Kisah triplets keluarga Rao dalam perjalanan cintanya.
Charusmita Rao atau Mita harus mengubur impiannya menjadi balerina akibat kecelakaan yang dialaminya. Dokter Vikram Gupta membantu gadis itu melewati masa-masa menerima kenyataan meskipun Mita tidak tertarik dengan orang India tapi dokter tampan ini berbeda.
Ararya Rao atau Arya bertemu dengan Riko Ichida, seorang dokter anak yang menderita lupus. Arya yang juga seorang dokter penyakit dalam, mendampingi Riko dalam pengobatannya hingga keduanya sama-sama jatuh cinta.
Benoit Rao atau Ben bertemu dengan dokter bedah judes, Ran Tsubasa saat bertugas di Tokyo. Keduanya saling membenci satu sama lain, hingga mereka harus terjebak saat membantu korban tsunami.
Generasi ketujuh klan Pratomo
Follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AR - BR - Antara Arya dan Ben
"Jadi kamu pindah ke Beijing?" tanya Raj Rao ke Arya yang menghubunginya usai visa pelajar dari Republik Rakyat China keluar.
"Jadi dad. Ini aplikasi dari kampus Beijing University of Chinese Medicine sudah oke dan semester ganjil depan, aku sudah resmi menjadi mahasiswa sana."
"Bahasa Mandarin kamu?"
"Little little sih I can dad..." cengir Arya membuat Raj menepuk jidatnya.
"Seriously, Ya, yang benar saja kamu !"
"Dad, mana mungkin aku bisa masuk kampus sana kalau IELTS dan TOEFL aku jeblok. Ditambah harus bisa bahasa Mandarin... Masa aku berani kesana tanpa persiapan..." gelak Arya.
"Kamu tuh bikin Daddy jantungan..." Raj menatap judes ke putranya.
"Mommy dimana Dad?" tanya Arya yang tidak melihat ibunya.
"Mommymu ada operasi darurat. Seekor ular piton tidak bisa mengeluarkan telurnya..."
"Moga-moga mommy nggak kena gigit ..." Arya teringat Gemintang pernah mendapatkan gigitan seekor ular piton.
"Kali ini nggak, Ya. Langsung dibius oleh Mommy kamu..." senyum Raj. "Daddy juga tidak ikhlas tangan mungil mommymu kena gigit terus !"
***
Tokyo University Medical Faculty Tokyo
Ben sedang mempelajari proses bedah usus dari Galena dan Anargya Giandra. Mendapatkan pencerahan dari dua seniornya dan lebih berpengalaman, membuat Ben bersyukur keluarganya sangatlah gado-gado.
"Jadi kalau kamu mau potong usus besar yang terkena kanker, harus kamu hapalkan alur pembuluh darahnya, Ben. Jangan sampai terjadi pendarahan dalam yang bisa membahayakan pasien" ucap Anargya sambil menunjukkan gambar usus.
"Kalau kamu mau gampang menghapal, gini nih caranya..." Galena memberitahukan cara paling mudah menghapal susunan pembuluh darah disana.
Ben mengangguk. "Aku sih hapal tapi kan tetap saja kalau tahap operasi besar seperti ini aku sering gugup..."
"Begini Ben. Kalau kamu gugup, bisa bahaya. Ingat, nyawa orang ada di tangan kamu. Jika terjadi sesuatu, kamu harus bertanggungjawab!" ucap Anargya tegas.
"Iya sih Opa... " jawab Ben.
"Semangat Ben ! Yakin kamu bisa !" senyum Galena.
"Thanks bumil..." balas Ben.
***
Ben pun bersiap-siap untuk mengikuti proses operasi pemotongan usus besar karena mengikuti dosennya, dokter Tanaka. Pasiennya yang berusia 65 tahun itu mengalami iskemia usus dan harus segera dioperasi.
Iskemia usus adalah sejumlah kondisi yang terjadi ketika penyumbatan pada pembuluh darah (arteri) usus menyebabkan aliran darah menuju usus berkurang. Iskemia usus dapat terjadi pada usus halus, usus besar (kolon), atau keduanya.
Gangguan pada sistem pencernaan ini merupakan kondisi serius karena dapat menyebabkan nyeri dan mengganggu fungsi usus. Pada kasus yang parah, aliran darah usus yang tersumbat dapat merusak jaringan dan membahayakan nyawa.
Sumber Hello Sehat
"Sudah siap Ben?" tanya dokter Tanaka yang datang ke ruang bersih-bersih untuk mensterilisasi para dokter dan perawat yang hendak masuk ke dalam arena operasi.
"Insyaallah... " jawab Ben sambil mencuci kedua tangannya dengan sabun antiseptik.
"Jangan khawatir Ben. Selalu gugup saat pertama kali melakukan operasi besar itu wajar. Kamu masih mending ketemunya kolon ( usus ). Aku dulu sudah langsung tumor di jantung. Apa tidak lebih horor?" kekeh Dokter Tanaka sambil mencuci tangannya.
"Tumor di jantung, Dok? Bagaimana anda bisa mengatasi rasa gugupnya anda ?" tanya Ben surprise.
"Aku hanya berdoa. Kamisama, berikan kekuatan-Mu agar aku bisa mengoperasi pasien ini dan bisa kembali bersama dengan istrinya ... Percaya atau tidak, entah Kamisama ( Tuhan ) tahu aku serius berusaha melakukan yang terbaik, aku lancar dalam melakukan operasi. Sampai-sampai dokter tamu senior yang datang, memberikan dua jempol ke aku... " senyum dokter Tanaka sambil mengangkat kedua tangannya untuk dikeringkan di mesin khusus.
"Kalau boleh tahu, siapa dokter itu?" tanya Ben.
"Alumni sini juga. Kamu kenal kok..." jawab Dokter Tanaka.
Ben melongo. "Jangan bilang itu Opa aku yang dihukum di kamar mayat dengan riang gembira..."
Dokter Tanaka terbahak. "Memang dia, the one and only Dokter Joey Bianchi."
Ben hanya melengos. "Yapari so deshou ne ( sudah kuduga )..."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Gomen dikit... Mataku dah ga kuku.
See you tomorrow.
Ahahhahaha