NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Sejak kematian ayahnya, Liang Yi berniat untuk menyelidiki sendiri tentang masalah tambang. Dia mencari tahu siapa pemilik tambang itu. Namun, dia tidak bisa leluasa untuk keluar istana karena dia masih menjadi pengawal pribadi Pangeran Zhao Li. Karena itu, dia berniat untuk segera mengundurkan diri.

"Apa kamu serius dengan keputusanmu itu?" tanya Pangeran Zhao Li ketika Liang Yi mengutarakan maksudnya.

"Aku serius. Aku sendiri yang akan menyelidiki tambang itu. Karena itu, izinkan aku untuk keluar dari istana. Namun, jangan katakan pada siapapun kalau aku sedang menyelidiki tambang karena mereka pasti akan lebih waspada."

"Kalau itu keinginanmu, maka aku akan izinkan. Lalu, bagaimana dengan Huanran dan Jiao Yi?"

"Jangan khawatir, mereka akan baik-baik saja."

Setelah mendapat izin, Liang Yi kemudian melangkah keluar istana dan memacu kudanya menuju ke rumahnya.

"Kakak, sebaiknya Kakak jangan pergi. Aku tidak ingin kehilangan Kakak," pinta Jiao Yi dengan wajah sedih.

"Jiao Yi, Kakak akan baik-baik saja. Setelah selesai mengungkapkan pembunuhan ayah, Kakak akan kembali karena ada kalian yang sudah menunggu Kakak. Jangan membuat Huanran sedih dengan sikapmu itu. Jadilah gadis yang baik dan kalian harus saling menjaga," ucapnya lembut pada adiknya itu.

Setelah selesai membujuk adiknya, Liang Yi kemudian mengajak Mei Yin bicara berdua. "Aku akan pergi dan jaga dirimu baik-baik. Jangan pernah pergi ke istana dan tolong jaga Jiao Yi. Aku mencintaimu dan selamanya akan selalu mencintaimu. Tunggu aku kembali dan kita akan segera menikah, aku janji padamu," ucap Liang Yi sambil memeluk kekasihnya itu.

"Liang Yi, jaga dirimu baik-baik. Aku akan menunggumu hingga kamu kembali. Jangan sampai kamu mati seperti Lian. Aku tidak ingin kehilangan lagi, aku mohon," ucap Mei Yin sesenggukan. Liang Yi menatap wajah kekasihnya itu dan menghapus air matanya. Perlahan, dia mengecup dahi gadis itu.

"Aku berjanji, apapun yang terjadi aku pasti akan kembali padamu dan juga Jiao Yi. Aku mohon, jangan menangis lagi."

Dengan berat hati, Mei Yin dan Jiao Yi harus melepaskan kepergian Liang Yi. Walau berat, tapi Mei Yin tidak bisa meminta Liang Yi untuk tetap tinggal. Apapun keputusan Liang Yi, baginya itu adalah keputusan yang terbaik.

Pengunduran diri Liang Yi sudah diketahui oleh semua pejabat istana. Tidak sedikit yang menyayangkan keputusannya itu, tapi ada juga segelintir orang yang merasa senang dengan keputusannya itu.

"Ayah, sepertinya Liang Yi tidak tinggal diam. Dia sudah mengundurkan diri dan kini dia tidak lagi tinggal di rumahnya. Aku khawatir kalau diam-diam dia sedang menyelidiki ke daerah tambang. Sebaiknya Ayah harus menyuruh penjaga untuk lebih waspada," ucap seorang wanita cantik yang terlihat angkuh. Dialah Nona Liu.

"Jangan khawatir putriku, tidak ada satupun yang bisa lolos masuk ke area tambang, kalaupun bisa lolos orang itu pasti tetap akan ketahuan dan mati terbunuh."

Ternyata, tambang emas itu adalah milik keluarga Nona Liu. Dengan mudahnya mereka mengelola tambang ilegal itu tanpa seorangpun yang bisa mengungkapkan kejahatan mereka.

