada orang yang benar-benar tulus mencintai ku?" Suara yang keluar dari bibir manis Maura hampir tenggelam oleh kesedihan yang melanda.

Vince mencoba memberikan kata-kata penyemangat pada Maura, "Banyak yang mencintaimu, Maura. Contohnya kedua orang tuamu dan juga kedua orang tua angkat mu. Jangan terpengaruh hanya karena selama seminggu kedua orang tua angkat mu tidak datang menemui. Jangan membuatmu berpikiran buruk dan mengira jika mereka tidak mencintaimu."

Dalam dada, Maura nampak merenung. Memikirkan betapa lemahnya dirinya saat ini, ia membutuhkan sandaran  guna mencari kepastian tentang kasih sayang orang lain padahal begitu banyak bukti nyata yang telah diberikan.

****

***

Vince mengantar Maura hingga depan pintu rumah Cherly dan Aron, dengan perasaan cemas dan juga khawatir.

Sudah seminggu berlalu, namun tugas dan tanggung jawab dirinya sebagai pemilik saham terbesar di SMA Taruna tak berhenti menuntut perhatiannya.

Berbagai berkas yang menumpuk harus segera ditandatangani dan kegiatan kegiatan penting telah diagendakan, mulai dari pembukaan pendaftaran, MOS, hingga acara perkemahan di hutan sebagai penutup.

"Semuanya harus segera diputuskan," gumam Vince dalam hati. Dia tahu betul pentingnya kegiatan-kegiatan ini bagi pembentukan karakter dan suasana kekeluargaan di sekolahnya, seperti yang diharapkan oleh para guru dan orang tua.

Terlebih, hari ini adalah rapat terakhir untuk menentukan lokasi kemah dan susunan acara. Tentu saja, tanda tangan Vince sebagai pemilik saham terbesar di sekolah itu sangat dibutuhkan.

"Maura, barang-barangmu sudah kubawa semua, ya. Aku harus bergegas ke sekolah sekarang," ucap Vince dengan nada tergesa -gesa setelah berkali-kali bolak-balik dari mobil ke teras rumah Cherly. Sejenak, ada rasa berat yang ia rasakan untuk meninggalkan Maura, namun ia sadar bahwa tanggung jawab dan komitmen terhadap sekolah SMA Taruna harus ia utamakan.

Seminggu ini kebersamaan keduanya membuat hidup Vince kembali berwarna, bahkan sekarang ia yang harus berpisah dengan Maura malah di selimuti dengan sebuah perasaan yang sangat aneh. Ada perasaan tidak rela yang sekarang ini menyelimuti dirinya.

Vince pun menguatkan hati untuk melanjutkan perjalanan. Vince yang ingin berjalan ke arah mobil, tiba tiba di hentikan oleh Maura.

"Iya, Pak, terima kasih. Kalau begitu hati-hati di jalan ya," ujar Maura dengan penuh hormat. Tiba-tiba, ia mencium punggung tangan Vince, gurunya, sebagai bentuk rasa hormatnya kepadanya.

Vince sendiri hanya bisa melongo.

Maura tidak merasa risih atau pun canggung, perasaan seperti saat berinteraksi dengan pria lain. Namun kali ini, sikap Maura sangat berbeda, terlihat nyaman saat berinteraksi dengan Vince. Dalam benak Maura, ia berpikir, "Mungkinkah karena aku tahu bahwa Pak Pin menyukai sesama jenis, aku tidak merasa risih? Mungkin dia tidak seperti laki-laki lain yang mudah menilai perempuan dari penampilannya saja." Perasaan Maura terhadap Vince menjadi lebih nyaman karena ia beranggapan bahwa Vince tidak akan mengeksploitasi dirinya seperti yang ia alami sebelumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!