Andre dan Indri kembali
Andrean Hadinata memiliki seorang adik angkat yg cantik dan baik hati yang bernama Indrian Hadinata. Tapi mereka terpaksa berpisah karena keluarga kandung Indri mengambilnya kembali.
Perpisahan mereka menjadi awal mula kesedihan dan penderitaan bagi Indri dan Andre.
Mereka berjanji untuk kembali bertemu ketika dewasa.
Apakah mereka bisa kembali hidup bahagia?
Lalu bagaimana dengan hubungan mereka? Apakah akan tetap menjadi kakak beradik yang saling menyayangi dan melindungi satu sama lain? Ataukah hubungan mereka akan berubah menjadi cinta yang tak dapat dipisahkan?
Ikuti kisahnya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jika kita lemah, mereka akan dengan mudah menindas kita
Kedatangan Brian membuat semua tamu yang menunggu diruang rapat cukup terkejut. Mereka menoleh secara bersamaan ketika mendengar suara dari arah pintu masuk. Dilihatlah seorang pemuda tampan dengan setelan jas rapih sedang berjalan masuk kedalam ruangan penuh dengan wibawalalu duduk dikursi utama untuk petinggi perusahaan. Senyuman manis tak lepas dari wajah tampannya membuatnya semakin tampan dan mempesona. Penampilannya mampu menyihir semua mata yang ada
" Pria ini sungguh tampan, sepertinya usianya juga masih sangat muda, tapi wibawa sudah tampak jelas dari auranya begitu terpancar "
" Benar, dia begitu sempurna, aku seorang laki - laki saja melihatnya sungguh memukau. Bagaimana dengan kaum wanita jika melihat dia? "
" Sepertinya dia bukan orang biasa. Atau jangan - jangan,,, Dia adalah,,,,,, "
" Hadirin sekalian, perkenalkan nama saya Andrean Hadinata. Satu - satunya pewaris keluarga Hadinata "
Brian memperkenalkan diri di tengah riuh ricuh keterkejutan para anggota rapat. Sesaat suasana ruang menjadi hening karena semua cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Brian
" Anda pasti bohong! Bukankah nama anda Brian? Pebisnis muda yang kompeten dalam berbisnis, kenapa anda malah memperkenalkan diri sebagai Andrean Hadinta? "
Salah seorang anggota rapat yang mengenal Brian memprotes perkenalannya. Dia hanya tersenyum menanggapi perkataan orang itu kemudian berkata
" Bagaimana kalau aku bilang kalau aku ini Brian dan juga Andrean Hadinata? "
Katanya dengan tenang dan seyum manisnya
" Apa buktinya kalau kamu ini Andrean Hadinata? "
Anggota lain pun ikut berbicara
" Jika begitu, apa kalian juga punya bukti kalau aku ini bukanlah Andrean Hadinata? Jika bukan aku yang selama ini mengelola perusahaan, lantas siapa lagi? Apa kalian pikir perusahaan ini bisa berkembang sendiri tanpa pemimpin? Kallian ini terlalu bodoh untuk mengetahui hal semacam itu ! "
Brian mengangkat kedua alisnya dan tersenyum namun sorot matanya sangat tajam
" Apa maksudmu bicara tidak sopan seperti itu? Kami ini lebih tua darimu dan kami juga memiliki saham diperusahaan ini. Lagipula selama ink yang kami tahu, pak Dani yang mengelola perusahaan ini, jadi kamu tidak bisa bersikap kurang ajar pada kami! "
Teriak anggota dewan lainnya, Brian tersenyum sinis kemudian menoleh pada Dani yang membuatnya tertunduk
" Om Dani,, sepertinya ada yang ingin om katakan padaku! "
Tanya Brian pada Dani
" Maaf tuan, karena selama ini saya tidak memberitahukan identitas tuan yang sebenarnya "
Jawab Dani dengan sopan
" Lalu,, kenapa jika kalian punya saham disini? Kalian bisa seenaknya? Kalian lebih tua dariku tapi tidak punya otak. Jika aku tidak mengizinkan kalian menaham saham disini, bagaimana? Memang kalian bisa mendapatkan penghasilan darimana lagi selain hasil dari menanam saham di perusahaanku?
Sepertinya uang ku sekarang ini tidak akan kekurangan untuk menutupi nominal saham kalian yang ada diperusahaan ini. Jadi silahkan saja jika kalian akan menarik saham dari perusahaanku! Aku tidak akan mengalami kerugian.
