NovelToon NovelToon
Mencintaimu Seiring Waktu

Mencintaimu Seiring Waktu

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:71.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Status kita sudah menikah." Ucap Jade tiba - tiba pada Dustin.

"Apa - apaan kau!!" Dustin tidak terima.

Tapi Jade benar - benar masa bodo dengan suara keberatan Dustin dan justru langsung memberikan buku nikah yang entah bagaimana caranya sudah ada di sana.

"Dua bulan, hanya dua bulan. Setelah dua bulan, kita akan berpisah." Jade berucap dengan tegas.

Demi menjaga kedamaian keluarga, Jade si gadis dingin dan Dustin si pria anti wanita terpaksa terikat dengan kerjasama konyol dan membawa nama pernikahan di dalamnya. Jade terpaksa menyetujui bujukan bosnya yang mengatakan bahwa pernikahan itu hanya akan bertahan dua bulan saja, dan Jade menyetujui itu.

Nyatanya lebih dari dua bulan mereka masih terikat dalam kerja sama itu, dan justru tumbuh perasaan pada salah satu dari mereka. Bisakah dua orang keras kepala itu saling jatuh cinta nantinya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 27. Mengunjungi Qilin.

Di dalam kamar Dustin dia masih tersenyum - senyum setelah dia memberikan serangan dadakan pada Jade, melihat betapa menggemaskannya wajah Jade tadi, dia sampai tidak bisa tidak tersenyum.

"Seharusnya dia tahu apa jawabannya kan?" Gumam Dustin.

Dustin membuka jasnya lalu dia membuka 3 kancing kemejanya sehingga terlihatlah tubuhnya yang begitu kekar itu. Dustin kemudian menekan ponselnya dan menghubungi Ben.

"Ben, aku beri kau tugas. Selidiki Logan, dapatkan kebobrokan dirinya yang tidak diketahui publik. Lebih banyak lebih bagus, aku minta besok sudah ada hasilnya." Ujar Dustin. Dan langsung mengakhiri panggilan nya.

Dustin kemudian memasukan kedua tanganya di saku dan menatap luar jendela sambil bibirnya tak berhenti menerbitkan senyum.

Sementara Jade sendiri dia sedang merebahkan dirinya di atas ranjang dengan tangan kanannya menyentuh bekas kecupan Dustin di keningnya.

'Kenapa ini? Kenapa di dalam hatiku seakan ada kembang api yang sedang meletup - letup?' Batin Jade.

"Dustin sialan, kenapa pertanyaanku tidak di jawab dan malah menciumku, aku jadi tidak tenang begini jadinya." Gumam Jade.

Rasanya sama dengan ketika dia pertama kali menyadari dirinya jatuh cinta pada Cio dulu, menyadari itu dia langsung menggosok - gosok keningnya untuk menghilangkan jejak kecupan Dustin walau tidak ada bekasnya.

"Tidak - tidak, aku tidak boleh jatuh cinta padanya." Gumam Jade menggelengkan kepalanya.

