NovelToon NovelToon
Harus Menikah

Harus Menikah

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Nikah Kontrak / Romantis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:44.9k
Nilai: 5
Nama Author: xoxo_lloovvee

Penyesalan memang selalu datang terlambat, itulah yang dialami gadis cantik bernama Clara.

Efek mabuk dan ketampanan seorang pria bernama Dean, ia sampai kehilangan kesuciannya di malam itu dan mengandung.

Ia tak punya pilihan lain selain harus menikah kontrak dengan Dean.

Saat Clara berharap akan cinta Dean, masa lalu Dean terus mengganggunya.

Apakah ia bisa menggantikan posisi wanita pengisi hati Dean pada akhirnya?

Atau semuanya akan berakhir sesuai tanggal batas akhir kontrak pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xoxo_lloovvee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

"Itu Edho!" Verona menunjuk pria yang menenteng dokumen di tangannya. Mereka sudah masuk di kantor manajemen hotel.

Pria yang ditunjuk Verona menyadari kehadiran keduanya. Ia menengok ke arah mereka dan menghentikan langkahnya. Menyerahkan dokumen yang ia bawa pada pegawai lainnya.

"Ayo bicara." Dean dan Verona menghampiri Edho.

Edho mengedarkan pandangan ke seluruh kantor untuk mencari tempat yang tepat. Ia kemudian membawa Dean menuju ruang meeting yang transparan dan kedap suara.

"Kamu tunggu di sini." Perintah Dean pada Verona. Verona merengek meminta ikut, tapi tatapan Dean cukup mengerikan. Ia langsung mengurungkan niatnya.

Dean mengikuti Edho yang lebih dulu masuk ke dalam ruang meeting. Pintu di belakangnya ia kunci agar tak ada yang mengganggu pembicaraan mereka. Verona berdiri di luar pintu, hanya bisa melihat dari dinding kaca tanpa tahu apa yang mereka bicarakan.

Edho duduk tenang di kursi sementara Dean tetap berdiri. Ia melempar dua amplop itu di hadapan Edho.

"Apa maksud semua ini? Kenapa kau mengganggu hidupku lagi?" Suara Dean menggelegar. Ruangan itu kedap suara jadi tak akan ada yang mendengar dari luar.

Edho tersenyum tipis. "Aku hanya ingin sedikit membantu."

"Aku tak butuh uang ini. Bahkan jika aku harus mati kelaparan, aku tak akan pernah mau menerimanya darimu," tegas Dean.

"Memangnya kau tega anak dan istrimu kelaparan?" Edho bertanya santai, mempermainkan amarah Dean.

"Itu urusanku. Urus saja masalahmu sendiri."

Edho tertawa terbahak-bahak. "Sayangnya, masalahku adalah dirimu. Kau tahu itu."

"Apa sebenarnya masalahmu denganku? Kurang puas kau merebut Bella dariku? Sekarang kau ingin merebut Clara juga?" Dean melotot. Ia mengepal tangannya yang mungkin saja akan segera melayang.

Edho menyeringai. "Kau benar. Aku tak akan berhenti sampai hidupmu benar-benar hancur."

"Kenapa? Kenapa kau harus melakukan ini? Apa salahku?"

Dean tak mengerti sama sekali. Ia tak ingat melakukan kesalahan pada Edho.

Dulu ia berteman baik dengan Edho, sama seperti dengan Verona. Namun Edho yang kembali dari luar negeri telah berubah total.

1,5 tahun lalu, Verona dan dirinya menyambut kedatangan Edho di bandara. Edho sudah tiga tahun di Chicago, Amerika Serikat untuk menempuh magister bisnis.

Dean sempat merasakan perbedaan sikap Edho padanya saat kepulangannya itu. Edho seakan menghindarinya. Bahkan sering menolak ajakan Verona dan Dean untuk nongkrong.

Lalu kurang lebih tujuh bulan yang lalu, Edho benar-benar melewati batas. Ia merebut Bella, wanita yang paling Dean cintai.

"Kau harus cari tahu sendiri." Edho melotot, aura kebencian terasa begitu kuat. "Baru kau bisa memahami kebencian ku padamu."

Ia meninggalkan Dean begitu saja dalam ruangan. Ia tak memedulikan panggilan Dean.

Di luar ruangan tim yang mau meeting melihat semuanya, termasuk Verona. Mereka melihat pertengkaran itu. Untungnya tak tahu apa yang mereka persebatkan.

"Silakan Pak, Bu. Mohon maaf." Kata Dean pada karyawan yang akan meeting di situ.

"Deannn..."

"Mau makan sesuatu?" tanya Dean pada Verona.

...****************...

Mereka duduk di cafe bergaya Jepang. Itu adalah favorit mereka. Verona sangat suka matcha, jadi Dean selalu mentraktirnya ke restoran atau cafe ala Jepang yang menyediakan makanan atau minuman matcha.

"Dean apa kabar?" tanya Verona takut-takut. Ia sama sekali tak tahu apa yang menjadi perdebatan keduanya di ruang meeting tadi. Ia tahu itu masalah amplop tapi seharusnya tak separah itu. Lagi pula, seingat Verona amplop yang ia dan Edho berikan hanya satu.

"Baik. Bagaimana kamu dan keluarga?"

