NovelToon NovelToon
Gadis Cerewet Dan Pria Dingin

Gadis Cerewet Dan Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:874.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Izzah

Novel ini adalah sambungan dari novel sebelumnya yang berjudul "Gadis gengsi dan Pria cuek"

Novel ini mengisahkan seorang gadis bernama Syafa, yang menurut Bian sangat cerewet dan ribet.

Dan juga mengisahkan seorang pria bernama Bian yang juga menurut Syafa, pria itu sebenarnya adalah es yang dikutuk menjadi manusia

Seperti kisah mereka? Yuk kepoin cerita mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Izzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan pria dingin

"Sya? Bisa ngga. Jangan ribet sehari aja" pinta Bian dengan kesal

"Bi. Bisa ngga. Ngga ngajakin gue ribut sehari aja" Syafa membalas ucapan Bian

"Ini nih" karna geram, Bian bangun dan mengapit kedua pipi Syafa dengan satu tangannya "Kalau gue ngomong jangan di balikin"

"Biaaaaannnnn" Syafa berteriak namun tertahan dengan tangan Bian yang mengapit pipinya

"Makanya jangan bawel" Bian semakin mengapit Syafa dengan gemas

"Aaaaa Bian...... rese" Syafa memukul punggung tangan pria itu dengan kesal "Lepasin tangan loh" serunya

"Jangan bawel" peringat Bian sebelum dirinya melepaskan tangannya dan kembali bersandar (Yah, readers kecewa Bian gk jadi cium Syafa 😂✌🏻)

"Sakit tau" Syafa menggerutu dengan mengelus-elus pipinya

Bian hanya meliriknya dengan tatapan dingin seperti sebelum-sebelumnya. Syafa yang melihatnya seketika geram dan mendelik tajam

"Ngga usah gitu tatapan loh" seru Syafa dengan kesal

"Terserah gue" jawab Bian yang mengebelakankan tangannya ke kepala dan memejamkan matanya

"Dasar manusia terkutuk" Syafa melemparkan ranselnya ke arah Bian dengan geram

Bian membuka mata karna terkejut "Udah gue bilang jangan bawel" ketusnya

"Siapa yang bawel coba? Eluh tuh. Ngeselin banget. Pantesan aja loh ngga pernah pacaran walau banyak yang naksir" cercah Syafa yang terus mencibir

Bian menghela napas kasar namun enggan membalas ocehan gadis cerewet itu. Baginya itu akan semakin memperpanjang perdebatan antara mereka

"Apa? Mau bilang gue bawel? Gue cerewet? Gue nyebelin? Gue....."

"Ia. Loh bawel, loh cerewet, loh nyebelin, sampai orang pengen mukul loh" potong Bian yang membekap mulut gadis itu

Syafa terkejut mendengar penuturan Bian. Ia segera menepis tangan pria itu "Apa? Loh pengen mukul gue? Jahat banget loh? Gue aduin loh sama kakak. Meski gue cerewet, loh ngga berhak mau mukul gue" celotehnya yang semakin membuat Bian mendengus

"Sya. Sikap loh emang ngeselin sampai orang pengen mukul loh, tapi gue ngga benar-benar pengen mukul. Jadi jangan bikin orang kesal"

"Loh jahat banget ngomong kek gitu ke gue" Syafa malah menangis hingga membuat Bian panik

"Eh. Eh Sya kok nangis?" Bian yang panik langsung menghampiri Syafa

"Loh jahat. Jahat banget sampai mau mukul gue" Syafa menangis tersedu-sedu sambil mengelap air matanya

"Ia ia maaf. Ngga usah nangis. Ini gue ngomong demi kebaikan loh. Gue akan mukul loh meski loh emang ngeselin" Bian membantu Syafa menghapus air matanya

"Emang sifat gue senyebelin itu sampai orang pengen mukul gue?" Syafa masih tidak bisa berhenti menangis dengan perkataan Bian tadi

"Ngga. Mungkin cuma ke gue aja loh nyebelinnya" Bian berusaha menenangkan Syafa dan terus membantunya menghapus air matanya yang tak kunjung berhenti

"Itu karna loh yang nyebelin" Syafa semakin tersedu dan memukul dada Bian

Bian lagi-lagi mendengus dan harus mengalah "Ia terserah loh. Gue yang nyebelin" pasrahnya

"Tuh kan. Loh ngomong gitu aja ngga ikhlas" Syafa semakin merengek

"Astaga" guman Bian yang geram "Ngga. Ia gue yang nyebelin. Jangan nangis terus. Kalau yang di sebelah kamar ini dengar loh nangis, nanti mereka mikir macam-macam" ia mengelus rambut dengan lembut

