NovelToon NovelToon
Putri Itu Bisa Membaca Pikiran!

Putri Itu Bisa Membaca Pikiran!

Status: tamat
Genre:Time Travel / Pembaca Pikiran / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:48.5k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Tag khusus : Membaca Pikiran
Thalita terbangun kembali setelah meminum racun buatan suaminya.
Deo begitu ambisius ingin menyingkirkan istrinya itu agar bisa menikahi adiknya.
Namun takdir berkata lain, Thalita kembali hidup dan memasuki area istana kerajaan sebagai seorang putri yang terbuang.
Thalita yang awalnya seorang wanita kantoran itu harus menjalani berbagai rintangan sebagai seorang putri buangan.

Apakah Lita mampu mengubah takdirnya menjadi putri yang terhormat ?
Dan apakah ia bisa menundukkan hati sang pangeran yang begitu dingin di kerajaan itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Ibu

Permaisuri Jian Lie memasuki kamar Pangeran Liang Zee hendak mengajaknya untuk berziarah ke makam leluhur, alangkah terkejutnya ia mendapati pelayan Dhaici tengah tidur berselimut di ranjang Pangeran Liang Zee.

"Pelayan Dhaici !" teriaknya yang seketika membuat wanita paruh baya itu bangun lalu terguling hingga jatuh ke bawah.

Pelayan Dhaici meringis kesakitan, ia menggosok punggungnya yang terasa kebas. Menatap bingung tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam.

"Apa yang telah kamu lakukan di sini !" bentak permaisuri mengimidasi.

Pelayan Dhaici menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dengan rasa ketakutan yang menjulang. " Ampuni saya Yang Mulia, saya tidak tahu bagaimana saya bisa seperti ini. Sungguh!" bersimpuh memohon ampun.

"Lalu di mana Pangeran Liang Zee ?" berkeliling mencari sosok pangeran namun tak menemukannya.

Pelayan Dhaici bingung dan masih dalam ketakutan, "Saya tidak tahu Yang Mulia. Seingat saya...." mengingat peristiwa beberapa waktu yang lalu.

"Saya mengantar makanan untuk Pangeran Liang Zee dan ketika akan berbalik pergi, tiba - tiba saya merasakan gelap dan tidak mengingat apa - apa." tuturnya menjelaskan yang ia ingat, karena setelah itu pakaiannya di ambil oleh Pangeran Liang Zee.

Sejak kecil meski sangat mandiri pangeran terkadang juga jahil dengan pengasuhnya, terutama pada pelayan Dhaici itu.

"Anak itu, kemana perginya!" ucap permaisuri geram.

Pelayan yang lain diminta untuk mengambil pakaian pelayan Dhaici. Pelayan Dhaici segera ganti dan akan menuntut pangeran yang sudah keterlaluan membuatnya malu di hadapan permaisuri.

Permaisuri Jian Lie menunggu pangeran pulang.

Pangeran Liang Zee agak kecewa dengan sikap putri yang tak seperti biasanya. Lantas ia segera pulang dengan enggan. Alangkah terkejutnya ia ketika tangan seseorang menarik telinganya dengan begitu lancang ketika dirinya memasuki pelataran istana.

"Hai, lepaskan telingaku!" hardik pangeran berusaha melihat siapa orang dibelakangnya.

Kedua matanya membola menatap siapa pelakunya.

"Ibu ?" Pangeran Liang Zee tertangkap basah telah lancang melanggar ketentuan yang telah ibunya tetapkan.

Permaisuri berkacak pinggang dengan tatapan menghunus.

"He he he, Ibu, aku bisa menjelaskan ini !" mencoba merayu.

"Dasar anak durhaka! Berani sekali kamu mengabaikan larangan ibu untuk tidak pergi ke luar istana. Dan lihat penampilanmu, memalukan sekali!"

Pangeran Liang Zee masih mengenakan pakaian yang sama dengan pakaian ketika pergi.

Permaisuri tidak ingin mendengar penjelasan apa pun dari pangeran, lalu ia menggiringnya pergi untuk berganti pakaian yang sepatutnya.

