NovelToon NovelToon
The Masquerades

The Masquerades

Status: sedang berlangsung
Genre:Robot AI / Dunia Masa Depan
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: Fredyanto Wijaya

Capella Starheart!

Seorang Gadis Remaja Cantik 16 Tahun baru saja pindah dari kota bawah ke kota layang Star Colossus bersama satu keluarga kecilnya.

Gadis itu tahu tidak akan ada banyak yang berubah di sana.

Memulai kehidupan baru di sebuah perumahan bernama Harmonia, menjalin ikatan baru dengan tetangga dan juga di lingkungan sekolah barunya.

Hidup berdampingan dengan Para Monster dan Kelompok Pahlawan dijuluki The Masquerades sudah biasa di zaman penuh teknologi maju sekarang ini.

Tapi yang jadi pertanyaan adalah... Ada tujuan apa Ibunya membawanya ke atas sana?



(Science Fantasy Ini Lebih Menceritakan Sisi Kehidupan Karakter, Dan Tidak Sepenuhnya Dalam Konflik Serius Yang Berbahaya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fredyanto Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(Part 4)

[BAB 4: Masa Lalu Yang Tidak Tertulis]

Capella diminta Galactic berkumpul lagi di perpustakaan. Dia juga sudah mengajak seorang lagi_ yang tadi bersama mereka di lorong lab.

Leslie.

Jam istirahat tidak sesibuk yang dikira. Kebanyakan lebih menyenggangkan waktu istirahatnya di kafetaria, atau tidak, di luar halaman akademi ketimbang di dalam perpustakaan yang berbau buku-buku lama yang membuat selera makan hilang.

Lagi pula... Tidak bersuara itu tidak menyenangkan. Kebanyakan ingin berisik kecuali bagi anak-anak kutu buku.

Tapi untuk sekarang... Galactic sudah memastikan di sana sepi_ tidak yang lain, juga guru pengawas sedang sibuk di luar tugasnya.

Jadi hanya akan ada Dia... Capella... Dan juga Leslie!

Perpustakaan Akademi VENOM yang berbentuk lingkaran sempurna terasa seperti roda gerigi raksasa. Rak-rak besar seperti domino bisa diatur atau dipindahkan sesuai keinginan melalui kontroler di balik meja pengawas.

Rak-rak buku sekarang bukan lagi kayu tua, melainkan panel-panel hologram transparan yang memantulkan bayangan seperti ikan di akuarium raksasa.

Galactic memimpin dengan langkah pasti menuju perpustakaan, sementara Capella mengikuti disebelahnya sambil sesekali menunduk mengecek liontinnya.

Sedangkan satu orang sudah dari tadi berada di perpustakaan.

Leslie sudah cukup lama menunggu mereka berdua di perpustakaan yang sepi.

Kursi yang didudukinya miring berbahaya dengan dua kaki depan terangkat dari lantai, sementara kaki-kakinya disilangkan lurus di atas meja.

Di tangannya, bola benang berkilauan diputarnya dengan jari-jari lentiknya, terkadang digigit-gigit dengan gigi dan taring kecilnya.

"Mrrrrrrrrr... Harr Harr Harr... " dengkurnya sambil terus menggigit.

Dan Saat Capella dan Galactic baru saja sampai lalu langsung membuka pintu masuk melalui pintu geser otomatis, Leslie tersentak seperti kucing ketakutan_ kedua kaki kursinya mendarat dengan keras di lantai, bola benang terlempar ke belakang melewati bahunya dalam parabola sempurna sebelum menghilang di antara rak-rak buku.

"Oh hai! Akhirnya kalian datang!" seru Leslie dengan suara dua oktaf lebih tinggi dari biasanya.

Tangannya yang tadi memegang benang sekarang menepuk-nepuk meja dengan ritme gugup. Mata kehijauannya dengan pupil normal berkedip cepat.

Capella yang sekilas melihat apa yang dilakukan nya tadi mengernyit. "Apa yang sebenarnya kamu lakukan?"

