Elmo namanya. Aku pernah menyimpan perasaan padanya. ketika kami sama sama duduk di kelas 1 SMU, namun semua itu menguap begitu saja seiring kepindahannya di kota lain. Aku bahkan sudah melupakannya. Namun takdir mempertemukan kami berdua. Setelah hampir 10 tahun kami berpisah, tiba tiba saja kami bertemu di sebuah mall di kota Yogyakarta. Pertemuan itu adalah awal dari terungkapnya sebuah rahasia besar yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercanda dengan Dinda
Semenjak dari Parangtritis itu, Elmo jadi jarang menelfonku, tidak sesering dulu mungkin dia tidak mau menggangguku. Malam hari aku mengobrol dengan Dinda.
" Din, semenjak dari Parang Tritis kemarin Elmo kok nggak pernah telfon aku lagi ya, udah 4 harian ini lho dia nggak hubungin aku ".
" Emang waktu di Parang tritis itu kalian ngapain ?"
" Kok ngapain sih ? yang jelas nggak melanggar aturan norma agama dan adat istiadat Din ", sahutku sebal.
" Hahaha bukannya gitu maksudku, kamu ngobrol apa sama Elmo ".
" Ya dia nanya hubunganku dengan Bima Din ".
" Dan kamu bilang kalau Bima akan melamar kamu ?"
" Iya Din aku cerita ".
" Ya iyalah Ve, jelas dia batesin untuk berhubungan dengan kamu, kamu kan udah mau nikah sama Bima, pasti dia nggak mau kehadiran dia nanti jadi masalah buat kamu dan Bima ".
" Ya kan bukan berarti harus mutusin silaturahmi Din ?"
" Halah bilang aja kangen Ve ".
" Kamu tuh diajak ngomong serius malah becanda ".
" Lho aku serius Ve ".
" Kamu tuh yang aneh, ya biarin aja Elmo nggak hubungin kamu, toh kamu juga tau bahwa kehadiran Elmo bisa buat Bima cemburu, lalu kenapa coba kok kamu malah bingung Elmo menjauh ? kamu bilang mau belajar melupakan Elmo, giliran Elmo nggak muncul kamu kayak kebakaran jenggot. Vero Vero udah deh, konsen aja ke hubungan kamu sama Bima Ve ".
" Iya juga sih Din ".
Tiba tiba hpku berbunyi.
Kulihat mama Bima menelfonku.
" Assalamualaikum ma ".
" Wa'alaikum salam Ve, gimana kabar kamu nak ?"
' Alhamdulillah sehat mah, mama sama keluarga sehat juga kan ?"
" Iya mamah sehat semua Ve ".
" Kamu dimana ini Ve ?"
" Ve di kos mah, lagi ngobrol sama temen di kamar ".
" Ooohhh....ini mamah kemarin baru dikasih nomor kamu sama Bima, padahal mama udah minta lama tapi nggak dikasih kasih sama Bim".
" Lupa mungkin mah Bimanya ".
" Bima nggak ke kos kamu Ve ?"
" Enggak ma, Bima masih pergi ke luar kota, katanya ada seminar apa gitu mah, aku juga nggak tau ".
" Udah berapa hari perginya Ve ?"
" Dari hari jumat kemarin mah, katanya sih jumat besok dia udah pulang ".
" Ohhh gitu ya ".
" Eh iya Ve bagaimana rencana kalian ? kata Bima kamu sedang mengurus cuti ?"
" Iya benar mah, udah saya ajuin tapi belum ada kabar disetujui enggaknya ".
" Ya nanti kalau udah fix mamah dikabarin ya sayang, biar mamah bisa menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan ".
" Iya mah besok Ve telfon ".
" Ya udah dulu ya Ve mama tunggu kabarnya ".
" Iya mah makasih ".
Setelah mengucap salam, telfonpun kututup.
" Mamanya Bima Ve ?"
" Iya Din, nanyain masalah lamaran ".
" Orang tuanya baik ya Ve ?"
" Baik banget Ve, mereka keluarga harmonis dan hangat Din, walaupun keluarga kaya tapi nggak mempermasalahkan saat tau aku cuma keluarga sederhana ".
" Kisah cintamu kayak di film film Ve ".
" Film apa ? film Beranak Dalam Kubur ".
" Bukan Ve film suster ngesot hahaha ".
Aku dan Dinda tertawa bersama.
Tiba tiba telfonku berbunyi lagi.
" Ihhh kamu tuh beli hp di mana sih Ve ?"
" Kenapa emang ?"
" Perasaan bunyi melulu, hp aku dari tadi nggak ada yang telfon ".
" Hahaha hpmu belum lunas kali, hpku kan udah lunas ", jawabku sambil tertawa.
" Hallo Bim ?"
" Hallo Ve, lagi dimana ini ?"
" Lagi di rumah Bim, di kamar Dinda ngobrol sama dia ".
