NovelToon NovelToon
Cinta Harta Dan Persahabatan

Cinta Harta Dan Persahabatan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diah Fiana

Dini, seorang remaja dari keluarga sederhana. Tujuan hidupnya adalah fokus belajar agar sukses dan memperbaiki keadaan ekonominya bersama sang ibu.

Tanpa ia tau, diam diam sahabatnya menaruh hati padanya. Bersamaan dengan itu, masa lalunya tiba tiba datang dan mendekatinya.

Lantas, apakah Dini akan mengetahui isi hati sahabatnya?
Kepada siapakah Dini akan melabuhkan hatinya?
Apakah masalah perbedaan sosial menjadi masalah yang besar dalam hidup Dini?

Temukan semua jawabannya di sini.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Fiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Lagi

Ketika Andi dan Dimas menjauh dari Anita dan Dini, Anita menanyakan hal yang membuatnya penasaran pada Dini.

"Din, aku mau tanya sesuatu ya, tapi kalau kamu nggak mau jawab nggak papa."

"Tanya apa?"

"Kamu fobia sama hujan?" tanya Anita serius.

Dini tertawa mendengar pertanyaan Anita yang aneh itu. Mimik muka Anita yang serius membuat Dini berpikir tentang pertanyaan penting yang akan ditanyakan.

Namun ternyata Anita menanyakan pertanyaan yang absurd menurut Dini.

"Kenapa kamu tanya gitu? aku pikir ada hal serius yang mau kamu tanyain."

"Ini serius Din, kok kamu malah ketawa sih!" balas Anita yang pura-pura kesal.

"Iya iya sorry," ucap Dini sambil memeluk Anita yang terlihat kesal.

"Aku kan khawatir Din, waktu di sekolah kamu sampe' pingsan waktu kehujanan, sekarang kamu sampe' lemas gitu."

"Aku juga nggak tau Nit, dari kecil kalau aku lama kena hujan badanku rasanya lemas banget terus pingsan, itu kenapa aku langsung panik kalau udah hujan, walaupun cuma gerimis."

Anita mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Ayo pulang sayang!" ajak Dimas yang tiba-tiba datang.

"Kamu kok mau aja sih dipanggil sayang sama Dimas?" tanya Anita pada Dini.

Dini hanya mengangkat kedua bahunya, tak menjawab.

"Kenapa? cemburu?" tanya Dimas pada Anita.

"Diihhh, ogah banget," jawab Anita sambil pergi ke tempat Andi berdiri.

"Andi, kamu pulang sama aku ya biar Dini pulang sama Dimas," ucap Anita pada Andi.

Andi mengangguk. Sebenarnya ia sangat ingin pulang bersama Dini namun ia takut akan menyakiti Anita jika ia menolaknya.

"Aku duluan ya!" pamit Dini pada Anita dan Andi.

Dini dan Dimaspun pulang bersama.

Sebelum mengantar Dini pulang, Dimas mengajak Dini untuk ke taman di dekat sekolahnya.

Sebuah taman yang mempertemukan Dimas dan Dini kembali.

"Andini, kita ke taman bentar ya!" ajak Dimas.

Dini mengangguk, tanda ia setuju.

Setelah memarkirkan mobilnya, Dini dan Dimas berjalan berdua memasuki taman.

Mereka memutuskan untuk duduk di atas rumput di bawah sebuah pohon dengan lampu warna warni yang mengelilingi batangnya.

"Andini," panggil Dimas pelan.

"Iya."

"Aku ngomong serius sama kamu," ucap Dimas sambil menghadapkan badannya ke arah Dini.

"Soal apa Dim?"

"Soal kita, aku minta maaf soal kejadian 7 tahun lalu, aku bener-bener nyesel."

"Aku udah lupain kok."

"Aku butuh kamu maafin aku Andini, aku mau ngelakuin apa aja asal kamu maafin aku."

Dini hanya diam, memorinya mengulas kembali kenangan pahitnya 7 tahun lalu.