"Nothing!" potong Leslie terlalu cepat, kepalanya menggeleng cepat. Rambut pendeknya sampai mengembang kesana-kemari seperti tutu ballet.

Postur tubuhnya langsung lebih tegap dan kaku di kursinya.

Galactic berputar menyelip meja-meja yang lain dan mendekati meja panjang yang ditempati Leslie. "Kamu bawa itu?"

"Oh Ya!" Dia mengangguk cepat.

Klik! Leslie menjentikan jarinya.

Munculah sebuah buka besar melayang tepat di hadapannya, sebelum jatuh mendarat di atas meja dengan bunyi keras. BUK!

Capella mengikuti ketika Galactic menarik kursi duduk di sisi lain. Sedangkan dirinya duduk di sisi sebelah Leslie yang satunya lagi.

Di tengah-tengah mereka berdua, Leslie berganti noleh ke Capella dan Galactic sebelum tangannya mulai menyentuh buku yang tebalnya kebangetan itu.

Capella bisa melihat kilau emas tidak biasa pada garis pola dan simbol aneh yang menghiasi sampulnya. Sudah cukup menjelaskan kalau itu bukanlah buku sembarangan.

Ada rasa yang membuat dirinya penasaran dengan apa yang ada di balik setiap lembarannya.

"Apa yang kamu tahu mengenai Dewa-Dewi kuno?" Selip Leslie saat ujung jarinya baru saja ingin membuka di ujung sampul tebal. Menoleh langsung pada Capella yang duduk di sebelah kirinya.

"Um... Mereka... Tidak nyata?" Capella bahkan sama sekali tidak pernah mempelajari sejarah mereka. Jadi dia sungguh tidak tahu apa-apa dan tidak mempercayai apapun tentang itu.

"Oh tapi semuanya nyata!" Leslie menatap serius. Tangannya kini membuka lebar sampul buku besar tersebut yang langsung memperlihatkan gambar penuh pada dua halaman yang terhubung.

Kilau emas seakan bersinar saat baru di buka. Mengungkap ilustrasi kumpulan Dewa-Dewi dengan warna dominan emas dan silver yang berkilau.

Beberapa bagian sudah dalam kondisi pudar tapi justru itu membuat suasana pada gambar menjadi lebih mengandung kisah mala lalu yang hampir terlupakan.

Jari Leslie menyentuh kilau goresannya... Dan merasakan tekstur halusnya.

Wajah Capella mendekat tanpa sadar. Matanya melirik teliti setiap sosok yang tergambar di sana.

"Setiap dongeng dibuat berdasarkan kenyataan~," Lanjut Leslie, dia mulai membuka lembar berikutnya yang kali ini tertampil penuh gambar sesosok Dewa di halaman kiri, dan penuh tulisan di halaman kanan.

"Kronos, Dewa Waktu," Ucapnya sambil menunjuk tepat di sosok ilustrasinya yang menyeramkan.

"Hestia... Demeter... Hera... Hades... Poseidon... Zeus...," Terus lanjutnya. Leslie membuka lembaran demi lembaran secara singkat yang menampilkan gambar beserta kisah sejarahnya.

Di tengah Leslie sedang terus beralih halaman, Capella jadi semakin kebingungan.

"Wow wow... Tunggu sebentar! Apa... Apa yang sebenarnya ingin kalian berusaha beri tahu padaku?" Potong Capella, menggeleng tak paham.

"Monster tadi! Dan juga serangan-serangan yang ada di luar sana!" Sahut Leslie. Kedua tangannya menekan meja_ di kanan dan kiri buku.

"Jadi apa hubunganya dengan semua yang ada di buku tua ini?!" Lagi tanyanya, Capella berusaha memahami.

"Cap... Setiap kekuatan kita berasal dari salah satu dari mereka," selip Galactic menjawab dari sebrang Leslie. Kepalanya memiring sedikit saat menatap langsung pada Capella.

Capella terdiam. Matanya kembali beralih pada lembar buku yang kembali dibuka oleh Leslie. Slark Slark Slark... Dia langsung melewati beberapa halaman, menuju satu halaman lain.

