Sebuah kisah anak sekolah yang berujung tragis...saat Reo memasuki sebuah sekolah yang menuntunnya ke jalan yang akan dia sesali selama hidupnya...dengan teman mereka yang dapat melihat hal yang tak bisa Reo lihat....
Bagaimana cerita yaa...kita lihat saja nanti....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mikaa chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejadian di malam hari II
Kaoru mendudukan Satoru yang masih kesakitan tubuhnya di biarkan agar mrnyandar ke pintu perpustakaan yang tidak juga terbuka
"Satoru kau baik-baik saja kan, apa masih terasa sakit??"
Tanyanya
"Entahlah, ini benar-benar cukup menyakitkan"
"Apa yang sebenarnya terjadi Satoru, apa kau benar-benar memiliki kembaran??"
"Aku tidak tahu, Aku tidak...tahu....ahkkkkk"
Satoru tiba-tiba saja berteriak membuat Kaoru kembali panik, Satoru berteriak cukup keras dan tak lama ia kehilangan kesadarannya
"Satoru....Satoru....Satoru..."
Satoru masih dapat mendengar temannya yang terus memanggilnya, namun Mulutnya tak dapat mengeluarkan suara, perlahan penglihatan ya tiba-tiba saja menjadi gelap
Namun tak lama Satoru kembali membuka matanya, ia bingung saat melihat sekeliling ruangan itu bukan lagi perpustakaan, Satoru tengah berdiri di dalam sebuah kamar yang tak ia kenali
Satoru kembali memegangi kepalanya yang tidak terasa sakit lagi ia berjalan menghampiri lemari baju di sana
Satoru kembali di buat keheranan saat melihat pantulan bayangan dari cermin itu, tubuh Satoru kembali kecil seperti anak kecil yang masih berusia 5 tahun
"Apa yang terjadi dengan tubuh ku, aku kembali menjadi anak kecil??...yang benar saja"
Di tengah kebingungan yaa seseorang membuka pintu kamar tersebut lalu berjalan menghampiri Satoru lalu memeluknya dengan sangat erat
"Kakak aku senang kau ada di sini selama ini kakak pergi kemana"
Satoru benar-benar tidak tahu siapa orang yang memanggilnya dengan sebutan kakak, bahkan wajahnya pun sama dengan ya
"Kakak hari ini kita jalan" Sama ayah, ayo ayah sudah menunggu kita"
Anak itu menarik tubuh Satoru untuk pergi entah kemana saat keluar dari dalam kamar tersebut, Satoru tak dapat menahan air matanya saat melihat sosok kedua orang tuanya
Sosok wanita tersebut melirik kearah mereka dengan senyuman yang manis, ia merentangkan tangannya siap menerima pelukan dari kedua anak kembarnya
"Satoru, Sutaru anak" Mama, kesini sayang "
"Mama!!!"
Sutaru yang kegirangan langsung berlari memeluk ibunya
Namun Satoru masih berdiri mematung sambil menahan air matanya agar tidak terjatuh, Satoru dapat kembali mengingat semua masa lalu yaa
Dalam kecelakaan itu bukan hanya merenggut kedua nyawa orang tuanya namun Satoru juga kehilangan adiknya yang sangat ia sayangi sekarang ia mengingat semuanya
"Anak ku tolong bawa dia kembali kepada kami, Sutaru lepaskan dia dari kegelapan, Anak ku...."
Perlahan penglihatan yaa kembali menjadi gelap, dalam penglihatan yaa ia kembali mengingat detik-detik saat mobilnya kecelakaan membuat Satoru kaget dan terbangun tiba-tiba membuat Kaoru yang berada di samping yaa terkejut
Satoru melihat sekeliling yaa memastikan bahwa ia benar-benar sudah kembali,kaoru yang melihat Satoru yang sudah kembali sadarkan diri langsung memeluk nya dengan sangat erat
"Ku pikir kau tidak akan kembali"
Ucapnya dengan air mata yang sudah mengalir dari matanya
Satoru membalas pelukannya dengan senyuman di wajahnya sambil mengelus punggung temannya
"Aku baik baik saja, kau tak usah khawatir seperti itu, sekarang aku mengingat semuanya"
Ucapnya menenangkan temannya
"Ku pikir terjadi sesuatu pada mu"
"Aku sungguh baik baik saja Kaoru"
"Syukur lah jika tidak terjadi sesuatu yang buruk"
Kaoru duduk di samping satoru menyandarkan tubuhnya ke pintu, Satoru melamun menaruh kepalanya di pundak Temanya
"Apakah kejadian ini ada sangkut pautnya dengan masalalu ku, Kaoru"
Ucapnya dengan tatapan yang kosong
"Entahlah aku tidak tahu, namun jika seperti itu, cepat atau lambat kita harus keluar dari sini"
"Namun bagaimana caranya??"
"Akan ku pikirkan"
".........
Akio, Haiko, dan Azura terus berlari untuk menuju ke belakang sekolah mereka, namun saat belokan menuju lorong selanjutnya seseorang menendang pintu kelas di samping mereka
BRAK!!!!!
Mereka menghentikan langkahnya saat melihat sosok bayangan hitam keluar dari dalam kelas tersebut, sosok itu tersenyum menyeringai saat melihat mereka
"Kalian tak akan ku biarkan menyelamatkan teman kalian"
"Apa maumu Hah!!!"