.

Putri Zhiping belum bisa secara langsung mengatakan kalau dia membatalkan pernikahannya dengan Pangeran Liang Zee, lidahnya terasa kelu dan sangat sulit untuk bicara. Setelah pertemuan nya dengan Pangeran Liang Zee, ia menjadi pendiam tak banyak bicara. Putri Jian selalu mengawasi dan menekannya untuk segera bicara dengan Pangeran Liang Zee. Jika segera tidak dilakukan, ia akan meminta kembali penawar itu.

Karena pikirannya sedang bundel, ia menghabiskan waktu di perpustakaan. Disana ada guru besar istana sedang menulis sains.

Tanpa sengaja putri menjatuhkan sebuah buku, hingga menyita perhatian guru besar untuk menyapanya.

"Putri Zhiping, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda lagi !" sapa guru besar dengan santun.

Putri Zhiping tertegun, ia pikir seorang diri di sini rupanya ada orang lain. "Guru besar istana, maafkan aku tidak melihatmu ! Aku kira aku seorang diri di sini." Putri Zhiping membungkuk menghormati orang yang lebih tua.

Guru besar tersenyum, "Anda sudah sangat pintar, lalu untuk apa Anda menyibukkan diri di perpustakaan?" guraunya.

Putri Zhiping tersenyum simpul, "Aku pernah mendengar pepatah, galilah ilmu mulai dari buaian hingga liang lahat. Aku rasa belajar itu tak memandang usia."

Guru besar istana berdecak kagum, "Anda benar Putri. Maafkan perkataanku, aku tidak bermaksud meremehkan Anda."membungkukkan tubuhnya.

"Guru besar, Anda terlalu merendah, jangan seperti itu ! Anda lebih tua secara usia dan lebih berpengalaman dalam hidup."

"Oh, ya Guru Besar, ada yang ingin aku katakan padamu." imbuhnya kemudian.

Guru besar memperhatikan secara seksama.

"Terima kasih sudah mendukungku ! Dengan bantuanmu, raja membangun sekolah untuk rakyat jelata, dan dengan begitu anak - anak memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap dan layak."

Guru Besar tertawa kecil hingga membuat putri merasa heran. "Kenapa malah tertawa ?"

"Anda terlalu polos rupanya, bukankah pendidikan adalah hak setiap anak ? "

"Bagaimana dia bisa tahu apa yang pernah aku ucapkan?" batin putri Zhiping.

"Raja diawal memang tak begitu setuju, tapi setelah ditimbang akhirnya menyetarakan semua golongan. Mereka mendapatkan pendidikan tanpa mengenal kesenjangan sosial."

"Bahkan, jika bangunan sekolah itu sudah jadi, saya akan merekrut beberapa guru untuk membantu Anda di sana." imbuhnya.

Putri Zhiping terperangah dengan kebijakan itu. "Guru Besar ?" ujarnya terharu.

Guru Besar istana secara langsung tanpa sepengetahuan putri telah melihat potensi anak didiknya yang perlu untuk ditindak lanjuti. Rencana kedepannya, sekolah itu akan diperluas dan menerima siapa saja yang mendaftar tanpa memandang Bulu.

Dan tinggal beberapa tahap lagi, bangunan sekolahan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Jika sudah ada guru pengganti, maka putri Zhiping akan lebih fokus untuk mengurus pangeran ketika sudah menikah nanti.

Sebenarnya berat jika meninggalkan orang - orang yang begitu berjasa dan dekat dengannya. Lalu, untuk apa ia memikirkan hal itu, bukankah posisinya akan digantikan ?

Karena selama tinggal di istana, putri Zhiping belum pernah menemui ibunya kali ini ia akan pergi ke sana dengan ditemani pelayan Wei dan beberapa pengawal. Tak sengaja Zan Zizi melintas dan ingin bergabung. Putri Zhiping tak keberatan, dengan begitu Zan Zizi dan pelayan Wei semakin dekat, ia ingin menjodohkan mereka berdua yang terlihat sangat cocok. Berbeda dengan niat Zan Zizi di awal, ia ingin lebih dekat dengan sang putri yang jomblo itu.