"Hey! Lihat dia!" menunjuk pada gambar dengan semangat. "Dia adalah Bastet! Dewi pelindung~"

Leslie menceritakan secara cepat. Sosok pada halaman itu adalah sosok yang menjadi kekuatannya saat ini. Dewi yang memiliki simbolis kucing.

"Menjelaskan yang kamu lakukan tadi?" Capella melirik datar.

"H Hah?! Tapi Aku... Aku...," Pipinya sontak langsung memerah.

"Hey Gal, jadi apa milikmu?" Capella jadi penasaran, langsung beralih dari Leslie ke Galactic.

Di seberangnya... Galactic mengambil alih halaman_ membuka halaman lebih jauh lagi. Capella memperhatikan. Sedangkan Leslie di tengah-tengah mereka postur duduknya perlahan merosot lebih rendah dengan wajah menunduk dalam.

Hanya garis mulut yang terlihat meliuk-liuk ekstrim.

Dan Galactic sudah sampai di satu halaman baru. Di sana... Sosok Wanita dengan selimutan terang matahari. "Amaterasu!" Senyum tipis si Galactic muncul.

Dewi Matahari!

"Bagaimana kamu yakin? Semua ini... Bagaimana kalian mengetahuinya?"

"Banyak bukti sudah terkumpul dari generasi ke generasi. Dan buku ini... adalah satu-satunya akhir sejarah yang tertulis," jawab Galactic, jari telunjuknya menunjuk tajam ke bawah pada buku.

"Para Dewa... jadi... apa aku...," Ucapannya menggantung saat mulutnya mencoba bertanya mengenai yang jelas akan sulit diterima logikanya.

"Tentu! Sebentar," Galactic kembali membalik lembaran ke depan. Leslie di tengah-tengah mereka mulai kembali naik memperbaiki postur duduknya, ikut memperhatikan.

Sampai tibalah di satu halaman baru lagi.

Sesosok pria kekar.

"Pria berjanggut tebal ini?!"

"Bukan sembarangan Pria berjanggut~" Selip Leslie, kembali masuk dalam pembicaraan dengan suara yang terlalu bersemangat.

Leslie lalu kembali mengambil alih buku. Dia beralih ke halaman dengan bacaan penuh. "Kau harus tahu ini!"

Jari telunjuknya menunjuk di setiap kalimat yang sedang di bacanya.

Leslie menceritakan detail dari ujung atas halaman.

Tapi tiba-tiba dia terinterupsi, ketika Galactic tiba-tiba langsung mengambil buku itu.

"Hey!" Leslie sontak menjauhkan tangannya dari buku.

"Kita tidak punya waktu menceritakan semuanya, Les!" Ujar Galactic yang bosan. Dari sebelah kanan Leslie, tangannya membuka kumpulan lembaran tebal langsung ke setengah halaman.

Buk! Kembali di taruhnya di tengah-tengah.

"Kita fokus saja ke bagian ini!" Tangannya langsung menekan satu halaman yang sudah dibuka lebar.

"Yang ini...," Galactic menggeram, "...adalah awal kekalahan terbesar kita." Suaranya pecah menjadi dengungan mesin saat menyebut kata 'kita', seolah dia sendiri ada di sana ketika pertempuran itu terjadi ribuan tahun silam.

Galactic kembali mengambil alih buku.

Dia menceritakan secara singkat mengenai perang besar masa lalu.

Akan tetapi... sayangnya pencatatan sejarah itu terhenti sampai segitu saja.

Sisanya tidak tercatat, bahkan untuk satu-satunya buku yang berisi berbagai kisah tidak tercatat pada sejarah umum lainnya tersebut. Buku yang ada pada mereka.

Seakan dunia mendadak berhenti bernafas.

...----------------...

Dua halaman kanan dan kiri menampilkan dua ilustrasi yang sama tapi dengan peralihan suasana yang berbeda.