*****

Semenjak kepergian Liang Yi, mereka tidak pernah menerima kabar apapun. Walau khawatir, Mei Yin tetap berusaha meyakini hatinya kalau Liang Yi ada di suatu tempat dalam keadaan baik-baik saja.

Hari berganti hari. Bulan berganti bulan, tapi kabar Liang Yi belum juga dia dengar. Hingga suatu hari, Mei Yin mendapat kabar kalau di hutan di daerah tempat tambang itu berada, warga menemukan sesosok tubuh pria yang sudah tewas dengan wajah yang sudah hancur hingga tidak bisa di kenali.

Mendengar berita itu, sontak saja membuat Mei Yin lemas. Dia sempat khawatir dan berpikir kalau mayat itu mungkin saja Liang Yi, tapi dia segera membuang prasangka itu jauh-jauh.

"Tidak mungkin, mayat itu bukan Liang Yi. Dia pasti baik-baik saja," ucap Mei Yin mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri. Namun, salah satu orang suruhan Liang Yi mulai menyebarkan berita kalau mayat itu adalah dirinya. Semua itu sengaja dia lakukan agar orang-orang yang merasa terancam dengan dirinya telah menganggap kalau dia telah mati.

Mayat pria itu adalah salah satu penjaga tambang yang dibunuh oleh Liang Yi.  Saat itu, Liang Yi tengah mengendap-endap di area tambang. Dia sedang bersembunyi di balik rerumputan untuk memperhatikan gerak-gerik para penjaga tambang. Hingga tanpa sengaja, penjaga itu melihat dirinya, maka terjadilah pertarungan yang membuat penjaga itu tewas di tangan Liang Yi.

Liang Yi kemudian membawa mayat itu ke dalam hutan. Sebelumnya, Liang Yi memakaikan bajunya ke penjaga itu dan menghancurkan wajah mayat itu agar orang-orang berpikir bahwa dirinyalah yang telah mati. Namun sebelum itu, dia sudah mengirimkan sebuah surat pada Mei Yin yang menyatakan bahwa mayat itu bukanlah dirinya, tapi sebelum surat itu diterima oleh Mei Yin, suatu kejadian yang yang tidak di sangka-sangka telah terjadi.

Malam itu, Mei Yin dan Jiao Yi tengah tertidur di kamarnya. Entah mengapa, Mei Yin tiba-tiba terbangun karena bermimpi bertemu dengan kedua orang tua angkatnya. Wajah mereka terlihat sedih. Mei Yin kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ruang makan untuk mengambil segelas air. Namun, dia melihat sesuatu yang aneh di luar. Karena curiga, Mei Yin kemudian mengintip dari balik jendela dan melihat orang-orang yang memakai penutup wajah masuk ke halaman rumahnya.

Tanpa berpikir panjang, Mei Yin kemudian masuk ke dalam kamar dan membangunkan Jiao Yi. "Jiao Yi, ayo bangun. Kita harus segera pergi dari sini," bisik Mei Yin pelan. Sebelum mereka keluar, tiba-tiba saja panah api melesat masuk ke dalam rumah. Sontak saja kedua gadis itu menjadi panik.

Walau begitu, Mei Yin berusaha untuk tetap tenang. Dia tidak ingin terlihat ketakutan di depan Jiao Yi karena itu bisa membuat Jiao Yi semakin takut.

"Jangan takut, aku akan melindungimu," ucap mei Yin sambil menggandeng tangan Jiao Yi dan keluar lewat pintu belakang. Untung saja ada sebuah ruang bawah tanah yang sengaja di bangun Jenderal Chang Yi di belakang rumah mereka. Kedua gadis itu kemudian masuk kedalam ruang bawah tanah itu dan bersembunyi di sana.

"Kemana kedua gadis itu pergi? Kita harus segera menemukan mereka, kalau tidak maka Nona Liu pasti akan marah," ucap salah seorang dari mereka yang berdiri di dekat ruang bawah tanah. Mei Yin terperanjat kaget. Dia tidak menyangka kalau Nona Liu yang menyuruh orang-orang itu untuk membunuh mereka.