Butuh waktu setengah jam untuk tiba di tanah kelahiran.

Kereta kuda tepat berhenti di sebuah rumah dengan ornamen nuansa China bergelantungan di atap rumah.

Kedatangannya tidak ada yang tahu jadi tidak ada yang menyambutnya.

Putri Zhiping lantas turun dan berjalan seorang diri memasuki rumah. Suasana begitu sepi dan mistis.

Seorang pelayan wanita tengah menjemur pakaian. Pergerakannya terhenti ketika melihat putri Zhiping datang.

"Putri Zhiping, kamu pulang?" tanyanya haru dan segera memeluknya.

Putri Zhiping menyambut hangat pelukan itu. "Dimana ibu ?" tanyanya sembari melepas pelukan.

"Ada, beberapa hari ini kesehatan ibumu sudah sangat membaik dan bahkan sudah bisa berjalan."

"Sungguh?" putri Zhiping tak ingat terakhir bagaimana ia bisa meninggalkan ibunya dan pergi ke istana, memori Zhiping tak begitu mendukungnya.

"Pelayan Hyun, siapa yang datang?" teriak Yiyin dari arah kamar dan berjalan keluar dengan langkah terseok.

"Putri ?"

"Ibu !"

Kedua ibu dan anak saling berpelukan.

Putri Zhiping akan memboyong ibunya untuk ia ajak tinggal di istana.

Pelayan Chou segera memberitahu kabar ini pada permaisuri Qian.

1
SANG
Mengapa harus begitu
SANG
Hadir 👍💪
Dinda
skippp
Kam1la: terima kasih kak sudah mau mampir, mungkin di karya saya yang lain lebih menarik. Bisa mampir.
total 1 replies
Dinda
karakter nya pemeran utama memalukan, ceroboh, bodoh pokok nya pemeran wanita nya cupu
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Kam1la: terimakasih, semoga terhibur kak!
total 1 replies
Anita M
Bagus sangat menarik
Kam1la: terima kasih Kak, semoga terhibur!
total 1 replies
IndraAsya
👣👣👣
☠⎯⎯꯭ᷤ💕ˢ⍣⃟ₛʂιʂᴋ𝚊⃤ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
laannnjuuuuuuuuuttttttt 🤗 🤗 🤗
semangat thor,, sehat and sukses slalu 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻😘
☠⎯⎯꯭ᷤ💕ˢ⍣⃟ₛʂιʂᴋ𝚊⃤ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©: Aamiin 🤲🏻
makaciiww doa ny 💗💗
total 4 replies
Frando Wijaya
cih 😒💢....lo tuh gk ada bedany tuh...gk punya etika Dan hanya Tau cari gara2
Frando Wijaya: ya 👍👍👍
total 2 replies
Frando Wijaya
HA! dsr tua bangka busuk....lo emng gk layak sebut raja... melainkn tua bangka busuk!
Frando Wijaya
peramal? emngny apaan peramal itu?
Kam1la
terima kasih Kak....!
☠⎯⎯꯭ᷤ💕ˢ⍣⃟ₛʂιʂᴋ𝚊⃤ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
like coment gift..
semangat truss yaa thor,, 💪🏻💪🏻💪🏻😘
☠⎯⎯꯭ᷤ💕ˢ⍣⃟ₛʂιʂᴋ𝚊⃤ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
semangat truss yaa thor,, huaighting 💪🏻💪🏻💪🏻😘
☠⎯⎯꯭ᷤ💕ˢ⍣⃟ₛʂιʂᴋ𝚊⃤ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Zan Zizi 🤔🤔🤔 siapa kau sebenarnya???
Yurniati
terus lanjut update nya thorr
Yurniati
tetap semangat terus
Yunita Widiastuti
nekpir..
Yurniati
tetap semangat terus update nya thorr
Yurniati
siapa kah itu gerangan,,,,,🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!