Yang di sebelah kiri dengan ilustrasi suasana penobatan... Sedangkan yang di sebelah kanan dengan ilustrasi penobatan, tapi sosok yang dinobatkan diselimuti aura gelap.

Di hadapan sosok yang dinobatkan juga tadinya dipenuhi orang-orang yang bersorak-sorai, tapi di gambar kanan orang-orang nya menjadi tumpah tindih tergeletak.

Jadi intinya... Sosok yang dalam penobatan itulah yang bertanggung jawab atas semua kekacauan dan penderitaan yang masih terbawa sampai masa sekarang ini.

Selama ini Masquerades memerangi para makhluk dengan julukan The Undergrounds. Itu julukan yang sama yang juga disebut Mechabeast oleh orang-orang sekitar.

Sayangnya itu tidak pernah berakhir. Mereka terus bermunculan dan semakin kuat.

Sudah saatnya mencari dalang di baliknya.

Masquerades harus bangkit, dan The Chosen harus kembali bersatu. Mereka yang layak untuk dipilih sebagai pewaris selanjutnya sebenarnya ada di mana-mana tapi sebagian dari mereka bersembunyi setelah puncak kekalahan belasan tahun yang lalu.

Mereka yang mewarisi kekuatan Dewa-Dewi sedang dalam bahaya. Sudah banyak dari mereka... kekuatannya di curi oleh para makhluk Underground.

Mereka diincar. Menjelaskan yang terjadi di lorong akademi tadi.

Ungkap Galactic seperti itu.

Tapi untuk sekarang... generasi mereka yang bertanggung jawab sebagai pelajar juga harus menjalani kehidupan "normal" mereka. Termasuk di lingkungan Sekolah.

Jam terakhir di hari itu menjadi jam pelajaran Bu Flora.

Sesuai apa yang dikatakan Guru Wali Kelas mereka waktu kemarin, dan juga yang sempat disinggungnya kepada Capella tadi sebelumnya, kalau mereka akan melakukan eksperimen.

Semuanya berkumpul di ruang lab_ bukan lab yang hancur.

Ujung waktu menjelang akhir, "W Wow... Ini... Denyutan yang sempurna," Seru Bu Flora. Mengangkat wajahnya dari jantung buatan hasil rakitan Capella dan Galactic di meja lab utama.

Di sudut lab sana, Bu Flora mengangkat tangan untuk meminta perhatian. "Proyek kelompok Capella dan Galactic... Mereka... mendapatkan nilai sempurna," ujarnya dengan senyum kecil.

Yang lain langsung riuh bertepuk tangan mengikuti tepuk tangan Bu Flora yang duluan.

Galactic mengulurkan kepalan tangannya dan Capella ikut menyatukan kepalan miliknya.

Seisih ruang lab sibuk bertepuk tangan kecuali Suzi dan Robin yang berdiri di balik proyeknya yang tidak sebagus milik Capella dan Galactic. Bahkan itu belum selesai.

Saat sorakan memuncak, Robin baru saja memperbaiki selang jantung buatan saat pandangan Suzi sedang terpaku pada yang menjadi pusat sorotan.

Kedua tangan mantap di pinggang.

Bukan wajah masam... Tapi tatapan bingung seperti berusaha mencerna sesuatu.

Matanya berkedip cepat.

"Robin~" Suzi memanggilnya pelan, perlahan memutar kepalanya menatap pada Robin yang langsung mengangkat wajahnya dari proyek mereka

"Aku merasa... Ada sesuatu yang kurang," Lanjutnya, dahinya mengkerut.

"Maksud kamu selangnya? Sudah kok! Aku baru saja... "

"Tidak tidak! Bukan itu!" Potong langsung si Suzi dengan wajah penuh keheranan. Spontan menggosok-gosok pelipisnya dengan telunjuk.

"Maksudku... Aku seperti melihat sosok bersayap... Kau bersamaku... dan... Tunggu dulu...," Kalimatnya terhenti, mulutnya tetap terbuka seperti ikan yang kehabisan udara sebelum...

