NovelToon NovelToon
Dosen Galak Itu Suamiku

Dosen Galak Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Fiandra tak menyangka jika dirinya akan berjodoh dengan seorang dosen yang selalu memarahinya bernama Ilham. Mereka di paksa menikah dan menjalani pernikahan, meskipun keduanya menolak. Keinginan kedua orang tua Fiandra dan Ilham begitu kuat untuk menikahkan mereka, hingga mereka melakukan satu cara, untuk menjebak keduanya agar bisa menikah... bagaimana kisah mereka? akankah cinta hadir di tengah permusuhan mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengakui

Fi terlihat senang dengan buket pemberian suaminya itu, di putar- putarnya bunga itu sambil sesekali ia mencium kuntum kelopak bunga tersebut. "Kok kamu tahu sih, aku suka mawar putih?" tanyanya sambil memandang Ilham dengan bola mata yang berbinar-binar.

"Ya aku hanya menerka saja," jawab Ilham santai, tiba-tiba ia teringat akan kondisi istrinya saat di pintu gerbang "Ngomong-ngomong kamu kenapa sih, kok tadi kamu kelihatan sedih banget?"

Fi yang sudah ceria seketika berubah murung. Wajahnya tertunduk lesu. Ia masih merasa sungkan untuk mengungkapkan masalahnya.

"Ada apa, sih?" tanya Ilham penasaran. "Kamu bertengkar ya, sama Ratu?"

Fi menoleh suaminya, lalu menggeleng lemah. Wajahnya berubah masam

"Ayolah ceritakan saja, gak apa-apa," desak Ilham sambil mengusap perut istrinya itu. "Dari pada kamu sedih terus, jadi beban pikiran, kan kasihan anak kita," imbuhnya.

Mendengar ucapan Ilham itu tiba-tiba saja bulir bening perlahan menetes di pipinya. dengan sklera mata yang mulai merah ia menatap Ilham. "Aku di tuduh merebut kamu," lirihnya.

"Kok gitu? emangnya Ratu itu pacar, ku?!" tanya Ilham dengan kening mengkerut.

"Ratu itu sudah lama suka sama kamu.Dia sering ceritain kamu, bahkan dia rela jadi istri kedua," ucap Fi lirih dan sedih.

Kerutan di kening Ilham semakin tebal. "Pantes saja dia sering Wa gak jelas sama aku. Pakai nanya materi yang kurang jelas lah," gumannya.

"Sebenernya aku juga salah sih. Aku pernah melontarkan kutukan bahwa tak ada satu pun yang akan menginginkanmu, Bang. Begitu besar kebencianku waktu itu," ucap Fi dengan nafas memburu. "Namun, lihatlah sekarang, ironisnya aku sendiri yang menikahi kamu, karena itulah mereka membully ku."

Ilham menarik napas panjang mulai paham akan permasalahan ini. "Kenapa gak kamu jelasin, aja?"

"Dia gak mau denger penjelasan aku, nomor aku saja di blok sama dia."

Ilham tersenyum berusaha untuk menenangkan istrinya, sambil mengacak-acak kepala Fi. "Sudahlah gak usah di bahas. Biar saja orang mau ngomong apa. Gak usah di dengerin."

Fi menggigit bibirnya, usaha untuk menahan air mata yang berkumpul di ujung matanya. "Tapi dia satu-satunya sahabatku," gumamnya, suara serak penuh emosi.

Ilham menangkap rasa getir di suaranya, meraih tangan Fi yang dingin. "Tapi kan, aku juga ada di sini. Aku selalu ada, dari bangun tidur sampai kita tidur lagi," ujarnya, mencoba menenangkan.

Dengan tatapan yang berat, Fi memalingkan wajahnya, tersenyum pahit. Dia kemudian meletakkan kepalanya dengan lembut di pundak Ilham, mencari sedikit kehangatan dan kenyamanan. "Iya, untung ada kamu, bang, " ujar Fi sambil memeluk suaminya dengan manja

"Iya dong, cuma aku yang selalu ada untuk kamu, " sahut Ilham lembut, tangannya mengusap punggung Fi dengan penuh kasih. "Kamu mau makan sesuatu? Mumpung kita masih di jalan."

"Hmm aku gak mau makan, kalau gak ada terasi," kata Fi dengan cemberut, karena tahu sang suami tak menginjinkannya.

"Itu gampang, Sayang, tenang saja aku punya sesuatu untuk kamu." Sambil menyetir Ilham menjangkau sesuatu di belakang jok mobilnya. Lalu memberikan sebuah kotak karton kepada sang istri..