Tapi siapa yang tahu dia akan jatuh cinta betulan atau tidak pada Dustin, nyatanya akhir - akhir ini mereka sering terlibat kejadian - kejadian rawan bersama. Jangan lupa bahwa musuh saja bisa jadi cinta, apalagi mereka yang terlibat pernikahan palsu bersama.

``````````

Singkat cerita, akhirnya Jade dan Dustin kini sudah siap akan mengunjungi Qilin yang katanya berada di rumah sakit. Jade memakai dress selutut berwarna putih tulang, dan dia membiarkan rambut panjangnya terurai.

"Sudah siap?" Tanya Dustin, dan Jade mengangguk. Jade masih dibayangi ciuman dadakan Dustin siang tadi tapi dia berusaha bersikap normal.

Mereka masuk kedalam mobil dan melesat pergi, Dustin menyetir sendiri. Jade melihat sebuah toko buah di pinggir jalan dan dia meminta Dustin untuk mampir sebentar sebelum datang ke rumah sakit.

"Kamu ikut?" Tanya Jade ketika melihat Dustin juga keluar dari mobil.

"Hm, ayo." Ujar Dustin. Jade sampai kebingunan sendiri melihatnya.

'Apa matahari tidak terbit dari timur? Kenapa rasanya Dustin sangat berbeda hari ini?' Batin Jade sambil melihat langit.

Dustin terkekeh dan menggandeng tangan Jade masuk kedalam toko buah, lagi - lagi Jade heran dengan tindakan Dustin yang menggandeng tangannya secara tiba - tiba itu.

Mereka masuk kedalam toko buah dan kedatangan mereka menjadi pusat perhatian karena mereka sangat serasi, tapi mereka tidak menyadari tatapan semua orang dan hanya fokus membeli buah yang akan mereka bawa nanti. Setelah mereka selesai, Dustin tiba - tiba menyodorkan kartunya pada Jade.

"Aku bayar pakai uangku saja." Ujar Jade.

"Dilarang menolak." Ujar Dustin dan langsung memberikan kartunya pada kasir.

Dustin bahkan membawa sendiri keranjang buah yang sudah di susun dengan sangat rapih itu kedalam mobil, Jade sampai mematung dan memperhatikan gerak - gerik Dustin.

'Apa karena dia akan bertemu dengan Qilin, makanya sikapnya jadi berubah? Dia tidak pernah seantusias itu sebelumnya?' Batin Jade.

Entah mengapa memikirkan itu hatinya sedikit merasa tidak nyaman. Akhirnya dia duluan masuk kedalam mobil dan Dustin juga akhirnya masuk kedalam mobil, lalu mereka melanjutkan perjalanannya ke rumah sakit.

Singkat cerita akhirnya mereka sampai di rumah sakit, terlihat Sierra, Arthur dan Justin berada di ruangan Qilin dengan Qilin yang sudah berada di atas brankar dengan infus di tangannya.

"Kak Qilin, bagaimana keadaanmu?" Tanya Jade.

"Sakit. Tapi aku juga tidak sabar melihat dia lahir." Sahut Qilin dengan senyum namun menahan sakit.

"Hey keponakan, jangan siksa ibumu okay.." Ujar Jade dan semua orang terkekeh.

Sebenarnya menurut jadwal yang dokter perkirakan Qilin akan melahirkan sekitar seminggu lagi, tapi rupanya Qilin sudah kontraksi lebih awal.

"Mama dan papamu langsung melakukan penerbangan kemari, sayang." Ujar Justin, yang kini berdiri di sisi kanan Qilin.

Mendengar itu, Jade langsung terpikirkan dengan Cio, Cio pasti juga ikut datang. Setelah terakhir kali dia menghubungi Cio, dia tidak lagi menghubunginya karena dia masih kesal.

"Nak, daddy dengar Jade sedang dalam masalah?" Tanya Arthur dengan suara pelan pada Dustin.

"Ya, tapi daddy jangan khawatir, aku akan melakukan yang terbaik untuk melindunginya, tidak akan terjadi apapun padanya." Sahut Dustin.

"Bagus, nak." Ujar Arthur, dan menepuk pundak putranya itu.

Arthur tidak ikut campur apapun dalam hubungan Dustin, entah Dustin pura - pura menikah atau sungguh menikah, Arthur hanya berharap Dustin sudah melupakan perasaan terlarangnya pada Qilin dan sukur - sukur mereka memang menikah dan bisa saling mencintai.

Dan setelah berbincang - bincang lama akhirnya Jade dan Dustin pun pulang karena hari sudah malam. Jade hanya diam saja sepanjang perjalanan itu bahkan sampai di penthouse pun dia hanya diam, Dustin merasa Jade mendiamkannya tapi dia berpikir mungkin Jade sedang memikirkan ayahnya di rumah sakit.

"Aku istirahat duluan." Ucap Jade, dan Dustin mengangguk. Tapi baru saja Dustin mengangguk, ponselnya bergetar.

"DRTT!!" Ponsel Dustin bergetar dan dia membuka ponselnya untuk melihat pesan dari siapa yang masuk.