" Ngobrolin apa hayooo ?"
" Ngobrolin apa ? ya ngobrol ngalur ngidul aja Bim ".
" Kemarin jadi pergi sama Dinda Ve ?"
" Jadi Bim ke puncak becici ".
" Seneng nggak ?"
" Huuuu seneng banget pokoknya seru Bim, fotonya bagus bagus besok kalau kamu pulang aku kasih tau ya ".
" Jadi cuma foto foto tok ?"
" Ya enggaklah ngobrol, terus makan ".
" Kamu pulang kapan Bim ?"
" Kenapa kok nanya pulang terus ?"
" Ihhhhh ya kangen dong Bim ".
Tiba tiba Dinda mengeluarkan kalimat mengejekku.
" Huekkkkk ", Aku melotot ke arah Dinda.
" Itu Dinda ya ? kenapa dia kok kayak mau muntah ".
" Iya itu hamil mungkin dia Bim ?"
" Hamil sama siapa ?".
" Hamil sama tikus Bim kan dia nggak punya pacar, jadi mana mungkin hamil sama cowok hahaha ".
" Sialan kamu Ve awas ya kalau aku nanti punya cowok pasti lebih keren dari Bima ".
" Buktiin dong ", jawabku.
Bima cuma tertawa saja mendengar gurauanku dengan Dinda.
" Ve...."
" Iya Bim ?"
" Besok aku udah pulang kok ke Yogya ".
" Beneran Bim ?"
" Iyalah beneran besok naik pesawat siang, malem aku ke kos kamu ya ?"
" Beneran ya Bim jangan bohong ya ?"
" Ehhh mana pernah aku bohong ?"
" Siapa tau sekarang tukang bohong ".
" Bim tadi mamah telfon lho ".
" Oh ya ngobrolin apa sama mama ?"
" Mama nanyain kapan acara lamaran kita jadinya ".
" Terus kamu jawab apa ?"
" Ya aku jawab, nunggu cuti aku turun ".
" Emang belum disetujui Ve ?"
" Belum sih Bim, kan kantor harus nyari pengganti aku dulu selama aku cuti ".
" Memang prosesnya lama ?"
" Ya enggak Bim biasanya 1 mingguan udah keluar, ya ditunggu aja dulu ".
" Terus kapan kita mau beli cincin sama seserahan lainnya ?"
" Ya terserah kamu Bim, Sabtu bisa Minggu bisa".
" Ya udah Besok Minggu aja ya, Sabtu aku pengen ngajak ke Solo ".
" Ke Solo ngapain ?"
" Mainlah ke Tawang Mangu ".
" Beneran Bim ?"
" Iya sayang beneran ".
" Asyiikk makasih Bim aku seneng bangettt ".
" Iya sama sama, tapi ada syaratnya ya ?"
" Apa Bim syaratnya ?"
" Kamu nggak boleh pakai baju seksi kayak waktu di Baron itu ya ".
" Nggak boleh beneran Bim ?"
" No no no ".
" Hahaha siappp bos paling ntar aku cuma pakai rok mini aja kok ".
" Verooooo....."
" Hahaha nggak kok sayang ".
" Ya udah ya sayang ini aku mau keluar dulu sama temen ".
" Cewek apa cowok Bim ".
" Cewek dong ngapain sama cowok ", sahut Bima meledekku.
" Bimaaaaa....", teriakku manja.
" Nggak sayang...temen cowok kok nggak usah khawatir ".
" Ya udah hati hati ya ".
" Iya sayang I mis You Vero ".
" I miss you dokter Bima ".
Selesai menelfon Bima, aku langsung memeluk Dinda yang sedang tiduran di kasur.
" Iiihhhh hei apa apaan ini ihhh sana sana meluk Bima aja kok malah meluk aku ".
" Ahhhh Bima aku rindu kamu ".
" Veroooo lepasin geli aku, kamu peluk peluk kayak gini lepasin dong ".
" Eh Din ntar kalau aku jadi nikah sama Bima, malam pertama aku bikin video live ya, ntar aku kirimin ke kamu ".
" Ihhhh jijai Ve ogahhh Ve ".
" Beneran Din ?"
" Kamu kan selama ini cuma tau wajahnya Bima aja yang ganteng, belum lihat badan dia yang atletis, dada dia yang penuh bulu, perut dia yang sixpack, terus belum lihat........"
" Stoppp Ve udah ampun deh Ve ampunnn ".
" Kamu tuh ya baru aku ceritain gitu udah teriak teriak nggak jelas, gimana kalau melihat langsung ".
" Ya kalau melihat langsung mah jelas Ve langsung aku serbu aja nggak usah pakai basa basi, tapi kalau cuma disuruh bayangin kan tersiksa luar dalam Ve ".
" Hahaha....." Akhirnya kita tertawa bersama, dan sejenak aku bisa melupakan Elmo.