Ucap Akio yang sudah terbawa emosi
"Teman kalian akan menjadi bagian dari kami,Hahahahah"
Akio mengepalkan tangannya lalu berlari menghampiri bayangan tersebut bersiap" Untuk melayangkan pukulannya
"Tak kan ku biarkan kau mengambil yaa dariku, Mahkluk Rendahan!!!!!"
Teriak Akio
Namun sialnya Akio tak dapat memukulnya karna bayangan tersebut dapat menahan pukulan dari Akio, sosok itu yang awalnya bayangan berubah menjadi sosok laki-laki yang sepantaran dengan mereka
"Sudah ku bilang kau tak dapat melukaiku"
Sosok tersebut tiba-tiba melayangkan pukulannya yang tak dapat di hindari oleh Akio karna pergerakannya yang sangat cepat
Akio yang terkena pukulan terdorong cukup jauh, Teman-temannya langsung menghampiri Akio yang tersungkur dan membantu ya kembali berdiri
"Akio kau tidak apa-apa??"
Tanya Azura
"Akio jangan terbawa emosi aku tahu dia hanya memancing mu agar kau marah dan tidak terkendali, tenang kan dirimu"
Ucap Haiko
"Kau tidak tahu aku sangat menyayangi Reo bagaimana jika dia kenapa" Karna ku, kau tidak mengerti "
Ucap Akio sambil menatap temannya dengan tatapan yang tajam
"Aku tahu,aku mengerti, tapi tolong tenangkan dirimu dulu atau kau yang akan terluka nanti"
"Bergini saja kita serang mereka bersama-sama saat kau menemukan celah kau pergi selamatkan Reo"
Jelas Azura
"Namun bagaimana dengan kalian"
Ucap Akio yang tak percaya dengan Rencana temannya itu
"Aku dan Haiko akan baik baik saja, saat Haiko dalam masalah aku akan membantu ya kau tak usah khawatir, meskipun aku harus mempertaruhkan nyawa ku aku akan menyelamatkan Haiko terlebih dahulu"
Jelas Azura lagi
"Apa yang kau bicarakan"
Azura menatapnya lalu tersenyum sosok Azura yang terseyum ke arahnya seketika membuat Haiko merasa sedih entah karna apa
Karna mereka sibuk berbicara mereka tidak tahu sedang dalam kondisi seperti apa, Sosok Yang sedari tadi hanya terdiam kembali menyerang mereka
Sosok tersebut dapat mengendalikan bayangan, Dalam bayangan yang berbentuk tentakel terdapat sebuah benda tajam yang di layangkan kearah mereka
Azura yang melihatnya dengan mudah langsung menangkis benda tersebut mengunakan sebuah tongkat kayi yang berada di lorong tersebut
Sosok tersebut terlihat sangat kesal saat gerakannya di tangkis begitu mudah olehnya
"Kau tak kan dapat menyerang kami semudah itu, Akio Haiko, sekarang!!!"
Perintah Azura
Kedua temannya yang diam langsung berlari mendekati sosok tersebut dengan layangan tangan yang siap memukul sosok tersebut
Sosok tersebut dapat menahannya dengan bayangan yang di buat untuk melindungi tubuhnya, sosok tersebut merasa terpojok saat ketiganya menyerang bersamaan seperti itu
Melihat sosok tersebut kewalahan Azura mengisyaratkan Akio untuk cepat pergi dari sini, tanpa pikir panjang Akio langsung berlari menjauh dari mereka
Sosok itu sempat ingin mengejarnya namun Azura berhasil menghalangi jalannya membuatnya tak bisa mengejar Akio yang sudah berlari sangat jauh
"Kau tak bisa meninggalkan kami begitu saja, Bodoh"
Ucap Azura dengan senyuman menyeringai
"Orang-orang seperti kalian sebaiknya mati saja pergi ke neraka manusia Rendahan!!!!!"
Mengibaskan bayangan yaa yang membuat Haiko terdorong cukup keras menabrak tembok di belakangnya
Karna benturan yang cukup keras membuat Haiko mengeluarkan sedikit darah dari sudut bibirnya, azura yang melihatnya sempat ingin menghampiri Haiko namun sebelum mendekatinya
Bayangan yang berupa tentakel itu berhasil melilit tubuh Azura hingga ia terangkat, Azura menggeram kesakitan saat lilitannya semakin mengerat
"Sudah ku bilang bukan sosok seperti kalian tak dapat mengalahkan ku dengan mudah, mau bagaimana perjuangan mu semuanya akan sia-sia"
PRANG!!!.....
Sosok tersebut langsung melemparkan tubuh Azura hingga tubuhnya menabrak jendela kelas dan terjatuh cukup jauh
"AZURAA!!!!"
Haiko yang baru saja kembali berdiri berteriak saat melihat Tubuh azura yang menabrak Jendela, Ia takut jika temannya terluka karna ingin menyelamatkan yaa
Haiko sempat lenggah membuat Sosok tersebut kembali menyerangnya, sosok tersebut memlilit leher Haiko membuatnya agar mendekat ke arahnya
jangan lupa mampir juga ya kak /Smile/