Azlan menerima tawaran sebagai bodyguard yang bertugas 24 jam mengawasi putri pengusaha kaya bernama Alexa. Bermula dari Azlan yang menyelamatkan sang pengusaha dari perampokan, Azlan pun ditawari menjadi bodyguard putrinya. Azlan terikat kontrak selama dua tahun, dan selama masa kontrak Azlan dilarang berpacaran, ia harus fokus menjaga Alexa.
Di depan umum, Alexa terpaksa mengakui Azlan sebagai suaminya supaya mantannya tidak lagi mengganggu hidupnya. Bukan hanya sekedar ciuman saja yang Alexa lakukan di hadapan sang mantan demi membuktikan bahwa Azlan benar-benar telah menjadi suaminya.
Siapa yang duluan jatuh cinta antara Alexa dan Azlan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Enam
Alexa belum pernah merasakan patah hati, tapi sekarang ia tahu bagaimana rasanya patah hati. Pria yang bukan kekasihnya, bahkan telah mampu membuatnya merasa teraniaya. Ia merasa aneh pada perasaannya sendiri, sosok Azlan yang baru saja ia comblangin untuk Jesy, tiba-tiba malah dia harapkan menjadi bagian penting dalam hidupnya. Dan perasaan yang tadinya biasa saja terhadap Azlan, tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat hanya dalam hitungan singkat. Apakah karena ia melihat Azlan bercumbu dengan gadis lain, lantas ia baru sadar kalau sebenarnya ia sudah menaruh hati pada Azlan?
Alexa melirik Azlan di sisinya yang terlihat gusar dan menyetir mobil dengan sangat kencang.
“Apa ada yang kamu kejar?” tanya Alexa heran.
“Kepalaku pusing, nona. Kita harus segera sampai ke rumah karena aku ingin segera beristirahat.”
“Jangan sampai nabrak orang ataupun kendaraaan lain. Aku akan menghukummu jika itu sampai terjadi.”
“Semoga enggak.”
“Aku masih perawan, dan aku belum mau mati sekarang. Kamu yakin aku aman dengan kendaraan selaju ini?”
“Saya jamin aman.”
Alexa mengangguk, cukup salut dengan kelihaian pria itu dalam menyetir.
Sesampainya di rumah. Azlan turun dari mobil sebelum nonanya turun.
“Aku duluan, nona,” ucap Azlan kemudian melenggang pergi meninggalkan Alexa.
“Hm.” Alexa asik dengan ponselnya. Manik matanya kemudian melirik Azlan yang setengah berlari memasuki rumah dengan gerakan terburu-buru.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Azlan? Kenapa pria itu terlihat sangat berbeda dan gelisah? Pandangan Alexa tertuju ke sebuah ponsel yang tergeletak di jok kemudi. Ponsel Azlan ketinggalan. Alexa menyambar benda itu dan turun dari mobil. Ia memasuki rumah, menaiki lantai atas. Tujuannya bukan ke akmarnya, melainkan ke kamar sebelah, tak lain kamar Azlan.
Tangan mungilnya menjulur menyentuh handle pintu dan membukanya. Ia memasuki kamar, tak perduli saat itu Azlan tengah membuka pakaian hendak mandi. Pria itu sudah bertelanjang dada, bajunya sudah dia tanggalkan. Sontak gerakan tangannya yang tengah membuka ikat pinggang pun terhenti. Pandangannya tertuju ke arah Alexa yang memasuki kamarnya.
“Ini ponselmu tertinggal di mobil.” Alexa menunjukkan ponsel di tangannya.
Azlan hanya diam dengan ekspresi menegang menatap Alexa yang melintasinya.
Alexa meletakkan ponsel ke atas ranjang, kemudian balik badan. Namun di langkah pertama meninggalkan lantai dekat ranjang, kaki Alexa terpeleset akibat menginjak kaos Azlan yang teronggok di lantai hingga tubuhnya terhuyung hendak jatuh.
“Aaaa…” Alexa berteriak histeris membayangkan tubuhnya terhentak di lantai.
Dengan sigap Azlan menangkap tubuh Alexa dan berusaha menyeimbangkan tubuh gadis itu supaya tidak terhentak di lantai. Hanya dalam hitungan detik saja tubuh Alexa bertahan dalam dekapan kedua lengan kokoh Azlan, karena di detik berikutnya kepala Azlan terasa sangat berat dan bertambah pusing hingga ia tidak bisa menyeimbangkan diri dan akhirnya tubuh Alexa malah terhuyung ke belakang, kasur di belakang gadis itu menangkap tubuhnya. Ia terhempas ke kasur bersama tubuh Azlan di atasnya.
Astaghfirullah… Ya Tuhan yang maha pengasih, maha penyayang, maha agung, maha besar, maha segala-galanya. Ampuni aku yang lemah dan tidak berdaya ini. Ampuuuuun….
Azlan dan Alexa bertukar pandang hingga detik demi detik berlalu dan Azlan tidak beranjak dari posisinya itu. Bukan tanpa alasan pria itu terpaku di tempat, hasrat yang berkecamuk dalam tubuhnya semakin menggelinjang dan menerornya.
Dan saat tanpa sadar jarak wajah mereka telah terkikis habis, Alexa bergumam lirih, “Ummh.. Azlan!”
TBC