"Cepat cari mereka!! Mereka tidak bisa keluar dari sini. Setelah ini, tidak ada lagi yang perlu kita lakukan karena semua keluarga Jenderal Chang Yi telah mati. Dan kita pasti akan dibayar mahal untuk itu."

Mendengar ucapan lelaki itu membuat Mei Yin terkejut. Dia tidak percaya kalau Liang Yi telah mati. Tanpa suara, Mei Yin menangis. "Tidak mungkin. Tidak mungkin Liang Yi sudah mati," ucap Mei Yin dalam hati.

Semua penghuni di dalam rumah telah dibunuh. Pelayan-pelayan yang masih tertidur dibantai. Api perlahan merembet seisi rumah dan dalam sekejap saja, rumah mereka telah terbakar dengan nyala api yang kian membesar.

Untung saja Mei Yin sempat terbangun. Terlambat sedikit saja, mereka berdua pasti telah terbunuh. Kini, yang ada hanya mereka berdua. Mei Yin akan tetap memegang janjinya untuk selalu menjaga Jiao Yi bagaimanapun caranya.

Api yang kian membesar telah mengundang orang-orang untuk datang, tapi percuma saja tidak ada satupun yang bisa diselamatkan. Para pelayan telah ikut terbakar. Yang ada hanya Mei Yin dan Jiao Yi yang belum keluar dari ruang bawah tanah.

Di saat orang-orang berkumpul di depan rumahnya dan pembunuh-pembunuh itu telah pergi, kedua gadis itu memutuskan untuk keluar. Dengan hati-hati, mereka berjalan lewat belakang rumah mereka dan menuju ruas jalan yang terlihat sepi dan gelap.

"Kak Huanran, kita akan pergi ke mana?" tanya Jiao Yi yang terlihat ketakutan.

"Kita pergi saja dulu dari sini, setelah itu baru Kakak akan pikirkan kita akan kemana."

Sebenarnya, Mei Yin juga bingung akan pergi kemana. Namun, dia tidak ingin membuat Jiao Yi khawatir. Malam itu, mereka terus berjalan, berusaha untuk menjauh dari rumah mereka.

Karena melihat Jiao Yi yang kelelahan, akhirnya Mei Yin memutuskan untuk beristirahat. Di bawah sebuah pohon yang rindang, kedua gadis itu memilih untuk duduk sekadar menarik nafas karena sedari tadi mereka terus berjalan tanpa henti.

"Kamu masih kuat untuk berjalan, kan?" tanya Mei Yin pada Jiao Yi yang masih duduk dengan keringat yang membasahi wajahnya.

"Aku akan berusaha, aku tidak ingin orang-orang itu menemukan kita," jawab Jiao Yi sambil berdiri untuk melanjutkan perjalanan.

"Tenanglah, mereka tidak mungkin bisa mengejar kita. Sebentar lagi matahari akan terbit, sebaiknya kita menutupi wajah kita agar orang-orang itu tidak mengenali kita."

Jiao Yi mengikuti saran Mei Yin. Kedua gadis itu terlihat menutupi wajah mereka dan mulai melanjutkan perjalanan walau mereka tidak tahu harus pergi ke mana.

"Apa? Rumah Jendrral Chang Yi semalam terbakar?" tanya Pangeran Zhao Li kaget ketika seorang kasim datang membawa kabar itu.

"Benar, Paduka."

"Lalu, bagaimana dengan kedua putri Jenderal Chang Yi, apa mereka baik-baik saja?"

"Maaf, Paduka. Menurut kabar yang hamba dengar, tidak satupun penghuni rumah yang selamat, ada beberapa mayat yang ditemukan telah hangus terbakar."

Pangeran Zhao Li terdiam. Tubuhnya melemas. Darahnya berdesir mendengar perkataan kasim. Pangeran Zhao Li duduk dengan wajah yang memucat. Tanpa sadar, air matanya mulai jatuh. Dia tidak bisa membayangkan kalau Mei Yin kini telah mati.