"Kami semua baik. Hanya sedikit sibuk." Wajah takut Verona berubah suram.

"Sibuk apa?"

"Ih... Bagaimana kau melupakan pernikahanku?" protes Verona.

"Ah, aku lupa. Sungguh." Dean sama sekali tak ingat tentang itu. Ia sudah lama tak bertemu dengan sepupunya itu.

"Awas kalau kamu nggak datang!" Verona mengancam.

"Apa aku nggak boleh ngasih hadiah aja?"

"Deannnn..." Verona merengek. "Aku nggak mau tahu, pokoknya harus datang."

"Kau tahu kenapa aku tak bisa." Dean memasang wajah serius.

"Aku akan sangat sedih bila kau tak datang."

"Verona, bukannya aku tak mau. Tapi kau kan tahu, di sana orang tuaku akan hadir. Dan... Kau pasti mengundang Bella. Jadi..."

"Semuanya ini karena Clara!" Verona marah. Ia menyalahkan Clara untuk semuanya. "Jika bukan karenanya, kau akan baik-baik saja dengan orang tuamu. Kau mungkin akan balikan dengan..."

"Clara tidak salah apa pun. Jangan menyalahkannya terus. Dan juga... Kau salah. Bahkan tanpa pernikahanku dengan Clara, aku tak akan pernah kembali dengan Bella." tegas Dean.

Verona mendengus kesal. "Kalian sama sekali tak mau memberitahuku alasan kalian putus? Bella temanku, kau saudaraku, tapi aku tak tahu sama sekali mengapa kalian berpisah."

"Kau sebaiknya tak tahu."

"Kenapa? Aku kan saudaramu. Atau kau sudah tak mengganggapku sebagai saudaramu lagi?"

"Kalau aku tak menganggapmu sebagai saudara, aku tak akan mentraktirmu dengan gajiku yang kecil." Dean menunjuk minuman matcha dan cake di atas meja. Ia yang membayar untuk keduanya.

"Lalu... Apa kabar cafenya?" tanya Verona dengan suara kecil.

"Kabar kafenya atau kabar pemiliknya?" goda Dean. Ia senang menggoda Verona sampai menunjukkan wajah cemberut seperti itu.

"Deannn..."

Dean hanya tertawa. "Baik. Kafe atau pemiliknya, kabarnya baik."

Wajah Verona berubah muram, seperti langit sebelum turun hujan.

"Hei maaf, aku hanya bercanda." Buru-buru Dean memperbaiki kesalahannya.

"Apa... menurutmu aku melakukan hal yang benar?" tanya Verona dengan nada sendu.

Dean menarik napas panjang. "Entahlah. Kadang aku juga bertanya itu tentang diriku."

"Tapi kau sungguh berani. Kau rela melepaskan harta dan semua yang kau punya demi gadis yang bahkan kau tak cintai. Sedangkan aku..." Verona terhenti. "Aku melepaskan orang yang paling ku sayang demi harta dan semuanya. Apa menurutmu aku melakukan hal yang benar?"

Dean menimbang-nimbang ucapan yang pantas untuk Verona agar membuatnya lebih baik. Ia tak ingin membuat Verona membatalkan pernikahannya karena kesalahan perkataannya.

"Aku pernah mendengar, cara untuk menentukan yang terbaik untuk di lakukan adalah memikirkan masa depan. Jika kau membayangkan dirimu sepuluh tahun ke depan, menurutmu hal mana yang paling kau sesali pada akhirnya. Kau bisa membayangkannya."

Verona mendengarkan Dean seolah sedang menerima seminar dari seorang motivator. "Kau melakukan itu sebelum menikahi Clara?"

Dean menggeleng. "Aku tahu aku akan menyesal melepaskan apa yang pernah aku miliki. Tapi aku juga tahu aku akan merasa bersalah seumur hidupku. Ini bukan hal yang mudah, bagiku atau Clara."

"Ck. Harusnya aku tak curhat denganmu. Kau tahu, aku akan mencetak undangan pernikahanku besok, aku tak ingin berubah pikiran."

"Ya, ya. Yang mulai duluan kan kamu."

1
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
Terimakasih sudah menyelesaikan cerita sampai happy ending ini thor 🫰🙏🙏
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
/Rose//Rose//Rose/buat Clara dan Dean
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
Yeay....punya dedek lagi mereka /Applaud/
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
beruntung mertua jarang di rumah 🤭
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
jangan.../Cry//Cry/
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
/Shy/ Verona agresif eew
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
wess tinggal aja di pondok mertua Indah /Proud/
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
jangan ditanya.../Facepalm//Facepalm/
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
luluh juga hati ibunya Dean...🤧
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
sedih klo ingat si janin 🤧🤧🤧
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
ya kali..., si Clara ini fikiranny suka negatif aja...😂😂
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
so sweet 🥰👌
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
Ceritanya bagus, sangat menguras emosi....🤧🤧🤧, 👍👍👍
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
10 iklan + /Rose//Rose//Rose/ Meluncurrr
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
😮‍💨😮‍💨 bagus udah sadar
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
/Chuckle/ sadar diri ya tantee...🤣🤣
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
iihh mimpi buruk.../Shame//Shame/
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
tergula-gula aku sama Dean yg begini....🥰🥰🥰
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
uhuy..
🥰🥰🤭
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
walah.../Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!