Halimah yang sudah bertahun-tahun berpacaran dengan kekasihnya Amzari akhirnya dilamar juga oleh kekasih pujaan hatinya tersebut.
Awalnya hubungan mereka terbilang sangat harmonis dan bucin satu sama lain.
Tapi pada saat Halimah usai melahirkan anak pertama nya Amzari mulai menunjukkan gelagat yang tidak wajar dan sering kali membuat Halimah bertanya-tanya apakah cintanya Amzari masih utuh untuk Halimah ataukah tidak.
Halimah yang sudah menjadi anak yatim tidak merasa mempunyai sosok laki-laki yang bisa menjaganya selain Amzari.
Akan tetapi dibelakang Halimah ternyata Amzari menyimpan begitu banyak teka-teki yang sering kali berdampak pada kesehatan mental Halimah maupun ibunya Halimah yang sudah berusia lanjut.
Halimah yang merasa rumah tangga nya tidak mungkin dipertahankan tetap saja bodoh untuk menerima Amzari lagi dan lagi yang selalu menyakiti nya dengan selingkuh.
Akankah Halimah hidup bahagia pada akhirnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Hargai
"Sayang bangun, sudah pagi nih".
Ucap Halimah sambil menyibakkan selimut yang tengah menyelimuti tubuh Amzari.
"Sebentar sayang.. lima menit lagi ya".
Ucap Amzari dengan mata yang masih terpejam.
"Ini sudah mau jam delapan loh, kopi yang kubuat juga sudah hampir dingin tuh".
Ucap Halimah.
Akhir-akhir ini Amzari sering bangun kesiangan. Mungkin karena ia merasa lebih santai karena kini bengkel nya telah dibuka dirumah Halimah jadi setiap malam setelah selesai bekerja ia akan nongkrong bersama dengan teman-teman nya dan pulang pada larut malam sehingga Amzari belum juga bangun.
Halimah pun menghela nafasnya dan kemudian kembali ke dapur untuk menyiangi sayuran yang baru ia beli dari pedagang sayur keliling.
Tidak lama kemudian Amzari pun segera bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak ke kamar mandi .
Kehamilan Halimah kini sudah mencapai usia delapan bulan. Tapi sikap Amzari masih saja seperti bujangan yang bangun dan tidur seenaknya saja .
Akan tetapi karena Halimah malas berdebat,ia pun hanya bisa diam selama Amzari tidak melupakan kewajiban nya untuk memberi nafkah berupa uang belanja yang cukup bagi Halimah itu sudah baik-baik saja untuk kelangsungan hidup nya.
Halimah yang dulunya sering tidur siang kini sudah terbiasa dengan bunyi mesin yang bising sehingga di siang hari ia tidak pernah tertidur lagi karena suara mesin selalu terdengar ketika Amzari sedang mengerjakan pekerjaan nya .
Setelah Halimah selesai masak ia pun bermaksud untuk istirahat dan rebahan tapi kemudian terdengar teriakan Amzari dari ujung pintu.
"Bun.... tolong buatkan tiga kopi hitam untuk ku dan teman ku yaaaa".
"Hufh... dia seenaknya saja padahal aku baru selesai masak. Apa dia tidak tahu kalau perutku ini sudah terasa sangat berat dan mudah lelah".
Gumam Halimah.
Halimah pun segera pergi ke dapur untuk membuat kopi pesanan Amzari, karena semenjak ia memindahkan tempat usahanya disini, Halimah pun mencoba mengambil peruntungan dengan menjual kopi kepada pelanggan setia Amzari yang sedang memperbaiki motornya disini .
Halimah kemudian meletakkan tiga kopi hitam diatas nampan dan kemudian mengantarkan nya kepada Amzari.
"Nih kopi nya, kalau mau makan ambil saja sendiri. Aku mau istirahat dulu".
Ucap Halimah kepada Amzari.
"Baiklah".
Ucap Amzari dengan singkat.
Halimah pun kembali memasuki kamarnya dan kemudian ia membalas beberapa pesan dari Henny.
[Bagaimana keadaan mu dan calon adik bayi?]
[Alhamdulillah sehat.. cuma aku tidak melakukan USG lagi karena ingin membuat surprise untuk semua orang]
[Hemm.. padahal aku sangat penasaran apa jenis kelaminnya]
[Hhahaa penasaran banget ya.. sabar ya aunty.. oh iya terimakasih atas kiriman paket baju bayi nya. Aku suka sekali dengan warnanya yang sangat lucu]
[Tidak masalah, harusnya aku memberikan kado yang lebih banyak dari itu]
[Henny.. kamu tidak boleh memboroskan uangmu ,ingat, ada keluarga yang harus dibahagiakan dirumah]
[Baiklah,kalau begitu aku lanjut kerja dulu ya soalnya nyonya Lusy sebentar lagi akan sampai dirumah. Sehat terus ya bumil dan adik bayi]
Halimah pun terlihat tersenyum ceria setiap kali membaca pesan dari Henny.
Kemudian ia mengusap perutnya yang kini sangat terlihat buncit karena sudah berusia delapan bulan .
"Sehat terus ya sayang,ibu sudah membeli banyak perlengkapan untukmu dan aunty Henny juga sudah mengirim kan kado istimewa untukmu".
Ucap Halimah sambil terus mengusap perutnya yang kemudian ada gerakan didalamnya.
