Hai hai hai ini karya kedua Author ya.
Menceritakan seorang perempuan yang sangat dingin dan datar jika dengan orang yang baru di kenalnya, tetapi jika dengan keluarga dan orang terdekat nya dia ramah dan juga jail.
Ada suatu kejadian sehingga membuat dia menjadi gadis yang sangat dingin dan datar.
Kejadian di mana saat seseorang yang sudah di anggap first love olehnya pergi tanpa pamit dengannya sehingga membuat dia menjadi gadis yang tidak pernah ingin berhubungan dengan laki laki manapun selain Daddy dan Abangnya.
Namun dia dan Sahabatnya memiliki sifat yang bar bar dan juga tomboi, suka tawuran sehingga membuat mereka berkali kali di keluarkan dari sekolah, namun tidak membuat mereka jera.
Mereka bertiga memiliki hobi yang sama, yaitu Tawuran, Berantem dan juga Balapan, bukan karena apa, tapi semua itu hanya sekedar untuk permainan mereka saat mereka bosan.
Apakah Adiba Shakilla Atmarini Rahardian di pertemukan dengan seseorang yang sudah di anggap firs love nya itu ??
Bagaimana cerita selanjutnya ? Yuk kita ikuti ceritanya ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulida_ap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BG_Eps 27
Keesokan harinya, Killa di perbolehkan dokter untuk pulang karena keadaannya sudah membaik, Mommy dan Daddy nya sangat senang mendengar kabar bahwa putri mereka akan kembali pulang dan berkumpul dengan mereka lagi, Tama yang juga sangat bahagia tidak habis habis nya membanjiri wajah Killa dengan ciuman membuat Killa dan kedua orang tuanya menggeleng melihat tingkah laku putra sulung mereka, mereka bertiga tidak habis fikir dengan kelakuan Tama yang sangat posesif dengan adik nya, tetapi Killa tidak keberatan dengan perlakuan Tama terhadapnya, justru dia sangat senang dan bahagia melihat abangnya yang sangat posesif dengannya, membuat dia tersenyum manis menatap Tama yang masih sibuk menciumi wajahnya, Tama yang melihat Killa tersenyum lantas merenggut kesal dan berhenti mencium Killa membuat Killa mengernyit bingung dengan perubahan Tama.
" Abang kenapa berhenti mencium Killa, dan kenapa muka Abang merenggut seperti itu bang ? apa Abang punya masalah ? " tanya Killa polos membuat Tama semakin kesal.
Killa semakin bingung melihat Tama yang semakin merenggut.
" Kau sama sekali tidak peka Killa " tegur Mommy.
" Maksud mommy ?" tanya Killa menatap bingung ke arah Mommy nya, dia sama sekali tidak mengerti maksud dari ucapan Mommy Rini.
" Kalian berdua pada kenapa sih ? bukannya senang aku mau keluar dari rumah sakit, malah bikin aku kesal, yang satu merenggut terus yang satunya lagi bikin aku bingung terus nanti Daddy mau bikin aku gimana lagi " ucap Killa cemberut.
" Loh kok malah Daddy di bawa bawa sih ?" tegur Daddy bertanya kepada putrinya.
" Habisnya Abang sama mommy bikin Killa kesal " ucap Killa yang masih cemberut.
" Mommy sih " tegur Tama menyalahkan Mommy.
" Kok kamu malah nyalahin mommy sih Tama, kan kamu sendiri yang duluan bikin Killa kesal " balas mommy Rini tidak mau kalah.
" Ya mommy juga pakai ikut ikut, makanya Killa tambah kesal kan " ucap Tama yang tak mau kalah.
" Mommy gak ada ikut ikut ya, kan mommy hanya menegur Killa saja " balas Mommy Rini.
" Sama saja mommy " ucap Tama ngegas.
" Loh kamu ngegas hah ! " ucap mommy Rini yang ikut ikutan ngegas.
" Kalian berdua bisa diam gak hah " tegur Daddy Aditama tak kalah ngegas nya.
" Tidak bisa " ucap serentak Tama dan Mommy Rini yang juga ngegas.
" Kalau kalian bertiga tidak diam, Killa gak mau pulang ke rumah, biar Killa lama lama aja di rumah sakit, kalo bisa Killa gak mau lihat muka kalian bertiga lagi, lebih baik Killa mati sekalian " ancam Killa menatap tajam ketiga orang yang sangat dia sayangi dan cintai.