"Aku tidak percaya. Huanran pasti belum mati, aku yakin dia tidak akan pergi seperti ini," ucapnya lirih.

Karena tidak percaya, Pangeran Zhao Li memerintahkan orang kepercayaannya untuk menyelidiki peristiwa itu. Dia ingin memastikan kebenaran kabar itu hingga hatinya benar-benar hancur ketika orang kepercayaannya itu membenarkan peristiwa itu.

Sebelumnya, dia mendapat kabar kalau sahabatnya Liang Yi telah tewas, tapi dia berusaha untuk tidak mempercayainya karena itu dia berusaha untuk tidak serius menanggapi berita itu. Dan kini, dia di hadapkan lagi dengan berita kematian adik sahabatnya dan wanita yang sangat dicintainya.

"Kenapa kalian harus pergi seperti ini? Kenapa kalian tega meninggalkan aku sendiri?" Pangeran Zhao Li menangis di dalam kamarnya. Dia merasa sangat kehilangan. Dia telah kehilangan orang-orang yang dia sayangi dan kini dia bagaikan hidup sebatang kara.

Hari menjelang siang ketika Mei Yin dan Jiao Yi tiba di suatu perkampungan. Setelah melakukan perjalanan semalaman, tubuh keduanya kelelahan dan kelaparan.

"Kamu pasti lapar, lebih baik kita mencari tempat penginapan untuk istirahat. Kebetulan Kakak sempat membawa kotak perhiasan Kakak, kita bisa menjualnya untuk biaya hidup kita."

Kedua gadis itu kemudian mencari tempat penginapan terdekat, tapi niat mereka terpaksa harus diurungkan karena mereka melihat beberapa orang pria yang datang memeriksa kamar-kamar penginapan secara paksa. Mereka seperti sedang mencari seseorang. Tanpa berpikir panjang, Mei Yin kemudian menarik tangan Jiao Yi dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

"Kita harus pergi kemana? Sepertinya mereka masih mengejar kita," ucap Jiao Yi bingung.

"Tenanglah, jangan khawatir. Kakak tidak akan membiarkan mereka menemukan kita."

Rasa lapar yang mulai mengganggu perut membuat Mei Yin memaksakan diri untuk membeli makanan di sebuah kedai. Dengan berbekal penutup wajah, kedua gadis itu menuju sebuah kedai terdekat dan membeli makanan yang sengaja dibungkus.

"Makankah, setelah itu kita harus pergi dari sini."

Dengan lahapnya, kedua gadis itu mulai menyantap makanan yang tadi dibeli. Jiao Yi yang terlihat sedih mulai menyantap makanannya dengan deraian air mata. Dia mengingat kedua orang tuanya dan juga kakaknya yang kini entah di mana.

"Bersabarlah, Kakak akan menjagamu. Karena itu, kamu harus kuat." Jiao Yi mengangguk, mengiyakan ucapan kakak angkatnya itu.

Kedua gadis itu kemudian melanjutkan perjalanan, hingga tiba di suatu persimpangan jalan yang terlihat ramai. Jalan itu seakan tak asing baginya. Dia pernah menyusuri jalan itu bersama seseorang yang dicintainya.

Namun, tiba-tiba saja beberapa orang pria yang terlihat mencurigakan mulai berjalan ke arah mereka. Melihat mereka mulai mendekat, kedua gadis itu kemudian berbalik arah dan memasuki kerumunan orang-orang untuk menghindar. Untung saja saat itu sedang berlangsung festival hingga ruas jalan itu ramai dengan orang-orang yang sedang menyaksikan pertunjukan barongsai.

Kedua gadis itu terus berjalan dan mempercepat langkahnya hingga tak sengaja Mei Yin melihat seseorang yang dia kenal. Mei Yin mempercepat langkah kakinya hingga tiba di depan orang itu.

"Tolong aku, aku mohon," ucap Mei Yin pada orang itu sambil memohon.

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!