"Andini, asal kamu tau, sedetikpun aku nggak pernah lupa kejadian itu, betapa bodohnya aku saat itu, aku cuma bisa nurutin perintah orangtuaku buat pindah ke luar kota, selama itu aku nggak bisa berhenti mikirin kamu, rasa bersalahku sangat menyiksaku, itu kenapa aku berusaha cari kamu, setidaknya aku bisa minta maaf secara langsung meski aku tau kecil kemungkinan kamu maafin aku."

"Kamu salah Dimas."

"Maksud kamu?"

"Awalnya emang aku nggak suka kamu datang lagi di hidupku, tapi kamu sekarang bukanlah Dimas yang aku kenal dulu, kamu jauh lebih baik dari yang aku kenal dulu, kamu yang bikin aku lupain masa lalu kelam ku."

"Jadi, kamu maafin aku?"

Dini mengangguk dengan senyum termanis di bibirnya.

Dimaspun merentangkan tangannya bersiap untuk memeluk Dini namun Dini segera menghindar, membuat Dimas jatuh tersungkur.

"Makanya jangan genit!" ucap Dini sambil berdiri dan pergi meninggalkan Dimas.

"Tungguin sayang, kamu mau kemana?"

"Pulang Dimas, udah malem," jawab Dini tanpa menghentikan langkahnya.

Dimas hanya bisa menghela napas, ia sebenarnya masih ingin berdua dengan Dini, tapi ia juga tak mau memaksakan kehendaknya sendiri.

Sesampainya di rumah, Dini segera tidur.

Ia merasa hari ini adalah hari bahagia untuknya, meski ia hampir pingsan karena kehujanan, ia bahagia karena hubungannya dengan Andi sudah membaik.

Di sisi lain, Dimas juga merasa sangat bahagia karena ternyata usahanya untuk mendapatkan maaf dari Dini tidak sia-sia.

Ia pun semakin ingin menghabiskan banyak waktu bersama Dini.

Besok paginya, seperti biasa Andi sudah berada di balai-balai depan rumah Dini, menunggu Dini tanpa memanggilnya.

Tiba-tiba Dimas datang.

"Ngapain lo di sini?" tanya Dimas pada Andi.

"Gue kan tetangganya, lo sendiri ngapain ke sini?

"Gue mau jemput Dini."

"Gue duluan yang jemput, biasanya juga dia sama gue berangkatnya."

"Tapi gue bawa mobil biar Andini nggak kecape'an," ucap Dimas penuh percaya diri.

"Tapi Dini lebih suka jalan kaki."

"Oke, kita liat aja nanti," balas Dimas kesal.

Andi hanya tersenyum sinis.

Setelah selesai bersiap-siap, Dini keluar dari rumahnya dan begitu terkejut melihat ada Dimas di sana.

"Dimas, kamu ngapain di sini?"

"Aku mau jemput kamu, ayo berangkat!" jawab Dimas sambil menggandeng tangan Dini namun langsung di lepas paksa oleh Andi.

"Eh, lo lupa gue duluan yang ke sini!" ucap Andi.

"Ini masih pagi loh, kalian udah ribut aja!" ucap Dini kesal karena melihat keributan Andi dan Dimas di awal harinya.

"Kamu berangkat sama aku kan?" tanya Dimas.

"Kamu duluan aja ya Dimas, aku jalan kaki sama Andi."

"Tuh kan, Dini lebih pilih gue!" ucap Andi sombong.

"Udah deh Ndi, ayo berangkat!"

"Oke Andini, kamu sekarang bisa milih Andi, tapi suatu saat nanti kamu nggak akan bisa lagi nolak aku," batin Dimas lalu pergi dari rumah Dini.

Sesampainya di sekolah, Anita sudah menunggu kedatangan Andi di depan gerbang sekolahnya.

"Andi, ikut aku bentar ya!" ucap Anita sambil menarik tangan Andi.

"Bentar ya Din," ucap Andi pada Dini.

"Andi aku pinjem bentar ya, kamu duluan aja!" ucap Anita.

Dini mengangguk lalu berjalan seorang diri menuju kelasnya.

Sebelum masuk ke kelasnya, ia berniat untuk membuka lokernya.

Ia ingin tau, apa pengirim surat itu masih memberinya surat ancaman meski Dini tak pernah lagi membuka lokernya.