Perusahaanku tidak hanya ini saja, dengan beberapa perusahaanku yang lain, tentu pebisnis lain akan mengikuti apa perkataan ku. Bisa saja aku meminta mereka agar tidak mengizinkan kalian menanam saham diperusahaan mereka, bagaimana? "
Brian berkata dengan penuh keyakinaan, ketidakpercayaan semua orang dibungkam dengan perkataan Brian. Merekapun tak dapat berkata apa - apa lagi, hanya diam dan saling menatap satu sama lain
" Untuk nama Brian sendiri,,, aku memiliki alasan kenapa harus mengunakan nama itu. Nama Andrean terlalu berbahaya untuk aku gunakan "
Sambung Brian kepada semua anggota rapat
" Ada yang masih kalian ragukan dan ingin ditanyakan lagi padaku? "
Brian menatap semua anggota rapat yang hanya diam
" Kalau begitu kuanggap kalian semua mengerti dengan apa ayang aku katakan. Apa ada lagi masalah lainnya? "
Tanyanya dengan pandangan kembali menyapu semua anggota rapat
" Begini pak. Masalah proyek kita dengan perusahaan Dirgantara menemukan jalan buntu. Mereka menginginkan perusahaan kita yang mengelola semuanya sedangkan mereka hanya menerima hasilnya saja "
Brian mendengarkan dengan seksama
" Bukankah itu terdengar bagus? Kita memiliki andil besar dalam proyek ini, itu artinya kita dapat memiliki keuntungan yang lebih besar juga dibandingkan mereka"
Jawab Brian dengan santai
" Mereka tetap ingin bagian 50:50 "
" Masalah seperti ini saja tidak bisa kalian tangani. Jika kesepakatan ini tidak sebanding, maka tidak perlu dikejar lagi! "
Meskipun Brian tampak seperti sedang marah, namun suaranya tetap terdengar tenang dan tersenyum
" Tapi pak, ini berpotensi menciptakan kuntungan yang besar dimasa depan "
" Jika mereka memiliki keinginan untuk mengembangkannya maka mereka akan datang pada kita dengan sendirinya. Tidak perlu mengemis kepada mereka! Jangan biarkan pula perusahaan lain menerima kerjasama dengan perusahaan ini "
" Apa masih ada yang lain? "
Tanya Brian dengan memainkan balpoin yang diputar - putar olehnya
" Mengenai perusahaan Tamia Tekstil, kami dengar itu akan di akuisisi oleh Dinata grup, apa itu benar pak? Kita tidak pernah bergerak dalam bidang tekstil langsung sebelumnya. Kita hanya bergerak dibidang properti saja "
" Tentu saja itu akan jadi eksplorasi terbaru kita. Kita telah memiliki beberapa mall dan hotel. Ku kira akan lebih bagus lagi kalau kita memiliki perusahaan tekstil juga sebagai penyuplai. Untuk masalah pekerja,, tentu saja kita akan mempekerjakan tenaga ahli dibidangnya. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan itu, karena kalian hanya menanamkan modal saja, itupun jika kalian menginginkan saham diperusahaan itu! Jika tidak, aku juga tidak akan memaksa "
Jawab Brian acuh tak acuh..
" Masih ada yang lain? Jika tidak ada masalah lagi, maka rapat hari ini akan kita akhiri. Aku hanya ingin memperkenalkan diri, besok aku akan mulai bekerja disini "
Brian berdiri dan mulai berjalan keluar ruangan di ikuti oleh Dani
" Om,, sepertinya aku telah menemukan Indri,,, "
Kata Brian ketika telah diluar ruangan
" Benarkan tuan telah menemukan nona? "
Tanya Dani yang mengikutinya dari belakang
" Tapi aku masih harus memastikannya. Aku akan pergi ke Belanda beberapa hari lagi untuk menepati janji kami. Semoga dia datang kesana "
Brian tersenyum sendiri membayangkan kebahagiaannya dulu
" Tapi om. sepertinya dia tidak hidup bahagia.. Aku selalu melihat wajahnya yang bersedih. Sikapnya juga sangat jutek, tapi jika dia sudah merasa dekat, dia termasuk orang yang ramah. Kuharap dia benar - benar Indri adikku "
Dani menatap wajah Brian yang terlihat senang kemudian kembali murung
" Saya akan selalu mendoakan yang terbaik untuk tuan dan nona. Saya harap tuan dengan celat menemukan nona muda, sudah terlalu lama kita membiarkan nona berada diluar keluarga Hadinata. Setelah ini, saya harap nona dapat kembali menjadi anggota keluarga Hadinata "
Dani berkata dengan suara yang lirih
" Saya juga mengharapkan hal yang sama om. Om, apa tadi saya terlalu kasar? "
" Tidak, tuan muda harus bersikap tegas jika mengenai pekerjaan. Jika kita terlihat lemah, mereka akan dengan mudah menindas kita, jadi,, jangan pernah tunjukkan kelemahan tuan muda! "
jadi penasaran
sedih sekalii....aku smpe gk sdr klo air mata ku mengalir bgtu deras😭😭