Halimah pun kemudian membuka satu per satu paket yang ia dapatkan dari Henny berupa baju bayi dan perlengkapan lainnya.
Halimah begitu terharu karena Henny adalah orang pertama yang mengirimkan kado untuk menyambut kelahiran anaknya.
Dibandingkan dengan kakak kandungnya sendiri Badriah yang tidak pernah bertanya tentang kehamilan nya. Bahkan Astuti anaknya sendiri saja yang Tengah hamil juga mengaku bahwa Badriah tidak pernah menanyakan kabar nya.
Setelah membuka beberapa kado dari Henny kemudian Halimah menyicil untuk mencuci baju bayi yang baru ia beli agar lebih steril.
Sementara Amzari masih berada diluar dan terus saja berbincang dengan temannya tanpa menyentuh masakan Halimah.
Tidak lama kemudian terdengar suara pintu yang dibuka oleh Amzari.
"Bun.. minta mangkuk ya tiga ,jangan lupa dengan sendoknya".
Ucap Amzari.
"Kamu tidak lihat aku sedang mencuci pakaian bayi. Ambil saja sendiri.".
Jawab Halimah dari dalam kamar mandi.
"Oh baiklah kalau begitu. Aku akan mengambil nya sendiri.".
Ucap Amzari sambil melangkah kan kakinya ke dapur dan mencari mangkuk didalam lemari piring.
Halimah pun segera keluar dari kamar mandi dan melihat Amzari yang sedang mengambil mangkuk .
"Kamu beli apa? Aku kan sudah bilang kalau tadi aku sudah selesai masak sayur.".
Tanya Halimah.
"Ini teman ku ada yang membawakan soto babat,kan tidak enak kalau tidak dimakan, pemberian orang harus dihargai.".
Jawab Amzari.
Kemudian Amzari berlalu begitu saja dan kembali ke luar untuk mendatangi teman-temannya.
"Dia sendiri bilang kalau pemberian orang lain harus dihargai.. tapi masakan istrinya tidak ia hargai sama sekali. Baik lah,kalau begitu aku tidak akan masak saja untuk besok dan seterusnya.".
Batin Halimah.
Untungnya ibunya Halimah sudah makan tadi sehingga ibunya Halimah tidak melihat bulir bening yang keluar dari mata Halimah.
Halimah pun berusaha menyeka airmata nya sendiri tanpa siapapun yang tahu.
Sebenarnya ia bisa saja curhat pada Henny tentang kelakuan Amzari. Tapi Halimah tidak ingin melakukan itu dan ia memilih untuk menelan pil pahit di hidupnya sendiri dan tanpa bercerita kepada siapapun termasuk ibunya sendiri.
Halimah pun mencoba untuk tetap tegar dan kemudian menjemur pakaian bayi yang barusan ia cuci bersih.
Sambil menjemur pakaian Halimah tidak sengaja melihat Naufa yang sedang berdiam sendiri di dalam rumah nya.
Halimah bisa melihat Naufa cukup jelas karena jendela kamarnya sedang terbuka.
Tetapi Halimah tidak bertegur sapa dengan Naufa karena Naufa sangat pendiam. Berbeda dengan Astuti, kakaknya yang selalu cerewet dan bawel ketika sedang berada didekat Halimah.
Naufa menjadi pendiam Sejak ditinggal ayahnya. Mungkin Naufa masih trauma dengan kepergian ayahnya sehingga ia menjadi sosok yang tidak banyak bicara bahkan ia tidak pernah keluar dari rumah untuk sekedar bergaul bersama temannya.
Tubuh Naufa pun sangat putih bersih karena memang naufa tidak pernah keluar rumah sama sekali semenjak lulus sekolah.
Namun karena sifatnya yang pemalu dan pendiam ia tidak cukup menonjol di kampung.
Halimah pun segera kembali kedalam rumah nya karena cuaca hari itu begitu panas.
Halimah Kemudian memilih untuk berdiam diri dikamar nya sambil menonton drama korea di ponselnya karena Halimah merupakan penyuka film korea.
Namun baru saja beberapa menit ia menonton tiba-tiba ada panggilan masuk dari Astuti.
"Assalamualaikum aunty ku yang cantik membahana....".
Ucap Astuti.
"Waalaikum salam... eh keponakan ku yang hot ini menelpon ku yang sedang asyik nonton film Korea ".
Ucap Halimah.
"Hahaha... maaf aku tidak tahu kalau aunty sedang asyik nonton film korea".
Ucap Astuti.
"Ada apa kamu tumben siang-siang bolong gini menelpon ku, kamu lagi bete ya ditinggal suami kerja dijauh".
Ucap Halimah meledak Astuti.
Bersambung...
beda kl perempuan yg pikiran terbuka waktu tau suami selingkuh lngsung sat set ngumpulin aset suami, penjarakan suami krn selingkuh jd waktu cerai anak anak gk kekurangan trus bngun usaha baru. tp ya gimana Halimah dah tuir juga sih bhkan dah ubanan 😄
tp Halimah mungkin tipe wanita jadul jd pikirannya gk terbuka kasian anaknya pasti di sekolah di bully krn hidup miskin 😅
kasian anak nya gk bisa hidup layak kayak teman temane, tp dah tua juga Halimah dah ubanan ya gimana mau upgrade sdh terlambat.
tp alkhamdulillah aku 12 th jd janda anakku kubesarkan sendiri tp tak kurang apapun.