"Ahh!! Aku tahu! ROBIN!! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU DI DALAM BILIK KAMAR MANDI ITU HAH?!! APA KAU MENCOBA MENGHIPNOTISKU UNTUK MENCURI UANG SAKUKU?!!" Tiba-tiba Suzi mengganas. Nada suaranya mendadak naik.

Kedua tangannya bergerak cepat mencengkram kerah baju Robin dan mengguncang-guncangkan tubuhnya dengan begitu gemas.

Matanya memelotot.

Sedangkan Robin tidak bisa berbuat apa-apa. Bersama Suzi di sudut ruangan berjarak dari meja yang lain... Kepalanya pasrah seperti hampir putus terlempar ke depan dan belakang dengan cepat, berkali-kali tanpa henti.

"TAPI SUZ... "

Epilogue:

"Kau mengecewakanku... Putriku!" suara beratnya, masih terbaring di ranjang perawatan. Tapi dia kini tertampil di layar monitor besar di suatu ruangan gelap gulita dengan keberadaan si berkerudung lagi yang berdiri tepat di bawah layar.

Syhhhhh... Krrrkk.. krrrkk... suara statis dan layar yang terdistorsi. Orang itu hanya siluet yang terbaring.

"Maaf, Ayah!" jawab si berkerudung. Wajahnya masih gelap tertutup bayangan di bawah kerudung. "Dia.. mendapatkan bantuan."

"Tapi aku hampir saja berhasil," arah wajahnya yang gelap terus menghadap lurus kedepan tapi agak menunduk_ tidak menatap langsung ke arah layar di atasnya.

Yang di layar terdiam sebentar. Hanya suara nafas berat di balik alat pernafasannya.

"...Aku berharap kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk menebus kegagalanmu!" Ucapnya lagi yang tertampil di layar, sebelum sosok siluet di layar lenyap dalam kilatan padam. Sekarang seluruh berganti ke tampilan merah darah.

Si berkerudung masih berdiri kaku di sana untuk beberapa detik, sebelum dia langsung berbalik dengan gerakan kasar dan berjalan menjauh.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
7 ANGEL KNIGHT
Pengumuman:
Sebelum mulai membaca... Ini Novel tema Science Fantasy Lebih Menceritakan Sisi Kehidupan Karakter, Dan Tidak Sepenuhnya Dalam Konflik Serius Yang Berbahaya. Jadi bagi yang mau penuh konflik atau temanya benar-bener Dark berarti nggak cocok ya! 😄 Karena Ini lebih ke School, Campur Drama Di Sekolah, Rumah, Lebih Santai lah pokoknya. Tapi perlahan konflik permasalahan utamanya mungkin makin naik dan jelas menuju akhir! So.. Happy Reading! 😍
7 ANGEL KNIGHT
/Casual//Casual//Casual/
7 ANGEL KNIGHT
Terimakasih yang udah mau mampir dan baca, Mudah-mudahan suka dengan dunia yang aku buat di sini! Dan silahkan semisal ada yang mau ditanya, atau semisal ada "Anomali" di novel aku silahkan kasih tau aja nanti aku cek ya, Thankyou📝
T28J
lanjutannya kak
7 ANGEL KNIGHT: Iya👍 Ini lagi ada sedikit rapihin yang udah ada dulu ya. Otw bab barunya. Episode 1= 6 Bab semua udah dirapihin dan siap baca. Untuk Episode 2 sama 3 tunggu ya masih dirapihin soalnya👍
total 1 replies
T28J
Thor, ini masih narasi semua, ceritanya kapan dimulai? 🤔
T28J: oke gak papa Thor, saya juga maklum karena ini fantasi
total 2 replies
T28J
masih sedikit bingung dengan kata-kata dari penjelasannya...
semua masih berisi narasi, semoga di next chapter semua menjadi lebih aktif 👍👍👍
tetap semangat Thor, saya suka tema fantasi 🔥
7 ANGEL KNIGHT: Chapter selanjutnya juga jangan lupa di baca ya😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!