Syafa bukannya berhenti menangis malah semakin tersedu dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya

"Sya" Bian memegang kedua tangan Syafa "Ia gue minta maaf. Gue salah ngomong gitu. Tapi jangan nangis terus"

Syafa tidak mempedulikannya. Ia tetap menangis. Bian benar-benar merasa bersalah karna sudah membuat gadis cerewet dan ceria itu jadi menangis

"Maaf" Bian menarik pelan kepala Syafa lalu menaruhnya di dadanya. Ia mengusap rambut dan punggung gadis itu untuk membuatnya tenang

"Syafa maaf. Gue janji ngga akan ngomong itu lagi ke loh. Maaf yah?" Bian memeluk Syafa dan terus mengusap punggungnya.

Syafa merasa pelukan Bian benar-benar nyaman meski pria itu terkesan begitu cuek dan dingin. Ia menangis dalam pelukan pria dingin yang membuatnya menangis

Diwaktu yang bersamaan. Ke empat lainnya sudah kembali. Pintu perlahan terbuka dan membuat Bian juga Syafa terkejut. Tapi untung saja yang pertama membuka pintu adalah Susi

Susi pun yang tak kalah terkejutnya, ia membulatkan kedua matanya. Namun ia tersadar dan segera menutup kembali pintu kamar tersebut

"Eh. Pesanan kita ngga ada yang tertinggal kan?" racau Susi pada yang lainnya ketika mereka hendak membuka kembali pintu kamar Niko

"Ngga ada kayaknya deh" sahut Gita yang kembali memeriksa makanan yang sempat mereka beli tadi

"Lagian loh ada-ada aja sih nanyanya" balas Icha

"Ayo masuk" sergah Niko yang sudah memegang gagang pintu

Susi menggigit bibir bawahnya. Perasaannya bercampur aduk. Takut-takut jika dua insan yang berada di dalam belum menyelesaikan masalah mereka yang sempat ia lihat

Sementara di dalam kamar tersebut. Bian dan Syafa terkejut dengan pintu yang tiba-tiba terbuka. Namun untung saja Susi yang membukanya. Keduanya mendengar percakapan teman-temannya setelah Susi kembali menutup pintu

"Hapus air mata loh yah? Jangan nangis lagi. Ok?" Bian membantu Syafa menghapus air matanya

Syafa hanya mengangguk menurut. Ia melap ingusnya punggung tangannya sambil mengeringkan air matanya yang sepertinya masih ingin keluar dari sana

Bian juga membantu merapikan rambut Syafa yang sempat berantakan. Kemudian mengelusnya pelan "Maaf yah?" ucapnya yang diangguki oleh gadis itu sebelum dirinya kembali ke tempatnya semula

"Hei. Maaf lama yah?" seru Niko yang pertama kali masuk ke dalam kamarnya

"Ngga kok. Santai aja" sahut Syafa. Berbeda dengan Bian yang hanya memejamkan matanya dan bersandar di dinding

"Panas banget" Gita duduk sambil mengibaskan tangannya ke wajah

"Mata loh kenapa Sya? Habis nangis loh?" Icha yang baru saja duduk memperhatikan wajah sepupunya itu

Syafa tersentak mendengar pertanyaan Icha. Ia melirik Bian yang membuka kelopak matanya.

"Kayaknya bukan sih. Mungkin habis menguap aja" sahut Susi dengan cepat

"Masa sih? Tapi kok bisa sampai merah banget gitu?" Icha sepertinya tidak percaya

"Emang gue nguap sekali doang? Ngantuk gue nunggunya. Mau tidur tapi belum makan" jawab Syafa yang sudah bisa menjawab setelah Susi membelanya

"Benar sih. Nguap beberap kali kan bisa bikin air mata keluar banyak. Jadi berasa kek orang habis nangis kita" tukas Gita yang membenarkan perkataan Syafa.

