Mengandung konten dewasa 21+
mohon bijak dalam memilih bacaan
Shay terpikat dengan laki laki berkharisma yang sedang membaca koran, terlihat tampan dan kaum hawa dari pelosok manapun akan terpikat oleh pesonanya. Dengan ukuran tubuh yang proposional, badan tegab,kulit sawo matang, kepala sedikit plontos, dan terlihat cool memiliki usaha konter hp walau tidak terlalu besar toko itu termasuk lengkap pelayanan sudah seperti toko hp profesional memiliki 2 orang pegawai yang salah satunya adalah adiknya.
adikya yang baru lulus smk akan tetapi dia juga tertarik dengan shay, dan sudah berulang kali menyatakan perasaannya, shay menjadi bingung mana di antara mereka berdua yang akan menjadi tambatan hatinya, keputusan apa yang akan di ambil ?
setelah sebelumnya shay pernah mengalami kegagalan dalam percintaan dan akhirnya menemukan seorang pengganti yang bertanggung jawab dan mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sayekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27.Secepat Ini ?
Sesampainya di atas terlihat kerumunan orang yang sedang berdiri menghadap ke arah beberapa orang yang sedang berhadapan dengannya, lampu lampu yang di siapkan sedemikian rupa terlihat terang.
"Mas itu orang2 lagi pada ngapain?" tanya shay penasaran.
"Oh, itu lagi di wawancarain, mereka yang berdiri menghadap ke sini itu para pemeran dalam filem"
"Artis?" Dengan muka polosnya Shay mengucapkan kalimat itu dengan tujuan bertanya.
"Iya, kamu mau minta foto sama mereka?"
"Enggak usahlah, buat apa lagi nggak kenal sama mereka buat apa nyimpen fotonya segala" Shay bukan termasuk orang yang suka mengidolakan artis2 apa lagi sampai fanatik...hanya mengaggumi beberapa karya artis itupun terbatas.
"Waah kamu ini aneh ya, kalau yang lain rela antri dan berdesak2an untuk sekedar minta foto atau tandatangan kamu dapat kesempatan malah nggak mau ambil, kesempatan kaya gini jarang2 loh Shay."
"Hidup itu kalau bisa jangan nyusahin orang mas, kasihan artisnya siapa tahu butuh istirahat."
"Nyusahin bagaimana maksudnya, itukan sudah menjadi bagian tugas dan tanggung jawab dia sebagai seniman."
"Artis juga manusia, kalau kita egois hanya untuk berfoto sama dia, tapi dia harus mengorbankan waktu istirahatnya, padahal kita hanya nyimpen gambar di hp atau medsos apa untungnya buat kita?"
" Pemikiran Kamu sampai kesana, ayo saya harus nemuin temen yang menyutradarai film yang akan kita tonton sebagai bentuk support karya2nya"
"Mas saja yang nemuin dia, saya nunggu di sini saja." pada kenyataannya Shay kurang PD dengan penampilanya kalau harus ketemu dengan teman2 Arman yang sudah sukses.
"Ya udah saya kesana dulu ya, Shay jangan kemana2 nanti masuk ke dalamnya barengan." Arman mengingatkan Shay untuk menunggunya.
"Iya mas" Arman menuju meja yang ada di sudut tempat itu yang kemungkinan di sediakan untuk tempat istirahat para artis, pekerja seni dan undangan vvip karena terlihat sangat istimewa. setelah saling bersalaman dan pelukan dengan seseorang arman kembali ke tempat shay berada.
"Masih 10 menit lagi, baru kita masuk....Shay mau minum apa?"
"Terserah mas aja" kemudian Arman menuju stan makannan dan minuman untuk bekel persiapan nonton.
Setelah filemnya mulai di putar ternyata filemnya memang sangat bagus dan para penontonnya terbawa suasana ke dalam alur ceritanya semuanya diam membisu dan tidak sedikit yang menangis termasuk Shay, menyadari hal tersebut Arman memberikan saputangan kepada shay tanpa mengucapkan sepatah katapun, hanya menyodorkan tangan dan tangannya kemudian mengenggam erat tangan Shay, tapi matanya fokus menatap layar lebar .yang ada di depan.
Setelah 1jam 36 menit akhirnya tayangan itu berakhir dan riuh tepuk tangan dari para penonton yang mengapresiasi para pekerja Seni yang sudah memerankan adegan demi adegan dengan baik dan mampu mengaduk2 para penontonnya.
"Mas keren banget ya filemnya" dengan mata bengkak Shay berusaha menutup dengan sapu tangan pemberian Arman.
"Itu karena ceritanya di kemas dengan epik di tambah para pemain yang memerankan dengan profesional apalagi sutradaranya sudah sangat berpengalaman " Arman tersenyum bangga pada sahabatnya yang sudah sukses menyutradarai berbagai filem.
"Saya ke toilet dulu ya mas"
"Ya sudah cuci muka dulu sana, cuma nonton filem saja nangis sampai mata bengkak kaya gitu."