"Apa ini?" tanya Fi sambil menatap berda berbentuk kubus itu.

"Buka saja!"

Fi membuka kotak itu, ekspresi biasa terpancar di wajahnya."Ternyata kue."

"Itu bukan sembarang, kue."

"Memang apa bedanya?" tanyanya sambil mendengus kue berwarna hitam itu.

"Kue itu namanya lapis belacan."

"Kok gitu? apa terbuat dari terasi?" ujarnya sambil menyesap aroma yang keluar dari panganan manis itu. "Tapi kok, gak ada bau belacan nya?"

"Yang pentingkan namanya lapis belacan," sahut Ilham sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Iya juga sih, ya."

"Ya sudah, makan saja ini sebagai, pengganti terasi. Setelah itu kita cari tempat makan yang enak, biar kamu selera makan."

"Oke!" seru Fi setuju.

Fi mengambil potongan kue lapis yang di potong menyerupai terasi kemasan yang dia makan."Bismillah!" dengan hati-hati dia menggigitnyanya.

Fi mengecap- ngecap."Kok gak ada rasa terasinya?" gumamnya.

"Yang penting kan namanya, lapis belacan. Udah nikmati saja, yang penting namanya sama."

Fi memiringkan kepalanya berpikir sejenak. "Oh iya juga ya, yang penting kan ada belacannya," gumamnya, sepotong demi sepotong akhir kue yang mirip terasi itu habis juga.

Ilham tersenyum licik ketika triknya berhasil mengelabui istrinya. Sambil melirik ke arah Fi yang asyik dengan cemilannya, ia bergumam lirih "Dasar bodoh! Mau saja tertipu." Namun, senyumnya perlahan memudar saat melihat wajah polos Fi. Kepalanya berdenyut, hatinya mulai menyesal. "Ya Tuhan, mengapa aku bisa sekejam ini? Dia kan istriku! " tanyanya dalam hati.

Dengan cepat, Ilham mendekap Fi, menariknya ke dalam pelukannya yang hangat. "Maafkan aku, Sayang. bisiknya lembut penuh sesal, sambil mencium pipi Fi yang lembut.

Fi terkejut dan membalikkan badan, matanya memandang Ilham, bingung. "Kenapa tiba-tiba bicara seperti itu?" tanyanya dengan nada manja.

"Gak apa-apa, terusin saja makannya! Kamu mau makan dimana, sekarang?"

"Gak ah sudah kenyang."

"Ya sudah kalo gitu, aku antar kamu pulang, setelah itu aku balik lagi karena masih ada kerjaan."

"Aku ikut saja, bagaimana?"

"Gak usah, kamu bobo cantik saja di rumah, istirahat. Biar nanti malem seger dan bisa di pakai," celetuk Ilham dengan nada bercanda.

"Oh dasar mesum!" Fi mencubit paha suaminya dengan kuat, membuat Ilham berteriak kesakitan.

Canda tawa pun terdengar sepanjang perjalanan itu. Karena Ilham , Fi,bisa melupakan masalahnya.

****

Ratu baru saja sampai di kamarnya. Kesal dan lelah bercampur menjadi satu. Dengan gerakan lambat, ia merebahkan diri di atas tempat tidur.

Ingatan yang menyesakkan dada itu kembali terbayang di pelupuk matanya. Perlahan pandangan kabur tertutup oleh air mata. Namun, sebelum air mata sempat jatuh di Pipinya, suara dering handphone memecah kesunyian. Dengan cepat, ia menyambar handphone di samping bantal, pipinya yang semula hendak basah oleh air mata, kini terpaku pada layar ponsel.Terdengar suara nafasnya yang tercekat ketika melihat nama yang muncul.

"Pak Ilham," lirihnya.

Jantungnya berdetak kencang, perasaan bercampur aduk antara harapan dan ketakutan. Dengan ragu, Ratu menekan tombol hijau untuk menjawab.

"Halo, Ratu?" suara Ilham terdengar di ujung sana.

"Hmm, Iya ada apa ya, pak?" tanyanya.

"Ratu bisa kita ketemu di cafe depan kampus, sekarang?"

Bola mata Ratu sedikit terbelalak mendengar permintaan Ilham itu. Namun tak dipungkiri, jantungnya berdebar-debar bisa menolak ia langsung setuju.

"Iya Pak!" dengan cepat Ratu memutus sambungan teleponnya tanpa berpikir panjang ia langsung meraih tas selempangnya kemudian keluar dari kamar lalu berjalan cepat menuruni anak tangga.