Ketika ia membuka lokernya, beberapa lembar surat dengan kertas merah ada di dalamnya.

Dini segera mengeluarkan semua surat itu dan membacanya satu per satu.

Semua isi dari surat itu sama seperti surat yang pertama kali ia temukan di lokernya.

Dini meremas surat-surat itu dan membuangnya ke tempat sampah.

Dari jauh, Dimas yang melihat Dini terlihat panik segera menghampirinya.

"Kamu kenapa Andini?"

"Nggak papa," jawab Dini menyembunyikan kepanikannya.

"Kertas yang kamu buang tadi apa?" tanya Dimas penasaran karena ia melihat Dini membaca banyak kertas warna merah dari lokernya lalu membuangnya.

Dini hanya diam, tak menjawab.

Dimas segera mengambil kertas-kertas itu dari tempat sampah dan membacanya.

"Ini dari siapa Andini?"

Dini menggelengkan kepalanya.

"Andi tau soal ini?"

"Enggak, tolong jangan kasih tau dia."

Dimas mengangguk, ia tak percaya Dini yang pendiam ternyata mendapat ancaman seperti itu.

1
jeje_😎
novelkk ikan terbang anjirlah....
jeje_😎
heh thor...nulis tuh bkin krkter yg bagus napa....ni dini murahn bgt.udh cngeng.murahan lgi.plinplan hih ...ug gitu si dimas jg sma plinplan.g bisa tegas...astaga
...di ikutin mlh tmbh emosi ni novel hahahah....
Eunike
ok
Nataniat Harefa: hxjfjrhc
total 1 replies
Eunike
ol
Eunike
Bingung baca percintaan Dini
Eunike
ok
Rosyid Rizal Azriel
izin share Karya terbaru saya "DUSUN RAHAYU" Mampir ya🙏❤️
Eunike
suka banget ceritanya
Diah Fiana: terima kasih kak, ditunggu like dan komennya di setiap episodenya 😘
total 1 replies
Eka Sulistiyani
bagus banget
Diah Fiana: terima kasih kak, lanjut season 2 nya ya, judulnya Akhir Kisah Dini
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor cerita nya berbelit"masah dah 2xkecolongan tu kafe 🙏🏼🙏🏼
Diah Fiana: begitu lah kak 😬
total 1 replies
Dessy Lisberita
aku kok sebel sama tingka dimas sama andini. kalau dimas di bel sama anita cepet bener datang dma dngan dini. kalau di ke hidupan nyata sebodoh teing sama.dimas mendingan kabur
Diah Fiana: wadduuh sabar ya kak 🙃
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor muter"aja cerita nya
Diah Fiana: maaf kak ☺️🙏
total 1 replies
Dessy Lisberita
kesel.aku thoor baca dimas sama anita sesak didada thoor
Diah Fiana: sabar ya kak 🥺
total 1 replies
Dessy Lisberita
thoor masih belum ketahuan ni Anita ngancam Dini di loker
Diah Fiana: semua bangkai yang disembunyikan pasti akan kecium baunya kak 😉
total 1 replies
Dessy Lisberita
ad kale manusia yg sifat nya kaya Anita Munafik bener tu. gunakan kesempatan dlm.kesusahan Andini
Diah Fiana: bener kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bruntungx dini di prebutin dua cowok,jadi inget masa2 sma gue deh thor 😁😁
Diah Fiana: sama ya kak kisahnya? 😁
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bambang andi emang yg terbaek deh,salut ama kteguhan hatinya
Diah Fiana: Andi emang the best 👍
total 1 replies
Senopati Arya Mada
mungkin itu tu yang jdi penyebab dini pobia sama ujan,apa mungkin itu msa llu dini sama kluargax ya thor🤔🤔
Diah Fiana: iyaa kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
smoga smuax cepet kbongkar,udah ga than liat dini nangis trus,
aku ikutn mewek thor😭😭
Diah Fiana: peluk puk puk dari jauh ya kak 🥺
total 1 replies
Senopati Arya Mada
nyesek banget,aku tau gmana rasax cinta dalam diam thor,itu sakit banget thor
Diah Fiana: semangat kak, psti akan ada kebahagiaan setelah rasa sakit itu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!