Shay berjalan menuju toilet yang tersedia di luar bioskup, lumayan antri karena mungkin orang2 yang nonton tadi menahan untuk tidak ke toilet karena sayang melewatkan adegan2 dan cerita dalam filem tadi, Shay keluar dan menghampiri Arman yang ada di luar pintu masuk toilet.
"Mau makan apa Shay? kayakny kamu butuh tambahan energi setelah nangis di sepanjang pemutaran filem tadi."
"Mas Arman pengen makan apa?"
"Ditanya malah tanya balik, kalau laki2 itu makan apa saja yang penting ngenyangin, kalau perempuan itu biasanya lebih rewel, makanya saya ikut kamu saja mau makan apa terserah" sambil menyusuri lorong pertokoan di mall.
"Gimana kalau makan mie tarik saja, lumayan enak mas dan mungkin ngenyangin perut, sambil liat atraksi yang masak sambil narik ulur mie yang akan di masak"
"Boleh, kamu biasa ke sini sama siapa Shay" Rupanya Arman penasaran Shay biasa jalan sama siapa.
"Sama temen, dulu saya pernah kerja di mall Seibu kalau masuk pagi pulangnya suka jalan2 kesini sambil cuci mata."
"Pantesan sudah katam ya hehehe...."
sambil mengelus pucuk kepala shay.
"Mas kepalaku di pitrahin setahun sekali, hari ini mas udah pegang kepalaku 2 kali."
"Masa iya? kok saya lupa kapan pegang kepala kamunya"sambil senyum2 mengusap kepala Shay lagi.
Akhirny mereka sampai di tempat yang di tuju mie laker, Arman memesan makan 2 porsi dan minuman, sepanjang menunggu sampai mie tersedia ngobrol dan seru sampai tidak terasa sudah jam 9 malam .
"Sudah malam Shay, kamu mau belanja dulu nggak? atau mungkin beli oleh2 buat orang rumah."
"Nggak pengen belanja mas, gajian masih panjang"shay tersenyum malu2."
"Pengen beli apa? ayo aku anterin" Arman membujuk Shay untuk belanja.
"Nggak usah mas kita pulang saja , takut nanti kemaleman nggak dapat pintu."
"Ya udah, jangan nyesel ya kalau sudah sampai rumah, biasanya kan begitu perempuan."
"Wah mas Arman paham banget, pacarnya orang mana mas?" Shay penasaran tapi di hati timbul rasa mengalir seperti akan meledak, Shay menunduk tidak berani menatap Arman lagi.
Sepertinya Arman melihat perubahan dari mimik mukanya Shay "ya udah ayo pulang, katanya takut kemaleman, tadi kan mama nyuruh pulang cepet" Arman menarik tangan Shay dan mengajaknya pulang untuk mwngalihkan pertanyaan Shay yang mulai curiga.
Karena malam minggu jadi lumayan macet di sepanjang perjalanan dan tidak ada obrolan yang serius hanya mendengarkan lagu2 romantis yang sedang di putar di radio.
"Tadi kamu banyak ngomong Shay, kenapa sekarang jadi berubah pendiem, apa aku ada salah bicara sama kamu?"Araman berusaha memecah kebisuan di antara mereka.
"Masa sih mas, mungkin karena ngantuk mas" Shay berusaha menyembunyikan kegundahannya.
"Biasanya tidur jam berapa?"
"Kalau nggak kuliah jam segini sudah sampai pulau 1000."
"Oh masih kuliah? di mana?"Arman sangat antosias mendegar Shay masih kuliah sambil kerja.
"Hanya di STIE kok mas, itu juga karena di biayain orang, kalau biaya sendiri nggak akan mampu."
"Jangan begitu Shay apapun itu harus di syukuri, di luar sana masih banyak loh yang tidak seberuntung kamu, kuliah ada yang membiayai, saya dulu mau kuliah harus nabung dulu sampai uang cukup buat daftar baru saya datang ke kampus untuk mendaftarlan diri."
Saking asiknya ngobrol tidak terasa sampai akhirnya sudah sampai di depan rumah shay.
"Terimakasih ya mas untuk semuanya, udah di traktir nonton, makan dan malem mingguan di antar sampai rumah" Shay memberikan senyuman untuk Arman dan ketika sedang membuka silbet tiba2 "CUP" arman mencium kening Shay?, belum hilang rasa terkejutnya Arman melanjutkan mencium bibir shay secepat kilat. "WHAT!!
Shay panik dan kesulitan membuka silbet karena terburu2, dan hitungan detik muka Shay memerah menahan malu ini seperti mimpi.....
to be continue...
"
keren
sukses
semangat
Alhamdulillah,Melly kasi saran baik jadi kabur nya ke umi
lha ini mau ke Bali , 🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
berani sosor bibir 🙄
konflik ditunggu 🤭
JGN SAMPAI LO KTEMU ARMAN, HATI LO LEMAH, DN MAU DI RAYU DN DICIUM ARMAN LAGI
TU BOSS KYK SENGAJA TK KASIH SHAY RESIGN, KN BISA PASANG INFO LOKER BUAT KARYAWAN BARU..