Bukan karna Gita ingin membela Syafa. Hanya saja ia merasa benar jika menguap beberapa kali bisa membuat orang seperti habis menangis

"Tuh dengerin" seru Syafa yang mendapat banyak pembelaan

"Santai aja kali. Nyolot banget loh" ujar Icha yang menggerutu

"Ini kalau gue perhatiin dari kemarin, kalian tiap ketemu ribut terus yah?" cetus Niko yang memperhatikan satu persatu dari gadis itu

"Lebih tepatnya mereka berdua aja sih. Kalau gue sama Susi mah biasa aja" sahut Gita

"Mereka kan saudara. Wajar sih" tukas Susi

"Saudara? Siapa yang bersaudara?" tanya Niko dengan heran

"Syafa sama Icha saudara sepupu" jawab Gita

"Oh. Pantes" Niko mengangguk-angguk

"Bian? Kok loh diam aja?" cetus Icha setelah memperhatikan Bian hanya diam saja sejak mereka kembali dari membeli makanan

"Emang sejak kapan dia banyak omong?" sahut Syafa pada Icha

"Apa sih Sya? Gue nanya ke Bian. Bukan nanya ke loh" ketus Icha dengan kesal

"Mulai lagi kalian" Gita menggelengkan kepalanya

"Ayo makan dulu. Habis ini kita istirahat. 2 jam lagi kita ada kuliah" sergah Susi

Niko pun menyiapkan wadah untuk yang lainnya. Mereka makan dengan sederhana ala anak kos pada umumnya. Syafa dan Bian duduk berdekatan. Bahkan susi pun duduk berdekatan dengan Syafa

"Loh ngga apa-apa?" bisik Susi pada Syafa

Syafa sontak menoleh pada Susi "Ngga apa-apa kok. Makasih yah?" ucapnya dengan tersenyum

Susi mengangguk "Bian?" tanyanya dengan berbisik

Syafa menaikkan alisnya dengan pertanyaan Susi. Ia menoleh pelan pada Bian yang berada di sampingnya. Pria itu tampak menikmati makanannya tanpa mempedulikan yang lainnya

"Bian" Batin Syafa yang terus mentap pria itu

*

*

*

Jangan lupa like dan beri tipnya yah. Terima kasih semuanya ❤

1
Sabiya
Gue suka banget Ama ceritax
Sri Kaprianis
suka😘
Aquine: semangat bacanya ✊🏻✊🏻✊🏻
total 1 replies
SyaLmaida Hermani
cerita nya bikin semangat😍
Aquine: yeay. makasih
total 1 replies
RAMA. co
Lumayan
Aquine: terima kasih
total 1 replies
Della Arie cindy
gak ada cerita tentang anak2nya thor?
Della Arie cindy: perlu thor
total 2 replies
Yuni Puspitasari
oke
Yanda Ajja
semangat kk💪😀😀
Aquine: semangat bacanya
total 1 replies
Millati
hadeh..gt aja pada nggk tau...
Aquine: wkwkwkk. sabar
total 1 replies
IThinkThatILoveYou
pengen nangis terharu
Aquine: hehehe
total 1 replies
IThinkThatILoveYou
nah kan syafa kalo org bilang jgan ngeyel. ntar nyesal. bakal diculik tuh hahhhh, padahal uda 3 kali loh baca ttp juga panas dingin bacanya😭😭😭💞
Aquine: waduh. borong smpe berkali-kali tuh bacanya 😅😍
total 1 replies
mila
makasih thor udah buat novel yg bagus banget,yg dari awal baca sampai alhir bikin kita baper terus,ga ada konflik yg berat2...suka bgt sama novrel ini...semngat terus ya thor di tunggu karya2 nya yg lain....lpi u thor🥰🥰🥰🥰
Aquine: huaaaa... makasih 😍😍😍😍
total 1 replies
mila
novel nya bagus banget thor ..i lpo u thor🥰🥰🥰🥰
mila
seru thor...lpoe deh buat thor🥰🥰🥰🥰
mila
kayak nya dulu mega suka sama.bian tapi bian nya ga sukq,jd kayak cinta bertepuk sebelah tangan...gitu gak thor🤭
Aquine: tebak dong wkwkwkk
total 1 replies
mila
bian kayak ny suka sama syafa🤩
MASIH HIDUP
aku mak mau masuk di grup wa cuman engga tau cara masukny kalau di grup mangatoon
MASIH HIDUP: maaf mak lambat 4 tahun balasannya /Sob//Sob/
total 2 replies
MASIH HIDUP
belum pacaran ajah udah bikin baper ke bangetan
MASIH HIDUP
yaa Allah pergi kemana jodoh kuu otor bikin baper
Ken12
Kenapa Bab nya nggak sampai Kak Risa dan Kak Viona lahiran dan Suga juga. Tapi nggak apa apa. Makasih Emak Novel seru banget aku
nyakin ini Link, Vote nya pasti bakal banyak banget.
Aquine: jadi panjang banget entar. hhhee
total 1 replies
Novianti Ratnasari
ma seriuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!