Ternyata ia mendapat Email masuk dari Ben, Dustin langsung tersenyum melihatnya. Dan langsung kembali menarik tangan Jade sampai Jade menabrak dada Dustin, Jade terkejut karena tiba - tiba Dustin menahannya sampai jantungnya berdebar keras karena wajah mereka sangat dekat saat ini.

"Maaf, apa aku terlalu keras menarik tanganmu?" Tanya Dustin, seketika Jade gelagapan.

"Ti- tidak, aku yang sedang tidak stabil saja." Sahut Jade.

"Aku ingin memberitahumu bahwa kita sudah menemukan senjata untuk melawan Logan." Ujar Dustin.

"Senjata??" Tanya Jade.

Akhirnya disinilah Dustin dan Jade berada, di ruang kerja Dustin. Jade sedang melihat banyaknya bukti kebobrokan Logan yang tidak di ketahui orang.

"Wahh.. ternyata dia lebih bajingan daripada yang aku tahu, diam - diam dia memiliki banyak perempuan dan berganti setiap malamnya." Gumam Jade ketika melihat banyaknya foto Logan bersama wanita yang berganti - ganti.

"Tapi bukanya hal seperti ini terlalu wajar di kalangan orang kaya? Hal berbau cinta satu malam dan sebagainya, bukanya sangat lumrah?" Tanya Jade pada Dustin.

"Ya, lumrah.. yang tidak lumrah adalah ini.." Ujar Dustin dan membuka satu lagi file.

Jade sampai menutup mulutnya melihat apa yang Dustin perlihatkan, Logan bahkan berkencan dengan salah satu rekan bisnis Derec.

"Eewww.. menjijikan, bahkan wanita tua pun dia mau?" Ujar Jade.

"Tapi bukannya ini adalah wanita yang ada di meja pertemuan kemarin? Aku ingat aku melihatnya." Ujar Jade.

"Ya, dia yang memperkuat posisi Logan dengan menyembunyikan semua tentang keburukan Logan. Dan kamu lihat anak ini mirip siapa??" Tanya Dustin, dan memperlihatkan foto seorang anak laki - laki berusia sekitar 5 tahun.

"Astaga, jangan - jangan.." Ujar Jade terkejut ketika melihat foto anak laki - laki yang Dustin tunjukan sangat mirip dengan Logan.

"Benar, itu anak Logan dengan wanita itu." Jade sampai kehabisan kata - kata mendengarnya.

"Wahh.." Hanya itu yang bisa Jade katakan, karena apa yang dia lihat dan dengar terlalu mengejutkan.

"Aku akan mengirimnya pada wartawan, besok pasti akan menjadi berita besar di seluruh kota. Dengan beredarnya kabar ini, para dewan direksi pun pasti akan berpikir ulang untuk memilihnya." Ujar Dustin.

Jade tersenyum dan mengangguk, jika dia tidak menerima uluran tangan Dustin, sudah pasti dia akan kesulitan sendirian. Jade semakin merasa bahwa dirinya telah mengambil keputusan yang tepat.

"Istirahatlah, ini sudah malam." Ujar Dustin dan Jade mengangguk.

"Terimakasih, Dustin. Selamat malam." Ujar Jade dan Dustin mengangguk.

Jade bangun dan hendak berjalan pergi, tapi lagi - lagi Dustin menahan tangan Jade sampai Jade menatap Dustin bingung.

"Sepertinya.. aku sudah mulai bisa melupakan rasa cintaku pada Qilin." Ujar Dustin tiba - tiba.

"Benarkah? Sukurlah.." Ujar Jade sambil tersenyum. Dustin pun akhirnya melepaskan tangan Jade.

...TO BE CONTINUED.....

1
sil_29
Bagus banget 👍👍👍👍👍👍👍
Rika Yudesni
baguuuusssss
Little Fox🦊_wdyrskwt
ku sudah mampir/Proud/
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Uuah, makasih kak..
total 1 replies
Mamath Ziad Malik
kamu emang terlambat cio udah digeser sama Dustin didalam hati j
Mamath Ziad Malik
lah sekarang jade deng yg direbutin Dastin sama Lucio
Mamath Ziad Malik
minta bantuan mommy sieradonk kam mommy siera hacer handal
Mamath Ziad Malik
mampir juga pengen tau Dustin bucinnya
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasih banyak kak.. 😉
total 1 replies
Nur Bahagia
singkat cerita, ternyata udah end 😁baguuss cerita nya Thor 🥰
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasihhhh banyak kak 🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🙏🏻
Maratonin novel othor. 🥹 Maaf kalo ada kata yang kurang baik san salah ya kak, masih belajar othor nya
total 1 replies
Nur Bahagia
wkwkw lucu banget ngebayangin Niklaus nyengir 😅
Nur Bahagia
Kereennn.. Dustin lebih cocok jadi Lucifer.. kalau Justin kurang cocok.. kurang kejam 🤭
Nur Bahagia
Ben selalu pengertian 🤗
Nur Bahagia
sabar ya bang Ben 🤭
Nur Bahagia
🤗🥰
Nur Bahagia
he love u Jade 🤗
Nur Bahagia
singkat cerita 🤭
Nur Bahagia
wkwkkw langsung mau di traktir 🤣
Nur Bahagia
waduh bakalan ruwet wess 🤭
Nur Bahagia
😅
Nur Bahagia
Jade 🤗
Nur Bahagia
kacang kacang 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!