Ucapan Killa lebih tepatnya ancaman Killa yang baru saja keluar dari mulutnya membuat ketiga orang yang masih saja adu mulut menjadi diam tak berkutik lagi, mereka bertiga serentak menatap tajam Killa, Killa yang di tatap seakan tidak merasa salah apa apa hanya mengangkat kedua bahu nya acuh tanpa menghiraukan tatapan mereka bertiga.
" Santai aja lihatin nya " tegur Killa jengah.
" Jangan pernah kau ngomong seperti itu lagi " ucap Tama tegas.
" Hem " jawab Killa dingin.
" Huft " helaan nafas mereka bertiga terdengar sangat berat melihat Killa yang tiba tiba berubah menjadi dingin terhadap mereka bertiga.
" Oke Abang jelasin " putus Tama menatap Killa lembut.
" Abang merenggut karena Abang tidak suka lihat kamu tersenyum selain dengan Abang " ucap Tama menjelaskan.
" Jadi Abang minta tolong sama kamu, kamu jangan pernah tersenyum dengan siapapun selain dengan Abang, termasuk dengan Daddy dan Mommy, karena senyum kamu hanya untuk Abang " ucap Tama tegas.
" Loh gak bisa gitu dong Tama, enak saja kamu " ucap Daddy tak setuju dengan ucapan Tama.
" Hei kau anak nakal, yang benar saja adik kamu sendiri di larang untuk senyum dengan Daddy dan Mommy, Mommy dan Daddy kan juga orang tua Killa, jadi kami berdua berhak dong lihat senyumannya Killa " ucap Mommy Rini yang juga tak terima.
" Abang aneh aneh saja " ketus Killa.
" Abang gak aneh Killa " tegur Tama memelas.
" Tau ah terserah Abang " ucap Killa dingin.
" Biar adil bagaimana jika Killa tidak usah sama sekali tersenyum dengan semua terutama bang Tama ?" usul Killa menarik turunkan alisnya.
" Jangan " jawab Tama cepat.
" kenapa ? kan biar adil " tanya Killa.
" Dari pada Abang nyuruh aku hanya senyum dengan Abang aja, lebih baik sekalian aja aku gak usah senyum sama sekali, biar Abang juga gak lihat senyumannya aku " ucap Killa.
" Mommy setuju Killa " ucap Mommy Rini tersenyum mengejek menatap Tama yang terdiam.
" Daddy juga setuju Killa " ucap Daddy Aditama yang juga menyetujui.
" Bagaimana bang ?" tanya Killa menatap ke arah Tama.
" Gak ada pilihan lain apa Killa ?" tanya Tama memelas.
" Ada " jawab Killa santai.
" Hah beneran, apa itu ?" tanya Tama antusias.
" Cabut ucapan Abang untuk melarang aku tersenyum kepada Mommy dan Daddy " ucap Killa singkat.
" Tapi " ucap Tama tidak rela.
" Kali Abang gak mau ya sudah " jawab Killa cepat.
" Oke oke Abang cabut ucapan Abang untuk melarang kamu tidak tersenyum kepada Mommy dan Daddy " pasrah Tama.
" Nah begitu dong " ucap Killa tersenyum manis, membuat Tama lagi dan lagi kesal saat melihat Killa yang tersenyum manis.
" Kalau begitu ayo kita pulang " ucap Killa semangat.
Mereka bertiga mengangguk dan menyusul Killa yang terlebih dahulu berjalan keluar dari ruangan.
Killa sangat sangat bahagia karena bisa pulang kerumah dan berkumpul dengan keluarganya lagi, sudah ber minggu-minggu lamanya dia di rawat membuat dia sangat bosan dan ingin sekali untuk pulang, dan akhirnya hari ini dia bisa pulang.
( Besok gw akan kembali sekolah, huh sudah gak sabar banget gw, gw juga kangen banget dengan kedua sahabat gue, Kiya Gita, Gw besok akan sekolah dan nemuin kalian berdua, bagaimana ya kabar kalian berdua ? terus kenapa gw juga kangen dengan Rendi ? hah ini sangat aneh sekali ) batin Killa frustasi.
.
( Bersambung )
Tp kok penculiknya ingat saja wajah Killa kan sekarang udah gede,apa motif jya menculik Killa lagi setelah sekian lama🤔🤔🤔🤔