Rasa penasaran membuat Ratu bergegas menghampiri mobilnya setelah itu ia langsung melaju kencang menuju tempat yang di janjikan.

***

Ratu memainkan jari-jarinya di atas meja cafe, hatinya berdegup kencang menanti kedatangan Ilham. Detik-detik yang terasa berjalan sangat lambat membuat dada Ratu semakin sesak. Gadis itu melirik arloji dan ternyata baru menunggu di tempat itu selama 5 menit. Namun rasanya begitu lama. pandangan matanya mengedar ke segala arah, senyum terukir di bibirnya ketika pintu cafe terbuka dan sosok Ilham yang sudah ia nantikan akhirnya muncul. Pipinya memerah, perasaan gugup menyelimutinya saat Ilham berjalan menghampiri dengan senyum yang terukir di wajahnya.

"Hai Ratu!" sapa Ilham.

Ratu semakin salah tingkah. "Hay juga, pak!"ujarnya mesem mesem.

"Oh ya, Maaf ya telah merepotkan kamu karena menyuruhmu untuk datang ke sini."

"Oh tidak papa kok, pak. Ngomong-ngomong Ada apa ya, sehingga bapak repot-repot mengundang saya ke sini?" tanyanya sambil memandang Ilham .

"Saya ingin menjelaskan hubungan saya dengan Fiandra . seketika itu wajah Ratu berubah menjadi masam.

"saya dan Fiandra sebenarnya sudah menikah sebulan yang lalu saat liburan semester."

Sontak bola mata Ratu terbelalak, kaget mendengar penuturan itu. jantungnya berdegup kencang. Lalu apa yang terjadi selanjutnya?

1
Eva Karmita
tetap semangat otor 🔥💪🥰
vitrienoor99
semangat KK updatenya
LANY SUSANA
akhirnya up juga ni nunggu lama sekali..
ayok semangat Thor 1 lg selesai
wah ngidam terasi bayinya kembar 3 ni, moga2 ga coklat ky terasi/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
LANY SUSANA: up donk tinggal 1 ayok Thor semangat aku nungguin/Angry//Angry/
total 1 replies
vitrienoor99
KK g update update
Eva Karmita
sedihnya harus berpisah dengan couple FiHam padahal masih banyak kisah manis mereka pasti ❤️😍 tapi apapun keputusan otor aku terima yg penting happy ending nya 🥰🤗❤️
👑Meylani Putri Putti: iya kk, kadang ngerasa bersalah gak up date, tapi kalau tubuh sudah lelah pikiran pun gak konsen 🤧🥰🙏
total 1 replies
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
semoga kembar nya sepasang
👑Meylani Putri Putti: insyaallah kk 🥰
total 1 replies
vitrienoor99
semangat kk
👑Meylani Putri Putti: terima kasih😘💕
total 1 replies
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
bagus enggak perlu rebutan dua nenek kompak itu. .ada 2 cucu terus /Facepalm/
Eva Karmita
Masya Allah Tabarakallah Alhamdulillah selamat ya Fi , Ilham kalian mau punya calon beby twins 😍😍😍
Yuliana Tunru
pasti seruu tuh para nyak ndk rebutan cucu masing2 punya satu..
vitrienoor99
langsung topcer dapat baby twins
Eva Karmita
manisnya Abang ku satu ni 😍🥰❤️
vitrienoor99
so sweet Ilham
Eva Karmita
😂😂😂 astaga Ham kok bisa lupa 🙈 🤭 enak banget ya makan apen + mimik cucunya 😍😂 sampai" tu belalai ngak di sarungi 👻🤣 , kasihan amat nasib belalai mu ham 🤪😩 jadi tontonan para cewe" 🤦🏻‍♀️🤭🙈
vitrienoor99
bisa bisanya Ilham lupa ga pakai celana dalam sie, ngakak abis dah bacanya
Yuliana Tunru
astaga thor kirain salah pake baju atw stempel fi byk di leher ternyata gondal gandul masa iya kelihatan..🤣🤣🤣
👑Meylani Putri Putti: kan punya ilham segede gaban kak 🤣
total 1 replies
Eva Karmita
entahlah Mak otor aku pun menanti kelanjutannya 😂😂😂😂....,, lanjut dong please 🙏😁😁
👑Meylani Putri Putti: sudah up kk sayang
total 1 replies
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
enak nya di dosenku suamiq
👑Meylani Putri Putti: iya beb
total 1 replies
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
astaga 😂🤣🤣
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
sukses ngadonya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!